wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

HIKAYAT

Total questions: 50

Worksheet time: 25mins

Name
Class
Date
1.

Salah satu karakteristik hikayat adalah bersifat anonim. Anonim bermakna...

a)

menggunakan latar belakang istana

b)

kata yang asing dan sukar

c)

nama penulis, pengarang tidak diketahui dengan pasti

d)

menceritakan hal-hal mustahil

2.

“Aku hanya menginginkan engkau menangkap angin dan memenjarakannya.” kata Baginda. Majas yang digunakan pada penggalan hikayat di atas adalah...

a)

metafora

b)

antonomasia

c)

simile

d)

alegori

e)

personifikasi

3.

Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahui.


Kata arkais yang digaris bawahi pada penggalan hikayat di atas memiliki makna ...

a)

diusir

b)

diminta

c)

disuruh

d)

diperintah

e)

diharapkan

4.

Bacalah hikayat berikut!

Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.

Amanat yang tersirat dalam kutipan sastra klasik tersebut adalah …

a)

Basmilah jika melihat kejahatan

b)

Jangan menyombongkan diri

c)

Tunjukkanlah jika memiliki suatu kemampuan

d)

Bersyukurlah jika mendapat pertolongan

e)

hendaklah menolong orang yang dalam kesulitan

5.

Hatta setiap malam, Bibi Zainab yang selalu ingin mendapatkan anak raja itu, dan setiap berpamitan dengan bayan. Maka diberilah ia cerita-cerita hingga sampai 24 kisah dan 24 malam. Burung tersebut bercerita, hingga akhirnyalah Bibi Zainab pun insaf terhadap perbuatannya dan menunggu suaminya Khojan Maimum pulang dari rantauannya.

Kemustahilan yang terdapat pada teks hikayat di atas adalah ....

a)

Burung Bayan bisa bercerita kepada Bibi Zainab.

b)

Seorang suami yang merantau meninggalkan istrinya.

c)

Bibi Zainab yang ingin mendapatkan anak raja.

d)

Bibi Zainab insaf terhadap perbuatannya.

6.

Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.

Nilai yang terkandung pada penggalan teks hikayat di atas yaitu...

a)

Nilai moral

b)

Nilai religius

c)

Nilai pendidikan

d)

Nilai sosial

7.

Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar kabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu. Itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu. Amanat yang tersirat dalam kutipan hikayat tersebut adalah ....

a)

Tunjukkanlah jika memiliki suatu kemampuan

b)

Hendaklah menolong orang yang dalam kesulitan

c)

Lihatlah terlebih dahulu musuh yang akan dihadapi.

d)

Bersyukurlah jika mendapat pertolongan dari seseorang.

8.

Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar kabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu. Itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu. Nilai moral yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah ….

a)

Kekejaman raja terhadap rakyatnya

b)

Kekacauan penduduk akibat hasutan

c)

Kepedulian rakyat atas keselamatan rajanya

d)

Keadilan seorang raja kepada rakyatnya

9.

Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar kabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu. Itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu. Kalimat dalam kutipan tersebut yang menunjukkan kata-kata arkais adalah ….

a)

diam dan tuan

b)

rimba dan akal

c)

raja dan tamasya

d)

hamba dan buraksa

10.

Sebermula Raja Hindustan itu sediakala pekerjaanya pergi berburu juga. Maka pada satu hari Raja Hindustan itu sedang berburu, lalu bertemu dua ekor ular. Adapun ular yang betina itu terlalu baik rupanya, maka yang jantan sangat jahat rupanya. Maka hati pada hati Baginda, “Bukan juga jodohnya ular itu, karena yang jantan itu amat jahat rupanya dan yang betina itu elok rupanya.” Maka lalu dihununsnya pedangnya, lalu diparangnya kepada ular jantan itu. Maka ular jantan itu pun matilah. Maka ular betina itu pun putus ekornya sedikit. Nilai budaya dalam kutipan tersebut yang masih dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah…

a)

Lebih mempercayai ular

b)

Menghukum yang berperilaku jahat

c)

Berlaku kasar kepada orang yang tidak disukai

d)

Marah melihat sesuatu yang tidak sesuai dengan pandangannya

11.

Raja memang sudah mencari-cari kalung batu kuning di berbagai negeri, namun benda itu tak pernah ditemukannya. "Sudahlah Ayah, tak mengapa. Batu hijau pun cantik! Lihat, serasi benar dengan bajuku yang berwarna kuning," kata Puteri Kuning dengan lemah lembut. "Yang penting, ayah sudah kembali. Akan kubuatkan teh hangat untuk ayah," ucapnya lagi. Ketika Puteri Kuning sedang membuat teh, kakak-kakaknya berdatangan. Mereka ribut mencari hadiah dan saling memamerkannya. Bukti yang mendukung bahwa kutipan tersebut terkandung nilai moral adalah...

a)

Raja mencari hadiah untuk anak-anaknya.

b)

Membelikan tanda mata untuk anak-anaknya.

c)

seorang anak membuatkan teh untuk ayahnya.

d)

sebagai saudara harus saling terbuka dan empati.

12.

Pengganti Hang Tuah di keraton adalah Hang Jebat. Sesungguhnya, ia menaruh dendam atas keputusan raja yang dijatuhkan kepada sahabatnya, Hang Tuah. Karena setia kepada sahabatnya, ia mengamuk di keraton. Putri-putri dan dayang-dayang diperlakukan kurang sopan sehingga banyak jugalah orang yang mati karena kerisnya, yang diberikan Hang Tuah kepadanya. Tiada seorang pun yang berani mendinginkan sehingga raja sendiri pun terlibat pula dalam kesulitan dan ketakutan.Dari kutipan cerita di atas kita dapat mengetahui bahwa Hang  Jebat berwatak ….

a)

Pemberani

b)

Kasar

c)

Sombong           

d)

  Baik budi

13.

Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.Karakteristik hikayat pada penggalan teks di atas yaitu...

a)

Kemustahilan

b)

Kesaktian

c)

Anonim

d)

Istana sentris

14.

Cermati kutipan berikut!

(1) Selanjutnya, Marakarmah mencari ayah bundanya yang telah jatuh miskin kembali. (2) Dengan kesaktiannya diciptakannya kembali Kerajaan Puspa Sari dengan segala perlengkapannya seperti dahulu kala. (3) Negeri Antah Berantah dikalahkan oleh Marakarmah, yang kemudian dirajai oleh Raja Bujangga Indera (saudara Cahaya Chairani). (4) Akhirnya, Marakarmah menggantikan mertuanya itu menjadi Sultan Mangindera Sari menjadi raja di Palinggam Cahaya. Berdasarkan isinya, karakterisitik yang menunjukkan kemenangan tokoh utama terdapat pada nomor ….

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

15.

Maka anakanda yang mulia baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.

a)

Nilai agama

b)

Nilai sosial

c)

Nilai estetika

d)

Nilai budaya

e)

Nilai pendidikan

16.

Bacalah sepenggal hikayat berikut ini untuk menjawab soal !

Alkisah, ini hikayat orang dahulu kala. Diceritakan orang yang empunya cerita ini kisah pelanduk jenaka pri bijaksana pandai ia berbuat dusta segala binatang di dalam hutan rimba belantara. Demikianlah bunyinya, sekali peristiwa ada seekor pelanduk, maka ia duduk kepada suatu rimba hampir dengan Gunung Indrakila namanya disebut orang dan padang itupun … luasnya. Maka, banyaklah pada tempat itu segala binatang marga satwa sekaliannya berhimpun di sana.

Judul yang sesuai untuk penggalan hikayat di atas adalah ….

a)

Hikayat pelanduk jenaka

b)

Hikayat Orang Dahulu Kata

c)

Hikayat Gunung Indrakila   

d)

Hikayat Si Pendusta

e)

Hikayat seekor binatang

17.

Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah membuat rencana bahwa barang siapa yang berhasil untuk membunuh Buraksa itu akan dinikahkan bersama anak perempuannya yang memiliki paras elok. Sebanyak sembilan dari anak raja sudah ada di dalam negeri itu.

Ciri dominan yang terdapat di dalam kutipan teks hikayat di atas yaitu…..

a)

anonim

b)

kesaktian

c)

istana sentris

d)

kemustahilan

e)

logis

18.

Watuwe lalu mengingatkan agar Towjatuwa dan keturunannya tidak membunuh dan memakan daging buaya. Apabila larangan itu dilanggar maka Towjatuwa dan keturunannya akan mati. Sejak saat itu Towjatuwa dan anak keturunannya berjanji untuk melindungi binatang yang berada disekitar sungai Tami dan para pemburu.

pesan moral yang terdapat pada cerita tersebut adalah........

a)

Harusnya orang makan daging

b)

kita harus pandai membahagiakan orang lain

c)

pentingnya menempati janji

d)

harus menghormati orang lain

e)

hendaknya memilih keluarga yang bisa memberikan keturunan

19.

"Kedua saudara itu, laksana orang yang menenteng minyak yang penuh demikian", kalimat tersebut merupakan majas...

a)

majas hiperbola

b)

majas personifikasi

c)

majas simile

d)

majas antonomasia

20.

Prosa lama berbahasa Melayu yang berisi kisah tentang ketakjuban, keajaiban, kehebatan seorang tokoh, serta keanehan dan mukjizat yang dialami tokoh utama, merupakan...

a)

Teks Anekdot

b)

Teks Hikayat

c)

Teks Drama

d)

Teks Cerpen

21.

"kedua saudara perempuan itu bagai kucing dan tikus yang tak pernah akur". Kalimat tersebut merupakan...

a)

majas hiperbola

b)

majas personifikasi

c)

majas simile

d)

majas antonomasia

22.

Suatu nilai yang berkaitan dengan hubungan antara individu satu dengan individu lainnya, serta hubungan antarkelompok dalam masyarakat merupakan...

a)

Nilai pendidikan

b)

Nilai budaya

c)

Nilai sosial

d)

Nilai agama

23.

Gaya bahasa yang mengandung pernyataan atau ungkapan secara berlebihan dan sering kali tidak masuk akal, merupakan...

a)

Majas metafora

b)

Majas simile

c)

Majas hiperbola

d)

Majas personifikasi

24.

Hal yang membuat teks hikyat tidak diketahui pengarangnya adalah karena teks hikayat...

a)

berupa cerita rekaan

b)

bertujuan menghibur

c)

diceritakan dari mulut ke mulut

d)

sebagai pelipur lara

25.

"siang ini terik sekali sampai kulitku terbakar" Kalimat tersebut merupakan majas...

a)

Hiperbola

b)

Personifikasi

c)

Metafora

d)

Simile

26.

menangislah Si Miskin berdua itu dengan sangat lapar. Kalimat berikut merupakan....

a)

majas hiperbola

b)

majas personifikasi

c)

majas antonomasia

d)

majas simile

27.

Dari kejauhan terlihat angin membelai rambut lurusnya. Kalimat tersebut merupakan...

a)

majas simile

b)

majas antonomasia

c)

majas hiperbola

d)

majas personifikasi

28.

Bacalah penggalan hikayat

“Indera Bangsawan” berikut untuk mengerjakan soal nomor 1, 2 dan 3! Maka anakanda yang mulia baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.

Kata “yang mulia baginda” dalam penggalan hikayat di atas menggunakan majas....

a)

antonomasi

b)

metafora

c)

hiiperbola

d)

similee

e)

personifikasi

29.

Alkisah, ini hikayat orang dahulu kala. Diceritakan orang yang empunya cerita ini kisah pelanduk jenaka pri bijaksana pandai ia berbuat dusta segala binatang di dalam hutan rimba belantara. Demikianlah bunyinya, sekali peristiwa ada seekor pelanduk, maka ia duduk kepada suatu rimba hampir dengan Gunung Indrakila namanya disebut orang dan padang itupun … luasnya. Maka, banyaklah pada tempat itu segala binatang marga satwa sekaliannya berhimpun di sana.

Judul yang sesuai untuk penggalan hikayat di atas adalah...

a)

Hikayat Pelanduk Jenaka 

b)

Hikayat Orang Dahulu Kata

c)

Hikayat Gunung Indrakila

d)

Hikayat Seekor Binatang

e)

Hikayat Si Pendusta

30.

Alkisah, ini hikayat orang dahulu kala. Diceritakan orang yang empunya cerita ini kisah pelanduk jenaka pri bijaksana pandai ia berbuat dusta segala binatang di dalam hutan rimba belantara. Demikianlah bunyinya, sekali peristiwa ada seekor pelanduk, maka ia duduk kepada suatu rimba hampir dengan Gunung Indrakila namanya disebut orang dan padang itupun … luasnya. Maka, banyaklah pada tempat itu segala binatang marga satwa sekaliannya berhimpun di sana.

Penggalan hikayat di atas menggunakan sudut pandang….

a)

Orang pertama

b)

Orang kedua

c)

pelaku utama

d)

Orang ketiga

e)

Orang pertama pelaku sampingan

31.

Alkisah, ini hikayat orang dahulu kala. Diceritakan orang yang empunya cerita ini kisah pelanduk jenaka pri bijaksana pandai ia berbuat dusta segala binatang di dalam hutan rimba belantara. Demikianlah bunyinya, sekali peristiwa ada seekor pelanduk, maka ia duduk kepada suatu rimba hampir dengan Gunung Indrakila namanya disebut orang dan padang itupun … luasnya. Maka, banyaklah pada tempat itu segala binatang marga satwa sekaliannya berhimpun di sana.

Latar tempat dari penggalan hikayat tersebut adalah…. 

a)

Gunung Indrakila

b)

Hutan rimba

c)

Padang rumput

d)

Kebun Binatang

e)

Marga Satwa

32.

(1) bersifat imajinasi    (2) mengisahkan tentang kerajaan    (3) nama penciptanya tidak diketahui    (4) bersifat menyindir    (5) bersifat menghiburNomor berapakah yang merupakan ciri-ciri hikayat?

a)

A. (1), (3), (5)

b)

(2), (4), (5)

c)

(1), (2), (3)

d)

(1), (4), (5)

33.

Bacalah penggalan hikayat berikut!

Tuan puteri memandang ke dayang kipas itu. Kesepuluhnya menyembah, lalu mengundurkan diri mengisut ke belakang perlahan-lahan. Bangkitlah Mak Inang, lalu duduk di tepi tilak tujuh bertindih, lalu mengumpulkan bunga melur yang terselit-selit di suara tuan puteri itu. Nilai yang terdapat pada penggalan tersebut adalah….

a)

sosial

b)

moral

c)

budaya

d)

agama

e)

pendidikan

34.

Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.

Sumber teks: Kesusastraan Melayu Klasik dengan penyesuaian

Karakteristik hikayat pada penggalan teks di atas yaitu...

a)

kemustahilan

b)

kesaktian

c)

istana sentris

d)

anonim

e)

bahasa

35.

Setelah tiba di istana, Baginda Raja menyambut Abu Nawas dengan sebuah senyuman. “Akhir-akhir ini aku sering mendapat gangguan perut. Kata tabib pribadiku, aku kena serangan angin.” kata Baginda Raja memulai pembicaraan.

“Ampun Tuanku, apa yang bisa hamba lakukan hingga hamba dipanggil.” tanya Abu Nawas.

“Aku hanya menginginkan engkau menangkap angin dan memenjarakannya.” kata Baginda.


Majas yang digunakan pada penggalan hikayat di atas adalah...

a)

metafora

b)

alegori

c)

antonomasia

d)

personifikasi

e)

simile

36.

Adalah sebuah kolam yang amat elok. Di tepi kolam itu adalah dua ekor burung diam. Kedua burung itupun bersahabat dengan seekor kura-kura. Maka beberapa lamanya dengan hal yang demikian itu datanglah kemarau. Maka air kolam itu keringlah.maka berkatalah burung itu kepada sahabatnya kura-kura itu.”Hai sahabatku. Apakah hal kami sekarang karena air kolam ini telah keringlah. Baikla kami berpindah kepada kolam yang lain supaya dapat kami mencari makan di sana. Tetapi susah kami meninggalkan tuan hamba di sini. Sebab itu biarlah kami bawa tuan hamba dan kami lepaskan kepada tempat berair supaya senang hati kami. Hendakpun kami menerbangkan tuan hamba tiada boleh karena kulit tuan hamba itu terlalu keras, tiada dapat kami pagut. Akan tetapi adalah suatu bicara kami, kami bawa suatu kayu tuan hamba gigitlah pada sama tengah kayu itu. Maka kami terbangkan seorang suatu penjuru. Tetapi jangan tuan hamba bukakan mulut dari pada kayu itu.

Maka sahut kura-kura,”Baiklah, mana kata tuan hamba hemba turutlah.”

Maka dibawalah oleh burung itu sepotong kayu, maka digigitlah oleh kura-kura itu maka oleh burung itu diterbangkanlah seorang suatu penjuru. Setelah sampai burung itu terbang ke atas kampung orang maka heranlah segala orang melihat hal itu, kura-kura terbang di tengah-tengah dan dua ekor burung pada kiri kanannya. Maka sekalian orang itu pun bersoraklah serta menepuk-nepuk tangannya. Apabila didengar kura-kura akan bunyi orang riuh rendah, maka katanya kura-kura, “Apa sebabnya maka orang itu semuanya bersorak?” Demi dibukanya mulutnya, maka jatuhlah ia ke bumi lalu mati. (Penjedar Sastra, Dr.C. Hooykaas)

Karakteristik sastra Melayu Klasik yang paling dominan dalam hikayat di atas adalah ... .

a)

tema

b)

latar

c)

sudut pandang

d)

tokoh

e)

alur

37.

Adalah sebuah kolam yang amat elok. Di tepi kolam itu adalah dua ekor burung diam. Kedua burung itupun bersahabat dengan seekor kura-kura. Maka beberapa lamanya dengan hal yang demikian itu datanglah kemarau. Maka air kolam itu keringlah.maka berkatalah burung itu kepada sahabatnya kura-kura itu.”Hai sahabatku. Apakah hal kami sekarang karena air kolam ini telah keringlah. Baikla kami berpindah kepada kolam yang lain supaya dapat kami mencari makan di sana. Tetapi susah kami meninggalkan tuan hamba di sini. Sebab itu biarlah kami bawa tuan hamba dan kami lepaskan kepada tempat berair supaya senang hati kami. Hendakpun kami menerbangkan tuan hamba tiada boleh karena kulit tuan hamba itu terlalu keras, tiada dapat kami pagut. Akan tetapi adalah suatu bicara kami, kami bawa suatu kayu tuan hamba gigitlah pada sama tengah kayu itu. Maka kami terbangkan seorang suatu penjuru. Tetapi jangan tuan hamba bukakan mulut dari pada kayu itu.

Maka sahut kura-kura,”Baiklah, mana kata tuan hamba hemba turutlah.”

Maka dibawalah oleh burung itu sepotong kayu, maka digigitlah oleh kura-kura itu maka oleh burung itu diterbangkanlah seorang suatu penjuru. Setelah sampai burung itu terbang ke atas kampung orang maka heranlah segala orang melihat hal itu, kura-kura terbang di tengah-tengah dan dua ekor burung pada kiri kanannya. Maka sekalian orang itu pun bersoraklah serta menepuk-nepuk tangannya. Apabila didengar kura-kura akan bunyi orang riuh rendah, maka katanya kura-kura, “Apa sebabnya maka orang itu semuanya bersorak?” Demi dibukanya mulutnya, maka jatuhlah ia ke bumi lalu mati. (Penjedar Sastra, Dr.C. Hooykaas)

Hal utama yang diceritakan dalam hikayat di atas adalah ... .

a)

Dua ekor burung yang berbuat baik kepada seekor kura-kura

b)

Kura-kura yang celaka akibat tidak patuh pada kesepakatan

c)

Kecerdikan dua ekor burung dalam memindahkan kura-kura

d)

Kekaguman orang-orang kepada kura-kura yang diterbangkan dua ekor burung

e)

Persahabatan antara burang dan kura-kura

38.

Adalah sebuah kolam yang amat elok. Di tepi kolam itu adalah dua ekor burung diam. Kedua burung itupun bersahabat dengan seekor kura-kura. Maka beberapa lamanya dengan hal yang demikian itu datanglah kemarau. Maka air kolam itu keringlah.maka berkatalah burung itu kepada sahabatnya kura-kura itu.”Hai sahabatku. Apakah hal kami sekarang karena air kolam ini telah keringlah. Baikla kami berpindah kepada kolam yang lain supaya dapat kami mencari makan di sana. Tetapi susah kami meninggalkan tuan hamba di sini. Sebab itu biarlah kami bawa tuan hamba dan kami lepaskan kepada tempat berair supaya senang hati kami. Hendakpun kami menerbangkan tuan hamba tiada boleh karena kulit tuan hamba itu terlalu keras, tiada dapat kami pagut. Akan tetapi adalah suatu bicara kami, kami bawa suatu kayu tuan hamba gigitlah pada sama tengah kayu itu. Maka kami terbangkan seorang suatu penjuru. Tetapi jangan tuan hamba bukakan mulut dari pada kayu itu.

Maka sahut kura-kura,”Baiklah, mana kata tuan hamba hemba turutlah.”

Maka dibawalah oleh burung itu sepotong kayu, maka digigitlah oleh kura-kura itu maka oleh burung itu diterbangkanlah seorang suatu penjuru. Setelah sampai burung itu terbang ke atas kampung orang maka heranlah segala orang melihat hal itu, kura-kura terbang di tengah-tengah dan dua ekor burung pada kiri kanannya. Maka sekalian orang itu pun bersoraklah serta menepuk-nepuk tangannya. Apabila didengar kura-kura akan bunyi orang riuh rendah, maka katanya kura-kura, “Apa sebabnya maka orang itu semuanya bersorak?” Demi dibukanya mulutnya, maka jatuhlah ia ke bumi lalu mati. (Penjedar Sastra, Dr.C. Hooykaas)


Nilai moral yang terdapat dalam hikayat di atas adalah ... .

a)

Saling menolong terutama pada musim kemarau

b)

Menjalin kerja sama merupakan kunci dari persahabatan

c)

Mencari siasat dalam melakukan suatu pekerjaan

d)

Manjalin persahabatan dengan siapa pun.

e)

Pentingnya menaati kesepakatan agar tidak celaka

39.

Ketika tubuhnya digerogoti penyakit dengan enteng orang miskin itu melenggang ke rumah sakit. Ia menyerahkan Kartu Tanda Miskin pada suster jaga. Karena banyak bangsal kosong, suster itu menyuruhnya menunggu di lorong.”begitulah enaknya jadi orang miskin,” batinnya,”dapat fasilitas gratis tidur di lantai.” Dan orang miskin itu dibiarkan menunggu berhari-hari.


Permasalahan pada kutipan cerpen di atas adalah …

a)

Tubuhnya digerogoti penyakit

b)

Buruknya pelayanan rumah sakit

c)

Susahnya menjadi orang miskin

d)

Banyak bangsal yang kosong

e)

Tidak mendapat fasilitas gratis

40.

Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda. “Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K.

Amanat dalam penggalan cerpen tersebut adalah ….

a)

Jangan cepat menyerah pada keadaan bagaimanapun juga.

b)

Jangan membuang waktu selagi masih ada waktu.

c)

Sebaiknya kita menyesuaikan diri dengan keadaan.

d)

Jangan lupa diri bila menguasai bahasa orang

e)

Jangan mudah dipengaruhi oleh orang lain.

41.

Bila ada yang bertanya , siapa makhluk paling kikir di kampung itu, tidak akan ada yang menyanggah bahwa perempuan ringkih yang punggungnya telah melengkung serupa sabut kelapa itulah jawabannya. Semula ia hanya dipanggil Banun. Namun, lantaran sifat kikirnya dari tahun ke tahun semakin mengakar; pada sebuah pergunjingan yang penuh kedengkian, seseorang menambahkan kata kikir di belakang nama ringkas itu, hingga ia ternobat sebagai Banun Kikir. Konon, hingga riwayat ini disiarkan, belum ada yang sanggup menumbangkan rekor kekikiran Banun.

Pernyataan yang sesuai dengan teks cerpen di atas adalah …

a)

Banun menobatkan diri sebagai orang kikir

b)

Predikat Banun Kikir didasari kedengkian

c)

Banun tidak pernah tahu rekor kikir itu

d)

Banun tidaklah kikir tetapi hemat

e)

Tidak ada yang pernah bertanya tentang Banun

42.

Pengganti Hang Tuah di keraton adalah Hang Jebat. Sesungguhnya, ia menaruh dendam atas keputusan raja yang dijatuhkan kepada sahabatnya, Hang Tuah. Karena setia kepada sahabatnya, ia mengamuk di keraton. Putri-putri dan dayang-dayang diperlakukan kurang sopan sehingga banyak jugalah orang yang mati karena kerisnya, yang diberikan Hang Tuah kepadanya. Tiada seorang pun yang berani mendinginkan sehingga raja sendiri pun terlibat pula dalam kesulitan dan ketakutan.


Dari kutipan cerita di atas kita dapat mengetahui bahwa Hang Jebat berwatak ….

a)

pemberani

b)

baik budi

c)

sombong

d)

setia

e)

kasar

43.

Setelah tiba di istana, Baginda Raja menyambut Abu Nawas dengan sebuah senyuman.

“Akhir-akhir ini aku sering mendapat gangguan perut. Kata tabib pribadiku, aku kena serangan angin.” kata Baginda Raja memulai pembicaraan.

Majas yang digunakan pada penggalan hikayat di atas adalah...

a)

personifikasi

b)

simile

c)

hiperbola

d)

antonomasia

44.

Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"

Isi kutipan teks hikayat tersebut menceritakan tentang...

a)

Masyarakat sedang berduka atas kematian rajanya.

b)

Orang tua diberi hak berbicara dalam setiap pertemuan.

c)

Para menteri dan orang besar melakukan musyawarah pemilihan raja.

d)

Hak orang berpendapat untuk memecahkan masalah

45.

Di bawah ini manakah yang menunjukkan majas metafora?

a)

Ibnu adalah seorang bintang kelas yang suka membantu temannya.

b)

Suara merdunya membuat semua orang terhipnotis

c)

Apa yang dikatakannya bak petir menyambar di siang bolong

d)

Kau telah mencampakkan diriku hingga ke dasar jurang kepedihan.

46.

Digambarkan Datuk Mabrur tetap bertapa begitu lama walaupun siang dan malam serta diserang oleh Ikan Todak

Kutipan teks di atas termasuk ke dalam nilai ...

a)

a. nilai pendidikan

b)

b. nilai budaya

c)

c. nilai moral

d)

d. nilai keagamaan

47.

  Majas yang menggunakan kelompok kata yang bertujuan untuk membandingkan sesuatu tanpa menggunakan kata penghubung pembanding disebut majas ...

a)

a. personifikasi

b)

b. simile

c)

c. metafora

d)

d. hiperbola

48.

Bacalah kutipan hikayat berikut!

Maka letihlah rasanya tubuh katak itu. Telah dilihatnya anak raja itu, maka katak, “Hai orang muda! Lepaskan apalah hamba ini daripada ular itu; karena Allah kiranya tuan hamba menolong hamba! Karena hamba mencari rezeki akan anak-bini hamba.” Maka anak raja itu pun berkata kepada ular itu, “Hai ular! Pintalah aku katak daripadamu itu.” Maka kata ular itu, “Apalah ada kepada kami, hanyalah dagingku, itulah yang ada padaku. Maka kata ular itu, “Baiklah!” Maka oleh anak raja itu pun diirisnya daging pahanya sebesar katak itu juga.

Nilai yang terkandung dalam hikayat tersebut adalah nilai ....

a)

Edukasi

b)

Moral

c)

Estetika

d)

Budaya

e)

Sosial

49.

Bacalah kutipan hikayat berikut!

Al kisah, maka tersebutlah konon sabuah negeri bernama Bandar Muar, raja-nya bernama Tuanku Gombang Malim Dewa, isteri-nya Tuan Puteri Lindongan Bulan. Adapun baginda itu ada berputera sa-orang laki2 bernama Tuanku Malim Deman, sangat-lah arif bijaksana-nya, tambahan rupa-nya terlalu elok, cahaya muka-nya gilang-gemilang, tiada-lah berbanding kepada zaman itu. Maka terlalulah kaseh ayahanda-bundanya serta pula berpatutan dengan peratoran bangun sifat negeri itu, terlalu elok majelis rupa-nya.”

Nilai yang terkandung dalam hikayat tersebut adalah nilai ....

a)

Edukasi

b)

Moral

c)

Estetika

d)

Budaya

e)

Sosial

50.

Bacalah kutipan hikayat berikut!

Maka, sahut perdana menteri, hai nakoda kapal! Apa gunanya tuan hamba membawa kain yang baik-baik ini kepada hamba? Karena sebab berdakwa ini tuan hamba mengupah hamba. Tiadalah hamba mau mengambil dia. Bawalah kembali dahulu. Maka, hendak pun kami, maka ia menghukum atas seorang tiada dengan pembawaannya itu jadi menang dia berhukum; melainkan apakala barang siapa yang benar itu kami benarkan dan kami serta dia. Jikalau anak kami sesekalipun apabila salah, kami salahkan juga. Janganlah nakoda sangka lagi yang demikian itu. Maka katanya kepada perempuan itu. “Tatkala dahulu istri siapa engkau ini.” Maka, sahut perempuan itu, “Ya, Tuan Hakim! Bahwasanya hamba istri nakoda, hamba tiada tahu bersuami tiga atau dijamah orang lain daripada nakoda ini.”

Inti penggalan naskah cerita rakyat di atas adalah ….

a)

Seorang perempuan menggoda perdana menteri

b)

Perdana menteri marah kepada nakhoda kapal

c)

Perdana menteri yang tidak mau disuap

d)

Hakim akan berlaku adil kepada semua orang

e)

Seorang suami sangat setia kepada istrinya