wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

KEBAHASAAN TEKS EDITORIAL

Total questions: 10

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Kita mengapresiasi langkah cekatan pemerintah dalam mengapresiasi kenaikan harga elpiji non-subsidi 12 kg itu seraya mengiringinya dengan pertanyaan. Benarkah pemerintah tidak tahu atau tidak diberi tahu mengenai rencana Pertamina menaikkan secara sewenang-wenang.  Pertamina merupakan perusahaan negara yang diamanati undang-undang sebagai pengelola minyak dan gas bumi untuk sebesar-besar kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Rasanya mustahil kalau pemerintah, dalam hal ini Menko Ekuin dan Menteri BUMN tidak tahu, tidak diberi tahu serta tidak dimintai pandangan, pendapat, dan pertimbangannya.

Ciri kebahasaan yang bercetak tebal pada kutipan teks editorial di atas ialah …..

a)

Kalimat Fakta

b)

kalimat opini

c)

kalimat retoris

d)

kalimat tanya

2.

Kalau dugaan kita yang seperti itu benar adanya, bisa saja di antara kita menengarai langkah pemerintah itu sebagai reaksi semu. Reaksi yang muncul sebagai bentuk kekagetan atas reaksi keras yang ditunjukkan pimpinan DPR R1, DPD RI, dan masyarakat luas. Malah boleh jadi ada politisi yang mengategorikannya sebagai reaksi yang cenderung bersifat pencitraan sehingga terbangun kesan bahwa pemerintah memperhatikan kesulitan sekaligus melindungi kebutuhan rakyat.

Kata popular yang terdapat pada kutipan teks editorial di atas ialah …..

a)

Pemerintah

b)

Reaksi

c)

Politisi

d)

Pencitraan

e)

Kesulitan

3.

(1)Akibatnya sampai di tingkat konsumen harganya menjadi Rp125.000,00 hingga Rp130.000,00. Bahkan di lokasi yang relatif jauh dari pangkalan, mencapai Rp150.000,00-Rp200.000,00. (2) Sungguh, kenaikan harga itu merupakan kado yang tidak simpatik, tidak bijak, dan tidak logis. (3) Masyarakat sebagai konsumen menjadi terkaget-kaget karena kenaikan tanpa didahului sosialisasi. (4)Pertamina memutuskan secara sepihak seraya mengiringinya dengan alasan yang terkesan logis. (5) Merugi Rp22 triliun selama 6 tahun sebagai dampak kenaikan harga di pasar internasional serta melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Kata ganti penunjuk yang terdapat pada kutipan teks editorial di atas terletak pada kalimat ….

a)

Ke-1

b)

Ke-2

c)

Ke-3

d)

Ke-4

e)

Ke-5

4.

(1)Kita tidak bisa menerima sepenuhnya alasan merugi Rp22 triliun selama 6 tahun menjadi regulator elpiji sehingga serta-merta Pertamina menaikkan harga elpiji? (2)Dalam peran dan tugasnya yang mulia inilah Pertamina tidak bisa semata-mata menjadikan harga pasar dunia sebagai kiblat dalam membuat keputusan. (3)Sebab di sisi lain perusahaan memperoleh keuntungan besar atas hasil tambang minyak dan gas yang dieksploitasi dari perut bumi indonesia.

Ciri kebahasaan yang menonjol pada kalimat ketiga ialah ….

a)

Kalimat retoris

b)

Kata-kata popular

c)

Kata ganti penunjuk

d)

Konjungsi kausalitas

e)

Kalimat opini

5.

(1)     Contoh, anak-anak yang nonpenduduk DKI, katakanlah Bekasi, yang ingin masuk ke SMA di Jakarta setelah lulus SMP, diberi kesempatan mengikuti tes hanya satu putaran. (2) Jika dalam satu putaran tes mereka tak lulus, tak ada pilihan yang nyangkut, anak-anak itu selesai. (3) Tak ada kesempatan untuk mengikuti tes lagi sebagaimana anak-anak penduduk DKI. (4) Ke mana mereka akan bersekolah? (5) Tak ada peluang, karena di Bekasi pun mereka ditolak karena SMP asalnya di Jakarta.

Kaidah kebahasaan teks editorial yang tampak pada kutipan tersebut adalah ….

a)

adanya pengenalan isu

b)

adanya penggunaan argumentasi

c)

adanya pemakaian kalimat retoris

d)

adanya penggunaan kata kerja material

e)

adanya penggunaan konjungsi mempertentangkan

6.

1) Berdasarkan data, sejauh ini KPK telah menangani 169 perkara. 2) Jumlah itu belum termasuk 358 kasus suap. 3) Kasus-kasus suap itu mayoritas berhubungan dengan procurement, baik saat penganggaran maupun saat pelaksanaan pengadaan.

Makna kata ganti penunjuk pada kalimat nomor 2 adalah ….

a)

Berdasarkan data

b)

KPK

c)

169 perkara

d)

358 kasus suap

e)

Procurement

7.

1)Peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang, semakin marak di kalangan generasi penerus bangsa. 2)Buktinya, pada hari Minggu petang petugas menangkap empat siswa yang sedang berpesta sabu-sabu. 3)Mereka mengadakan pesta di salah satu apartemen mewah di sebuah kota besar. 4)Banyak dari mereka terbawa arus zaman dengan cara yang salah. 5)Tanpa piker panjang akhirnya para tunas bangsa ini menyelesaikan masalah dengan mengonsumsi obat-obat terlarang. 6)Uniknya, pelajar yang biasa mendapat pengarahan baik dari guru maupun dari kepolisian saat orientasi siswa justru mulai memakai barang haram ini. 7)Barang haram ini cepat beredar di kalangan pelajar karena anak-anak muda memiliki rasa penasaran yang besar terhadap sesuatu yang baru.

Kalimat yang menggunakan konjungsi kausalitas terdapat pada kalimat nomor ….

a)

3

b)

4

c)

5

d)

6

e)

7

8.

Perhatikan paragraf berikut!

1) Susu kambing merupakan produk hasil peternak yang mempunyai banyak keunggulan serta khasiat. 2) Namun, popularitas susu kambing kalah dengan susu sapi sehingga upaya pengembangan produksi susu kambing kurang diperhatikan. 3) Karena pesatnya dunia informasi melaui internet dan media sosial, informasi mengenai khasiat susu kambing pun cepat tersebar. 4) Oleh karena itu, tingkat konsumsi susu kambing pun terus meningkat. 5) Dengan demikian, saat ini usaha peternakan kambing menjadi salah satu usaha berprospek cerah karena tingginya permintaan susu kambing.

Kata hubung pertentangan terdapat pada kalimat nomor ….

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

9.

(1)Sejenak, mari kita belokkan perhatian. Alih-alih pelengkap keasyikan bergosip infotainment, system pemerintahan yang carut-marut, dan geger Piala Dunia. (2) beberapa tahun sudah diselenggarakan rintisan sekolah bertaraf internasional jenjang dasar dan menengah, umum dan kejuruan. (3) sudah diperoleh sejumlah sekolah bertaraf internasional, sudah juga ada yang dipindah dari status RSBI ke sekolah regular. (4) Pada tahun 2013, RSBI dan SBI pun sudah dihapus Mahkamah Konstisusi.

Ciri kebahasaan yang menonjol pada kalimat pertama ialah ….

a)

Kalimat retoris

b)

Kata-kata popular

c)

Kata ganti penunjuk

d)

Konjungsi kausalitas

e)

Kalimat opini

10.

Bacalah penggalan teks editorial berikut!

Tugas kita berikutnya, bagaimana kita menjadikan itu bukan sebuah kasus tetapi sebagai pola?

Kaidah kebahasaan teks editorial yang tampak pada kalimat di atas adalah ....

a)

kata kerja rasional

b)

kata populer

c)

kata ganti penunjuk

d)

konjungsi kausalitas

e)

kalimat retoris