WorksheetsPTS Bahasa Indonesia kelas 9 smt 1
Total questions: 40
Worksheet time: 20mins
Kutipan cerpen berikut untuk soal nomor 1-4!
1) Malam semakin gelap dan rasanya tidak habis-habisnya mereka mengorek informasi dari pembantuku dan istriku. 2) Anak kami yang laki-laki juga ditanya. Dan akhirnya mereka pamitan.
"Besok akan kita lanjutkan pencarian, sekarang sudah terlalu malam," kata kepala penyidik.
3) Malam itu kami tidak yang bisa tidur, istriku tidak hentinya menangis. Guru sekolah anakku yang menelpon menyampaikan simpati dan berjanji akan meminta semua orang tua teman sekelas anakku membantu mencari anak kami. Brosur dan foto anak kami sudah disebarkan. Sampai hari ketiga anak kami juga belum ketemu. 4) Polisi sudah tidak datang lagi ke rumah kami.
Kutipan teks cerpen tersebut merupakan struktur teks cerpen bagian ....
Orientasi
Komplikasi
Solusi
Resolusi
Kutipan cerpen berikut untuk soal nomor 1-4!
1) Malam semakin gelap dan rasanya tidak habis-habisnya mereka mengorek informasi dari pembantuku dan istriku. 2) Anak kami yang laki-laki juga ditanya. Dan akhirnya mereka pamitan. "Besok akan kita lanjutkan pencarian, sekarang sudah terlalu malam," kata kepala penyidik. 3) Malam itu kami tidak yang bisa tidur, istriku tidak hentinya menangis. Guru sekolah anakku yang menelpon menyampaikan simpati dan berjanji akan meminta semua orang tua teman sekelas anakku membantu mencari anak kami. Brosur dan foto anak kami sudah disebarkan. Sampai hari ketiga anak kami juga belum ketemu. 4) Polisi sudah tidak datang lagi ke rumah kami.
Latar yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah ....
Di sekolah, siang hari, suasana gelisah
Di sekolah, malam hari, suasana panik
Dirumah, malam hari, suasana panik
Dirumah, sore hari, suasana gelisah
Kutipan cerpen berikut untuk soal nomor 1-4!
1) Malam semakin gelap dan rasanya tidak habis-habisnya mereka mengorek informasi dari pembantuku dan istriku. 2) Anak kami yang laki-laki juga ditanya. Dan akhirnya mereka pamitan. "Besok akan kita lanjutkan pencarian, sekarang sudah terlalu malam," kata kepala penyidik. 3) Malam itu kami tidak yang bisa tidur, istriku tidak hentinya menangis. Guru sekolah anakku yang menelpon menyampaikan simpati dan berjanji akan meminta semua orang tua teman sekelas anakku membantu mencari anak kami. Brosur dan foto anak kami sudah disebarkan. Sampai hari ketiga anak kami juga belum ketemu. 4) Polisi sudah tidak datang lagi ke rumah kami.
Konflik dalam kutipan cerpen tersebut adalah ....
Tokoh polisi tidak peduli terhadap masalah yg di hadapi tokoh aku
Tokoh Guru kurang simpati dengan hilangnya salah satu muridnya
Tokoh polisi tidak bisa tidur karena belum menemukan anak yang hilang
Tokoh Aku beserta istrinya panik dan sedih karena anaknya hilang
“Tadi agaknya telah terjadi suatu kekeliruan ketika Nona membayarkan uang pos wesel kepada saya, sebab ….”
“Mana bias keliru?” si pegawai menyela dengan cepat. “Seharusnya saya terima tiga ratus rupiah, bukan? Kalau tak salah, sekian itulah angka yang tertulis dalam pos wesel saya.”
“Coba saya liat dulu, Saya masih ingat nomor pos wesel Saudara.” Si pegawai lalu memeriksa salah satu lajur dalam daftar yang terkembang di hadapannya, kemudian katanya,”Nah ini, wesel nomor satu empat tujuh dengan tanda C. Jumlah uang tiga ratus rupiah. Apa yang keliru? Bukankah tadi Saudara terima dari saya tiga ratus rupiah?”
“Tidak,”jawab laki-laki itu. “Nona tadi memberikan kepada saya bukan tiga lembar kertas ratusan, tapi empat lembar. Jadi, empat ratus rupiah yang saya terima tadi.”
“Oh, kalau begitu saya keliru. Benar-benar keliru,” kata si pegawai akhirnya dengan kemalu-maluan.
“Maklum banyak kerja. Lagi pula lembaran-lembaran uang itu masih baru hingga mudah saja terlengket karenanya.
Jadi, Saudara mau kembalikan uang yang seratus rupiah kepada saya, sekarang?” “Betul, Saya akan mengembalikannya kepada Nyonya ...”
“Nona!” sela si pegawai cepat.
Dalam teks cerpen, struktur yang bersifat opsional adalah ....
abstrak dan evaluasi
Abstrak dan orientasi
Koda dam resolusi
Koda dan abstrak
“Tadi agaknya telah terjadi suatu kekeliruan ketika Nona membayarkan uang pos wesel kepada saya, sebab ….”
“Mana bias keliru?” si pegawai menyela dengan cepat. “Seharusnya saya terima tiga ratus rupiah, bukan? Kalau tak salah, sekian itulah angka yang tertulis dalam pos wesel saya.”
“Coba saya liat dulu, Saya masih ingat nomor pos wesel Saudara.” Si pegawai lalu memeriksa salah satu lajur dalam daftar yang terkembang di hadapannya, kemudian katanya,”Nah ini, wesel nomor satu empat tujuh dengan tanda C. Jumlah uang tiga ratus rupiah. Apa yang keliru? Bukankah tadi Saudara terima dari saya tiga ratus rupiah?”
“Tidak,”jawab laki-laki itu. “Nona tadi memberikan kepada saya bukan tiga lembar kertas ratusan, tapi empat lembar. Jadi, empat ratus rupiah yang saya terima tadi.”
“Oh, kalau begitu saya keliru. Benar-benar keliru,” kata si pegawai akhirnya dengan kemalu-maluan.
“Maklum banyak kerja. Lagi pula lembaran-lembaran uang itu masih baru hingga mudah saja terlengket karenanya.
Jadi, Saudara mau kembalikan uang yang seratus rupiah kepada saya, sekarang?” “Betul, Saya akan mengembalikannya kepada Nyonya ...”
“Nona!” sela si pegawai cepat.
Sudut pandang yang digunakan pengarang pada kutipan cerpen tersebut adalah ....
Orang pertama tokoh utama
Orang ketiga sebagai pengamat
Orang campuran
Orang ketiga mana tahu
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Parjimin adalah tukang batu, tetangga Kurdi. Lumayan bagi mereka, mendapat proyek baru. Rupanya, proyek rumah gedong itulah yang selalu diperbincangkan Kurdi disetiap kesempatan. Di tempat perhelatan nikah, supitan, di tempat kerja bakti, sarasehan kampung, sampai ronda malam. Dia senantiasa tidak lupa menceritakan rencananya membangun rumah gedungnya itu.
Berdasarkan kutipan cerpen tersebut, Kurdi bersifat
Pemberani
Baik
Egois
Sombong
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Ku tak mungkin jatuh cinta kan? Tidak sekarang, tidak denganmu. Pesonamu menjeratku tapi aku tak kan membiarkan diriku jatuh cinta kepadamu. Tak kan pernah kupercaya segala tuturmu kepadaku, dan ku akan selalu menganggap bohong apa pun yang kau ucapkan kepadaku sejak itu, termasuk yang itu ... yang dua kali kau sampaikan padaku. Sampai kapan pun kau merayuku, aku tak akan pernah lagi percaya padamu. Kebohongan-kebohonganmu telah merusak cintaku.
Bukti bahwa watak tokoh kamu pembohong dapat diketahui melalui ....
Tingkah laku tokoh kamu
Tingkah laku tokoh aku
Dialog tokoh kamu
Dialog tokoh aku
Bacalah kutipan cerpen berikut!
(1) Boleh jadi, itu sikap angkuhnya seorang yang sukses dan kaya menghadapi pemuda kere macam aku.
(2) Sebagai pimpinan sebuah bank papan atas di negeri ini, mungkin dia tak rela hati anak gadisnya kupacari.
(3) Jadi, amat wajar dia kelihatan tidak suka terhadapku.
(4) Apalagi tampangku tidak keren kayak aktor Nicholas Saputra, sementara wajah Mawar memang cakep.
(5) Kamu sendiri bilang, Mawar mirip Dian Sastro dengan bodi semampai macam Luna Maya (padahal menurutku, Mawar lebih mirip penyanyi kesukaanmu, Mulan Jamila).
Bukti bahwa watak tokoh ‘dia’ pada kutipan cepen tersebut sombong terletak pada kalimat bernomor ....
2 dan 3
3 dan 4
4 dan 5
1 dan 2
Bacalah kutipan cerpen berikut untuk soal nomor 9 dan 10!
Seperti teman-temannya yang lain, sebenarnya Andi ingin sekali memberi hadiah untuk Tommy, tetapi ia tidak enak hati meminta uang pada ibunya. Apalagi, ibu hanya diam ketika ia menyodorkan undangan pesta ulang tahun Tommy kemarin. Saat itu, ibu sedang duduk-duduk di beranda sambil memandangi matahari yang mulai tenggelam. Diamnya ibu, pertanda ibu belum punya uang untuk membeli hadiah. Andi sadar, sejak ayahnya meninggal tiga tahun yang lalu, ia dan ibunya memang harus hidup hemat. ”Ah masa iya aku tak bisa memberi hadiah untuk Tommy temanku?” gumam Andi seraya bangkit dari tempat tidur pembaringan. Ia beranjak menuju meja belajarnya. Dimatikannya lampu tidurnya dan digantinya dengan lampu belajar. Ia mengambil secarik kertas, pensil, dan spidol warna-warni. Tangannya mulai mencorat-coret. Kini, ada senyum menghiasi bibirnya, “Besok pagi, aku sudah punya hadiah untuk Tommy.”
Bukti bahwa peristiwa tersebut terjadi pada malam hari adalah ....
Kalimat ketiga pada paragraf kedua.
Kalimat kedua pada paragraph pertama
Kalimat keempat pada paragraf kedua
Kalimat terakhir paragraf pertama.
Seperti teman-temannya yang lain, sebenarnya Andi ingin sekali memberi hadiah untuk Tommy, tetapi ia tidak enak hati meminta uang pada ibunya. Apalagi, ibu hanya diam ketika ia menyodorkan undangan pesta ulang tahun Tommy kemarin. Saat itu, ibu sedang duduk-duduk di beranda sambil memandangi matahari yang mulai tenggelam. Diamnya ibu, pertanda ibu belum punya uang untuk membeli hadiah. Andi sadar, sejak ayahnya meninggal tiga tahun yang lalu, ia dan ibunya memang harus hidup hemat. ”Ah masa iya aku tak bisa memberi hadiah untuk Tommy temanku?” gumam Andi seraya bangkit dari tempat tidur pembaringan. Ia beranjak menuju meja belajarnya. Dimatikannya lampu tidurnya dan digantinya dengan lampu belajar. Ia mengambil secarik kertas, pensil, dan spidol warna-warni. Tangannya mulai mencorat-coret. Kini, ada senyum menghiasi bibirnya, “Besok pagi, aku sudah punya hadiah untuk Tommy.”
Amanat pada cerpen tersebut adalah
Usahakan selalu memberi hadiah kepada teman orang tua!
Temanilah ibumu saat duduk-duduk di beranda!
Matikan lampu jika sudah tidak diperlukan!
Jangan menyusahkan orang tua hanya karena ingin memberi hadiah teman!
“Tak bisa kurang sedikit?” “Tentu saja bisa, Mister. Dalam perdagangan, seperti Tuan maklum, harga bisa damai. Apalagi Mister pencinta benda seni!” Tammy tak mendengarkan lebih lanjut, dengan tangkas ia bangkit kemudian ke belakang. Dia menulis sepucuk surat untukTuan Wahyono, ahli keramik sebelah rumah. Dia suruh pelayannya cepat mengantarkan surat itu. “Aku minta bantuan Tuan Wahyono untuk menilai harga teko ini. Dia adalah ahli keramik. Rumahnya di sebelah itu,” ujar Tammy setelah kembali duduk di dekat tamunya.
Amanat yang paling menonjol dan penggalan cerpen tersebut adalah . . . .
Dalam berdagang tidak boleh memberikan harga mati.
Sebaliknya serahkanlah suatu urusan kepada orang yang ahli
Kita harus menjalin hubungan baikdengan tetangga yang mempunyai keahlian.
Menjadi pesuruh harus taat dan cekatan dalam bekerja.
Dalam cerpen tokoh-tokohnya dilukiskan mengalami konfliks sampai pada....
Penyelesaian
Perubahan nasib
Meninggal
Klimaks
Penggalan novel Robohnya Surau Kami “Salahkah menurut pendapatmu, kalau menyembahTuhan di dunia?”tanya Haji Saleh. “Tidak. Kesalahan engkau karena engkau terlalu mementingkan dirimu sendiri. Kau takut masuk neraka, karena itu kau taat bersembahyang. Tapi engkau melupakan kehidupan kaummu sendiri, melupakan kehidupan anak istrimu sendiri, hingga mereka kucar-kacir selamanya. Itulah kesalahanmu yang terbesar, terlalu egoistis, padahal engkau di dunia berkaum, bersaudara, semuanya, tapi engkau tak memperdulikan mereka sedikit pun.
Kalimat tema yang sesuai dengan kutipan dialog di atas adalah ....
Orang kaya yang egois, hanya mementingkan diri sendiri, tidak peduli dengan kemlaratan masyarakat sekitar.
Orang yang taat bersembahyang karena takut masuk neraka.
Orang yang suka beribadat, karena beribadat tidak mengeluarkan petuah.
Kita semua harus beramal di samping beribadah
Pengarang sebagai orang yang berada di luar cerita dan tidak terlibat dalam cerita, dengan menggunakan pelaku utama ia/dia.
Kedudukan pengarang dalam cerita tersebut sebagai....
Tokoh utama
Tokoh bawahan
Tokoh figuran
Pengamat
Sebentar itu juga kelihatanlah seorang gadis remaja naik tangga. Mukanya yang riang bersinar-sinar di bawah alisnya yang tebal lagi hitam. Rambutnya yang panjang berjalin dan terjuntai ke belakang sampai ke bawah pinggangnya, tersembul ujungnya yang berikat dengan kain taf di bawah selendang sutera, yang menutupi kepalanya dan kedua belah telinganya. Sebelah ujung selendang yang benwarna merah dan bersulamkan benang sutera biru laut pinggirnya itu, terjuntai di sisinya. Warna selendang itu membayang ke mukanya, sehingga semakin berseri-seri parasnya. Ia berpayung sutera jepun, berbaju kurung daripada kain satin, berkain pekalongan dan berselop beludru yang bersulamkan manik-manik dan benang emas.
Watak tokoh gadis dalam kutipan novel tersebut adalah….
Rajin dan pemberani
Lembut dan periang
Manja dan periang
Lembut dan manja
Bentuk alur sorot balik digunakan apabila pengarang bermaksud...
membayangkan cerita mendatang
mengemukakan khayalan-khayalan
menerangkan cerita yang sedang terjadi
menerangkan peristiwa masa lalu dengan ragaan
Di kebun binatang inilah aku baru tahu bahwa diriku taktampak, tentunya di mata kalian. Sebab itulah ketika aku berjalan di depan kalian, kalian tak menyapaku. Bahkan sepatu kalian menginjak-injak tubuhku.
Pada kutipan cerpen tersebut pengarang menggunakan pusat pengisahan….
pengarang serbatahu
pengarang turut serta mengambil bagian dalam cerita
pengarang sebagai peninjau
pengarang sebagai pengamat
Pengarang menuturkan cerita dirinya sendiri, dengan pelaku aku/orang pertama tunggal/jamak, berarti kedudukan pengarang dalam cerpen tersebut sebagai...
Tokoh bawahan
Tokoh pengamat
Pendamping
Tokoh utama
Ah, aku sungguh merasa memang sungguh-sungguh asing di sini! Kawan-kawan tak mengindahkan diriku dan aku sendiri berperasaan rendah diri.
Metode yang digunakan pengarang untuk memaparkan watak tokoh dalam kutipan cerpen tersebut adalah ....
Analitik
Dramatik
Dialog
Todak langsung
Meski termasuk anak yang pandai dan masuk kelas akselerasi, Romero tetap memilik banyak teman dan sahabat. Baginya teman adalah lingkungan yang dapat memberikan banyak inspirasi dan pengalaman yang tidak diperoleh di bangku sekolah. Di rumah ia juga bersikap baik pada tetangga. Ia ingat ketika orang tuannya berpesan, “Carilah teman dan sahabat sebanyak-banyaknya karena kita tidak bisa hidup sendiri. Suatu saat pasti kita membutuhkan orang lain.”
Unsur ekstrinsik penggalan cerpen tersebut adalah ….
Budaya
Ekonomi
Pendidikan
Sosial
Aku pun tersenyum seorang diri. Dalam hatiku aku menertawakan diriku sendiri. Bukankah lebih aneh bahwa aku sekarang berdiri di sini kedinginan menanti sebuah bis untuk pergi ke daerah galangan kapal semata-mata untuk menemui seorang asing yang baru saja kukenal secara kebetulan?
Penggalan cerita tersebut menggambarkan pusat pengisahan yang seperti di bawah ini….
Orang yang serba tahu
Tokoh yang terlibat langsung
Sudut pandang tokoh utama
Sudut pandang tokoh sampingan
Waktu Holil anak Haji Zainuri sunat, aku masih amat kecil. Di kotaku belum ada listrik. Apalagi radio dan bioskop. Hiburan satu-satunya bagi anak-anak kecil di waktu sore hari ialah menonton orang memasang lampu petromaks yang dikerek di setiap perempatan jalan dan memburu-buru gangsir atau laron bilamana musimnya tiba.
Unsur ekstrinsik yang ingin ditonjolkan dan penggalan cerpen tersebut adalah latar belakang….
Sosial masyarakat
Budaya masyarakat
Sosial pengarang
Sejarah penciptaan
Dalam perjalanan pulang, Bapak Hakim yang Mulia berkata pada sopirnya. “Bayangkanlah betapa seseorang harus kehilangan kedua matanya demi keadilan dan kebenaran. Tidakkah aku sebagai hamba hukum mestinya berkorban Iebih besar lagi?”
Dari penggalan cerpen tersebut, unsur ekstrinsik yang dilukiskan adalah….
Biografi pengarang
Sejarah penciptaan
Kondisi Sosial ekonomi pengarang
Latar belakang penciptaan
Setiap sore menjelang, bapak selalu duduk di bangku tua kesayangannya. Bangku yang terbuat dari bamboo itu telah menemani bapak melewati senja yang begitu indah. Duduk dengan tenang sembari melempar pandang ke luar jendela untuk menyaksikan betapa indah panorama yang senja sajikan. [ … .] Rasa lelah setelah seharian memeras keringat tampak memudar ketika ia duduk di bangku tua kesayangannya itu.
Kalimat yang tepat untuk melengkapi kutipan teks novel tersebut adalah …
Bapak memotret senja itu
Bapak tertidur karena lelah
Bapak selalu menikmatinya
Bapak dan ibu duduk berdua
Kali ini, untuk menggarap batik pesanan lelaki itu, ia memilih saat malam buta di sebuah kamar berhias sarang laba-laba. Kamar penyimpan langut dan kemelut. Sebelumnya, hampir lima tahun pintu kamar itu dibiarkan terkatup serupa kabisuan mulut disumpal ujung selimut.
Makna kata langut dan kemelut dalam kutipan cerpen tersebut menyimbolkan ….
Kesedihan dan penyesalan
Kehilangan dan kesedihan
Kehampaan dan kesendirian
Kesedihan dan penderitaan
Alur yang urutan peristiwa ceritanya tidak kronologis atau tidak berurutan disebut dengan ...
Alur gabungan
Alur progresif
Alur regresif
Alur campuran
Kami terdiam, si terhukum dikeluarkan dari rumah. Tangannya diikat. Orangnya besar, tinggi, berkumis, dan berjangkut tebal. Mulutnya ganas dan matanya berkilat-kilat. Si terhukum dalam cerpen di atas menggambarkan sebagai seorang ....
Pemberani
Penakut
Bengis
Berjiwa kerdil
Cerita detektif berakhir dengan terungkapnya kasus ni. Hanya sekarang, tinggal penyelesaiannya apakah secara yuridis atau secara kekeluargaan yang Iebih manusiawi, bukan secara hewani. Aku tahu gaji Pak Demo atau dengan terpaksa kujuluki Pak Musang, mungkin sangat pas-pasan, apalagi istrinya tidak bekerja. Bagaimana nasib anak-anaknya dan istrinya nanti kalau dipenjara atau mungkin dipecat dan jabatannya.
Penggalan cerpen tersebut menyiratkan nilai….
Moral
Pendidikam
Religius
Kemanusiaan
Cerita pendek yang dibuat untuk menjadi bacaan anak, terutama anak usia anak sekolah dasar adalah pengertian dari ....
Cerpen anak
Cerpen remaja
Cerpen keluarga
Cerpen bayi
Kalimat yang digunakan dalam cerpen anak adalah ....
Tinggi
Sulit dipahami
Sederhana
Tidak baku
Di bawah pohon waru, Saidah mengelar dagangannya nasi pecel. Jakun si Ujang turun naik, ususnya terasa perih. "Masih pagi kok pulang, Jang? tanya Saidah. "Sakit?" Ujang menggeleng dan tersenyum. Saidah memerhatikan bibirnya membiru dan kedua telapak tangannya pucat. Setelah dekat, Saidah mendengar suara keruyuk dari perut Ujang. Ujang duduk di depan lapak dagangan. "Makan, Jang?" "Tidak, minum saja. Lenganku semakin kurus, aku tak ingin menambah utang." "Iya, ya Jang! Tapi kamu lapar, kan?"
Makna kata menggelar dalam kutipan cerpen tersebut adalah ....
Mengatur terhampar
Memeragakan
Mempertontonkan
Memperkenalkam
(1) Samar-samar Sersan Kasim mendengar suara derau sungai di bawah.
(2) Dia bayangkan kesunyian malam yang aman dirobek-robek oleh letusan senjata.
(3) Dia bayangkan kompinya terjebak di tengah-tengah sungai, tak berdaya.
(4) Tatkala itu Acep bergerak-gerak dalam gendongan bapaknya.
(5) Kasim merasa anaknya menyusup-nyusupkan kepala ke dadanya, ke ketiaknya, seakan-akan mencari perlindungan yang lebih aman.
Makna simbol suara derau sungai pada kalimat pertama adalah ....
Kesal
Sedih
Risau
Cemburu
Teks 1
Semua fasilitas yang di Jewel ramah anak. Contohnya, ada Discovery Slide, patung seni yang merangkap sebagai slide anak-anak yang berhadapan dengan Rain Vortex dan Forest Valley. Selanjutnya, ada puff kabut yang melayang di seluruh kompleks, membuat anak seolah bermain di antara awan. Untuk pengunjung yang ingin memacu andrenalin, terdapat Canopi Bridge, jalan setapak yang tingginya 75 kaki dari permukaan tanah.
Teks 2
Sedikitnya, ratusan oang memadati kawasan yang terletak di pinggir pantai selatan Flores itu. Umumnya, pengunjung hendak jalan-jalan dan membeli kue serta minuman untuk berbuka puasa. Setiap bulan Ramadan, Jalan Hasanuddin ini selalu disulap menjadi pasar oleh warga setempat. Sebuah pasar yang menjual kue-kue dari minuman khas yang dibuat khusus pada bulan Ramadan. Meski tidak resmi, setidaknya ada puluhan pedagang yang berjualan di Jalan Hasanuddin ini.
Perbedaan pola penyajian kedua teks tersebut adalah ....
teks 1 : urutan waktu, teks 2 : urutan tempat
teks 1 : urutan tempat, teks 2 : urutan waktu
teks 1 : urutan tempat, teks 2 : urutan peristiwa
teks 1 : urutan sebab-akibat, teks 2 " urutan peristiwa
Cerpen 1
Mereka tinggal di ceruk gua-gua purba. Ke sanalah butir-butir air mata yang dipetik itu dibawa. Di selisir ulir batu alir, di antara galur batu kapur berselubung tirai marmer bening yang licin dan basah, di jelujur akar-akar kalsit yang bercecabang di langit-langit stalagtit, peri-peri itu membangun sarang. Butir-butir air ditata menjadi sarang mereka, serupa istana-istana kecil yang saling terhubung jembatan gantung yang juga terbuat dari untaian air mata. Di langit-langit gua itu pula butir-butir air mata itu dironce terjuntai menyerupai jutaan lampu kristal yang berkilauan.
Cerpen 2
Segera setelah sampai rumah, ayah Budiman kembali tak sadarkan diri. Budiman panik dan hendak segera membawanya kembali ke rumah sakit, tetapi Sarkawi sigap mencegahnya. "Memang apa yang kamu harapkan dengan membawa bapakmukembali ke rumah sakit? Supaya sadar lagi? Supaya sembuh? Terus kamu bingung lagi gimana harus berangkat ke luar negeri?" Kali ini Budiman benar-benar marah dan mendorong tubuh Sarkawi. "Kamu ini memang sama sekali enggak punya perasaan!!!" "Kamu yang yang enggak punya perasaan! Jelas-jelas bapakmu bilang mau pulang, kamu tetap ngotot juga mau mengembalikan ke rumah sakit."
Perbedaan penggunaan bahasa pada kutipan cerpen tersebut adalah ....
Cerpen 1 menggunakan ungkapan, Cerpen 2 tidak menggunakan ungkapan
Cerpen 1 bahasa mudah dipahami, Cerpen 2 bahasa sulit dipahami
Cerpen 1 bahasa kias, Cerpen 2 bahasa lugas
Cerpen 1 kalimat menggunakan majas, Cerpen 2 kalimat tidak menggunakan majas
Pelukisan gambaran jelas tentang seseorang yang ditampilkan dalam sebuah cerita dan gambaran cerita ditafsirkan memiliki kualitas moral dan kecenderungan tertentu seperti ekspresi, ucapan, dan tindakan adalah pengertian dari ....
Tema
Latar
Penokohan
Amanat
Berikut ini yang tidak termasuk dalam sudut pandang terdapat dalam teks cerpen adalah ....
Sudut pandang orang pertama
Sudut pandang orang kedua
Sudut pandang orang ketiga
Sudut pandang orang keempat
Kalimat berikut ini yang menggunakan majas ironi adalah
Suaranya menggelegar hingga memecah angkasa
Jangankan sebulan, sejam pun dia tidak mau datang
Kamu rajin sekali, sudah tiga hari kamu tidak masuk sekolah
Dewi malam sudah keluar dari balik awan
Proses pembangunan tidak saja menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan, tetapi juga dapat menimbulkan banyak masalah baru.
Kalimat di atas menggunakan gaya bahasa …
Hiperbola
Personifikasi
Ironi
Metafora
Gaya bahasa yang terdapat pada kalimat berikut ini,
"Bulan mengintip di balik awan"
Terdapat pula pada kalimat …
Apa mungkin orang mati akan hidup kembali?
Kamarmu berantakan seperti kapal pecah
Muntah aku melihat mukamu
Ranting-ranting ikut menari
Berikut ini kalimat yang menggunakan majas metafora yaitu …
Petir bersahut-sahutan di tengah derasnya hujan
Singa mengaung memecah keheningan malam
Kecantikan wanita itu bak malaikat tanpa sayap
Pena menari di atas kertas
