Font size
WorksheetsNOVEL XII IPA/IPS
Total questions: 50
Worksheet time: 1hrs 13mins
1. Bacalah kutipan novel berikut!
Bagi orang-orang di desaku, yang kebanyakan mereka adalah perantau, saat lebaran seperti inilah waktunya untuk berkumpul. Waktu yang tepat untuk bersilaturahim, saling melepas rindu, dan saling memaafkan. Dan tentu saja, waktu menikmati hidangan spesial di rumah.
(Surat Kecil Untuk Ayah, Boy Candra)
Keterkaitan peristiwa dalam kutipan novel tersebut dengan kehidupan saat ini
adalah….
berkumpul dengan tetangga
bersilaturahmi setiap hari
mudik saat lebaran tiba
saling berbagi makanan
memaafkan orang lain
2. Bacalah kedua kutipan novel berikut!
Kutipan 1
Seorang pemuda bernama Kacak, yang merasa karena mamaknya adalah kepala desa, mempunyai sifat sombong dan selalu berbuat sekehendak hatinya sehingga kurang disukai oleh orang-orang sekampungnya. Namun, lain halnya dengan Midun, walupun hanya anak seorang petani miskin, tetapi ia mempunyai pendidikan moral dan agama yang baik, sehingga sangat disukai oleh orang-orang di kampungnya.
Kutipan 2
Tuti dan Maria, anak wedana pensiunan, R. Wiriaatmadja, ketika berada di Gedung Akuarium Jakarta bertemu dengan Yusuf, mahasiswa fakultas kedokteran. Maria siswa HBS, seorang yang lincah dan periang. Sebaliknya Tuti, kakaknya, gadis pemikir yang hanya mempercakapkan hal-hal yang dianggapnya perlu, aktivis organisasiwanita yang gagah memperjuangkankemajuan kaumnya.
Persamaan isi kedua kutipan novel di atas adalah….
sama-sama menggunakan alur maju
mengangkat tema pendidikan
menggunakan susut pandang orang pertama
menggambarkan watak tokoh
menggambarkan latar sosial
3. Bacalah kutipan novel berikut!
Cerita yang diangkat Negeri 5 Menara (N5M) sebenarnya sederhana dan jamak ditemui. Kisah seorang anak (Alif) yang harus merantau dari tanah Minangkabau ke Jawa (Ponorogo) untuk meneruskan sekolah di Pondok Madani. Di sana ia berkawan karib dengan Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dariBandung, dan Baso dari Gowa. Keenamnya kemudian dijuluki sahibul menara karena kebiasaan mereka yang sering berkumpul di bawah menara masjid sambil menunggu azan maghrib. Saat berkumpul itulah setiap anak berbagi mimpi dan harapan.
Makna kata yang bercetak miring pada kutipan novel di atas adalah….
orang yang memiliki
orang yang menguasai
orang yang jujur
orang yang terpelajar
orang yang memimpin
4. Bacalah kutipan novel berikut!
“Siapa laki-laki itu Lintang?”Tanya Sahara tercekat. “Bodenga...” “Oooh ...,” kami serentak menutup mulut dengan tangan.Menakutkan sekali.Tak ada yang berani berkomentar.Tegang menunggu kelanjutan cerita Lintang. “Aku lebih takut padanya daripada buaya mana pun. Pria ini tak mau dikenal orang, tapi sepanjang pesisir Belitung Timur, siapa tak kenal dia?”“Dia melewatiku seperti aku tak ada dan dia melangkah tanpa ragu mendekati binatang buas itu. Dia menyentuhnya! Menepuk-nepuk lembut kulitnya sambil menggumamkan sesuatu.Ganjil sekali, buaya itu seperti takluk, mengibas-ngibaskan ekornya laksana seekor anjing yang ingin mengambil hati tuannya. Lalu mendadak sontak dengan sebuah lompatan dahsyat seperti terbang, reptil zaman Cretaceous itu terjun ke rawa menimbulkan suara laksana tujuh pohon kelapa tumbang sekaligus.
(Andrea Hirata dalam Laskar Pelangi)
Isi yang tersurat dalam kutipan novel tersebut adalah....
jangan hidup mengucilkan diri sehingga dijauhi masyarakat
jangan mendekati binatang buas bila kita tidak memiliki keahlian
janganlah takut kepada manusia, tetapi takutlah kepada binatang buas
janganlah berbuat usil kepada orang-orang yang tidak mau bermasyarakat
janganlah menilai seseorang dari penampilannya
5. Bacalah kutipan novel berikut!
Tiap-tiap pemuda yang datang bersekolah di Betawi datang bertamasya di Danau Singkarak atau ke Sawah Lunto dan singgah di Solok, belum pernah mereka melampaui sebuah rumah kecil yang amat bersih rupanya, rumah itu dibeli oleh ibu Hanafidan disanalah ia tinggal bersama Rapiahkarena perlu menyekolahkan Syafei. Rapiah tidak suka lagi bercerai dengan mertuanya yang sudah dipandangnya sebagai ibu kandungnya, sedangkan ibu Hanafi pun berkata hendak menurutkan orang kedua itu kemana perginya.
Rapiah tetap menolak hendak dipersuamikan. Ia berkata tak sampai hati akan memberi ayah tiri pada Syafei.
(Salah Asuhan, Abdul Muis)
Keterkaitanisikutipan novel diatasdengankehidupansehari-hariadalah....
bertamasya ke Danau Singkarak atau Sawah Lunto
hendaklah kita mengunjungi saudara kita yang ada di daerah
suatu keluarga menyiapkan hidangan yang baik untuk menjamu tamu
ibu mertua dan anak menantu perempuan selalu bersama dalam melakukan sesuatu
tidak menikah lagi sesudah suaminya meninggal demi masa depan anak yang dicintai.
6. Bacalah kutipan novel berikut!
Orang tuanya bekerja sebagai nelayan miskin yang tidak hanya memiliki perahu. Mereka juga memiliki keluarga yang banyak yakni 14 kepala. Dari kejeniusan nya lintang sangat menyukai matematika. Tapi, Cita-citanya menjadi seorang ahli matematika harus terpangkas karena tuntutan untuk membantu orangtua menafkahi keluarga. Terlebih saat ayahnya meninggal ia harus bekerja keras untuk mencari nafkah padakeluarganya.
(Andrea Hirata dalam Laskar Pelangi)
Berdasarkan kutipan novel di atas, nilai kehidupan apakah yang hendak disampaikan oleh penulis...
Nilai moral
Nilai sosial
Nilai religius
Nilai patriotik
Nilai pendidikan
7. Bacalah kutipan novel berikut!
Ah, sebenarnya dia kagum pada laki-lakiitu. Agaknya mesti beginilah makna dari setiap jiwa yang besar. Manusia besar, yang bakal tak pernah dicetakn amanya dalam buku-buku pelajaran dan dikuliahkan oleh mahaguru-mahaguru. Sebab dia tak pernah menulis artikel dalam majalah, apalagi dalam surat kabar. Manusia besar ini, filosof ini, akan berlaku dari dunia tanpa apa- apa, selain sejumput kesan-kesan takberaturan pada sejumput orang lain tentang dia. Hanya itu.
(Ziarah, Iwan Simatupang)
Isi yang tersurat dalam kutipan novel tersebut adalah...
Sebenarnya orang akan menilai kebesaran jiwa seorang melalui nama dan karya- karya yang dihasilkan.
Laki-laki yang berjiwa besar itu telah meninggal dan namanya dicetak dalam buku- buku pelajaran.
Sesungguhnya kebesara njiwa seseoranglah yang menumbuhkan kekaguman pada orang lain meski orang itu tidak meninggalkan sesuatu kepada kita.
Orang besar yang banyak dikagumi orang dalam cerita ini tidak banyak
meninggalkan warisan kepada anak cucunya.
. Orang berjiwa besar telah menulis ide, gagasan, dan segala yang dipikirkan dalam buku-buku pelajaran
8. Bacalah kedua kutipan novel berikut!
Kutipan 1
Di sudut lain, Dandung dan Rio juga menebar senyum. Keduanya sahabat
gambir sedari masa SMP. Seperti Gambir, usia mereka juga 27 tahun.
Rio, mantan atlet renang yang sarat akan prestasi. Jangkung, bahu lebar, dan
dada bidang. Ia pengantong enam mendaliemas SEA GAMES dan PON. Saat prestasinya di puncak, ia malah secara resmi menyatakan pengunduran dirinya.
Kutipan 2
(Pintu Terlarang, Sekar Ayu Asmara)
Meski Noni selalu tampak lebih dewasa dan teratur ketimbang Wati yang serampangan, sesungguhnya Wati memiliki keteguhan yang tidak dimilik Noni. Sejak kecil Wati tahu apa yang dimau, dan untuk hal yang ia suka, wati seolah- olah bertransformasimenjadi sosok yang sama sekali berbeda.
(Perahu kertas, Dewi Lestari)
Persamaan isi kedua kutipan novel di atas adalah menggambarkan….
latar
suasana cerita
karakter tokoh
alur
amanat cerita
Urutan yang tepat dalam merancang suatu novel adalah ....
Menentukan tema-tokoh-alur cerita-latar
Menentukan tokoh-alur cerita-latar-tema
Menentukan tokoh-alur cerita-latar
Menentukan tema-tokoh-alur cerita
Menentukan tema-tokoh-latar
Bacalah kutipan novel berikut dengan seksama!
Empat hari kemudian aku duduk di samping sopir truk yang membawa hasil panen dari desa ke kota. Waktu itu umurku hampir enam belas tahun. Sudah dua tahun aku tidak bersekolah. Keputusan yang diambil ayahku merupakan peraturan yang harus diturut tanpa dirunding pihak yang bersangkutan. Pada waktu itu aku menerimanya dengan kewajaran abadi penuh ketaatan. Ayahku orang yang menentukan dalam kehidupan kami. Dan aku yang dibesarkan dalam lingkungan adat kepala tunduk untuk mengiyakan semua orang tua. Tidak melihat alasan apa pun buat membantahnya. Padahal waktu itu aku khawatir. Tetapi juga gembira. Keduanya disebabkan karena aku akan tinggal di kota ….
Nilai adat (budaya) yang menonjol dalam penggalan novel tersebut adalah ....
A. kebiasaan mengangkut hasil panen dari desa ke kota
B. anak perempuan yang beranjak remaja ditentukan jodohnya
C. orang tua yang menyerahkan anak gadisnya kepada orang lain
D. ayah menentukan kehidupan anaknya dan haranaknyaus dituruti oleh anaknya
E. orang tua yang memberi doa yang baik kepada anaknya
Puncak konflik pada novel biasanya juga disebut dengan...
Klimaks/komplikasi
Resolusi
Koda
Penutup
Penyelesaian
Serba susah, serba salah. Ini tak kuat, ini tak sanggup. Dan sementara itu pikiran dan semangat selalu dikacaukan dan diharubirukan oleh sesal tak putus, sedih tak berkesudahan. Teringat sawah dan rumah pusaka bapak, yang telah dijual dan dihabiskan! Terkenang kebaikan istri, yang telah meninggalkan dunia karena makan hati oleh perbuatan dan kelakukan diri sendiri. Di mana tinggal kemegahan selama ini.
Akan pelengah-lengah pikiran dan akan pembeli nasi Mak Iyah mau tak mau. Ia pun bekarja juga menganyam topidari pandan seperti pada malam itu.
Akan tetapi perasaannya selalu tergoda, semangatnya senantiasa terganggu!
Konflik yang tersirat pada penggalan novel tersebut lebih didasarkan pada masalah….
A. Sosial
B. Budaya
C. Kejiwaan
D. Politik
E. Lingkungan
“Anak kecil!” Dia tertawa mengejekku. “Mengapa duduk di belakang? Sini! Sini, duduk di muka! Masih ada tempat.” Tangannya melambai, lalu mendekat berjalan ke arah belakang bangku-bangku.
“Tidak, Pak! Di sini saja, “Jawabku. Dia berdiri di samping bangkuku. Tidak ada yang duduk bersamaku.
“Mengapa? Supaya paling akhir mendapat giliran?” tanyanya. Seisi kelas tertawa.
“Tidak, Pak,” kataku lagi. “Supaya dapat melihat orang-orang lain.” Sedangkan mereka, yang duduk di depan, harus berpaling untuk melihatku.
Watak tokoh “aku” dideskripsikan dengan cara
A. pelukisan bentuk fisik tokoh
B. penggambaran lingkungan sekitar tokoh
C. pengungkapan jalan pikiran tokoh
D. dialog antartokoh
E. Tanggapan tokoh lain
Urutan struktur novel yang benar adalah:
- evaluasi
- orientasi
- Resolusi
- komplikasi
- koda
- abstrak
6-4-2-5-1-3
6-2-4-1-3-5
2-3-1-4-6-5
6-2-4-3-1-5
2-4-5-3-6-1
Saat itu aku dihadapkan pada suatu dilema, apakah aku akan mendekatinya dan terus terang mengatakan kepadanya siapa aku ini sebenarnya atau tetap begini saja seterusnya. Semenjak aku menjadi mandor kebun, aku tidak pernah lagi berhubungan dengan Mas Sudibyo.
Watak tokoh “Aku” yang terlihat dalam penggalan novel tersebut adalah...
Egois
Ceroboh
Lemah
Penyabar
Peragu
Kepada
Komandan, Karman membungkuk berlebihan. Kemudian dia
mundur beberapa langkah, lalu berbalik.
Nilai yang terdapat dalam kutipan novel tersebut adalah ....
Nilai budaya
Nilai sosial
Nilai etik
NIlai agama
Nilai estetis
Dengan cara menekuk punggung dalam-dalam, Karman
memberi hormat kepada Pak Sersan. Kemudian ia memutar
tubuhnya dan berjalan beberapa langkah sampai ke gili-gili.
Nilai yang terdapat pada kutipan novel tersebut adalah ....
Nilai estetis
Nilai sosial
Nilai agama
Nilai moral
Nilai budaya
Andaikata aku sendiri yang
menghadapi masalah seperti itu, hatiku akan benar-benar
hancur. Sekarang marilah! Aku akan menemanimu mencari
sikap yang terbaik dalam menghadapi masalah yang tidak
ringan ini.
Nilai yang terdapat pada kutipan novel tersebut adalah ....
Nilai budaya
Nilai moral
Nilai agama
Nilai sosial
Nilai estetis
Di kamar pesalatan Marni berusaha mencari kesadaran
tertinggi agar bisa berdekat-dekat dengan Tuhan. Ia
bersimpuh dan merasa begitu kecil dan lemah.
Nilai yang terdapat pada kutipan novel tersebut adalah ....
Nilai moral
Nilai budaya
Nilai agama
Nilai sosial
Nilai estetis
Entahlah, suara kokok itu membawa
suasana jernih dan kudus. Ada ketenangan merambah hati,
membuat Marni teringat sesuatu. Diambilnya lampu tempel.
Pintu samping berderit ketika Marni membukanya. Marni
ingin mengambil air sembahyang.
Nilai yang terdapat pada kutipan novel tersebut adalah ....
Nilai budaya
Nilai agama
Nilai moral
Nilai estetis
Nilai sosial
Bu Haji menarik napas panjang. Tiba-tiba perempuan itu
merasa malu kepada diri sendiri. “Mengapa sampai sejauh
ini aku baru sadar ada dua anak yang wajib kusantuni?”
keluhnya. “Seharusnya sejak dulu kuperhatikan keduaanak
yatim ini.”
Nilai yang terdapat pada kutipan novel tersebut adalah ....
Nilai agama
Nilai moral
Nilai sosial
Nilai estetis
Nilai budaya
Hampir musim panen. Anak-anak di Pegaten mulai meniup-niup puput. Di pagi hari burung-burung gelatik dan murai
terbang berkelompok-kelompok menuju sawah.
Nilai yang terdapat pada kutipan novel tersebut adalah ....
Nilai etik
Nilai estetis
Nilai sosial
Nilai budaya
Nila agama
Semuanya seperti musim kering; kemarau datang dan angin gersang menusuk-nusuk. Semuanya seperti musim basah; hujan dan badai adalah nyanyian dalam sedih dan ngilu. Semuanya seperti perih, ketika langit tak menyisakan cerita apa-apa. Semuanya menjadi sepi...
(Nyanyi Sunyi dari Indragiri , Hary B Kori’un)
Gaya bahasa dalam kutipan novel di atas adalah gaya bahasa ....
antithesis
metafora
personifikasi
hiperbola
metonimia
Bacalah kutipan novel “Sunset Bersama Rosie” di bawah ini!
(1) Perahu terombang-ambing pelan (2) Jasmine memperbaiki posisi snorkel (3) Tegar meneriakkan agar tidak jauh-jauh (4) Jasmine mengacungkan tangannya (5) Dari sini terlihat betul betapa senangnya Jasmine.
4. Kalimat yang menunjukkan latar tempat terdapat dalam nomor ...
1
2
3
4
5
Bacalah kutipan novel “Sunset Bersama Rosie” di bawah ini!
Begitulah takdir membentuk suatu kisah yang sangat panjang hanya untuk menyatukan kedua orang tersebut. Setelah melalui banyak kesedihan, waktu, akhirnya mereka diberi kesempatan untuk bersama. Kalimat dalam kutipan novel diatas merupakan ...
Orientasi
Komplikasi
Resolusi
abstrak
koda
Di tengah orang yang berlomba – lomba menjadi patung lilin, Ayah adalah salah satu dari sedikit orang yang memilih untuk tetap menjadi manusia.
Watak tokoh ayah pada kutipan cerpen tersebut adalah ….
sombong
religius
tabah
bijaksana
rendah hati
Aku dan kakakku ibarat minyak dengan air. Sikap dan gagasan yang kami lontarkan selalu berbeda. Sebagai adik, aku mengalah karena ingin selalu menjaga hubungan baik. Apalagi usia kami yang semakin merambat tua.
Unsur intrinsik yang dominan dalam kutipan novel tersebut adalah ….
tema
latar
alur
amanat
penokohan
Udara danau Menjakut berbau bunga kopi, tertiup perlahan memasuki rongga hati, dan menghempas dadaku pada barisan awan di langit menuju arah laut, ke arah pantai, ke arah teluk Tanjung Cina. Di sanalah Sulaiman lelaki yang telah menebas separuh umurnya, telah terkubur dan pergi.
Majas yang terdapat pada kutipan cerpen tersebut adalah ….
personifikasi
hiperbola
metafora
sinestesia
simile
Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda.
“Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K
Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam penggalan tersebut adalah ….
Orang pertama pelaku dan ketiga
Orang ketiga pelaku sampingan
Orang ketiga pelaku utama
Orang pertama pelaku utama
Orang ketiga serbatahu
“Apapun yang kamu katakan terhadapku, kutak peduli. Walau kaucaci maki, kaukutuki, aku terima. Tapi, untuk membiarkan Math dan Arcy hidup sebagai suami istri, padahal Tuhan telah melarangnya, o ... o... o .... itu telah melanggar prinsip hidup setiap orang yang percaya pada-Nya. Kau memang telah berbuat sesuatu yang benar sebagai ibu yang mau memelihara kebahagiaan anaknya. Tapi, ada lagi kebenaran yang lebih mutlak yang tak bisa ditawar-tawar lagi, yakni kebenaran yang dikatakan Tuhan dalam kitab-Nya. Prinsip hidup segala manusialah menjunjung kebenaran Tuhan”
Nilai agama yang terdapat dalam kutipan novel tersebut ...
A. Segala keputusan hendaknya selalu dikembalikan pada ajaran agama.
B. Kesabaran seorang ayah dalam menghadapi perilaku anakanaknya
C. Tuhan melarang perkawinan beda agama.
D. Keikhlasan seorang ibu dalam membahagiakan anaknya.
E. Melanggar prinsip agarna mendatangkan kesengsaraan.
Cermati kutipan novel berikut!
(1)Belum habis katanya, ia sudah menyimpang mendekati kembang setahun itu.
(2) sambil menunjuk membelai-belai bunga yang segar-segar itu, ia berkata,
“Bagaimana engkau tersesat di tengah rimba- rimba ini? Siapakah yang menanammu di sini?” (3) Yusuf datang mendekat pula, “Tentulah ada orang membawa kembang setahun kemari, terjatuh atau dibuangkannya di sini setangkai yang sudah tua.” (4) “Bagus benar, bagus benar,” ujar Maria, tiada memperdulikan kata Yusuf, belum puas rupanya mengucapkan kekagumannya melihat kembang itu. (5) “Kalau kita di Jakarta, tentu saya cabut sekaliannya akan ditanam di rumah.” (6) Tidak usah engkau cabut, ambil saja kembang yang tua. Cukuplah ditanami!” (“Layar Terkembang” karya STA)
Kalimat yang menyatakan latar tempat dalam kutipan tersebut terdapat pada nomor…
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
Cermati teks berikut!
(1) Kehidupan di Lhok Nga mulai bergerak remang. (2) Cahaya matahari menyemburat dari balik bukit yang memagari kota. (3) Orang-orang sudah dari tadi kembali dari meunasah (beribadah). (4) Orang-orang mulai beranjak mengukir hari. (5) Yang berdagang pergi ke pasar, membuka toko-toko. (6) Yang bekerja di kantoran mandi, bersiap diri. (7) Yang sekolah menyiapkan buku-buku dan peralatan lainnya. (Hafalan Surat Delisa, Tere Liye)
Kalimat bermajas dalam paragraf tersebut terdapat pada kalimat bernomor...
(2) dan (3)
(3) dan (4)
(2) dan (4)
(6) dan (7)
(2) dan (7)
Cermati kutipan berikut!
Sekali aku menemukan cara licik untuk memperoleh kembali perhatian ronggeng Dukuh Paruk itu. Sebuah pepaya kucuri dari ladang orang. Pada saat yang baik, ketika Srintil seorang diri di pancuran, buah curian itu kuberikan kepadanya. Tak kukira aku akan memperoleh ucapan terima kasih yang menyakitkan, “Sesungguhnya aku menginginkan jeruk keprok,” kata Srintil dingin, “Tetapi buah papaya pun tak mengapa.”
Aku diam karena kecewa dan sedikit malu. Namun aku mendapat akal untuk menolong keadaan. Pikiran itu mendadak muncul setelah kulihat gigi Srintil telah berubah. (Ronggeng Dukuh Paruk, Ahmad Tohari)
Bukti yang menunjukkan watak tokoh Srintil seorang yang tinggi hati adalah….
paragraf pertama kalimat ketiga
paragraf pertama kalimat kedua
paragraf pertama kalimat keempat
kalimat pertama paragraf kedua
kalimat kedua paragraf ketiga
Cermati kutipan novel berikut!
Dari lantai dua ini, kalian bisa melihat pekerja konstruksi bakal town square dua ratus meter di sisi kiri gerai foto kopian tadi. Beberapa remaja berkumpul ramai di sana. Para pekerja yang memakai helm tak peduli dengan hujan. Mereka sedang mengejar target peresmian enam bulan lagi. Bersaing dengan dua pusat perbelanjaan lainnya yang serempak dibangun. Kota ini maju sekali meskipun itu harus dibayar dengan berbagai ketidaknyamanan.
Keterkaitan isi novel tersebut dengan kehidupan masyarakat saat ini adalah...
Kemajuan kota terkadang harus dibayar dengan berbagai ketidaknyamanan.
Para pekerja kontruksi harus siap bekerja di mana pun dan kapan pun.
Para pekerja kontruksi tetap bekerja meskipun kondisi hujan.
Adanya persaingan antara toko dengan pusat perbelanjaan.
Para remaja sering berkumpul di toko cuci cetak foto.
Cermati kutipan novel berikut!
Pak Balia selalu tampil prima karena ia mencintai profesinya, menyenangi ilmu, dan lebih dari itu, amat menghargai murid-muridnya. Setiap representasi dirinya ia perhitungkan dengan teliti sebab ia juga paham di depan kelas ia adalah center of universe dan karena yang diajarkan adalah sastra, muara segala keindahan. (Sang Pemimpi. Andrea Hirata)
Amanat penggalan novel tersebut adalah . . .
Jadilah guru sastra karena selalu menyenangkan.
Jadilah guru yang profesional dan dapat menghargai orang lain.
Tampilah dengan prima dan penuh gaya jika akan mengajar.
Hargai diri sendiri aar dapat menghargai orang lain.
Mengajarlah dengan sepenuh hati agar disukai oleh murid.
Pilihlah sebanyak-banyaknya unsur intrinsik yang digunakan di dalam novel...
Gaya Bahasa
Sifat
Penokohan
Majas
Latar
Cermati kutipan novel berikut!
Namun, aku memiliki filosofi baru bahwa berbuat yang terbaik pada titik di mana aku berdiri itulah sesungguhnya sikap yang realistis. Maka sekarang aku adalah orang yang paling optimis. Jika ku ibaratkan semangat manusia sebuah kurva, sebuah grafik, maka sikap optimis akan membawa kurva itu terus menanjak. Sebaliknya aku semakin terpatri dengn cita-cita agung kami ingin sekolah ke Prancis, menginjakan kaki di almamater suci Sorbonne, menjelajahi Eropa sampai ke Amerika. Tak pernah sedik pun terpikir untuk mengompromikan cita-cita itu. (Sang Pemimpi. Andera Hirata)
Amanat penggalan novel tersebut adalah . . . .
Bersemangatlah agar hidup memiliki makna.
Bersikaplah optimis untuk dapat meraih cita-cita.
Belajarlah sampai ke negeri seberang agar pandai.
Jangan malas belajar jika ingin menjadi terkenal.
Yakinlah pada diri sendiri agar mudah dalam belajar.
Cermati kutipan novel berikut dengan baik!
Wiraatmaja menggelengkan kepalanya. "Anak-anak berlainan dengan kita: apa yang kita katakan baik, katanya tidak baik." "Bukan begitu Bapak!" kata Tuti pula menyambung kata ayahnya. "Bukan mereka sengaja hendak bertentangan dengan orang tua. Yang bertentangan itu hanyalah pendapat tentang bahagia, tentang arti hidup kita sebagai manusia. Emang berkata bahwa bahagia itu ialah pekerjaan kemudian hari, pendeknya hidup yang senang.
Sudut pandang yang digunakan dalam kutipan tersebut adalah...
Orang pertama sebagai pelaku pertama
Orang ketiga serba tahu
Orang pertama sebagai pengamat
Orang ketiga terarah
Orang ketiga bukan tokoh utama
ermati kutipan berikut!
Pak Kepala Kanwil berkata dengan pelan dan pasti, namun cukup menusuk perasaan Setyani. Sosok pemimpin yang tegas dan kaku menurut Setyani itu, berulang kali mengucapkan kata-kata mutiara yang menyebalkan. Hati Setyani berletupan. “Ya, Bapak tidak mengalami sih, coba kalau istri Bapak yang harus memilih ultimatum itu. Bagaimana sikap Bapak? Bagaimana perasaan Bapak? Memang benar sebagai seorang pemimpin Bapak bersikap tegas. Tetapi, apakah tidak ada pertimbangan lain yang bersifat lebih manusiawi. Mengapa Bapak tidak menelusuri, mengapa suamimu pindah? Apa alasan pindah tugas? Bapak hanya menyapu rata. Bapak hanya menyapu bersih, mengambil permukaannya saja, tanpa mengikutsertakan perasaan. Yang ini telah dilupakan Bapak. Bukankah Bapak juga sebagai kepala rumah tangga yang dalam kesehariannya juga dikelilingi oleh anak dan istri yang setia? Di kantor memang Bapak pemimpin yang wibawa dan tegas. Tetapi, apakah salah jika dalam mengambil keputusan dan mengeluarkan dogma, Bapak mengikutsertakan sisi lain sebagai pertimbangan, yaitu nurani dan kemanusiaan misalnya. Semua permasalahan toh ada solusinya. (Sebuah Ultimatum, Susi Purwani)
Pesan moral yang terkandung dalam penggalan novel tersebut adalah . . .
Pemimpin yang baik mengambil keputusan secara tegas dan mempertimbangkan kemanusiaan.
Sikap tegas dan wibawa pemimpin kepada bawahannya tanpa pilih kasih atau adil.
Kesulitan seseorang dalam mengambil keputusan yang terbaik karena mempertimbangkan keadilan.
Kepedulian pemimpin terhadap masalah tugas dan keluarga yang kedua hal tersebut sama beratnya.
Risiko seorang pegawai dalam menjalankan tugas dan kewajiban sebagai anak buah.
Cermatilah paragraf berikut!
Malam terasa dingin. Rasa dingin membuatku takut. Lolongan anjing yang terus menerus menyurutkan keberanianku untuk bangun. Perlahan-lahan kuselimuti tubbuhku dengan sarung, lalu kucoba berlindung di balik bantal. Terasa tegak hangat tubuhku.
Perbaikan kalimat yang tidak padu yang bercetak miring pada paragraf tersebut adalah...
Angin malam berhembus ke arahku.
Angin membuatku kedinginan.
Hembusan angin malam itu begitu kencang.
Semilir angin membangunkan bulu kudukku.
Hembusan angin dari luar pintu terasa dingin.
Tegar, seorang pemuda sukses dengan tingkat kemapanan luar biasa, bertanggung jawab, jujur, tampan, tubuh atletis, tak kurang suatu apa pun, namun belum menikah hingga usianya sudah 35 tahun. Tegar pernah patah hati, menyaksikan pujaan hatinya, Rosie (yang telah dia cinta selama 20 tahun) dilamar oleh sahabatnya sendiri yang baru dikenalkannya pada Rosie dua bulan yang lalu. Rosie amat sangat menyukai sunset, tak pernah sekalipun wajahnya berpaling saat 47 detik sunset berlangsung, kecuali saat Nathan melamarnya di atas puncak Gunung Rinjani. Rosie memandang wajah Nathan. Tegar tak kuasa lebih lama lagi menyaksikan hal menyakitkan tersebut dan langsung memutuskan untuk menghilang dari kehidupan mereka berdua. (Sunset Bersama Rosie, Tere Liye)
Karakter tokoh Tegar dalam kutipan novel tersebut dapat diketahui melalui ...
Dialog antartokoh
Tanggapan tokoh lain
Pikiran tokoh
Tindakan tokoh
Penjelasan langsung
Cermati paragraf berikut!
Mereka terkejut melihat harimau ... melepaskan Pak Balam dari cengkeramannya. Harimau itu menghilang ke dalam hutan yang sangat gelap tengah malam itu. Dengan cepat mereka berlari dan menuju ke tempat Pak Balam terbaring. Dalam cahaya samar-samar dari potongan kayu yang menyala, mereka melihat betapa kaki kiri Pak Balam lukanya ..., betisnya terkena gigitan harimau, daging dan otot betisnya koyak hingga terlihat tulang yang putih, dan darah yang mengalir...
Frasa berikut yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah...
sangat besar, besar benar, teramat banyak
sangat besar, amat parah, amat banyak
cukup besar, sakit sekali, bagaikan air
agak besar, dalam sekali, tak tertahankan
tinggi besar, paling besar, seperti air
Cermati kutipan berikut!
Novel “Sunset Bersama Rosie” karya Tere Liye menceritakan tentang persahabatan sekaligus kisah cinta segitiga. Tokoh Tegar diceritakan harus patah hati melihat sahabat sekaligus gadis Rosie yang dicintainya dilamar oleh teman nya sendiri bernama Nathan. Namun setelah mereka menikah, bencana datang yaitu Nathan harus kehilangan nyawanya karena peristiwa Bom Bali. Setelah kejadian tersebut Rosie menjadi depresi dan anak-anaknya sangat sedih, Tegar tidak kuasa melihat keluarga Rosie. Ia pun menolong nya sampai keadaan putih, sampai dia harus membatalkan pernikannya dengan Sekar. Berjalannya waktu keluarga Rosie pulih seperti dahulu kala. Takdir menyatukan Tegar dan Rosie untuk bersatu.
Amanat yang dapat kita ambil dalam kutipan novel diatas ...
Menolong siapa pun untuk mendapat keuntungan
Kasihanilah mereka yang kita cintai
Bersenanglah karena dibalik musibah seseorang, terdapat peluang untuk kita
Tolonglah teman yang tertimpa musibah, walaupun itu berupa hal yang sangat kecil
Berbuat jujurlah atas perasaan yang kita punya
Temukan penggunaan kata tindakan pada kutipan novel berikut!
Sebagai penjaga surau, Kakek tidak mendapat apa-apa. Ia hidup dari sedekah yang dipungutnya sekali se-Jumat. Sekali enam bulan ia mendapat seperempat dari hasil pemungutan ikan mas dari kolam itu. Dan sekali setahun orang-orang mengantarkan fitrah Id kepadanya. Tapi sebagai garin ia tak begitu dikenal. Ia lebih dikenal sebagai pengasah pisau. Karena ia begitu mahir dengan pekerjaannya itu. Orang-orang suka minta tolong kepadanya, sedang ia tak pernah minta imbalan apa-apa. Orang-orang perempuan yang minta tolong mengasahkan pisau atau gunting, memberinya sambal sebagai imbalan. Orang laki-laki yang minta tolong, memberinya imbalan rokok, kadang-kadang uang. Tapi yang paling sering diterimanya ialah ucapan terima kasih dan sedikit senyum.
Cermati kutipan berikut!
Namun takdir berkata lain, dimalam sebelum pertunangan mereka, Bali terserang Bom (Bom Jimbaran) dan keluarga Rosie menjadi korban. Nathan meninggal, Rosie yang tak mampu menahan kehilangan depresi dan bersikap seperti orang gila.
Suasana yang terdapat dalam kutipan novel tersebut adalah ...
Gundah
Sedih
Tegang
Khusyuk
Hening
Pesan yang terdapat di dalam kutipan novel berikut ialah...
Haji Saleh yang menjadi pemimpin dan juru bicara tampil ke depan. Dan dengan suara yang menggeletar dan berirama rendah, ia memulai pidatonya: ‘O, Tuhan kami yang Mahabesar. Kami yang menghadap-Mu ini adalah umat-Mu yang paling taat beribadat, yang paling taat menyembah-Mu. Kamilah orang-orang yang selalu menyebut nama-Mu, memuji-muji kebesaran-Mu, mempropagandakan keadilan-Mu, dan lain-lainnya. Kitab-Mu kami hafal di luar kepala kami. Tak sesat sedikit pun kami membacanya. Akan tetapi, Tuhanku yang Mahakuasa setelah kami Engkau panggil kemari, Engkau memasukkan kami ke neraka. Maka sebelum terjadi hal-hal yang tak diingini, maka di sini, atas nama orang-orang yang cinta pada-Mu, kami menuntut agar hukuman yang Kaujatuhkan kepada kami ke surga sebagaimana yang Engkau janjikan dalam Kitab-Mu.’
Cermati kutipan berikut!
Jam kerja gue selesai pukul 11 malam. Pada saat itu gue baru bisa ngeliat handphone kembali setelah seharian di-silent. Dan hari itu, gue menemukan 15 missed call dari Trisna.
Radit : “Gila, 15 miskol? Ada gempa bumi? Pesawat jatuh? Dorce operasi kelamin lagi?
Trisna : “Lo dimana sekarang?” (Koala Kumal, Raditya Dika)
Kutipan novel diatas dibuka dengan ...
Mendeskripsikan suasana
Mendeskripsikan orang
Mendeskripsikan tempat
Mendeskripsikan waktu
Mendeskripsikan objek
Sebutkan latar (tempat, waktu, suasana) yang tergambar dalam kutipan novel tersebut...
Tengah hari ini, kota Cairo seakan membara. Matahari berpijar di tengah petala langit. Seumpama lidah api yang menjulur dan menjilat-jilat bumi. Tanah dan pasir menguapkan batu neraka. Hembusan angin sahara disertai debu yang bergulung-gulung menambah panas udara semakin tinggi dari detik ke detik. Penduduknya, banyak yang berlindung dalam flat yang ada dalam apartemen-apartemen berbentuk kubus dengan pintu jendela dan tirai tertutup rapat.
Cermatilah teks berikut dengan saksama!
(1) Langit yang cerah tiba-tiba mendung. (2) Para petani pun tergesa-gesa menuju lapangan. (3) Sambil membawa karung, mereka terus memasukkan gabah-gabah itu ke dalam karung. (4) Mereka khawatir jika tidak cepat-cepat dimasukkan ke karung akan banyak tangan jahit yang mengambil. (5) Akhir-akhir ini memang banyak pencoleng yang berkeliaran di desa itu.
Kalimat yang menggunakan kata bermakna konotasi negatif pada teks tersebut ditandai dengan nomor. . .
(1) dan (2)
(2) dan (3)
(3) dan (4)
(3) dan (5)
(4) dan (5)
Cermatilah teks berikut dengan saksama!
(1) Yuni akhirnya diterima menjadi pegawai di perusahaan itu. (2) Sebenarnya Yuni bukan anak yang pandai. (3) Hanya karena orang tuanya memiliki uang akhirnya ia pun main belakang. (4) Ternyata perbuatan seperti itu sudah lazim di keluarga Yuni. (5) Keluarga itu tidak malu-malu lagi untuk memberi amplop kepada atasan Yuni.
Kata yang mengandung makna asosiasi pada teks tersebut ditandai dengan kalimat nomor. . .
(1) dan (2)
(2) dan (3)
(2) dan (4)
(3) dan (5)
(3) dan (4)
