wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Remedial PTS Bahasa Indonesia

Total questions: 20

Worksheet time: 18mins

Name
Class
Date
1.

Teks Cerita Sejarah dibentuk dengan struktur yang terdiri dari….

a)

Pernyataan Umum – Pernyataan Khusus – Penjelas

b)

Orientasi – Pengungkapan Peristiwa – Menuju Konflik – Puncak Konflik – Resolusi – Koda

c)

Abstraksi – Orientasi – Komplikasi – Evaluasi – Koda

d)

Sampiran – Isi – Kompleks – Koda

e)

Orientasi – Urutan Peristiwa – Kehidupan Tokoh – Reorientasi – Penutup

2.

Di bawah ini merupakan fungsi teks cerita sejarah, kecuali….

a)

Rekreatif

b)

Imajinatif

c)

Inspiratif

d)

Edukatif

e)

Instruktif

3.

Di bawah ini yang bukan merupakan teks cerita sejarah adalah….

a)

Kemelut di Majapahit

b)

Gajah Mada Bergelut dalam Takhta dan Angkara

c)

Dilan

d)

Mangir

e)

Rumah Kaca

4.

Setelah Raden Wijaya berhasil menjadi Raja Majapahit pertama bergelar Kertarajasa Jayawardhana, beliau tidak melupakan jasa-jasa para senopati (perwira) yang setia dan banyak membantunya semenjak dahulu itu membagi-bagikan pangkat kepada mereka.

Penggalan tersebut merupakan bagian….

a)

Orientasi

b)

Pengungkapan peristiwa

c)

Menuju konflik

d)

Puncak konflik

e)

Penyelesaian

5.

Prajurit-prajurit yang telah diperintahkan membersihkan gedung bekas asrama telah menyelesaikan tugasnya.

Kalimat tersebut menunjukkan kaidah kebahasaan yang menyatakan….

a)

Kata kerja mental

b)

Kalimat tak langsung

c)

Kata kerja material

d)

Konjungsi temporal

e)

Kalimat bermakna lampau

6.

Setelah juara gulat itu pergi Sang Adipati bangkit dan berjalan tenang-tenang masuk ke kadipaten.

Kalimat tersebut menunjukkan kaidah kebahasaan yang menyatakan….

a)

Kata kerja mental

b)

Kalimat tak langsung

c)

Kata kerja material

d)

Konjungsi temporal

e)

Kalimat bermakna lampau

7.

Sejak Sekarang kau sudah boleh membuat rancangan yang harus kau lakukan, Gagak Bongol. Sementara itu, dimana pencandian akan dilakukan, aku usahakan malam ini sudah diketahui jawabannya.”

Kutipan tersebut menunjukkan kaidah kebahasaan yang menyatakan….

a)

Kata kerja mental

b)

Kalimat tak langsung

c)

Kata kerja material

d)

Konjungsi temporal

e)

Kalimat bermakna lampau

8.

Di depan Ratu Biksuni Gayatri yang berdiri, Sri Gitarja duduk bersimpuh. Emban tua itu melanjutkan tugasnya, kali ini untuk Sekar Kedaton Dyah Wiyat yang terlihat lebih tegar dari kakaknya, atau boleh jadi merupakan penampakan dari isi hatinya yang tidak bisa menerima dengan tulus pernikahan itu.

Kutipan tersebut menunjukkan kaidah kebahasaan yang menyatakan….

a)

Kata kerja mental

b)

Kalimat tak langsung

c)

Kata kerja material

d)

Konjungsi temporal

e)

Kalimat bermakna lampau

9.

Menurut Sang Patih, Galeng telah periksa seluruh kamar Syahbandar dan ia telah melihat banyak botol dan benda-benda yang ia tidak tahu nama dan gunanya.

Kalimat tersebut menunjukkan kaidah kebahasaan yang menyatakan….

a)

Kata kerja mental

b)

Kalimat tak langsung

c)

Kata kerja material

d)

Konjungsi temporal

e)

Kalimat bermakna lampau

10.

Riung Samudera menyatakan bahwa ia masih bingung dengan semua penjelasan Kendit Galih tentang masalah itu.

Kalimat tersebut menunjukkan kaidah kebahasaan yang menyatakan….

a)

Kata kerja mental

b)

Kalimat tak langsung

c)

Kata kerja material

d)

Konjungsi temporal

e)

Kalimat bermakna lampau

11.

Gajah Mada sependapat dengan jalan pikiran Senopati Gajah Enggon.

Kalimat tersebut menunjukkan kaidah kebahasaan yang menyatakan….

a)

Kata kerja mental

b)

Kalimat tak langsung

c)

Kata kerja material

d)

Konjungsi temporal

e)

Kalimat bermakna lampau

12.

Melihat itu, tak seorang pun yang menolak karena semua berpikir Patih Daha Gajah Mada memang mampu dan layak berada di tempat yang sekarang ia pegang.

Kalimat tersebut menunjukkan kaidah kebahasaan yang menyatakan….

a)

Kata kerja mental

b)

Kalimat tak langsung

c)

Kata kerja material

d)

Konjungsi temporal

e)

Kalimat bermakna lampau

13.

“Mana surat itu?”

“Ampun Gusti Adipati, patik takut maka patik bakar.”

Kalimat tersebut menunjukkan kaidah kebahasaan yang menyatakan….

a)

Kata-kata sifat

b)

dialog

c)

kata kerja mental

d)

kalimat tidak langsung

e)

kata kerja material

14.

Sri Jayanegara masih bisa diajak bercanda, tetapi tidak dengan Patih Daha Gajah Mada, sang pemilik wajah yang amat beku itu.

Kalimat tersebut menunjukkan kaidah kebahasaan yang menyatakan….

a)

Kata-kata sifat

b)

dialog

c)

kata kerja mental

d)

kalimat tidak langsung

e)

kata kerja material

15.

Kala itu tahun 1309. Segenap rakyat berkumpul di alun-alun. Semua berdoa, apa pun warna agamanya, apakah Siwa, Buddha, maupun Hindu.

Nilai yang mendominasi dalam kutipan teks sejarah tersebut adalah….

a)

Moral

b)

Agama

c)

Sosial

d)

Budaya

e)

Estetika

16.

Mereka bermaksud menyumbangkan tenaga juga. Maka jadilah dapur raksasa pada malam itu juga. Menyusul kemudian datang bondongan gerobak mengantarkan kayu bakar dan minyak-minyakan.

Nilai yang mendominasi dalam kutipan teks sejarah tersebut adalah….

a)

Moral

b)

Agama

c)

Sosial

d)

Budaya

e)

Estetika

17.

Diantara para Ibu Ratu yang terpukul hatinya, hanya Ibu Ratu Rajapatni Biksuni Gayatri yang bisa berpikir dengan tenang.

Ungkapan terpukul hatinya artinya…

a)

Hatinya terkena hantaman benda tumpul

b)

Sangat Sedih

c)

Bingung

d)

Gembira

e)

Bahagia

18.

Mampukah Cakradara menjadi tulang punggung mendampingi istrinya menyelenggarakan pemerintahan?

Ungkapan tulang punggung artinya…

a)

sandaran (sumber kekuatan)

b)

lawan yang seimbang

c)

Orang yang setia

d)

musuh yang kuat

e)

orang yang ditakuti

19.

Di sebelahnya, Gajah Mada membeku.

Ungkapan membeku artinya….

a)

Menjadi es

b)

Menjadi dingin

c)

Diam saja

d)

Tersenyum

e)

Tertawa

20.

… maka dia pun lantas gandrung bermain-main menjadi bunglon, membiarkan hatinya terus bergerak-gerak sebagaimana air di daun talas.

Peribahasa sebagaimana air di daun talas artinya….

a)

Orang hebat

b)

Pendiam

c)

Tidak Punya Pendirian

d)

Ramah

e)

Kasar