NEW
Font size
WorksheetsPH TEKS CERPEN KELAS IX 12/10/2022
Total questions: 15
Worksheet time: 17mins
Seperti remaja lain di kampung saya, saya kebingungan dengan banyak hal. Satu hal yang pasti, kita harus lebih dekat bersahabat dengan alam agar alam juga bersahabat dengan kita. Pohon memang keramat, harus dihargai, dihormati, dijaga, dipelihara. Tanpa pohon bencana akan lebih sering terjadi menimpa kita. Mbah Jayasakti mestinya berubah menjadi kesadaran ilmu. Kakek benar, banyak orang Cuma merasa pintar padahal sebetulnya tidak.
Konflik pada kutipan cerpen tersebut adalah ….
Remaja di suatu desa yang sedang kebingungan
Terjadi bencana di suatu desa karena sudah tidak bersahabat dengan pohon
Kehadiran Mbah Jayasakti yang keramat
Kakek mampu mengalahkan Mbha Jayasakti
Ketika tubuhnya digerogoti penyakit dengan enteng orang miskin itu melenggang ke rumah sakit. Ia menyerahkan Kartu Tanda Miskim pada suster jaga. Karena banyak bangsal kosong, suster itu menyuruhnya menunggu di lorong.”begitulah enaknya jadi orang miskin,” batinnya,”dapat fasilitas gratis tidur di lantai.” Dan orang miskin itu dibiarkan menunggu berhari-hari.
Permasalahan pada kutipan cerpen di atas adalah …
Tubuhnya digerogoti penyakit
Buruknya pelayanan rumah sakit
Susahnya menjadi orang miskin
Banyak bangsal yang kosong
Deru burung besi itu kian nyaring begitu melewati tempatnya berjongkok. Ia menghentikan gerakan tangannya. Menggiring burung itu lenyap dari mata lamurnya. Lalu, tangannya kembali menggumuli cucian pakaian yang tak kunjung habis itu. Beberapa detik sekali, tangan keriputnya berhenti, lalu ia menampari pipi dan kaki.
Makna ungkapan burung besi dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….
burung mainan anak
burung tiruan dari besi
pesawat terbang
pesawat mainan anak-anak
. . . .“Apa-apaan sih, elo? Posternya kan jadi sobek!!!”“Sorry, Rin! Gue bener-bener nggak sengaja!”Rinta sama sekali nggak ngegubris pembelaan Anya. Ia masih memandangi poster Blur kesayangannya yang kini sudah terbagi dua karena robek. “Rin, sorry,ya. Gue . . . .”“Aah! Udah, deh! Pulang, sana!” potong Rinta kesal, matanya sudah sembap, hampir nangis. Anya nggak mau memperburuk keadaan. Ia pun langsung keluar dari kamar Rinta dan bergegas pulang.
Kutipan teks cerpen tersebut memuat bagian….
. Orientasi
Resolusi
Komplikasi
Koda
Berikut ini yang bukan struktur teks cerpen adalah …
Orientasi
Imajinasi
Komplikasi
Resolusi
... Sarjo mempersilakan Pak Sukardi beserta anak buahnya untuk masuk ke rumahnya melihat tanaman koleksi Sarjo sekaligus mampir untuk beristirahat. Pak Sukardi kaget melihat koleksi Sarjo. Ternyata Sarjo memiliki bonsai yang lebih banyak daripada koleksi di rumahnya.
"Mas, saya ingin membeli bonsai yang berpot besar itu!"
"Sudah Pak, ambil saja! Saya sudah sejak kecil mengumpulkan ini semua."
(Andi Dwi Handoko, "Bonsai")
Karakter tokoh Sarjo dalam kutipan teks tersebut adalah ....
ramah, telaten, dermawan
rajin, pemarah, teliti
ceroboh, malas, kaya
cermat, pelit, perhitungan
Selain di warung-warung Koran, kadang-kadang aku juga pergi ke perpustakaan daerah. Di sana aku mencermati Koran-koran yang di warung Koran tidak ada. Di sana aku biasanya lebih bebas, karena lepas dari kewajiban membeli Koran.
Cerpen di atas menggunakan sudut pandang …
Orang pertama
Orang kedua
Orang pertama tokoh sampingan
Orang ketiga
Ruang pameraan itu tidak begitu penuh dikunjungi orang hingga tempat yang kecil itu tak hendak meledak. Berulang kali Pri melayangkan pandangannya ke sudut sana. Pokoknya, gadis itu punya pesona tersendiri, punya daya tarik tersendiri, punya magnet yang bisa mengajak mata untuk selalu menatapnya. Sebenarnya sih, sederhana saja penampilanya. Tetapi ia tampak istimewa dengan pakaian seragam seperti itu.
Ciri kebahasaan yang ditonjolkan dalam kutipan cerpen di atas adalah…
Penggunaan majas
Penggunaan kata benda khusus
Penggunaan ungkapan deskriptif untuk menggambarkan keadaan
Penggunaan kata/kalimat emotif
Aku duduk sendirian di halte depan sekolah menunggu angkot yang akan mengantarku pulang. Kini aku harus membiasakan diri karena tak ada lagi mobil mewah dan sopir pribadi.
(Utami Panca Dewi, "Luka Hati Sabrina")
Latar tempat kutipan teks cerpen tersebut adalah ....
halte depan sekolah
terminal
depan rumah
di halte dekat rumah
Bacalah kutipan cerpen berikut ini!
(1) Setelah aku tidur bersama nenek selama tiga hari, senyum nenek semakin lebar dan beliau mengurcapkan, "Terima kasih cucuku, kamu telah memberikan hadiah teristimewa di akhir hidupku." (2) Dan disuruh semua anaknya berkumpul. (3) Setelah semua berkumpul, nenek menutup mata untuk selama-lamanya. (4) Nenek tetap tersenyum meskipun nadinya tidak lagi berdenyut.
Sumber: Nasihat Terindah, karya lrwan Ahmad Rozaki
Kalimat langsung pada kutipan cerpen tersebut terdapat pada kalimat nomor ....
1
2
3
4
Karena terlalu banyak variasi, mobil Pian tidak sempat sampai di pecenongan. Agaknya pecenongan juga sudah sepi. Di samping itu, Pian sendiri sudah lupa mau ke mana. Setelah putar-putar nabrak sana nabrak sini, entah berapa korban yang jatuh, mobilnya mulai batuk-batuk. Periksa punya periksa rupanya bensinnya mulai habis.
Kalimat yang digarisbawahi merupakan majas ....
Metafora
Personifikasi
Simile
Hiperbola
Air mukɑ sukri kembɑli murɑm, seperti ɑwɑn mendung yɑng bergerɑk-gerɑk cepɑt menutupi bulɑn purnɑmɑ.
Seperti remaja lain di kampung saya, saya kebingungan dengan banyak hal. Satu hal yang pasti, kita harus lebih dekat bersahabat dengan alam agar alam juga bersahabat dengan kita. Pohon memang keramat, harus dihargai, dihormati, dijaga, dipelihara. Tanpa pohon bencana akan lebih sering terjadi menimpa kita. Mbah Jayasakti mestinya berubah menjadi kesadaran ilmu. Kakek benar, banyak orang Cuma merasa pintar padahal sebetulnya tidak.
Kalimat diatas mengandung majas ......
Hiperbola
Repetisi
Simile
Litotes
19. Bacalah penggalan cerpen di bawah ini dengan cermat!
Dengan tergesa-gesa Ersa menaiki bus yang nyaris meninggalkan suasana yang kurang nyaman baginya. Dari kejauhan terdengan sayup suara “… penumpang bus Gemilang harap untuk segera memasuki kendaraan…”. Hati Ersa agak tenang karena dia sudah berada di dalamnya. “Mudah-mudahan sore nanti aku bisa berada di acara itu,” harapnya dalam hati.
Latar waktu dan tempat pada penggalan cerpen tersebut adalah …
a. sore hari, terminal
b. siang hari, perjalanan
c. siang hari, terminal
d. pagi hari, rumah
Masalah yang menjadi inti cerita disebut...
Tema
Penokohan
Latar
Alur
Raja siang sudah menampakkan dirinya di penghujung bukit. Gadis mungil itu masih tengah sibuk membenahi rambutnya yang menempel di dahinya akibat terpaan hujan pagi itu.
Majas yang terdapat pada kalimat paragraf tersebut adalah ....
Hiperbola
Simile
Metafora
Personifikasi
