wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Coal Handling 3

Total questions: 25

Worksheet time: 25mins

Name
Class
Date
1.
Menurut klasifikasi batubara, secara umum batubara yang terdapat di site PT. Berau Coal termasuk kelas : (Pada Foto yang tertera)
a)

Bonecoal

b)
Lignit
c)
Subbituminous
d)
Peat (Gambut)
2.

Di bawah ini adalah beberapa penyebab terjadinya kasus Dilusi dan Kontaminasi, KECUALI :

a)

Batubara bersih dari sisa parting/ OB

b)
Melakukan perbaikan unit dekat/ di atas front loading batubara
c)
Terdapat material OB yang tercampur pada stock batubara
d)
Tidak membersihkan unit saat akan naik ke tumpukan batubara
3.
Terdapat 3 komponen utama dalam parameter kualitas batubara, yaitu :
a)

Thin coal, Ash dan Bonecoal

b)
Moisture/Air, Mineral Matter dan Organik
c)
Coal, OB dan Mineout
d)
Air, Angin dan OB
4.
Tindakan perbaikan/ pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi kontaminasi/dilusi saat loading maupun hauling batubara:
a)
Semua jawaban benar
b)
Melakukan pembersihan unit loader & hauler sebelum melakukan loading di inventori
c)
Membentuk drainase dan tidak ada aliran air di tubuh batubara
d)
Melakukan handpicking apabila terdapat material-material non-batubara di dalam inventori batubara
5.
Pada Foto merupakan salah satu kasus yang dapat menyebabkan naiknya nilai ash pada produk coal secara extraneous, adalah :
a)
Batubara Mineout
b)

Skoria

c)
Batubara Cropline
d)

Bonecoal

6.
Dalam Prosedur Penambangan Batubara, batas yang diperbolehkan untuk cleaning roof batubara sebesar:
a)
0,07 m
b)
0,20 m
c)
0,10 m
d)
0,25 m
7.

Jika terdapat kasus dilusi dapat menyebabkan deviasi pada kualitas batubara, yang berpengaruh terhadap :

a)

Calorific Value (CV)

dan Ash

b)

Volume Batubara

c)

Performa Unit

d)

Bonecoal

8.
Ukuran material Batubara yang diperbolehkan untuk diloading menuju CPP adalah :
a)
< 0,40 m
b)
0,70 m
c)
0,50 m
d)
> 0,70 m
9.

Ketebalan bottom (Mineout) batubara yang diijinkan ditinggal berdasarkan Prosedur Penambangan Batubara adalah :

a)
0,10 m
b)
0,20 m
c)
0,50 m
d)
0,30 m
10.
Pada Foto merupakan salah satu contoh dalam fenomena geologi yang terdapat dilapangan, yaitu :
a)

Sponcomb

b)

Loss Coal

c)
Kontak Gradasi Coal
d)

Bonecoal

11.
Yang termasuk material dilusi, kecuali:
a)
Teeth Bucket
b)
OB
c)
Parting
d)
Bone coal
12.
Salah satu kegiatan improvement yang dilakukan dalam mencegah adanya dilusi dan kontaminan dibuatlah skema identifikasi bonecoal untuk kegiatan coal getting yang disebut skema :
a)
Solo Check
b)
Double Check
c)
Triple Check
d)

Single Check

13.
Apa yang dimaksud dengan metode triple check pada skema penanganan bonecoal layer 2?
a)
Dilakukan pengecekan di Pit oleh pengawas front coal getting dan supv/section head mitra kerja
b)
Dilakukan pengecekan di Pit oleh pengawas front coal getting
c)
Dilakukan pengecekan di ROM oleh pengawas front coal getting
d)
Dilakukan pengecekan di ROM oleh pengawas front coal getting dan supv/section head mitra kerja
14.
Hal-hal yang harus dilakukan pada skema triple check penanganan dilusi pada layer 3, kecuali :
a)
Pemisahan produk di ROM Temporary
b)
Persetujuan Pihak BC (Mining/Geology)
c)
Pengecekan Bersama BC dan Mitra
d)

Pemadaman Sponcomb

15.

Apabila setelah dilakukan kegiatan loading batubara, tebal mineout masih > 0,10 m, hal selanjutnya yang dilakukan adalah:

a)

Melakukan proses getting batubara ulang hingga mineout optimal 0,10 m

b)

Memotong mineout dengan PC 2000

c)
Melakukan proses prepare drillpad blasting
d)

Menimbun mineout dengan material OB

16.
Menurut KEPMEN 1827.K, konservasi seam tipis adalah seam yang wajib diambil dengan ketebalan :
a)
Minimal 30 cm
b)
40 cm – 50 cm
c)
20 cm – 40 cm
d)
> 50 cm
17.
Yang dimaksud skema triple check penanganan dilusi pada layer 1 adalah :
a)
Identifikasi dan treatment di Front/Pit
b)

Inpeksi ulang di CPP bersama team Minning dan Geos

c)
Identifikasi bonecoal di CPP KM.1
d)
Di ROM tretament lanjutan (terakhir), sebelum diloading ke CPP dilakukan final cek inspeksi gabungan BC (Layer 3) dan mitra kerja
18.
Batubara yang membaji kemudian membentuk dua lapisan batubara yang terpisah (bercabang) disebut?
a)
Splitting
b)
Bonecoal
c)

Skoria

d)
Cropline
19.
Pada Foto merupakan salah satu kasus atau deviasi negatif dari kegiatan operasional penambangan yang dapat menyebabkan loss coal, yaitu :
a)
Overdigging
b)
Thincoal
c)

Sponcomb

d)
Kontaminan
20.
Pelaporan temuan deviasi negatif pada kegiatan coal getting dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi HP Selular, yaitu Aplikasi :
a)
Survey123
b)
BeCoal
c)
BCCoal
d)

WhatsApp

21.
Pada aplikasi pelaporan di Handphone selular terdapat 2 form yang wajib dilakukan setiap shift nya, yaitu :
a)
Coal Inspection dan Coal Conservation
b)
Area Kritis dan SIB
c)
Conservation Coal dan Productivity
d)
Coal Inspection dan Area Kritis
22.
Berikut adalah contoh kasus pada front yang dapat menyebakan kenaikan nilai Ash pada produk batubara, kecuali :
a)
Raw material batubara berukuran < 40 cm
b)
Batubara yang tergenang air/ lumpur
c)
Dilusi parting/ floor yang tercampur di dalam produk
d)
Lumpur/ spoil dari unit loader saat naik ke atas tumpukan stock batubara
23.
Apa sajakah fenomena geologi yang dapat mempengaruhi suatu pembentukan batubara dan berpotensi menjadi material dilusi pada produk batubara
a)
Semua Benar
b)
Parting
c)
Bone Coal
d)
Splitting
24.
Pada skema triple check pada layer 1, jika ditemukan adanya potensi bonecoal di front coal getting, yang harus dilakukan selanjutnya adalah :
a)
Pemisahan produk di ROM Temporary
b)
Penandaan Bonecoal menggunakan Pilox
c)

Persetujuan dengan pihak yang berwenang

d)
Pengecekan bersama BC dan Mitra Kerja di ROM Temporary
25.

Terdapat 2 parameter dalam Coal Conservation di area operasional PT. Berau Coal, antara lain :

a)
Mineout dan Thincoal
b)
Mineout dan Roof Coal
c)
Roof dan Floor
d)
Thincoal saja