wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Spensa Rangking 1 (Adat Istiadat)

Total questions: 49

Worksheet time: 25mins

Name
Class
Date
1.

Sebuah kegiatan membawa dulang/ nampan berisi makanan ke mesjid/langgar atau tempat yang sudah disepakati. Nganggung merupakan rangkaian Kegiatan yang mencerminkan nilai-nilai kebersamaan, saling membantu antar warga dalam suatu desa atau kampung.

a)

Nirok-nanggok

b)

Nganggung

2.

Kebiasaan menangkap ikan dan udang di sungai, dilakukan beramai-ramai, dan dipandu oleh seorang pemimpin. Nirok adalah menangkap ikan dengan cara ditombak menggunakan alat bernama tirok, yaitu sejenis tombak berbahan bambu berdiameter 1 – 1,5 cm, dengan panjang sekitar 2 meter, dan bagian ujungnya tajam untuk menombak ikan.  Sedangkan nanggok atau nangguk adalah akitfitas menangkap ikan dan udang sungai  menggunakan tangguk yaitu keranjang yang berjaring dikelilingi rotan atau kayu pada atasnya.

a)

Becampak

b)

Nirok-nanggok

3.

Kegiatan yang diawali baca mantra pada permulaan tarian pergaulan muda-mudi yang berlandaskan budaya melayu, yaitu tradisi berpatun yang diiringi alat musik tradisional yang terdiri dari: biol, gendang tawak-tawak/ gong.

a)

Becampak

b)

Nirok-nanggok

4.

Beberapa anak mengaji, surat-surat itu dibaca secara bergantian. Bagian akhir dari setiap surat akan dibaca secara bersama-sama (koor). Jika terjadi kekeliruan dalam membaca, guru mengaji yang membimbingnya segera mengoreksi dan membenarkannya. Parahadirin menyaksikan dan mendengarkan pembacaan itu dengan saksama. Betamat atau khataman Qur’an oleh mempelai perempuan yang dipimpin oleh guru mengajinya (dalam tradisi Melayu Bangka orang yang telah Khataman Qur’an berhak menjadi guru atau mengajar ngaji kepada orang lain), kemudian menunjukkan bahwa pengantin perempuan sudah menguasai ajaran Islam sebagai persiapan berumah tangga. Khataman Al-Quran juga menunjukkan bahwa orang Melayu dan budayanya sangat identik dengan Islam.

a)

Betamat

b)

Becampak

5.

Berarti perginya pihak pengantin perempuan ke rumah mertuanya dan bermalam selama dua hari dua malam. Pada malam ketiga barulah mempelai wanita pulang dengan dibekali berbagai barang seperti kain dan perhiasan. Pada adat ngulang runot, kedua mempelai mengunjungi sanak saudara dari pihak wanita dan juga dari pihak laki-laki untuk mohon restu, disini biasanya selain petuah-petuah, diberikan pula hadiah dari sanak famili, tujuan dari ngulang runot adalah untuk mempererat tali silahturohmi dengan keluarga atau sesama besan (besan = bil ikhsan).

a)

Betamat

b)

Mulang runut

6.

Budaya mencukur rambut si kecil telah dikenal turun temurun. Para umat muslim biasa menyelenggarakan upacara cukuran saat anaknya berusia 40 hari dengan maksud membersihkan atau menyucikan rambut si kecil dari segala macam najis dan diharapkan nantinya si kecil akan tumbuh sehat dan dijauhkan dari berbagai macam penyakit. Selain itu upacara ini juga merupakan ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan yang telah mengaruniakan seorang anak.

a)

Pangkas rambut

b)

Becukur

7.

Malam perayaan hari ke-15 setelah Imlek, merupakan pesta besar warga Tionghoa yang bertujuan memberi hiburan kepada seluruh warga Tionghoa dan warga sekitar dengan menonton berbagai pertunjukan seperti Barongsai, Liong, dan indahnya ratusan cahaya lampion.

a)

Cap go Meh

b)

Imlek

8.

Acara mengantarkan rombongan calon mempelai laki-laki berangkat menuju rumah pihak mempelai perempuan dengan suatu iring-iringan

a)

Ngarak Penganten

b)

Ngancak

9.

Tradisi pemberian makan makhlus halus di laut maupun di darat.

a)

Ngarak

b)

Ngancak

10.

Sebutan lain untuk Tahun Baru Imlek dalam bahasa Hakka (Khe). Sejarahnya Imlek dirayakan untuk merayakan datangnya musim semi. Namun pada saat musim semi itu konon datang binatang buas yang disebut nian (ngian, nyan) dari gunung atau laut untuk mengganggu manusia. Maka manusia mengenakan pakaian warna merah dan membuat kebisingan dengan menyalakan petasan untuk mengusir nian.

a)

Kong Ngian

b)

Cap Go Meh

11.

Aktivitas ibadah menyembelih hewan berupa kambing sebagai bentuk rasa syukur atas lahirnya seorang anak.

a)

Aqiqah

b)

Kurban

12.

Merupakan upacara penyambutan kedatangan bulan suci Ramadan. Ruwahan dilakukan pada pertengahan bulan Sya'ban. Pada bulan tersebut masyarakat biasanya melakukan acara bersih kubur dan ziarah ke kuburan keluarga masing-masing. Sementara, memasuki pekan pertengahan bulan Sya'ban masyarakat Bangka dan sekitarnya melaksanakan acara sedekah ruah dengan menyiapkan makanan seperti nasi beserta lauk pauk gulai ayam, ikan, atau daging sapi, kue, dan buah-buahan. Untuk diketahui tradisi kebudayaan ini setiap tahun dilakukan oleh masyarakat Bangka Belitung, sebab merupakan bentuk penghormatan terhadap arwah orang yang sudah meninggal dan merupakan warisan turun menurun. Ruah berarti arwah leluhur atau nenek moyang jadi ruwahan berarti bulan mengenang arwah leluhur atau nenek moyang.

a)

Ruwahan, atau sedekah ruwah

b)

1 Muharram

13.

Tahun Baru Umat Islam merayakan tahun baru Hijriah melalui sejumlah tradisi. Pelbagai tradisi menyambut Tahun Baru Islam di Indonesia memadukan unsur dalam agama dengan budaya setempat.

a)

Ruwahan, atau sedekah ruwah

b)

1 Muharram

14.

Dari kata maulid yaitu peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, yang mana dalam tahun hijriah jatuh pada tanggal 12 Rabi'ul Awal. Tradisi mauludan dirayakan setiap tahunnya yang merupakan adat istiadat dan budaya yang menarik, salah satunya yaitu tradisi Nganggung yang berarti mengangkat atau memindahkan makanan didalam sebuah dulang dan ditutup oleh Tudung Saji untuk dibawa ke Masjid dan disantap bersama-sama oleh warga setempat.

a)

Isra Mi’raj

b)

Maulid Nabi

15.

Perjalanan malam Nabi Muhammad dari Mekah ke Masjid Aqsa di Yerusalem, kemudian Nabi Muhammad naik ke surga, dimurnikan, dan diberi perintah bagi umat Islam untuk sholat lima kali sehari.   daerah tertentu dirayakan dengan  tradisi. Kalau di Pangkalpinang biasanya kegiatan nganggung itu semarak di Desa Tuatunu yang dikenal dengan desa 'Serambi Mekkah' karena nuansa Islam di desa ini sangat kental.  Hal yang sama juga bisa dilihat di Pangkalbalam.

a)

Maulid Nabi

b)

Isra Mi’raj

16.

Malam turunnya Al Qur'an untuk seluruh umat manusia melalui Nabi Muhammad SAW.

a)

Isra Mi’raj

b)

Nuzulul qur’an

17.

Mengembalikan jejak yaitu mengantar mempelai kerumah orang tua perempuan.

a)

Bukek Lawang

b)

Mulang Runut

18.

Berasal dari zaman Romawi kuno yang dimaksudkan untuk mendoakan kesuburan bagi pengantin yang baru menikah. Dijadikan sebuah simbol kesuburan, kemakmuran dan keharmonisan dalam rumah tangga. Tradisi ini sekarang dilakukan juga untuk membayar nazar yang terwujud, dan juga pada Tarian Menyambut Tamu.

a)

Ngambur beras kunyit

b)

Bukek Lawang

19.

Prosesi pengobatan dengan media air Jeruk Nipis yang disiramkan dari ujung rambut atau kepala.

a)

Keramas

b)

Belangir

20.

Bagian penting dalam prosesi perkawinan di Pangkalpinang, yang mana diawali oleh kedatangan rombongan mempelai pria ke rumah mempelai wanita guna melakukan akad nikah. Tradisi ini juga dapat digunakan untuk membuka penghalang yang diwakili seseorang atau lebih agar dapat masuk ke suatu daerah/sebuah acara.

a)

Bukek Lawang

b)

Mandi kembang

21.

Ritual yang dianggap dapat membersihkan aura tubuh, serta memperkuat energi yang terpancar dari tubuh manusia. Dengan ritual ini seseorang diharapkan dapat melakukan hal-hal yang lebih positif, karena pikiran dan hatinya bersih, maka apa yang dilakukannya juga akan menjadi baik

a)

Mandi kembang

b)

Betangas

22.

Tradisi membersihkan diri bagi calon mempelai wanita sebelum melaksanakan akad nikah, yaitu dengan cara mandi kembang dan ramuan yang sudah disiapkan, tujuannya supaya calon pengantin dapat memelihara tubuhnya baik secara lahiriah dan batiniah

a)

Mandi kembang

b)

Betangas

23.

Upacara yang memberikan tanda-tanda dengan menggunakan Inai pada telapak tangan, kuku, jari tangan dan kaki pengantin. Inai ini sendiri terbuat dari daun Inai yang ditelah ditumbuk halus kemudian dicampur dengan air asam jawa sampai warnanya berubah menjadi kemerahan. Prosesi Inai ini sendiri merupakan simbol bahwa sang mempelai wanita baru saja sah menjadi seorang pengantin baru.

a)

Bepacar

b)

Behenna

24.

Tradisi kuno, perawatan untuk Ibu yang baru melahirkan, konon kisahnya, pilis bermanfaat untuk menghilangkan pusing, menjaga kesehatan mata, dan mencegah naiknya darah putih ke kepala.

a)

Bepilis

b)

Besumbul

25.

Tradisi orang bangka, ketika seseorang harus nyolek makanan yang dianggap menggiyurkan, karena tidak bisa memakannya secara langsung, tradisi ini dilakukan agar orang tersebut terhindar dari marabahaya atau kepunan.

a)

Malet

b)

Kepun

26.

Tradisi suap-suapan orang tua dengan anak dan suami dengan istri, tradisi ini dilaksanakan setelah akad nikah untuk kedua mempelai, makanan yang disuapkan adalah nasi ketan, panggang ayam kampong dan air minum. Maksud dari tradisi ini adalah suapan terakhir dari kedua orang tua dan pemberian pertama rezeki yang harus diterima istri.

a)

Besumbul

b)

Bepilis

27.

Tradisi pengobatan orang yang depresi ataupun kesambet/kesurupan dengan cara memberikan air minum yang sudah dijampi-jampi atau dibacakan ayat suci Alquran

a)

Kesukum

b)

Besumbul

28.

Tradisi Tindik Telinga pada bayi perempuan biasanya dilakukan beberapa hari setelah ia dilahirkan, tentunya atas permintaan orang tua. Menindik telinga bayi yang baru lahir dilakukan dengan alasan budaya atau mempercantik si Buah Hati.

a)

Nindik

b)

Tindik

29.

Tradisi membentangkan kain cual pada prosesi buke’ lawang pada saat mempelai pria tiba dirumah mempelai perempuan.

a)

Buke lawang

b)

Kebarin

30.

Tradisi lamaran yang diawali dari menyampaikan maksud pihak pria untuk menikahi kekasih anaknya, menanyakan besaran mas kawin, menentukan tanggal, sampai dengan penyerahan duit dapok/duit asep (uang belanja).

a)

Melamar

b)

Minang

31.

Jamuan makan sirih untuk tamu secara bersama-sama dengan keluarga tuan rumah, selain tamu agung juga dilaksanakan pada saat lamaran.

a)

Besireh

b)

Nyirih

32.

Tradisi pembuatan dodol secara masal pada saat menjelang peringatan Maulid Nabi Muhamad SAW, biasanya dilakukan oleh Masyarakat Tuan Tunu, Mancung dll.

a)

Ngenudul

b)

Ngedodol

33.

Tradisi Tahlillan dan kirim do’a untuk anggota keluarga yang meninggal, dimulai dari hari pertama hingga berjenjang sampai dengan per satu tahunan.

a)

Milang Ari

b)

Tahlilan

34.

Tradisi mengeluarkan air gula dari manggar/tandan kabung (aren), dan ritualnya sebagian besar masih berlandaskan pada pengalaman bersifat mistis, bukan pada teknik dan ilmu pengetahuan modern. Di antaranya tidak pakai wangi-wangian, mengencingi pohon, dan bertengkar dengan istri. Kalau pantangan dilanggar, pohon akan “ngadat” alias tidak keluar air arennya.

 

a)

Nyadep aren

b)

Nyadep kabong

35.

Ritual proses mengambil madu dari sarang lebah di hutan dengan cara mengasapi sarang lebah dan tentunya dengan disertai mantera-mantera.

a)

Musong madu

b)

Nyadep madu

36.

Upacara adat untuk pengobatan Orang sakit dengan cara membacakan mantera-mantera pada bakaran dupa atau menyan, kemudian asapnya disapukan ketubuh pasien dan perapian duba/menyannya cukup besar.

a)

Ritual pengobatan(beapi-api)

b)

Bekias (pengobatan)

37.

Ritual untuk pengobatan Orang sakit dengan cara membacakan mantera-mantera pada bakaran dupa atau menyan, kemudian asapnya disapukan ketubuh pasien, tapi dengan perapian yang kecil saja

a)

Ritual pengobatan(beapi-api)

b)

Bekias (pengobatan)

38.

Ritual/Upacara membuang keburukan dalam pusaka  dengan cara mengasapinya dengan pedupaan (pakai gaharu/menyan) serta dibacakan mantera-mantera.

a)

Ngerabun pusaka

b)

Mempunang/Bekemat

39.

Jenis ilmu gaib yang berfungsi untuk memengaruhi alam bawah sadar seseorang agar jatuh cinta/menyukai kepada orang yang mengirim pelet tersebut.

a)

Ngerabun pusaka

b)

Mempunang/Bekemat

40.

Upacara yang dirayakan setiap tahunnya pada tanggal 5 bulan 5 penanggalan Imlek dan telah berumur lebih 2300 tahun dihitung dari masa Dinasti Zhou. Perayaan festival ini yang biasa kita ketahui adalah makan bakcang (Hanzi: 肉粽, hanyu pinyin: ròuzòng) dan perlombaan dayung perahu naga.

a)

Peh Cun

b)

Ceng Beng

41.

Upacara ziarah kubur bagi warga keturunan Tionghoa, dengan mempererat tali silaturahim antar anggota keluarga. jatuh pada setiap 5 April. Akan tetapi masyarakat keturunan Tionghoa sudah menyambut sekitar dua pekan sebelumnya. Ini karena prosesi tradisi tersebut tidak hanya sekedar berdoa namun juga membersihkan dan mempercantik makam leluhurnya.

a)

Peh Cun

b)

Ceng Beng

42.

Upacara tradisional yang diadakan sebagai ritual tolak bala yang dilaksanakan setiap bulan Syafar berdasarkan penanggalan Hijriah di setiap hari Rabu.

a)

Rebo Kasan

b)

Belanger

43.

Salah satu Upacara atau ritual membuang sial/membersihkan diri atau membuang penyakit melalui medi jeruk nipis yang sudah dibacakan mantera yang masih dilakukan.

a)

Rebo Kasan

b)

Belanger

44.

Upacara selamatan laut, darat dan gunung yang disebut oleh masyarakat.

a)

Naber

b)

Belanger

45.

Upacara yang dilakukan saat pintu akhirat terbuka dan saatnya arwah gentayangan kembali ke akhirat tidak lagi mengganggu masyarakat. 

a)

Naber

b)

Sembahyang Rebut

46.

Upacara atau ritual pemanggilan dalam Tradisi pemberian makan makhlus halus di laut dan di darat. 

a)

Ngancak

b)

Naber

47.

Upacara bersih-bersih kubur yang dilakukan dua kali dalam setahun, sembahyang kubur yang pertama dilakukan selama 15 hari sebelum jatuh pada bulan April atau kalender chandra, yang kedua pada bulan ke-7 (yang biasa disebut dengan Bulan Hantu) dilakukan pada tanggal 1 sampai 15 kalender Tionghoa di bulan tersebut.

a)

Ngancak

b)

Sembahyang kubur

48.

Ritual yang diawali syalawatan dan do’a yang dipimpin tokoh agama setempat dan dilanjutkan dengan tradisi Nganggung.

a)

Nganggung

b)

Bukek puaso enam

49.

Merupakan kawasan bersejarah atau ruang cagar budaya yang di dalamnya banyak dijumpai aset pusaka berupa benda dan bangunan cagar budaya yang bernilai sejarah tinggi sebagai pusat kegiatan masyarakat pada masa lalu hingga sekarang, yang dapat berfungsi sebagai pusat kegiatan dan tempat bagi masyarakat untuk berkumpul dan beraktivitas untuk melakukan kegiatan-kegiatan sosial budaya.

a)

Kawasan PUSAKA Civic Centre Kota Pangkalpinang

b)

Kawasan Cagar Budaya