NEW
Font size
WorksheetsPenilaian Harian KD 3.4
Total questions: 11
Worksheet time: 6mins
Ciri ciri yang dapat dikemukakan untuk mengidentifikasi perkakas pada masa Palaeolithikum adalah ....
kapak genggam chopper, batu utuh belum diproses,belum bisa digunakan untuk mengolah tanah, berburu dan meramu, pola hunian nomaden.
kapak genggam pebble, batu diproses dengan cara dibelah, digunakan untuk menggembur tanah, bercocok tanam dengan cara berkebun, pola hunian sedenter tapi pada saat tertentu nomaden
kapak lonjong dan persegi, batu diproses dengan cara diasah, digunakan untuk menggali tanah, bercocok tanam dengan cara berladang, pola hunian sedenter.
kapak corong, logam diproses dengan cara dicetak dan diasah, digunakan untuk membalik tanah, bercocok tanam dengan cara bersawah, pola hunian sedenter.
kapak bahu, logam diproses dengan cara ditempa, digunakan untuk mengaduk tanah, bercocok tanam dengan cara ladang berpindah, pola hunian sedenter.
Ciri ciri yang dapat dikemukakan untuk mengidentifikasi perkakas pada zaman Logam adalah ....
kapak genggam chopper, batu utuh belum diproses,belum bisa digunakan untuk mengolah tanah, berburu dan meramu, pola hunian nomaden.
kapak genggam pebble, batu diproses dengan cara dibelah, digunakan untuk menggembur tanah, bercocok tanam dengan cara berkebun, pola hunian sedenter tapi pada saat tertentu nomaden.
kapak lonjong dan persegi, batu diproses dengan cara diasah, digunakan untuk menggali tanah, bercocok tanam dengan cara berladang, pola hunian sedenter.
kapak corong, logam diproses dengan cara dicetak dan diasah, digunakan untuk membalik tanah, bercocok tanam dengan cara bersawah, pola hunian sedenter.
kapak bahu, logam diproses dengan cara ditempa, digunakan untuk mengaduk tanah, bercocok tanam dengan cara ladang berpindah, pola hunian sedenter
Berdasarkan pengamatan terhadap Kapak Persegi dan Kapak Lonjong maka dapat disimpulkan perkakas jaman Neolithikum ini memilki ciri ciri terbuat dari ....
logam yang diasah
batu utuh yang belum diproses
batu yang diproses dengan cara dibelah
batu yang diproses dengan cara diasah
batu besar sebagai perangkat pemujaan kepada arwah nenek
moyang.
moyang.
Masyarakat pada Jaman Megalithikum telah mengenal tata cara penguburan yang baik. Hasil kebudayaan Megalithikum yang memberi petunjuk pernyataan tersebut adalah ....
dolmen
arca Batu
sarkopagus
punden berundak
menhir
Dalam kepercayaan Animisme masyarakat pendukungnya percaya bahwa nenek moyang mereka yang telah meninggal akan hidup lagi dan arwahnya bersemayam di puncak gunung. Masyarakat di dataran rendah yang daerahnya tidak berpegunungan biasanya membuat bangunan tinggi semacam gunung. Hasil kebudayaan Megalithikum yang dapat memberi petunjuk pernyataan tersebut adalah .....
Punden berundak – undak
menhir
nekara
sarkopagus
dolmen
Perhatikan identifikasi atas perkakas berikut ini :
Merupakan prototype dari mata cangkul, dihasilkan dari proses mencetak logam, kemudian diasah ,sehingga kemampuannya setara dengan cangkul, yaitu dapat digunakan untuk membalik tanah pada proses bercocok tanam dengan cara bersawah.
Perkakas yang dimaksud dalam bacaan tersebut adalah ...
kapak genggam chopper
kapak genggam pebble
kapak lonjong
kapak persegi
apak corong
Masyarakat praaksara hidup secara nomaden. Nomaden artinya ....
bergantung pada alam
berpindah dari satu tempat ketempat lain
mengumpulkan bahan makanan
berburu binatang
memproduksi makanan
Perkakas masa Mesolitikum terbuat dari batu yang diproses sederhana dengan cara dibelah menjadi dua bagian batu yang memiliki sisi sisi yang tajam, hal tersebut mempengaruhi cara masyarakata pada masa ini dalam memenuhi kebutuhan hidup , yaitu ....
berdagang
berburu dan mengumpulkan makanan
bercocok tanam dengan cara berkebun
bercocok tanam dengan cara berladang
bercocok tanam dengan cara bersawah
Salah satu hasil kebudayaan Megalithikum adalah Menhir yang berfungsi ....
tempat mengikat binatang korban persembahan untuk arwah nenek moyang
tempat meletakan sesajian untuk arwah nenek moyang
tempat mengubur jasad nenek moyang yang meninggal
tempat melakukan ritual upacara penyembahan arwah nenek moyang
tempat rekreasi untuk mengenang arwah nenek moyang
Dua daerah yang diperkirakan sebagai pusat kebudayaan Palaeolithikum adalah .....
Ngandong dan Sangiran
Sangiran dan Mojokerto
Pacitan dan Ngandong
Pacitan dan Mojokerto
Sangiran dan Pacitan
aman Neolithikum merupakan era revolusi dalam kehidupan masyarakat pra sejarah Indonesia yaitu perubahan dari ....
food gathering menjadi food producing
menggunakan perkakas batu menjadi perkakas logam
pola hunian Sedenter ( menetap ) menjadi Nomaden ( berpindah )
menganut kepercayaan Animisme menjadi dinamisme
mengembangkan kemampuan mengasah menjadi mencetak
