wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Geriatric Critical Care

Total questions: 9

Worksheet time: 7mins

Name
Class
Date
1.

Anda dipanggil untuk memeriksa seorang wanita berusia 86 tahun di ruang gawat darurat. Dia mengalami gagal napas akut yang jelas (laju pernapasan 36 napas/menit; PaO2 40 mmHg saat menghirup udara ruangan), pasien dicurigai mengalami pneumonia yang didapat dari komunitas (suhu tubuh 39 °C, rontgen dada dengan gambaran pneumonia di kedua paru-paru).


Selain pemeriksaan rutin, apa yang akan Anda lakukan untuk memutuskan apakah pasien ini harus dirawat di ICU atau tidak?

a)

Sistem penilaian prediktif berorientasi ICU, seperti APACHE II atau Simplified Acute Physiology Score (SAPS)

b)

Apa keinginan pasien dan kerabat?

c)

Tujuan perawatan ICU

d)

Penyakit penyerta/komorbid

e)

Status fungsional (ADL)

2.

Pernyataan yang tidak sesuai untuk Chronic Critical Illness (CCI) atau penyakit kritis kronik pada pasien geriatrik :

a)

Meningkatnya penyakit kritis kronis pada pasien geriatrik terjadi akibat peningkatan manajemen perawatan unit perawatan intensif

b)

Keputusan manajemen klinis harus mempertimbangkan bahwa pasien geriatrik memiliki cadangan fisiologis yang lebih rendah dan kekebalan yang terganggu dan berisiko tinggi untuk tidak sembuh dari penyakit kritis.

c)

CCI menyebabkan meningkatnya beban signifikan pada pembiayaan sistem perawatan kesehatan

d)

Penggunaan rutin intervensi farmakologis untuk pengelolaan delirium dianjurkan untuk mencegah CCI

e)

Terapi fisik dan mobilisasi dini membantu dalam mengurangi insiden ulkus dekubitus, kontraktur ekstremitas, dan trombosis vena dalam pada pasien CCI.

3.

Terkait Chronic Critical Illness (CCI) atau penyakit kritis kronik pada pasien geriatrik :

a)

Critical illness polyneuropathy (CIP) dan myopathy (CIM) adalah perubahan neuromuskular yang paling umum

b)

Adanya penurunan fungsi organ dasar dan beberapa komorbiditas menjadi predisposisi pasien geriatri untuk CCI

c)

Defisiensi nutrisi pada geriatrik lebih diperburuk oleh keadaan katabolisme dan mempercepat terjadinya kaheksia

d)

Durasi delirium yang lebih lama pada fase akut dan yang terkena komplikasi multipel paling berisiko mengalami disfungsi otak.

4.

Seorang pasien wanita 75 tahun datang demam dan bingung. Dia dirawat di rumah sebelumnya selama 7 hari, mengalami penurunan kesadaran dan mengalami gagal napas. Pasien memiliki penyakit penyerta hipertensi, diabetes melitus tipe 2 dan osteoartritis genu bilateral. Berat badan 45 kg, tinggi badan 158 cm, indeks massa tubuh 18 kg/m2, tekanan darah 100/58 mmHg, Nadi 110x/menit, Laju pernapasan 28x/menit, Suhu 38,5oC, saturasi oksigen 93%, status gizi : kurang gizi.

Pemeriksaan swab RT-PCR menunjukkan positif SARS-CoV-2.

Rontgen dada menunjukkan pneumonia infiltrat kanan dengan kardiomegali. CT otak menunjukkan infark lakunar dan atrofi serebral.


Terkait sistem respirasi pada pasien ini yang sesuai :

a)

Elastansi menurun menyebabkan peningkatan komplians paru

b)

Penurunan kekuatan otot-otot pernapasan

c)

Penurunan komplians dinding dada

d)

Penurunan functional residual capacity (FRC)

5.

Seorang pasien wanita 75 tahun datang demam dan bingung. Dia dirawat di rumah sebelumnya selama 7 hari, mengalami penurunan kesadaran dan mengalami gagal napas. Pasien memiliki penyakit penyerta hipertensi, diabetes melitus tipe 2 dan osteoartritis genu bilateral. Berat badan 45 kg, tinggi badan 150 cm, Indeks Massa Tubuh 20 kg/m2, tekanan darah 100/58 mmHg, Nadi 110x/menit, Laju pernapasan 28x/menit, Suhu 38,50C, saturasi oksigen 93%, status gizi : kurang gizi.

Pemeriksaan swab RT-PCR menunjukkan positif SARS-Cov-2.

Rontgen dada menunjukkan pneumonia infiltrat dengan kardiomegali. CT otak menunjukkan infark lakunar dan atrofi serebral.


Pernyataan yang SESUAI pada kasus di atas (beberapa jawaban)

a)

Pasien geriatri dengan Covid-19 yang disertai beberapa penyakit penyerta dan rapuh memiliki risiko tinggi ARDS.

b)

Usia dikaitkan dengan hasil ICU yang lebih buruk dan dimasukkan dalam beberapa sistem penilaian keparahan penyakit kritis, seperti SAPS dan APACHE.

c)

Penuaan menurunkan elastisitas jaringan paru-paru, memungkinkan overdistensi alveoli dan kolaps saluran udara kecil.

d)

Manajemen pasca pemulihan yang kompleks membutuhkan perhatian khusus untuk fisioterapi, terapi nutrisi, manajemen frailty.

6.

Pernyataan yang tidak sesuai untuk kejadian delirium di ICU pada pasien geriatrik :

a)

Pasien yang lebih tua dengan CVD, terutama mereka yang memiliki keterbatasan kognitif dan sensorik awal, memiliki kerentanan yang tinggi.

b)

Pengurangan obat untuk sedasi dan analgesia dan pendekatan non-farmakologis direkomendasikan.

c)

Delirium termasuk dalam agenda keselamatan pasien dan semakin sering digunakan sebagai indikator kualitas perawatan kesehatan untuk pasien geriatrik.

d)

Delirium merupakan diagnosa klinis yang mudah dikenali dan jelas gejala klinisnya.

e)

Instrumen yang paling banyak digunakan untuk mengidentifikasi delirium adalah Confusion Assessment Method (CAM).

7.

Pernyataan yang sesuai terkait perubahan kardiovaskular pada pasien geriatrik :

a)

Insiden aritmia, terutama fibrilasi atrium, sick sinus syndrome, dan aritmia ventrikel, meningkat secara signifikan.

b)

Geriatrik menjadi kurang responsif terhadap stimulasi katekolamin.

c)

Dosis vasopressor yang lebih sedikit diperlukan untuk mengatasi efek vasodilatasi obat induksi.

d)

Peningkatan afterload ventrikel kiri menyebabkan penebalan dinding ventrikel kiri, hipertrofi, dan gangguan pengisian diastolik.

8.

Ethical Issues : Withdrawing, Withholding, and Futility


Seorang laki-laki berusia 87 tahun dirawat di bangsal bedah karena nyeri perut dan konstipasi, pasien sementara masih dalam masa observasi. Anda dipanggil karena pasien mengalami henti jantung di bangsal. Istri maupun anggota keluarga lainnya sedang tidak ada di rumah sakit.


Apa yang anda lakukan selanjutnya pada pasien ini?

a)

Melakukan tindakan resusitasi dan life support hingga ROSC kemudian transfer pasien ke ICU.

b)

Menunggu hingga keluarga pasien tiba untuk melakukan tindakan medis.

9.

Seorang laki-laki berusia 78 tahun dirawat di bangsal bedah karena nyeri perut dan didiagnosa karsinoma kolon. Pasien dikonsulkan oleh dokter bedah digestif kepada dokter anestesi untuk penatalaksanaan anestesi bedah kolorektal. Pada pemeriksaan pre-operatif, didapatkan pasien dengan penyakit penyerta hipertensi yang belum terkontrol dan diabetes melitus tipe 2. Berat badan pasien 47 kg, tinggi badan 162 cm, Indeks Massa Tubuh 17,9 kg/m2.


Dalam manajemen perioperatif pasien ini, hal yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut, KECUALI :

a)

Konferensi multidisiplin yang dirancang untuk meninjau pengambilan keputusan bedah pada pasien geriatrik yang berisiko akan memberikan masukan berharga dari berbagai spesialis ke dalam keputusan bedah.

b)

Peserta reguler pada pertemuan ini termasuk dokter bedah, dokter perawatan paliatif, dokter ahli geriatri, dokter anestesi dan perawatan kritis.

c)

Pelayanan pasien geriatrik yang bersifat “patient-centered” melibatkan pendekatan multidisiplin yang lebih sistematis.

d)

Perawatan rawat inap pasca operasi berkualitas tinggi untuk lansia bergantung pada evaluasi harian tim multidisiplin yang berfokus pada masalah perawatan khusus geriatri.

e)

Pengambilan keputusan pembedahan pasien geriatrik yang rentan/frail merupakan hak dan tanggung jawab penuh dari DPJP Bedah.