WorksheetsPOST TEST NO-NOT
Total questions: 10
Worksheet time: 10mins
Perempuan 42 tahun dirujuk dari puskesmas dengan keluhan pandangan buram sejak 2 hari yang lalu. Dua hari yang lalu, saat bangun tidur, pasien mengeluh kedua mata melihat buram. Nyeri kepala, pandangan dobel, nyeri pada mata, mata merah, dan berair disangkal. Pasien memiliki riwayat DM dan hipertensi.
Pada pemeriksaan fisik diperoleh tekanan darah 150 / 100 mmHg, tanda vital lain dalam batas normal. GCS 15 dan pemeriksaan neurologis lain dalam batas normal. Pemeriksaan Neurooftalmologi sebagai berikut visus OD 1/300, OS 1/60, refleks cahaya langsung dan konsensual positif, RAPD negatif, nistagmus optokinetik negatif. Funduskopi ODS batas tegas, warna jingga, rasio Aa : Vv = 1 : 3, hard eksudat, perdarahan dot-blot. Apakah rencana lanjutan yang paling sesuai untuk pasien ini?
CT scan kepala dengan kecurigaan occipital infarct
Konsul TS mata untuk tatalaksana diabetic optic neuropathy
MRI orbita dengan kecurigaan intraorbital optic neuropathy
Steroid loading dose 10 mg IV untuk menurunkan TIK
Steroid mega dose 1 gr IV untuk optic neuritis
Laki-laki 58 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan pandangan dobel sejak 2 minggu yang lalu. Pasien menyadari pandangan dobel ketika sedang membaca koran. Apabila salah satu mata ditutup, pandangan dobel hilang. Nyeri sekitar mata, mata merah, bengkak, berair, dan menonjol disangkal. Selain itu, pasien juga mengeluh pandangan buram. Pasien memiliki riwayat hipertensi sejak 10 tahun.
Pada pemeriksaan fisik diperoleh tekanan darah 150/90 mmHg, tanda vital lain dalam batas normal. Pemeriksaan neurologis GCS 15, pupil bulat 3mm/4mm, refleks cahaya positif normal, ptosis OS, gangguan aduksi, elevasi, depresi, dan eksiklorotasi OS, visus OD 6/21, OS 6/9, RAPD negatif.
Apakah patofisiologi yang mendasari gejala klinis pada kasus di atas ?
Kompresi nervus III oleh aneurisma arteri Pcomm
Infark yang melibatkan nukleus nervus III di mesensefalon
Iskemik mikrovaskular
Kompresi nervus III dan nervus II oleh massa intraorbita
Infark akibat oklusi superior cerebellar artery (SCA)
Laki-laki 53 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan pandangan buram sejak 2 minggu SMRS. Sejak dua minggu yang lalu pasien mengeluh sering menabrak benda-benda di sisi kanan. Setelah diperhatikan, pasien merasa pandangan sisi kanan gelap seperti terhalang tirai. Pasien memiliki riwayat DM dan penyakit jantung sejak 5 tahun. Pada pemeriksaan tanda vital diperoleh tekanan darah 125 / 80 mmHg, tekanan darah 82 kali/ menit regular. Pada pemeriksaan neurologis dan neurooftalmologi diperoleh GCS 15, pupil bulat isokor, refleks cahaya positif, tanda Marcus Gunn negatif, visus 6/21 ODS (tanpa pinhole) dan 6/6 ODS (pinhole). Pemeriksaan kampimetri terlihat di bawah ini. Pembuluh darah manakah yang mengalami gangguan sesuai dengan kasus di atas ?
a. serebri media
a. serebri posterior
a. cerebri posterior comm
a. cerebri media dan posterior
a. cerebri posterior dan posterior comm
Perempuan 43 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan pandangan buram sejak 1 bulan yang lalu. Sejak 6 bulan pasien mengeluh nyeri kepala, di seluruh sisi kepala. Nyeri kepala dirasakan makin sering dan makin berat, dari skala nyeri 2-3 hingga 6-7. Sejak 1 bulan yang lalu pasien mengaluh pandangan mata kanan buram. Pandangan buram juga dirasakan memberat. Pandangan dobel, mata merah, bengkak, berair, dan nyeri disangkal. Pada pemeriksaan neurologis dan neurooftalmologi diperoleh GCS 15, pupil bulat isokor, refleks cahaya langsung dan konsensual mata kanan menurun, RAPD positif, visus 1/300 OD dengan dan tanpa pinhole, serta papil atrofi primer. Pasien dilakukan CT scan kepala dan terdapat tumor di regio sella.
Manakah dari jaras visual berikut yang mengalami gangguan yang dapat menjelaskan patofisiologi kasus di atas ?
Kiasma Optikus
Myers Loop
Kiasma Optikus Pre-Fixed
Willebrand’s knee
Nervus Optikus
Laki-laki 65 tahun dikonsulkan oleh sejawat TS neurologi dengan dugaan sindrom Parkinson-Plus. Pasien mengeluh pandangan dobel jika membaca dan naik-turun tangga sejak 3 bulan SMRS. Nyeri kepala, nyeri orbital, mata merah,bengkak dan lakrimasi disangkal. Pada pemeriksaan tanda vital diperoleh tekanan darah 150/90 mmHg, frekuensi nadi 78 kali per menit regular. Pada pemeriksaan neurologi & neurooftalmologi diperoleh GCS 15, pupil bulat isokor refleks cahaya positif, gangguan elevasi dan depresi mata bilateral, gangguan sakadik vertikal, dan gangguan vestibulo-ocular refleks vertikal. Pada pasien tidak ditemukan ptosis.
Apakah diagnosis klinis yang paling tepat untuk pasien ini ?
Supranuclear gaze palsy
Upward dan downward gaze palsy
Bilateral third nerve palsy due to nuclear lesion
Bilateral third and fourth nerve palsy
Ocular motor apraxia
Laki-laki 52 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan pusing berputar 3 hari yang lalu. Keluhan muncul saat pasien merapikan buku di rak. Pusing berputar hebat dan berlangsung < 1 menit, mual namun tidak muntah. Gangguan pendengaran disangkal. Riwayat diabetes melitus sejak 5 tahun.
Pada pemeriksaan fisik diperoleh tekanan darah 120/70 mmHg, tanda vital lain dalam batas normal. Pemeriksaan neurologis GCS 15, pupil dalam batas normal, defisit neurologis negatif. Nistagmus spontan negatif, head impulse test negatif, Romberg dipertajam buka dan tutup mata baik. Pasien dilakukan manuver vertigo di bawah ini dan hasilnya sebagai berikut :
Bagaimanakah tatalaksana berikutnya pada pasien ini?
Manuver Epley diawali dengan kepala ke sisi kanan
Manuver Semont diawali dengan kepala ke sisi kanan
Manuver Barbecue karena dicurigai nistagmus atipikal
MRI kepala karena dicurigai Central Positional Vertigo (CPV) akibat lesi vaskular
Manuver Lampert Roll karena dicurigai BPPV bukan dari kanal posterior
Laki-laki 62 tahun datang ke IGD dengan keluhan pusing berputar dan rasa hendak jatuh sejak 2 hari yang lalu. Keluhan muncul mendadak saat hendak mandi. Mual (+), muntah (-). Perioral numbness positif. Gangguan pendengaran disangkal. Pasien memiliki riwayat hipertensi sejak 5 tahun.
Pada pemeriksaan fisik diperoleh tekanan darah 160/100 mmHg, frekuensi nadi 92 x/menit, tanda vital lain dalam batas normal. Pemeriksaan neurologis diperoleh GCS 15, pupil 2mm/4mm, refleks cahaya positif normal, hipestesi terhadap nyeri dan suhu sisi kanan dan hipestesi wajah kiri. Past pointing diperoleh dismetria kiri. Nistagmus negatif. Pemeriksaan MRI kepala diperoleh infarct.
Oklusi pada arteri manakah yang paling sesuai untuk kasus di atas ?
A
B
C
D
E
Laki-laki 62 tahun datang ke IGD dengan keluhan pusing berputar jatuh sejak 3 hari yang lalu. Keluhan muncul mendadak saat hendak mandi. Mual (+), muntah (-). Gangguan pendengaran (+). Pasien memiliki riwayat hipertensi sejak 5 tahun.
Pada pemeriksaan fisik diperoleh tekanan darah 170/100 mmHg, frekuensi nadi 88 x/menit, tanda vital lain dalam batas normal. Pemeriksaan neurologis diperoleh GCS 15, pupil dalam batas normal. Pemeriksaan head impulse test positif, skew deviation positif, dan nistagmus directional changing.
Oklusi pada arteri manakah yang paling sesuai untuk kasus di atas ?
A
B
C
D
E
Laki-laki 32 tahun datang ke IGD dengan keluhan pusing bergoyang sejak 2 minggu yang lalu. Rasa bergoyang dirasakan hanya saat berjalan. Mual dan muntah disangkal. Gangguan pendengaran disangkal. Pasien terdiagnosis HIV/AIDS dalam pengobatan antiretroviral dan TB dalam pengobatan OAT
Pada pemeriksaan fisik diperoleh tekanan darah 105/70 mmHg, frekuensi nadi 84 x/menit, Pemeriksaan neurologis diperoleh GCS 15, pupil dalam batas normal. Pemeriksaan head impulse test dan nistagmus negatif. Romberg dipertajam buka mata baik, tutup mata jatuh ke kanan. Fukuda deviasi < 300
Apakah diagnosis yang paling sesuai untuk kasus di atas ?
Disekuilibrium karena METB yang melibatkan serebelum
Disekuilibrium karena distal polineuropati HIV
Vertigo non vestibular karena OAT
Bilateral vestibulopati karena ARV dan OAT
Vertigo vestibular sentral karena METB yang melibatkan serebelum
Laki-laki 52 tahun datang ke IGD dengan keluhan pusing berputar sejak 1 hari yang lalu. Satu hari yang lalu saat sedang membaca komik, pasien mendadak pusing berputar. Pusing dirasakan terus menerus, diperberat dengan menggerakkan kepala, dan disertai mual-muntah. Pasien memiliki riwayat dislipidemia. Demam, flu-like syndrome disangkal. Pada pemeriksaan tanda vital diperoleh tekanan darah 140/90 mmHg, frekuensi nadi 92 kali per menir, regular. Pada pemeriksaan neurologis diperoleh GCS 15, pupil bulat isokor dengan refleks cahaya positif, dan defisit neurologis negatif. Pada pemeriksaan neurootologi diperoleh tes Rinne dan Weber dalam batas normal, head impulse test kanan positif dan direction fixed nystagmus ke kiri. Pasien menolak pemeriksaan keseimbangan yang lain.
Oklusi pada pembuluh darah manakah yang paling dapat menjelaskan patofisiologi kasus di atas ?
PICA (Posterior Inferior Cerebellar Artery)
Arteri basilaris
Arteri labirintika
Arteri auditori interna
Arteri vestibular anterior
