WorksheetsMenelaah Teks Cerpen
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
1) Malam semakin gelap dan rasanya tidak habis-habisnya mereka mengorek informasi dari pembantuku dan istriku. 2) Anak kami yang laki-laki juga ditanya. Dan akhirnya mereka pamitan. "Besok akan kita lanjutkan pencarian, sekarang sudah terlalu malam," kata kepala penyidik. 3) Malam itu kami tidak yang bisa tidur, istriku tidak hentinya menangis. Guru sekolah anakku yang menelpon menyampaikan simpati dan berjanji akan meminta semua orang tua teman sekelas anakku membantu mencari anak kami. Brosur dan foto anak kami sudah disebarkan. Sampai hari ketiga anak kami juga belum ketemu. 4) Polisi sudah tidak datang lagi ke rumah kami.
Kutipan teks cerpen tersebut merupakan struktur teks cerpen bagian ....
Orientasi
Komplikasi
Solusi
Resolusi
1) Malam semakin gelap dan rasanya tidak habis-habisnya mereka mengorek informasi dari pembantuku dan istriku. 2) Anak kami yang laki-laki juga ditanya. Dan akhirnya mereka pamitan. "Besok akan kita lanjutkan pencarian, sekarang sudah terlalu malam," kata kepala penyidik. 3) Malam itu kami tidak yang bisa tidur, istriku tidak hentinya menangis. Guru sekolah anakku yang menelpon menyampaikan simpati dan berjanji akan meminta semua orang tua teman sekelas anakku membantu mencari anak kami. Brosur dan foto anak kami sudah disebarkan. Sampai hari ketiga anak kami juga belum ketemu. 4) Polisi sudah tidak datang lagi ke rumah kami.
Latar yang terdapat dalam kutipan teks cerpen tersebut adalah ....
di sekolah, siang hari, suasana gelisah
di sekolah, malam hari, suasana panik
di rumah, malam hari, suasana panik
di rumah, sore hari, suasana gelisah
1) Malam semakin gelap dan rasanya tidak habis-habisnya mereka mengorek informasi dari pembantuku dan istriku. 2) Anak kami yang laki-laki juga ditanya. Dan akhirnya mereka pamitan. "Besok akan kita lanjutkan pencarian, sekarang sudah terlalu malam," kata kepala penyidik. 3) Malam itu kami tidak yang bisa tidur, istriku tidak hentinya menangis. Guru sekolah anakku yang menelpon menyampaikan simpati dan berjanji akan meminta semua orang tua teman sekelas anakku membantu mencari anak kami. Brosur dan foto anak kami sudah disebarkan. Sampai hari ketiga anak kami juga belum ketemu. 4) Polisi sudah tidak datang lagi ke rumah kami.
Konflik dalam kutipan cerpen tersebut adalah ....
Tokoh polisi tidak peduli dengan masalah yang dihadapi tokoh Aku
Tokoh Guru kurang simpati dengan hilangnya salah satu muridnya
Tokoh polisi tidak bisa tidur karena belum menemukan anak yang hilang
Tokoh Aku beserta istrinya panik dan sedih karena anaknya hilang
1) Malam semakin gelap dan rasanya tidak habis-habisnya mereka mengorek informasi dari pembantuku dan istriku. 2) Anak kami yang laki-laki juga ditanya. Dan akhirnya mereka pamitan. "Besok akan kita lanjutkan pencarian, sekarang sudah terlalu malam," kata kepala penyidik. 3) Malam itu kami tidak yang bisa tidur, istriku tidak hentinya menangis. Guru sekolah anakku yang menelpon menyampaikan simpati dan berjanji akan meminta semua orang tua teman sekelas anakku membantu mencari anak kami. Brosur dan foto anak kami sudah disebarkan. Sampai hari ketiga anak kami juga belum ketemu. 4) Polisi sudah tidak datang lagi ke rumah kami.
Sudut pandang yang digunakan yang digunakan pada cerpen di atas adalah ....
Orang pertama
Orang kedua
Orang ketiga sebagai pengamat
Orang ketiga serba tahu
Bacalah penggalan cerpen berikut!
Pagi ini Ibu menyuruhku berbelanja sedikit lebih banyak. Ada warga asing yang datang. Home stay. Orang Jepang. Sebetulnya dari mana pun itu aku tak peduli. Ada atau tidaknya orang baru di sekitarku, aku tak pernah menghiraukan. Toh mereka pun tak akan merasakan keberadaanku. Hari-hariku selain membantu Ibu kuhabiskan di dalam kamar. Menatap lambaian pepohonan kelapa dari balik jendela.
Latar suasana penggalan cerpen tersebut adalah ....
Terharu
Sunyi
Sedih
Senang
Bacalah kutipan cerpen berikut! Parjimin adalah tukang batu, tetangga Kurdi. Lumayan bagi mereka, mendapat proyek baru. Rupanya, proyek rumah gedong itulah yang selalu diperbincangkan Kurdi disetiap kesempatan. Di tempat perhelatan nikah, supitan, di tempat kerja bakti, sarasehan kampung, sampai ronda malam. Dia senantiasa tidak lupa menceritakan rencananya membangun rumah gedungnya itu.
Berdasarkan kutipan cerpen tersebut, Kurdi bersifat ....
Pemberani
Baik
Egois
Sombong
(1)Seperti teman-temannya yang lain, sebenarnya Andi ingin sekali memberi hadiah untuk Tommy, tetapi ia tidak enak hati meminta uang pada ibunya. (2)Apalagi, ibu hanya diam ketika ia menyodorkan undangan pesta ulang tahun Tommy kemarin. (3)Saat itu, ibu sedang duduk-duduk di beranda sambil memandangi matahari yang mulai tenggelam. (4)Diamnya ibu, pertanda ibu belum punya uang untuk membeli hadiah. (5)Andi sadar, sejak ayahnya meninggal tiga tahun yang lalu, ia dan ibunya memang harus hidup hemat. (6)”Ah masa iya aku tak bisa memberi hadiah untuk Tommy temanku?” gumam Andi seraya bangkit dari tempat tidur pembaringan. (7)Ia beranjak menuju meja belajarnya. (8)Dimatikannya lampu tidurnya dan digantinya dengan lampu belajar. (9)Ia mengambil secarik kertas, pensil, dan spidol warna-warni. (10)Tangannya mulai mencorat-coret. (11)Kini, ada senyum menghiasi bibirnya, “Besok pagi, aku sudah punya hadiah untuk Tommy.”
Bukti bahwa peristiwa tersebut terjadi pada malam hari terdapat pada kalimat nomor ....
(5)
(6)
(7)
(8)
(1)Seperti teman-temannya yang lain, sebenarnya Andi ingin sekali memberi hadiah untuk Tommy, tetapi ia tidak enak hati meminta uang pada ibunya. (2)Apalagi, ibu hanya diam ketika ia menyodorkan undangan pesta ulang tahun Tommy kemarin. (3)Saat itu, ibu sedang duduk-duduk di beranda sambil memandangi matahari yang mulai tenggelam. (4)Diamnya ibu, pertanda ibu belum punya uang untuk membeli hadiah. (5)Andi sadar, sejak ayahnya meninggal tiga tahun yang lalu, ia dan ibunya memang harus hidup hemat. (6)”Ah masa iya aku tak bisa memberi hadiah untuk Tommy temanku?” gumam Andi seraya bangkit dari tempat tidur pembaringan. (7)Ia beranjak menuju meja belajarnya. (8)Dimatikannya lampu tidurnya dan digantinya dengan lampu belajar. (9)Ia mengambil secarik kertas, pensil, dan spidol warna-warni. (10)Tangannya mulai mencorat-coret. (11)Kini, ada senyum menghiasi bibirnya, “Besok pagi, aku sudah punya hadiah untuk Tommy.”
Bukti bahwa watak Andi sombong ditunjukkan kalimat nomor ....
(5)
(6)
(7)
(8)
(1)Seperti teman-temannya yang lain, sebenarnya Andi ingin sekali memberi hadiah untuk Tommy, tetapi ia tidak enak hati meminta uang pada ibunya. (2)Apalagi, ibu hanya diam ketika ia menyodorkan undangan pesta ulang tahun Tommy kemarin. (3)Saat itu, ibu sedang duduk-duduk di beranda sambil memandangi matahari yang mulai tenggelam. (4)Diamnya ibu, pertanda ibu belum punya uang untuk membeli hadiah. (5)Andi sadar, sejak ayahnya meninggal tiga tahun yang lalu, ia dan ibunya memang harus hidup hemat. (6)”Ah masa iya aku tak bisa memberi hadiah untuk Tommy temanku?” gumam Andi seraya bangkit dari tempat tidur pembaringan. (7)Ia beranjak menuju meja belajarnya. (8)Dimatikannya lampu tidurnya dan digantinya dengan lampu belajar. (9)Ia mengambil secarik kertas, pensil, dan spidol warna-warni. (10)Tangannya mulai mencorat-coret. (11)Kini, ada senyum menghiasi bibirnya, “Besok pagi, aku sudah punya hadiah untuk Tommy.”
Amanat kutipan cerpen di atas adalah ....
Usahakan selalu memberi hadiah kepada teman orang tua!
Temanilah ibumu saat duduk-duduk di beranda!
Matikan lampu jika sudah tidak diperlukan!
Jangan menyusahkan orang tua hanya karena ingin memberi hadiah teman!
Tiba-tiba aku muak. Aku ingin muntah. Aku merasa jijik melihatnya. Aku benci perasaan yang tak pernah timbul kini begitu tajamnya mencekam hatiku. Dan aku memegang kasar tangannya yang meraba bahuku. Niat hendak mengenyahkannya. Tapi dia memegang lenganku kuat-kuat. Aku harus lepas! Aku mau melepaskan diriku. Dan aku menolehkan mukaku menghindari ciumannya. Darahku tersirap.
Nilai moral yang terkandung dalam kutipan di atas adalah ....
Orang yang keras kepala dan sombong.
Orang yang berusaha melawan kekuatan laki-laki.
Orang yang berusaha menjaga harga dirinya.
Orang yang ingin menunjukkan kemampuan membela diri
