wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Anekdot Sri Har

Total questions: 10

Worksheet time: 28mins

Name
Class
Date
1.

Cermati teks anekdot berikut ini untuk soal nomor 5-6!

Seorang dosen Fakultas Hukum sedang memberi kuliah Hukum Pidana. Saat tiba sesi tanya jawab si Ali bertanya pada dosen, ”Apa kepanjangan dari KUHP,Pak?” Lalu dosen tidak menjawab sendiri, tetapi dilemparkannya pada si Ahmad. “Saudara Ahmad, coba bantu saya untuk menjawab pertanyaan saudara Ali!” pinta beliau. Dengan tegas si Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak!” tegasnya. Mahasiswa lain tentu tertawa, sedang pak dosen geleng-geleng kepala, seraya menambahkan pertanyaan pada si Ahmad, “Saudara Ahmad, darimana Saudara tahu jawaban itu?” Dasar si Ahmad, pertanyaan tersebut dijawabnya pula dengan tegas, “Peribahasa Inggris mengatakan ‘Pengalaman adalah guru yang terbaik’ begitu, Pak!” Seisi kelas tertawa. Lalu tawa mereda dan kelas kembali tenang.

Arti istilah ‘Kasih Uang Habis Perkara’ dalam teks tersebut adalah ….

a)

setiap perkara dikenai biaya

b)

setiap perkara dapat ditindaklanjuti dengan uang

c)

setiap perkara dapat diselesaikan dengan uang   

d)

setiap perkara tidak dapat diuangkan

e)

setiap perkara tidak dapat diselesaikan

2.

PUNTUNG ROKOK

Singapura termasuk salah satu negara yang bersih. Siapa pun yang membuang sampah sembarangan bisa didenda, meskipun hanya membuang puntung rokok. Suatu ketika Azam sedang berlibur, tetapi tampaknya ia tak tahu akan adanya peraturan itu. Ia merokok sendirian sambil duduk di bangku. Karena rokoknya sudah hampir habis, ia membuang puntung rokoknya begitu saja dan jatuh persis di sisi kaki kirinya.


Tanpa disangka-sangka, tiba-tiba datang petugas dan menegur Azam dengan suara tegas, "Tahukah Anda bahwa Anda telah melakukan pelanggaran?"

"Tidak tahu. Apa gerangan yang telah saya perbuat?" jawab Azam.

"Anda telah membuang sampah sembarangan, yaitu puntung rokok," tegas petugas itu.

Dengan sigap Azam menjawab, "Oh... Maaf terjatuh."

Lalu, diambilnya puntung rokok itu serta langsung diisapnya lagi. Petugas itu hanya terbelalak keheranan. Kemudian, ia pergi meninggalkan Azam.


Isi dari teks anekdot tersebut ...

a)

Perlunya aturan membuang sampah.

b)

Singapura adalah salah satu negara yang bersih.

c)

Menyindir orang yang tidak menaati aturan membuang sampah.

d)

Denda terhadap kesalahan membuang sampah sembarangan.

e)

Petugas yang heran dengan sikap Azam.

3.

Bacalah kutipan teks berikut!

Malam itu tampak dingin. Andi dan adiknya kembali ke masjid untuk mencari pasangan sandal adiknya. Namun, nasib buruk bagi Andi karena warga mencurigainya sebagai pencuri. Andi pun dihakimi oleh massa.

"Saya tidak mencuri, saya hanya mencari pasangan sandal adik saya yang hilang," sahut Andi.

Adiknya hanya diam ketakutan.

"Bagaimana, apakah kita lanjutkan hukuman ini?" kata kepala kampung.

"Lanjutkan saja, hajar dia supaya dia kapok mencuri sandal di masjid kita!" seru warga.

Kritik yang hendak disampaikan melalui teks anekdot tersebut adalah ...

a)

banyaknya kasus pencurian sandal di masjid

b)

anak yang ceroboh karena meninggalkan sandal

c)

kebanyakan masyarakat yang suka main hakim sendiri

d)

kepala kampung yang mengayomi warganya

e)

hukuman untuk pencuri sandal

4.

Bacalah teks berikut ini!

Suatu hari guru menerangkan tentang biopori di depan kelas. “ Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir”jelasnya. “Sekarang, Ibu beri tugas pada kalian untuk membuat biopori di sekitar rumah, lalu kalian foto. Fotonya nanti ditempel di buku tugas dan berikan deskripsi”. Tiba-tiba seorang anak berkomentar.”Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya, tapi kata bapak itu bukan untuk menanggulangi banjir, melainkan biopori akibat sering banjir”. Mendengar itu semua anak dan Bu guru tertawa.

Makna tersirat pada anekdot tersebut adalah …

a)

Jalan sudah banyak yang rusak dan berlubang.

b)

Jalan sudah banyak bioporinya.

c)

Biopori itu bisa dijadikan sebagai salah satu usaha menghindari banjir”jelasnya

d)

Syukurlah Bu, jalan menuju rumah saya sudah banyak bioporinya

e)

Jalan bukan untuk menanggulangi banjir,

5.

Susunlah anekdot berikut ini sesuai dengan strukturnya dan apa makna tersirat yang ada?

1. Bu guru pun tersenyum

2. Siapa yang bisa membuat perumpamaan bagi penegakan hukum di negeri kita? Tanya Bu guru di depan kelas.

3. Bu guru bertanya kenapa disebut hukum kantong kresek

4. Tidak lama kemudian seorang anak menjawab dengan lantang

5. Hukum kantong kresek Bu, kata anak itu.

6. Hanya bisa menyelesaikan kasus kecil Bu, kalau kasus besar tidak pernah muat.

a)

1-2-3-4-5-6

Hukum di Indonesia Hanya bisa menyelesaikan kasus kecil. Jika kasus besar, tidak mau tahu.

b)

2-4-5-3-6-1 Hukum di Indonesia Hanya bisa menyelesaikan kasus kecil. Jika kasus besar, tidak selesai..

c)

2-4-3-5-1-6

Hukum di Indonesia Hanya bisa menyelesaikan kasus kecil. Jika kasus besar, tidak boleh diselesaikan.

d)

1-2-4-5-3-6

Hukum di Indonesia Hanya bisa menyimpan kasus kecil. Jika kasus besar, tidak muat.

e)

3-2-1-4-5-6

Hukum di Indonesia Hanya bisa menyelesaikan kasus kecil. Jika kasus besar, tidak selesai.

6.

Andi kehilangan sepeda motor, kemudian melapor ke kantor polisi setempat. Setelah tiga bulan berlalu, Andi belum juga mendapat kabar dari kepolisian. Akhirnya, Andi memutuskan pergi ke kantor polisi untuk menanyakan nasib motornya. Setelah sampai di kantor polisi, Andi merasa senang karena mendapat keterangan bahwa motornya sudah ditemukan. Andi ingin segera membawa pulang motor kesayangannya tersebut.

"Bolehkah saya membawa pulang motor tersebut, Pak?"

tanya Andi kepada petugas.

"Boleh, Nak. Asal kamu tahu diri." Jawab petugas.

"Oh iya. Saya mengucapkan terima kasih, Pak." Sambil berjabat tangan dan menerima surat keterangan. Petugas tersebut menyerahkan berkas penerimaan dengan berat.


Penyebab kelucuan anekdot tersebut adalah ...

a)

Andi kehilangan sepeda motor

b)

Setelah tiga bulan tidak ada kabar dari kepolisian

c)

Andi mendapat kabar nahwa motornya sudah ditemukan

d)

Petugas polisi mendapatkan upah terima kasih dari Andi

e)

Petugas menyerahkan berkas dengan berat hati

7.

Bacalah kutipan teks berikut!

Malam itu tampak dingin. Andi dan adiknya kembali ke masjid untuk mencari pasangan sandal adiknya. Namun, nasib buruk bagi Andi karena warga mencurigainya sebagai pencuri. Andi pun dihakimi oleh massa.

"Saya tidak mencuri, saya hanya mencari pasangan sandal adik saya yang hilang," sahut Andi.

Adiknya hanya diam ketakutan.

"Bagaimana, apakah kita lanjutkan hukuman ini?" kata kepala kampung.

"Lanjutkan saja, hajar dia supaya dia kapok mencuri sandal di masjid kita!" seru warga.

Kritik yang hendak disampaikan melalui teks anekdot tersebut adalah ...

a)

banyaknya kasus pencurian sandal di masjid

b)

anak yang ceroboh karena meninggalkan sandal

c)

kebanyakan masyarakat yang suka main hakim sendiri

d)

kepala kampung yang mengayomi warganya

e)

hukuman untuk pencuri sandal

8.

Bacalah teks anekdot tersebut!

Kisah Pemulung

Pada siang hari di sebuah kompleks perumahaan yang kelihatan mewah terjadi perdebatan antara Pak RT dan Pak Pemulung. Masalah yang mereka debatkan adalah hal remeh yaitu di lingkungan perumahan itu, memang sudah banyak ditempel papan dengan tulisan “Pemulung Dilarang Masuk”, tetapi masih saja ada pemulung yang tidak menaati aturan tersebut.

Pak RT: “Pak sedang cari apa di tempat sampah itu?”

Pemulung :“Ya, sudah tentu cari barang bekas atau botol plastik yang dapat didaur ulang.”

Pak RT : “Maaf ya Pak, Bapak dapat baca tulisan yang ada di depan pintu gerbang perumahan ini, tidak?”

Pemulung :“Emang tulisannya apa, Pak?”

Pak RT: “Di papan itu tertulis Pemulung Dilarang Masuk, lantas kenapa Bapak nekat masuk di perumahan ini?”

Pemulung : “Yah, Pak RT ini gimana sih… kalau saya bisa baca tulisan yang di papan itu, tentu saya tidak akan jadi pemulung, Pak!”

Pak RT kemudian terdiam membisu dan berpikir bahwa jawaban pemulung itu ada benarnya juga. Pemulung tadi ternyata buta huruf, jelaslah ia tidak bisa baca papan larangan pemulung.

Dari segi makna tersirat, teks anekdot di atas dapat diinterpretasikan sebagai...

a)

Masih banyak orang miskin di sekitar kita!

b)

Pemulung dilarang masuk!

c)

Banyak pemulung yang tidak menaati peraturan.

d)

Ternyata angka buta aksara disekitar kita masih banyak.

e)

Teranyata masih banyak pemulung disekitar kita.

9.

Andi kehilangan sepeda motor, kemudian melapor ke kantor polisi setempat. Setelah tiga bulan berlalu, Andi belum juga mendapat kabar dari kepolisian. Akhirnya, Andi memutuskan pergi ke kantor polisi untuk menanyakan nasib motornya. Setelah sampai di kantor polisi, Andi merasa senang karena mendapat keterangan bahwa motornya sudah ditemukan. Andi ingin segera membawa pulang motor kesayangannya tersebut.

"Bolehkah saya membawa pulang motor tersebut, Pak?"

tanya Andi kepada petugas.

"Boleh, Nak. Asal kamu tahu diri." Jawab petugas.

"Oh iya. Saya mengucapkan terima kasih, Pak." Sambil berjabat tangan dan menerima surat keterangan. Petugas tersebut menyerahkan berkas penerimaan dengan berat.


Sindiran yang terdapat dalam anekdot tersebut adalah ...

a)

Tempat parkir menjadi pusat pencurian sepeda motor

b)

Hendaknya menjaga keamanan barangnya sendiri-sendiri

c)

Petugas kepolisian seharusnya tidak melakukan pungutan liar dalam melayani masyarakat

d)

Ucapan terimakasih sangat berarti bagi petugas

e)

Kehilangan motor merupakan pengalaman yang berharga

10.

Hari ini kelas Bahasa Inggris dimulai pukul 10.00 WIB melalui media Zoom. Ayu segera bersiap-siap menyalakan laptop dan menyiapkan buku catatan di depannya.

Bu Guru : “Selamat pagi semuanya, semoga kalian semua tetap dalam keadaan sehat ya ya.”

Para murid menyalakan microfon untuk bersahut-sahutan menjawabnya. Beberapa sambil menyalakan kamera, sebagian mematikannya karena terhalang sinyal.

Menurut Ayu, kelas hari ini cukup ramai dari biasanya, ia bersyukur teman-temannya masih semangat belajar.

Bu Guru : “Baik, hari ini kita melanjutkan materi tentang teks anekdot. Tapi sebelumnya, ibu mau kalian mempresentasikan tugas yang sudah Ibu berikan minggu lalu untuk memastikan bahwa kalian sudah memahaminya.”

Mendengar hal tersebut, Ayu gugup karena merasa tidak menerima informasi terkait tugas apapun seminggu lalu.

Ia segera mengecek buku catatannya, namun nihil karena memang tidak ada catatan tugas sama sekali.

Karena takut, Ayu ingin berkata jujur. Mungkin siapa tahu Bu Guru memaafkannya.

Ayu : Maaf Ibu, sepertinya sebelumnya saya lupa mencatat bahwa ada PR. Jadi saya minta maaf jika saya belum mengerjakannya bu.”

Bu Guru : “Bagaimana bisa? Padahal semalam Ibu juga sudah mengingatkan lewat grup WhatsApp. Coba siapa nama lengkapmu dan absen nomor berapa?”

Ayu : “Nama saya Ayu Puspa bu, absen nomor 4.

Bu Guru : “Saya tidak merasa punya murid bernama Ayu Puspa.”

Ayu : “Bu Widhi kenapa jahat begitu, saya bahkan ketua kelas di sini bu.”

Bu Guru : “Hah? Sejak kapan nama saya berganti menjadi Widhi?”

Ayu : “Loh, sebentar. Bukannya ini kelas XII SMA Suka Maju, Tangerang Selatan ya bu?”

Bu Guru : “Bukan! Ini kelas XII SMA Harapan Kasih, Jakarta Utara!”

Mendengar hal itu, Ayu segera meminta maaf dan meninggalkan ruangan Zoom sambil merasa malu bukan main.

Makna tersirat dariteks anekdot di atas adalah ...

a)

Kita harus cermat masuk kelas online di zoom

b)

Kita harus malu jika salah kelas

c)

belajar di zoom sangat lucu

d)

Ruangan zoom sangat berguna

e)

Kita harus tepat waktu masuk kelas online di zoom