NEW
Font size
WorksheetsPeribahasa
Total questions: 15
Worksheet time: 8mins
Dina anak yang pintar. Dia selalu mendapatkan nilai yang tinggi di semua mata pelajaran. Namun, hal itu tidak membuatnya menjadi anak yang sombong. Dia mau membantu teman-temannya yang mengalami kesulitan dalam belajar. Oleh karena itu, dia disukai teman-temannya.
Peribahasa yang sesuai untuk ilustrasi tersebut adalah ....
Tong kosong nyaring bunyinya.
Bagai ilmu padi, makin berisi makin merunduk.
Air beriak tanda tak dalam.
Air tenang menghanyutkan.
Felix adalah siswa kelas 6. Sebentar lagi dia akan menghadapi UN. Semenjak semester pertama, dia bertekad untuk belajar dengan tekun. Sekarang dia selalu belajar dengan sungguh-sungguh. Sesulit apa pun soal Matematika, dia terus mencoba hingga menemukan jawabannya. Kadang-kadang dia tidur larut malam untuk menyelesaikan PRnya. Usahanya tak sia-sia, akhirnya Felix lulus dengan nilai yang memuaskan.
Peribahasa yang tepat untuk ilustrasi tersebut adalah ....
Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian.
Bagai katak dalam tempurung.
Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.
Karena nila setitik, rusak susu sebelanga.
Boni dan Danu adalah kakak beradik. Meskipun begitu, mereka selalu saja bertengkar. Hal kecil pun bisa menjadi masalah besar. Setiap kali bertemu, ada saja yang diributkan.
Peribahasa yang sesuai untuk ilustrasi tersebut adalah ....
Ada asap pasti ada api.
Bagai pinang dibelah dua.
Bagai anjing dan kucing.
Menang jadi arang, kalah jadi abu.
Ibuku adalah ibu rumah tangga. Kadang, dia harus mengerjakan banyak pekerjaan dalam waktu yang bersamaan. Pagi tadi, ibu menggoreng ikan untuk sarapan kami. Sambil menunggu ikannya matang, ibu menyiapkan baju yang akan di pakai ayah juga merapikan kamar.
Peribahasa yang tepat untuk ilustrasi tersebut adalah ...
Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian.
Bagai anak kehilangan induknya.
Berat sama dilikul, ringan sama dijinjing.
Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui.
Pada suatu hari, Dino jatuh dari sepeda. Rino yang melihatnya, langsung datang menolong. Rino adalah anak yang baik. Dia suka menolong siapa saja yang mengelami kesulitan. Berbeda dengan Dino, meskipun Rino pernah menolongnya, tetapi dia malah menertawakan Rino yang jatuh karena tersandung.
Peribahasa yang tepat untuk Dino adalah ...
Bagai air di daun talas.
Air susu dibalas air tuba.
Air tenang menghanyutkan.
Air beriak tanda tak dalam.
Pak Tono adalah seorang yang boros. Dia terbiasa membeli apa saja yang dia inginkan tanpa memikirkan pendapatan yang dia miliki. Tak heran jika setiap bulan dia harus berhutang kepada teman-temannya. Pengeluarannya tiap bulan lebih besar daripada penghasilannya.
Peribahasa yang tepat untuk ilustrasi tersebut adalah ...
Bagai menegakkan benang basah.
Bagai burung di dalam sangkar.
Besar pasak daripada tiang.
Bagai mendapat durian runtuh.
Diana adalah anak satu-satunya di keluarga Pak Dulah. Orang tuanya sangat menyayangi Diana. Karena terlalu sayang, Diana tidak bisa pergi bermain atau pun belajar ke luar rumah. Orang tuanya terlalu khawatir kepada Diana. Diana hanya bisa berdiam di kamarnya sambil melihat teman-temannya bermain dari jendela. Diana bagaikan ....
Peribahasa yang tepat untuk melengkapi keadaan Diana adalah ...
Bagai burung dalam sangkar.
Bagai punguk merindukan bulan.
Bermain api basah, bermain api hangus.
Bagaikan kerbau dicocok hidungnya.
Anjas, anak yang suka mencari-cari kesalahan dan kelemahan orang lain. Bahkan hal yang sepele pun sering dibesar-besarkan. Kelemahan dan kesalahan orang seolah-olah menjadi objek yang menarik baginya, sedangkan kelemahan dan kesalahan dirinya ditutup-tutupi.
Peribahasa yang tepat untuk melukiskan sifat Anjas adalah …
Lempar batu sembunyi tangan.
Kalah jadi abu menang jadi arang.
Memercik air didulang terpecik muka sendiri.
Kuman di seberang lautan tampak gajah di pelupuk mata tak tampak.
Iwan anak yang kurang disukai teman-temannya sekelas. Iwan selalu menyombongkan akan kemampuannya bermain bola basket. Pada saat pertandingan antarkelas, ketua kelas memasang Iwan dalam tim basket kelasnya. Ternyata Iwan membawa bola pun tak bisa.
Peribahasa yang tepat untuk menggambarkan kondisi tersebut adalah .…
besar pasak daripada tiang
air beriak tanda tak dalam
air tenang menghanyutkan
bagai air di daun talas
Di kelasku ada anak kembar, wajahnya sangat mirip. Hanya teman-teman tertentu saja yang bisa membedakan di antara keduanya. Gurupun sering tertukar dalam memanggil nama mereka.
Peribahasa yang tepat untuk menggambarkan ilustrasi tersebut adalah .…
bagai anjing dan kucing
air beriak tanda tak dalam
bagai air dan minyak
bagai pinang dibelah dua
Lusi dan Dewi bersahabat. Setiap hari mereka selalu bersama. Sebagai seorang sahabat maka Dewi selalu berbagi apapun yang ia punya dengan Lusi. Di depan Dewi, Lusi selalu berbuat baik. Tetapi di belakang Dewi, Lusi sering menceritakan keburukan Dewi. Ternyata Lusi hanyalah berpura-pura agar dapat menyaingi Dewi.
Peribahasa yang tepat untuk menggambarkan ilustrasi tersebut adalah .…
bagai makan buah simalakama
lempar batu sembunyi tangan
bagai musuh dalam selimut
tong kosong nyaring bunyinya
Wahyu anak yang nakal di kelasku. Suatu hari Wahyu berbuat ulah, ia menempelkan tulisan di punggung temannya yang duduk di depannya, ketika ditanya guru ia tidak mau mengaku bahkan ia menunjuk Anto yang melakukannya.
Peribahasa yang tepat untuk menggambarkan ilustrasi tersebut adalah .…
lempar batu sembunyi tangan
besar pasak daripada tiang
bagai musuh dalam selimut
tong kosong nyaring bunyinya
Rina yang selalu dirundung malang. Ayah dan ibunya sudah lama meninggal akibat kecelakaan. Ia hidup menumpang di rumah bibinya. Untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka, Bibi Rina berjualan gorengan berkeliling desa setiap hari. Tetapi, sekarang bibinya terserang sakit jantung dan tidak bisa berjualan lagi.
Peribahasa yang tepat untuk deskripsi keadaan Rina adalah ...
Tiada rotan akar pun jadi
Bergantung pada akar lapuk
Bagai telur di ujung tanduk
Bagai pungguk merindukan bulan
Aminah anak pemulung, tetapi ia pandai. Ketika ada tugas maupun akan ulangan, teman-teman selalu mendekatinya. Mereka meminta bantuan kepada Aminah jika menemui kesulitan dalam pelajaran. Aminah selalu membantunya dengan senang hati. Sayangnya, apabila kepentingan mereka sudah terpenuhi, Aminah ditinggalkan begitu saja.
Peribahasa yang tepat untuk ilustrasi tersebut adalah ...
Air beriak tanda tak dalam
Air tenang menghanyutkan
Habis manis sepah dibuang
Ada udang di balik batu
Roni dan Rudi merantau ke Jakarta. Mereka tinggal serumah. Suka dan duka mereka selalu bersama. Ketika ada rejeki mereka selalu berbagi. Namun ketika ada kesulitan mereka juga saling membantu.
Peribahasa yang tepat untuk ilustrasi tersebut adalah ...
Duduk sama rendah berdiri sama tinggi
Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing
Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui
Bagai pinang dibelah dua
