NEW
Font size
WorksheetsImigran Prancis Pasca PD II
Total questions: 19
Worksheet time: 10mins
Negara mengambil alih perekrutan tenaga kerja asing dengan membuat badan resmi yang mengurus imigrasi yaitu Office Nationale de l’Immigration (ONI) pada tahun:
1944
1945
1946
Pasca Perang Dunia II, Prancis melakukan pembangunan di berbagai sektor dengan bantuan pinjaman dari Amerika, yaitu Plan Marshall, dan mengalami masa kejayaan ekonomi selama 30 tahun hingga awal krisis minyak di tahun 70an. Masa kemajuan ekonomi selama 30 tahun di Prancis pasca PD II itu dikenal dengan sebutan:
Glorious Thirty
Global Thirty
Glamorous Thirty
Di tahun 1960-an, dikenal motif baru kedatangan imigran. Imigran yang sudah lebih dulu tiba di Prancis kemudian mengundang anggota keluarganya dari negara asal untuk bergabung dan tinggal di Prancis. Motif tersebut dikenal dengan nama:
Regroupement familial – family reunion
Regroupement familial – family united
Regroupement familial – family restated
Perempuan mulai mewarnai peta imigran di Prancis dan umumnya bekerja di bidang:
Layanan rumah tangga
Konveksi
Keduanya benar.
Permasalahan tempat tinggal menjadi salah satu problema yang tidak segera ditangani hingga para imigran harus hidup di pemukiman kumuh yang disebut bidonville. Kemudian permasalahan ini mulai diselesaikan dengan dibuatnya Badan Pemerintah yang khusus menangani penyediaan tempat tinggal di Prancis yang disebut:
Sonahabitat
Sonacotra
Sonalogia
Prancis mulai menyadari keberadaan dan interaksi antar warga masyarakat dan imigran serta keturunannya. Maka dikeluarkanlah untuk pertama kali undang-undang yang mengatur tentang tindak rasisme di Prancis, pada tahun:
1970
1971
1972
Pasca krisis minyak, isu imigran di Prancis tetap marak. Namun kini, para aktornya adalah anak-anak keturunan imigran, atau disebut juga generasi kedua. Salah satu undang-undang yang dikeluarkan berkaitan dengan imigran saat itu adalah mengenai izin tinggal bagi mereka yang telah tinggal di Prancis selama 3 tahun dengan ilegal. Undang-undang itu dikeluarkan pada tahun:
1984
1985
1986
Eksistensi imigran dan keturunannya tidak lagi bisa diabaikan karena mereka hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Prancis. Kemenangan tim sepak bola Prancis pada tahun 1998 di Piala Dunia sempat menjadi momentum positif bagi promosi anti-rasisme di PRancis. saat itu, tim sepak bola Prancis yang berlatar belakang etnis beragam disebut sebagai tim:
Bleu, Blanc, Rouge
Bleu, Black, Beur
Bleu, Beur, Rouge.
Perang Syria di tahun 2011 membawa dampak bagi banyak negara lain di dunia. Salah satunya Prancis yang kemudian menjadi salah satu negara di Eropa yang menjadi tujuan kedatangan pada pengungsi dan pencari suaka. Banyak dari mereka yang ingin mencapai Inggris melewati Prancis dan tertahan di sebuah daerah yang kemudian menjadi kamp pengungsi yang disebut Le Jungle. Nama daerah tersebut adalah:
Caen
Canarie
Calais
Menghadapi berbagai permasalahan berkaitan dengan keamanan, Kesehatan, dan kemanusiaan, akhirnya kamp pengungsi Le Jungle mulai dikosongkan pada tahun:
2016
2017
2018
Profil imigran di Prancis saat ini didominasi dengan motif kedatangan untuk:
Bekerja dan mencari suaka
Bekerja dan mencari keluarga
Bekerja dan mencari Pendidikan
Kamp pengungsi sementara di Calais menampung para pencari suaka yang akan menyebrang ke Inggris. Jumlah mereka kira-kira adalah:
2000 orang
3000 orang
4000 orang
Salah satu permasalahan di sana adalah:
Kekerasan Polisi
Ekonomi
Keduanya benar
Selain di Calais, para pengungsi di Prancis juga banyak ditemui di :
Daerah Utara Paris
Daerah utara Dijon
Daerah Utara Marseille
Pro dan kontra mewarnai kedatangan para pencari suaka di tengah-tengah masyarakat Prancis. Contohnya di kota Dijon. Para pencari suka yang dipindahkan dari Calais ke Dijon ditempatkan di barak tua milik Polisi dan mendapat pengawasan dari pemerintah. Setiap hari mereka mendapatkan bantuan sebesar 11 euro/hari untuk:
Mencari pekerjaan
Membayar sewa rumah
Membeli makanan
Untuk berintegrasi, langkah awal yang harus mereka lakukan adalah:
Mencari pekerjaan
Belajar bahasa Prancis
Mencari tempat tinggal
Pemerintah Prancis berusaha mengubah aturan-aturan mengenai pengurusan izin tinggal di Prancis bagi para pendatang karena dinilai terlalu menyulitkan. Kesulitan yang dialami oleh para pendatang dalam pengurusan ijin tinggal itu adalah:
Birokrasi yang panjang dan lama
Tempat mengurus yang jauh dan sulit dicapai
Biaya yang mahal.
Di antara beberapa perubahan diusulkan untuk ijin tinggal adalah masa berlakunya.
Masa berlaku sekarang ini adalah 1 tahun dan harus diperpanjang setiap tahun. Oleh karena itu, diusulkan untuk mengubah masa berlaku ijin tinggal menjadi:
3-4 tahun
2-4 tahun
2-5 tahun
Hal lain yang menarik perhatian dan diprotes oleh para aktivis Hak Asasi Manusia berkaitan dengan pengurusan ijin tinggal adalah:
Data keluarga
Data di sosial media
Data administratif dan pribadi
