NEW
Font size
WorksheetsPOSTES HIKAYAT
Total questions: 20
Worksheet time: 10mins
Maka anakanda yang mulia baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.
Kata “yang mulia baginda” dalam penggalan hikayat di atas menggunakan majas...
antonomasi
metafora
hiiperbola
personifikasi
simile
Maka anakanda yang mulia baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.
Kata arkais yang bercetak miring pada penggalan hikayat di atas memiliki makna...
diusir
diperintah
diminta
diizinkan
dipanggil
Maka anakanda yang mulia baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.
Nilai yang terkandung dalam penggalan hikayat di atas adalah...
nilai sosial
nilai estetika
nilai edukasi
nilai agama
nilai budaya
Hikayat adalah salah satu jenis cerita rakyat yang disajikan dengan menonjolkan unsur penceritaan berciri....
cerita yang dibuat-buat oleh pengarangnya
kepandaian dan kecerdasan tokoh-tokohnya
kemustahilan dan kesaktian tokoh-tokohnya
kesaktian dan keunggulan ceritanya
kemustahilan dan kepandaian tokoh-tokohnya
(1) bersifat imajinasi (2) mengisahkan tentang kerajaan (3) nama penciptanya tidak diketahui (4) bersifat menyindir (5) bersifat menghibur
Nomor berapakah yang merupakan ciri-ciri hikayat?
(2), (4), (5)
(1), (3), (5)
(1), (2), (3)
(1), (4), (5)
(1), (2), (3)
Bacalah hikayat berikut!
Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.
Amanat yang tersirat dalam kutipan sastra klasik tersebut adalah …
Basmilah jika melihat kejahatan
Jangan menyombongkan diri
Tunjukkanlah jika memiliki suatu kemampuan
Bersyukurlah jika mendapat pertolongan
hendaklah menolong orang yang dalam kesulitan
Bacalah hikayat berikut!
Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.
Nilai moral yang terdapat dalam kutipan sastra Melayu klasik tersebut adalah ....
kekacauan penduduk akibat hasutan
kepedulian rakyat atas keselamatan rajanya
kekejaman raja terhadap rakyatnya
ketidakpedulian raja terhadap rakyatnya
keadilan seorang raja kepada rakyatnya
Bacalah Hikayat berikut !
Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.
Kalimat dalam kutipan tersebut yang menunjukkan ciri-ciri sastra Melayu klasik dilihat dari bahasanya, menggunakan kata....
diam, dan tuan
hamba dan buraksa
daripadanya dan merebut
raja dan tamasya
rimba dan akal
Bacalah penggalan hikayat tersebut!
Maka tiadalah terjawab oleh laki-laki itu. Maka disuruh oleh Masyhudulhakk jauhkan laki-laki Bedawi itu. Setelah itu maka dipanggilnya pula orang tua itu. Maka kata Masyhudulhakk, "Hai orang tua, sungguhlah perempuan itu istrimu sebenar-benamya?"
Konjungsi yang menyatakan urutan waktu atau peristiwa pada penggalan hikayat di atas adalah...
kemudian
lalu
maka
setelah itu
selanjutnya
Bacalah penggalan hikayat tersebut!
Pada suatu hari, raja hendak pergi jauh. Ia mengumpulkan semua putri-putrinya.“Aku hendak pergi jauh dan lama. Buah tangan apakah yang kalian inginkan?” tanya raja.“Aku ingin perhiasan yang mahal,” kata Putri Jambon.“Aku mau kain sutra yang berkilau-kilau,” kata Putri Jingga.
Majas yang digunakan pada penggalan teks hikayat di atas adalah...
alegori
antonomasia
personifikasi
simile
metafora
Bacalah penggalan hikayat berikut!
Setelah tiba di istana, Baginda Raja menyambut Abu Nawas dengan sebuah senyuman. “Akhir-akhir ini aku sering mendapat gangguan perut. Kata tabib pribadiku, aku kena serangan angin.” kata Baginda Raja memulai pembicaraan.“Ampun Tuanku, apa yang bisa hamba lakukan hingga hamba dipanggil.” tanya Abu Nawas.“Aku hanya menginginkan engkau menangkap angin dan memenjarakannya.” kata Baginda.
Majas yang digunakan pada penggalan hikayat di atas adalah...
metafora
antonomasia
alegori
personifikasi
simile
Hikayat termasuk ke dalam jenis teks ....
deskripsi
laporan
narasi
eksposisi
prosedur
Hikayat banyak menggunakan kata arkais. Yang dimaksud kata arkais adalah ....
kata-kata baku
kata-kata Melayu yang sudah jarang digunakan
kata-kata resapan dari bahasa asing
kata-kata yang sudah jarang digunakan
kata-kata yang tidak terdapat di kamus
Salah satu karakteristik hikayat adalah menggunakan alur berbingkai. Yang dimaksud alur berbingkai adalah ...
alur maju
alur mundur
alur campuran
alur yang di dalamnya terdapat cerita yang lain
alur yang membahas tokoh lain
Hang Jebat merupakan orang yang menjadi pengganti dari posisi Hang Tuah yang menaruh dendam atas keputusan raja yang diberikan kepada sahabatnya tersebut. Kesetiaan yang dimilikinya terhadap sahabatnya membuat Hang Jebat mengamuk di area Keraton. Dayang-dayang dan putri-putri banyak diperlakukan kurang sopan sehingga banyak orang yang menjadi mati karena keris yang dimilikinya dan hasil pemberian dari Hang Tuah kepada dirinya. Tiada seorang pun di Keraton yang berani mendinginkan dirinya sehingga raja juga mengalami kesulitan dan ketakutan atas perlakuan dirinya tersebut.
Dari cuplikan bacaan di atas, dapat disimpulkan bahwa watak yang dimiliki oleh Hang Jebat yaitu…..
baik hati
kasar
lembut
sombong
pemberani
Bentuk sudut pandang dari seorang pengarang yang digunakan sebagai bentuk penyajian tokoh, tindakan, latar, dan juga peristiwa yang lainnya yaitu…..
sudut pandang
amanat
alur
tema
latar
Bacalah sepenggal hikayat berikut ini ! Alkisah, ini hikayat orang dahulu kala. Diceritakan orang yang empunya cerita ini kisah pelanduk jenaka pri bijaksana pandai ia berbuat dusta segala binatang di dalam hutan rimba belantara. Demikianlah bunyinya, sekali peristiwa ada seekor pelanduk, maka ia duduk kepada suatu rimba hampir dengan Gunung Indrakila namanya disebut orang dan padang itupun … luasnya. Maka, banyaklah pada tempat itu segala binatang marga satwa sekaliannya berhimpun di sana.
Judul yang sesuai untuk penggalan hikayat di atas adalah ….
Hikayat Pelanduk Jenaka
Hikayat Gunung Indrakila
Hikayat Si Pendusta
Hikayat Orang Dahulu Kata
Hikayat Seekor Binatang
Bacalah sepenggal hikayat berikut ini ! Alkisah, ini hikayat orang dahulu kala. Diceritakan orang yang empunya cerita ini kisah pelanduk jenaka pri bijaksana pandai ia berbuat dusta segala binatang di dalam hutan rimba belantara. Demikianlah bunyinya, sekali peristiwa ada seekor pelanduk, maka ia duduk kepada suatu rimba hampir dengan Gunung Indrakila namanya disebut orang dan padang itupun … luasnya. Maka, banyaklah pada tempat itu segala binatang marga satwa sekaliannya berhimpun di sana.
Latar tempat dari penggalan hikayat tersebut adalah….
Gunung Indrakila
Padang rumput
Marga Satwa
Hutan rimba
Kebun Binatang
Bacalah teks hikayat berikut dengan saksama! Sebermula ada pun yang berjalan itu pertama Maharaja Dandah, kemudian menjadi saya pikir itu Maharaja Baruang, dan menjadi kepala jalan Maharaja Syahmar dan Raja Perkasa yang menjadi ekor sekali, dan beberapa pula raja-raja sekalian isi rimba itu berjalan dengan segala rakyat tentaranya mengirimkan Tuan Syekh Alim di rimba itu serta dengan tempik soraknya. Adalah lakunya seperti halilintar membelah bumi dari sebab segala raja-raja yang tiada terkira-kira banyaknya itu. Syahdan maka segala isi rimba yang di tanah itu pun berjeritanlah dan tiadalah berketahuan lagi membawa dirinya, ada yang ke dalam lubang tanah ada yang di celah-celah batu adanya.
Menilik isinya, kutipan di atas merupakan bagian … dari keseluruhan alur cerita.
eksposisi (pengenalan)
komplikasi (pertikaian awal)
konflik (pertentangan)
puncak konflik (klimaks)
penyelesaian (falling action)
Sebermula, maka adalah pada masa itu dalam pulau Singapura itu tiadalah ada binatang buas atau jinak yang kelihatan melainkan tikus. Maka, beribu-ribu tikus tanah itu sepanjang jalan serta dengan besar-besarnya hampir bagai kucing adanya. Maka jikalau kita berjalan pada malam, dilanggarkannya, beberapa banyak orang jatuh, demikianlah besarnya. Maka pada suatu malam di rumah tempat kutinggal itu ada dipelihara beberapa kucing. Maka pada setengah malam kedengaran kucing mengiau-ngiau. Keluarlah kawanku dengan membawa damar, hendak pergi melihat apakah sebabnya kucing itu. Maka serta dilihatnya ada enam tujuh ekor tikus berkerumun menggigit kucing itu. Ada yang menggigit pipinya sehingga tiadalah boleh bergerak lagi kucing itu melainkan mengiau-ngiau saja.Hikayat Abdulah.
Isi yang diungkapkan dalam penggalan hikayat tersebut adalah …
Di pulau Singapura kucing dan tikus saling bermusuhan.
Di pulau Singapura kucing selalu mengalahkan tikus.
Kucing selalu dipermainkan tikus-tikus.
Di mana pun tikus selalu memangsa kucing.
Di pulau Singapura terdapat banyak tikus
