Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

PTS Bahasa Indonesia kelas 9 smt 1

Total questions: 40

Worksheet time: 20mins

Name
Class
Date
1.

Kutipan cerpen berikut untuk soal nomor 1-4!

1) Malam semakin gelap dan rasanya tidak habis-habisnya mereka mengorek informasi dari pembantuku dan istriku. 2) Anak kami yang laki-laki juga ditanya. Dan akhirnya mereka pamitan.

"Besok akan kita lanjutkan pencarian, sekarang sudah terlalu malam," kata kepala penyidik.

3) Malam itu kami tidak yang bisa tidur, istriku tidak hentinya menangis. Guru sekolah anakku yang menelpon menyampaikan simpati dan berjanji akan meminta semua orang tua teman sekelas anakku membantu mencari anak kami. Brosur dan foto anak kami sudah disebarkan. Sampai hari ketiga anak kami juga belum ketemu. 4) Polisi sudah tidak datang lagi ke rumah kami.

Kutipan teks cerpen tersebut merupakan struktur teks cerpen bagian ....

a)

Orientasi

b)

Komplikasi

c)

Solusi

d)

Resolusi

2.

Kutipan cerpen berikut untuk soal nomor 1-4!

1) Malam semakin gelap dan rasanya tidak habis-habisnya mereka mengorek informasi dari pembantuku dan istriku. 2) Anak kami yang laki-laki juga ditanya. Dan akhirnya mereka pamitan. "Besok akan kita lanjutkan pencarian, sekarang sudah terlalu malam," kata kepala penyidik. 3) Malam itu kami tidak yang bisa tidur, istriku tidak hentinya menangis. Guru sekolah anakku yang menelpon menyampaikan simpati dan berjanji akan meminta semua orang tua teman sekelas anakku  membantu mencari anak kami. Brosur dan foto anak kami sudah disebarkan. Sampai hari ketiga anak kami juga belum ketemu. 4) Polisi sudah tidak datang lagi ke rumah kami.

Latar yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah ....

a)

Di sekolah, siang hari, suasana gelisah

b)

Di sekolah, malam hari, suasana panik

c)

Dirumah, malam hari, suasana panik

d)

Dirumah, sore hari, suasana gelisah

3.

Kutipan cerpen berikut untuk soal nomor 1-4!

1) Malam semakin gelap dan rasanya tidak habis-habisnya mereka mengorek informasi dari pembantuku dan istriku. 2) Anak kami yang laki-laki juga ditanya. Dan akhirnya mereka pamitan. "Besok akan kita lanjutkan pencarian, sekarang sudah terlalu malam," kata kepala penyidik. 3) Malam itu kami tidak yang bisa tidur, istriku tidak hentinya menangis. Guru sekolah anakku yang menelpon menyampaikan simpati dan berjanji akan meminta semua orang tua teman sekelas anakku  membantu mencari anak kami. Brosur dan foto anak kami sudah disebarkan. Sampai hari ketiga anak kami juga belum ketemu. 4) Polisi sudah tidak datang lagi ke rumah kami.

Konflik dalam kutipan cerpen tersebut adalah ....

a)

Tokoh polisi tidak peduli terhadap masalah yg di hadapi tokoh aku

b)

Tokoh Guru kurang simpati dengan hilangnya salah satu muridnya

c)

Tokoh polisi tidak bisa tidur karena belum menemukan anak yang hilang

d)

Tokoh Aku beserta istrinya panik dan sedih karena anaknya hilang

4.

“Tadi agaknya telah terjadi suatu kekeliruan ketika Nona membayarkan uang pos wesel kepada saya, sebab ….”

“Mana bias keliru?” si pegawai menyela dengan cepat. “Seharusnya saya terima tiga ratus rupiah, bukan? Kalau tak salah, sekian itulah angka yang tertulis dalam pos wesel saya.”

“Coba saya liat dulu, Saya masih ingat nomor pos wesel Saudara.” Si pegawai lalu memeriksa salah satu lajur dalam daftar yang terkembang di hadapannya, kemudian katanya,”Nah ini, wesel nomor satu empat tujuh dengan tanda C. Jumlah uang tiga ratus rupiah. Apa yang keliru? Bukankah tadi Saudara terima dari saya tiga ratus rupiah?”

“Tidak,”jawab laki-laki itu. “Nona tadi memberikan kepada saya bukan tiga lembar kertas ratusan, tapi empat lembar. Jadi, empat ratus rupiah yang saya terima tadi.”

“Oh, kalau begitu saya keliru. Benar-benar keliru,” kata si pegawai akhirnya dengan kemalu-maluan.

“Maklum banyak kerja. Lagi pula lembaran-lembaran uang itu masih baru hingga mudah saja terlengket karenanya.

Jadi, Saudara mau kembalikan uang yang seratus rupiah kepada saya, sekarang?” “Betul, Saya akan mengembalikannya kepada Nyonya ...”

“Nona!” sela si pegawai cepat.

Dalam teks cerpen, struktur yang bersifat opsional adalah ....

a)

abstrak dan evaluasi

b)

Abstrak dan orientasi

c)

Koda dam resolusi

d)

Koda dan abstrak

5.

“Tadi agaknya telah terjadi suatu kekeliruan ketika Nona membayarkan uang pos wesel kepada saya, sebab ….”

“Mana bias keliru?” si pegawai menyela dengan cepat. “Seharusnya saya terima tiga ratus rupiah, bukan? Kalau tak salah, sekian itulah angka yang tertulis dalam pos wesel saya.”

“Coba saya liat dulu, Saya masih ingat nomor pos wesel Saudara.” Si pegawai lalu memeriksa salah satu lajur dalam daftar yang terkembang di hadapannya, kemudian katanya,”Nah ini, wesel nomor satu empat tujuh dengan tanda C. Jumlah uang tiga ratus rupiah. Apa yang keliru? Bukankah tadi Saudara terima dari saya tiga ratus rupiah?”

“Tidak,”jawab laki-laki itu. “Nona tadi memberikan kepada saya bukan tiga lembar kertas ratusan, tapi empat lembar. Jadi, empat ratus rupiah yang saya terima tadi.”

“Oh, kalau begitu saya keliru. Benar-benar keliru,” kata si pegawai akhirnya dengan kemalu-maluan.

“Maklum banyak kerja. Lagi pula lembaran-lembaran uang itu masih baru hingga mudah saja terlengket karenanya.

Jadi, Saudara mau kembalikan uang yang seratus rupiah kepada saya, sekarang?” “Betul, Saya akan mengembalikannya kepada Nyonya ...”

“Nona!” sela si pegawai cepat.

Sudut pandang yang digunakan pengarang pada kutipan cerpen tersebut adalah ....

a)

Orang pertama tokoh utama

b)

Orang ketiga sebagai pengamat

c)

Orang campuran

d)

Orang ketiga mana tahu

6.

Bacalah kutipan cerpen berikut!

Parjimin adalah tukang batu, tetangga Kurdi. Lumayan bagi mereka, mendapat proyek baru. Rupanya, proyek rumah gedong itulah yang selalu diperbincangkan Kurdi disetiap kesempatan. Di tempat perhelatan nikah, supitan, di tempat kerja bakti, sarasehan kampung, sampai ronda malam. Dia senantiasa tidak lupa menceritakan rencananya membangun rumah gedungnya itu.

Berdasarkan kutipan cerpen tersebut, Kurdi bersifat

a)

Pemberani

b)

Baik

c)

Egois

d)

Sombong

7.

Bacalah kutipan cerpen berikut!

Ku tak mungkin jatuh cinta kan? Tidak sekarang, tidak denganmu. Pesonamu menjeratku tapi aku tak kan membiarkan diriku jatuh cinta kepadamu. Tak kan pernah kupercaya segala tuturmu kepadaku, dan ku akan selalu menganggap bohong apa pun yang kau ucapkan kepadaku sejak itu, termasuk yang itu ... yang dua kali kau sampaikan padaku. Sampai kapan pun kau merayuku, aku tak akan pernah lagi percaya padamu. Kebohongan-kebohonganmu telah merusak cintaku.

Bukti bahwa watak tokoh kamu pembohong dapat diketahui melalui ....

a)

Tingkah laku tokoh kamu

b)

Tingkah laku tokoh aku

c)

Dialog tokoh kamu

d)

Dialog tokoh aku

8.

Bacalah kutipan cerpen berikut!

(1) Boleh jadi, itu sikap angkuhnya seorang yang sukses dan kaya menghadapi pemuda kere macam aku.

(2) Sebagai pimpinan sebuah bank papan atas di negeri ini, mungkin dia tak rela hati anak gadisnya kupacari.

(3) Jadi, amat wajar dia kelihatan tidak suka terhadapku.

(4) Apalagi tampangku tidak keren kayak aktor Nicholas Saputra, sementara wajah Mawar memang cakep.

(5) Kamu sendiri bilang, Mawar mirip Dian Sastro dengan bodi semampai macam Luna Maya (padahal menurutku, Mawar lebih mirip penyanyi kesukaanmu, Mulan Jamila).

Bukti bahwa watak tokoh ‘dia’ pada kutipan cepen tersebut sombong terletak pada kalimat bernomor ....

a)

2 dan 3

b)

3 dan 4

c)

4 dan 5

d)

1 dan 2

9.

Bacalah kutipan cerpen berikut untuk soal nomor 9 dan 10!

Seperti teman-temannya yang lain, sebenarnya Andi ingin sekali memberi hadiah untuk Tommy, tetapi ia tidak enak hati meminta uang pada ibunya. Apalagi, ibu hanya diam ketika ia menyodorkan undangan pesta ulang tahun Tommy kemarin. Saat itu, ibu sedang duduk-duduk di beranda sambil memandangi matahari yang mulai tenggelam. Diamnya ibu, pertanda ibu belum punya uang untuk membeli hadiah. Andi sadar, sejak ayahnya meninggal tiga tahun yang lalu, ia dan ibunya memang harus hidup hemat. ”Ah masa iya aku tak bisa memberi hadiah untuk Tommy temanku?” gumam Andi seraya bangkit dari tempat tidur pembaringan. Ia beranjak menuju meja belajarnya. Dimatikannya lampu tidurnya dan digantinya dengan lampu belajar. Ia mengambil secarik kertas, pensil, dan spidol warna-warni. Tangannya mulai mencorat-coret. Kini, ada senyum menghiasi bibirnya, “Besok pagi, aku sudah punya hadiah untuk Tommy.”

Bukti bahwa peristiwa tersebut terjadi pada malam hari adalah ....

a)

Kalimat ketiga pada paragraf kedua.

b)

Kalimat kedua pada paragraph pertama

c)

Kalimat keempat pada paragraf kedua

d)

Kalimat terakhir paragraf pertama.

10.

Seperti teman-temannya yang lain, sebenarnya Andi ingin sekali memberi hadiah untuk Tommy, tetapi ia tidak enak hati meminta uang pada ibunya. Apalagi, ibu hanya diam ketika ia menyodorkan undangan pesta ulang tahun Tommy kemarin. Saat itu, ibu sedang duduk-duduk di beranda sambil memandangi matahari yang mulai tenggelam. Diamnya ibu, pertanda ibu belum punya uang untuk membeli hadiah. Andi sadar, sejak ayahnya meninggal tiga tahun yang lalu, ia dan ibunya memang harus hidup hemat. ”Ah masa iya aku tak bisa memberi hadiah untuk Tommy temanku?” gumam Andi seraya bangkit dari tempat tidur pembaringan. Ia beranjak menuju meja belajarnya. Dimatikannya lampu tidurnya dan digantinya dengan lampu belajar. Ia mengambil secarik kertas, pensil, dan spidol warna-warni. Tangannya mulai mencorat-coret. Kini, ada senyum menghiasi bibirnya, “Besok pagi, aku sudah punya hadiah untuk Tommy.”

Amanat pada cerpen tersebut adalah

a)

Usahakan selalu memberi hadiah kepada teman orang tua!

b)

Temanilah ibumu saat duduk-duduk di beranda!

c)

Matikan lampu jika sudah tidak diperlukan!

d)

Jangan menyusahkan orang tua hanya karena ingin memberi hadiah teman!

11.

“Tak bisa kurang sedikit?” “Tentu saja bisa, Mister. Dalam perdagangan, seperti Tuan maklum, harga bisa damai. Apalagi Mister pencinta benda seni!” Tammy tak mendengarkan lebih lanjut, dengan tangkas ia bangkit kemudian ke belakang. Dia menulis sepucuk surat untukTuan Wahyono, ahli keramik sebelah rumah. Dia suruh pelayannya cepat mengantarkan surat itu. “Aku minta bantuan Tuan Wahyono untuk menilai harga teko ini. Dia adalah ahli keramik. Rumahnya di sebelah itu,” ujar Tammy setelah kembali duduk di dekat tamunya.

Amanat yang paling menonjol dan penggalan cerpen tersebut adalah . . . .

a)

Dalam berdagang tidak boleh memberikan harga mati.

b)

Sebaliknya serahkanlah suatu urusan kepada orang yang ahli

c)

Kita harus menjalin hubungan baikdengan tetangga yang mempunyai keahlian.

d)

Menjadi pesuruh harus taat dan cekatan dalam bekerja.

12.

Dalam cerpen tokoh-tokohnya dilukiskan mengalami konfliks sampai pada....

a)

Penyelesaian

b)

Perubahan nasib

c)

Meninggal

d)

Klimaks

13.

Penggalan novel Robohnya Surau Kami “Salahkah menurut pendapatmu, kalau menyembahTuhan di dunia?”tanya Haji Saleh. “Tidak. Kesalahan engkau karena engkau terlalu mementingkan dirimu sendiri. Kau takut masuk neraka, karena itu kau taat bersembahyang. Tapi engkau melupakan kehidupan kaummu sendiri, melupakan kehidupan anak istrimu sendiri, hingga mereka kucar-kacir selamanya. Itulah kesalahanmu yang terbesar, terlalu egoistis, padahal engkau di dunia berkaum, bersaudara, semuanya, tapi engkau tak memperdulikan mereka sedikit pun.

Kalimat tema yang sesuai dengan kutipan dialog di atas adalah ....

a)

Orang kaya yang egois, hanya mementingkan diri sendiri, tidak peduli dengan kemlaratan masyarakat sekitar.

b)

Orang yang taat bersembahyang karena takut masuk neraka.

c)

Orang yang suka beribadat, karena beribadat tidak mengeluarkan petuah.

d)

Kita semua harus beramal di samping beribadah

14.

Pengarang sebagai orang yang berada di luar cerita dan tidak terlibat dalam cerita, dengan menggunakan pelaku utama ia/dia.

Kedudukan pengarang dalam cerita tersebut sebagai....

a)

Tokoh utama

b)

Tokoh bawahan

c)

Tokoh figuran

d)

Pengamat

15.

Sebentar itu juga kelihatanlah seorang gadis remaja naik tangga. Mukanya yang riang bersinar-sinar di bawah alisnya yang tebal lagi hitam. Rambutnya yang panjang berjalin dan terjuntai ke belakang sampai ke bawah pinggangnya, tersembul ujungnya yang berikat dengan kain taf di bawah selendang sutera, yang menutupi kepalanya dan kedua belah telinganya. Sebelah ujung selendang yang benwarna merah dan bersulamkan benang sutera biru laut pinggirnya itu, terjuntai di sisinya. Warna selendang itu membayang ke mukanya, sehingga semakin berseri-seri parasnya. Ia berpayung sutera jepun, berbaju kurung daripada kain satin, berkain pekalongan dan berselop beludru yang bersulamkan manik-manik dan benang emas.

Watak tokoh gadis dalam kutipan novel tersebut adalah….

a)

Rajin dan pemberani

b)

Lembut dan periang

c)

Manja dan periang

d)

Lembut dan manja

16.

Bentuk alur sorot balik digunakan apabila pengarang bermaksud...

a)

membayangkan cerita mendatang

b)

mengemukakan khayalan-khayalan

c)

menerangkan cerita yang sedang terjadi

d)

menerangkan peristiwa masa lalu dengan ragaan

17.

Di kebun binatang inilah aku baru tahu bahwa diriku taktampak, tentunya di mata kalian. Sebab itulah ketika aku berjalan di depan kalian, kalian tak menyapaku. Bahkan sepatu kalian menginjak-injak tubuhku.

Pada kutipan cerpen tersebut pengarang menggunakan pusat pengisahan….

a)

pengarang serbatahu

b)

pengarang turut serta mengambil bagian dalam cerita

c)

pengarang sebagai peninjau

d)

pengarang sebagai pengamat

18.

Pengarang menuturkan cerita dirinya sendiri, dengan pelaku aku/orang pertama tunggal/jamak, berarti kedudukan pengarang dalam cerpen tersebut sebagai...

a)

Tokoh bawahan

b)

Tokoh pengamat

c)

Pendamping

d)

Tokoh utama

19.

Ah, aku sungguh merasa memang sungguh-sungguh asing di sini! Kawan-kawan tak mengindahkan diriku dan aku sendiri berperasaan rendah diri.

Metode yang digunakan pengarang untuk memaparkan watak tokoh dalam kutipan cerpen tersebut adalah ....

a)

Analitik

b)

Dramatik

c)

Dialog

d)

Todak langsung

20.

Meski termasuk anak yang pandai dan masuk kelas akselerasi, Romero tetap memilik banyak teman dan sahabat. Baginya teman adalah lingkungan yang dapat memberikan banyak inspirasi dan pengalaman yang tidak diperoleh di bangku sekolah. Di rumah ia juga bersikap baik pada tetangga. Ia ingat ketika orang tuannya berpesan, “Carilah teman dan sahabat sebanyak-banyaknya karena kita tidak bisa hidup sendiri. Suatu saat pasti kita membutuhkan orang lain.”

Unsur ekstrinsik penggalan cerpen tersebut adalah ….

a)

Budaya

b)

Ekonomi

c)

Pendidikan

d)

Sosial

21.

Aku pun tersenyum seorang diri. Dalam hatiku aku menertawakan diriku sendiri. Bukankah lebih aneh bahwa aku sekarang berdiri di sini kedinginan menanti sebuah bis untuk pergi ke daerah galangan kapal semata-mata untuk menemui seorang asing yang baru saja kukenal secara kebetulan?

Penggalan cerita tersebut menggambarkan pusat pengisahan yang seperti di bawah ini….

a)

Orang yang serba tahu

b)

Tokoh yang terlibat langsung

c)

Sudut pandang tokoh utama

d)

Sudut pandang tokoh sampingan

22.

Waktu Holil anak Haji Zainuri sunat, aku masih amat kecil. Di kotaku belum ada listrik. Apalagi radio dan bioskop. Hiburan satu-satunya bagi anak-anak kecil di waktu sore hari ialah menonton orang memasang lampu petromaks yang dikerek di setiap perempatan jalan dan memburu-buru gangsir atau laron bilamana musimnya tiba.

Unsur ekstrinsik yang ingin ditonjolkan dan penggalan cerpen tersebut adalah latar belakang….

a)

Sosial masyarakat

b)

Budaya masyarakat

c)

Sosial pengarang

d)

Sejarah penciptaan

23.

Dalam perjalanan pulang, Bapak Hakim yang Mulia berkata pada sopirnya. “Bayangkanlah betapa seseorang harus kehilangan kedua matanya demi keadilan dan kebenaran. Tidakkah aku sebagai hamba hukum mestinya berkorban Iebih besar lagi?”

Dari penggalan cerpen tersebut, unsur ekstrinsik yang dilukiskan adalah….

a)

Biografi pengarang

b)

Sejarah penciptaan

c)

Kondisi Sosial ekonomi pengarang

d)

Latar belakang penciptaan

24.

Setiap sore menjelang, bapak selalu duduk di bangku tua kesayangannya. Bangku yang terbuat dari bamboo itu telah menemani bapak melewati senja yang begitu indah. Duduk dengan tenang sembari melempar pandang ke luar jendela untuk menyaksikan betapa indah panorama yang senja sajikan. [ … .] Rasa lelah setelah seharian memeras keringat tampak memudar ketika ia duduk di bangku tua kesayangannya itu.

Kalimat yang tepat untuk melengkapi kutipan teks novel tersebut adalah …

a)

Bapak memotret senja itu

b)

Bapak tertidur karena lelah

c)

Bapak selalu menikmatinya

d)

Bapak dan ibu duduk berdua

25.

Kali ini, untuk menggarap batik pesanan lelaki itu, ia memilih saat malam buta di sebuah kamar berhias sarang laba-laba. Kamar penyimpan langut dan kemelut. Sebelumnya, hampir lima tahun pintu kamar itu dibiarkan terkatup serupa kabisuan mulut disumpal ujung selimut.

Makna kata langut dan kemelut dalam kutipan cerpen tersebut menyimbolkan ….

a)

Kesedihan dan penyesalan

b)

Kehilangan dan kesedihan

c)

Kehampaan dan kesendirian

d)

Kesedihan dan penderitaan

26.

Alur yang urutan peristiwa ceritanya tidak kronologis atau tidak berurutan disebut dengan ...

a)

Alur gabungan

b)

Alur progresif

c)

Alur regresif

d)

Alur campuran

27.

Kami terdiam, si terhukum dikeluarkan dari rumah. Tangannya diikat. Orangnya besar, tinggi, berkumis, dan berjangkut tebal. Mulutnya ganas dan matanya berkilat-kilat. Si terhukum dalam cerpen di atas menggambarkan sebagai seorang ....

a)

Pemberani

b)

Penakut

c)

Bengis

d)

Berjiwa kerdil

28.

Cerita detektif berakhir dengan terungkapnya kasus ni. Hanya sekarang, tinggal penyelesaiannya apakah secara yuridis atau secara kekeluargaan yang Iebih manusiawi, bukan secara hewani. Aku tahu gaji Pak Demo atau dengan terpaksa kujuluki Pak Musang, mungkin sangat pas-pasan, apalagi istrinya tidak bekerja. Bagaimana nasib anak-anaknya dan istrinya nanti kalau dipenjara atau mungkin dipecat dan jabatannya.

Penggalan cerpen tersebut menyiratkan nilai….

a)

Moral

b)

Pendidikam

c)

Religius

d)

Kemanusiaan

29.

Cerita pendek yang dibuat untuk menjadi bacaan anak, terutama anak usia anak sekolah dasar adalah pengertian dari ....

a)

Cerpen anak

b)

Cerpen remaja

c)

Cerpen keluarga

d)

Cerpen bayi

30.

Kalimat yang digunakan dalam cerpen anak adalah ....

a)

Tinggi

b)

Sulit dipahami

c)

Sederhana

d)

Tidak baku

31.

Di bawah pohon waru, Saidah mengelar dagangannya nasi pecel. Jakun si Ujang turun naik, ususnya terasa perih. "Masih pagi kok pulang, Jang? tanya Saidah. "Sakit?" Ujang menggeleng dan tersenyum. Saidah memerhatikan bibirnya membiru dan kedua telapak tangannya pucat. Setelah dekat, Saidah mendengar suara keruyuk dari perut Ujang. Ujang duduk di depan lapak dagangan. "Makan, Jang?" "Tidak, minum saja. Lenganku semakin kurus, aku tak ingin menambah utang." "Iya, ya Jang! Tapi kamu lapar, kan?"

Makna kata menggelar dalam kutipan cerpen tersebut adalah ....

a)

Mengatur terhampar

b)

Memeragakan

c)

Mempertontonkan

d)

Memperkenalkam

32.

(1) Samar-samar Sersan Kasim mendengar suara derau sungai di bawah.

(2) Dia bayangkan kesunyian malam yang aman dirobek-robek oleh letusan senjata.

(3) Dia bayangkan kompinya terjebak di tengah-tengah sungai, tak berdaya.

(4) Tatkala itu Acep bergerak-gerak dalam gendongan bapaknya.

(5) Kasim merasa anaknya menyusup-nyusupkan kepala ke dadanya, ke ketiaknya, seakan-akan mencari perlindungan yang lebih aman.

Makna simbol suara derau sungai pada kalimat pertama adalah ....

a)

Kesal

b)

Sedih

c)

Risau

d)

Cemburu

33.

Teks 1

Semua fasilitas yang di Jewel ramah anak. Contohnya, ada Discovery Slide, patung seni yang merangkap sebagai slide anak-anak yang berhadapan dengan Rain Vortex dan Forest Valley. Selanjutnya, ada puff kabut yang melayang di seluruh kompleks, membuat anak seolah bermain di antara awan. Untuk pengunjung yang ingin memacu andrenalin, terdapat Canopi Bridge, jalan setapak yang tingginya 75 kaki dari permukaan tanah.

Teks 2

Sedikitnya, ratusan oang memadati kawasan yang terletak di pinggir pantai selatan Flores itu. Umumnya, pengunjung hendak jalan-jalan dan membeli kue serta minuman untuk berbuka puasa. Setiap bulan Ramadan, Jalan Hasanuddin ini selalu disulap menjadi pasar oleh warga setempat. Sebuah pasar yang menjual kue-kue dari minuman khas yang dibuat khusus pada bulan Ramadan. Meski tidak resmi, setidaknya ada puluhan pedagang yang berjualan di Jalan Hasanuddin ini.

Perbedaan pola penyajian kedua teks tersebut adalah ....

a)

teks 1 : urutan waktu, teks 2 : urutan tempat

b)

teks 1 : urutan tempat, teks 2 : urutan waktu

c)

teks 1 : urutan tempat, teks 2 : urutan peristiwa

d)

teks 1 : urutan sebab-akibat, teks 2 " urutan peristiwa

34.

Cerpen 1

Mereka tinggal di ceruk gua-gua purba. Ke sanalah butir-butir air mata yang dipetik itu dibawa. Di selisir ulir batu alir, di antara galur batu kapur berselubung tirai marmer bening yang licin dan basah, di jelujur akar-akar kalsit yang bercecabang di langit-langit stalagtit, peri-peri itu membangun sarang. Butir-butir air ditata menjadi sarang mereka, serupa istana-istana kecil yang saling terhubung jembatan gantung yang juga terbuat dari untaian air mata. Di langit-langit gua itu pula butir-butir air mata itu dironce terjuntai menyerupai jutaan lampu kristal yang berkilauan.

Cerpen 2

Segera setelah sampai rumah, ayah Budiman kembali tak sadarkan diri. Budiman panik dan hendak segera membawanya kembali ke rumah sakit, tetapi Sarkawi sigap mencegahnya. "Memang apa yang kamu harapkan dengan membawa bapakmukembali ke rumah sakit? Supaya sadar lagi? Supaya sembuh? Terus kamu bingung lagi gimana harus berangkat ke luar negeri?" Kali ini Budiman benar-benar marah dan mendorong tubuh Sarkawi. "Kamu ini memang sama sekali enggak punya perasaan!!!" "Kamu yang yang enggak punya perasaan! Jelas-jelas bapakmu bilang mau pulang, kamu tetap ngotot juga mau mengembalikan ke rumah sakit."

Perbedaan penggunaan bahasa pada kutipan cerpen tersebut adalah ....

a)

Cerpen 1 menggunakan ungkapan, Cerpen 2 tidak menggunakan ungkapan

b)

Cerpen 1 bahasa mudah dipahami, Cerpen 2 bahasa sulit dipahami

c)

Cerpen 1 bahasa kias, Cerpen 2 bahasa lugas

d)

Cerpen 1 kalimat menggunakan majas, Cerpen 2 kalimat tidak menggunakan majas

35.

Pelukisan gambaran jelas tentang seseorang yang ditampilkan dalam sebuah cerita dan gambaran cerita ditafsirkan memiliki kualitas moral dan kecenderungan tertentu seperti ekspresi, ucapan, dan tindakan adalah pengertian dari ....

a)

Tema

b)

Latar

c)

Penokohan

d)

Amanat

36.

Berikut ini yang tidak termasuk dalam sudut pandang terdapat dalam teks cerpen adalah ....

a)

Sudut pandang orang pertama

b)

Sudut pandang orang kedua

c)

Sudut pandang orang ketiga

d)

Sudut pandang orang keempat

37.

Kalimat berikut ini yang menggunakan majas ironi adalah

a)

Suaranya menggelegar hingga memecah angkasa

b)

Jangankan sebulan, sejam pun dia tidak mau datang

c)

Kamu rajin sekali, sudah tiga hari kamu tidak masuk sekolah

d)

Dewi malam sudah keluar dari balik awan

38.

Proses pembangunan tidak saja menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan, tetapi juga dapat menimbulkan banyak masalah baru.

Kalimat di atas menggunakan gaya bahasa …

a)

Hiperbola

b)

Personifikasi

c)

Ironi

d)

Metafora

39.

Gaya bahasa yang terdapat pada kalimat berikut ini,

"Bulan mengintip di balik awan"

Terdapat pula pada kalimat …

a)

Apa mungkin orang mati akan hidup kembali?

b)

Kamarmu berantakan seperti kapal pecah

c)

Muntah aku melihat mukamu

d)

Ranting-ranting ikut menari

40.

Berikut ini kalimat yang menggunakan majas metafora yaitu …

a)

Petir bersahut-sahutan di tengah derasnya hujan

b)

Singa mengaung memecah keheningan malam

c)

Kecantikan wanita itu bak malaikat tanpa sayap

d)

Pena menari di atas kertas