Font size
WorksheetsD A S A R K E S L I N G
Total questions: 50
Worksheet time: 1hrs 15mins
Benar atau salah pernyataan di bawah ini!
Vektor merupakan agent penyakit
Benar
Salah
Proses masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan atau aktivitas manusia atau proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya...
Pemanasan global
Pencemaran udara
Global warming
Climate change
Berubahnya kondisi fisik atmosfer bumi antara lain suhu dan distribusi curah hujan yang membawa dampak luas terhadap berbagai sektor kehidupan manusia, adalah definisi dari....
Pemanasan global
Pencemaran udara
Hujan Asam
Perubahan iklim
Meningkatnya suhu rata-rata atmosfir, laut, dan daratan bumi diakibatkan oleh efek gas rumah kaca, definisi dari...
Pencemaran udara
Global warming
Climate change
Perubahan iklim
Zat atau senyawa penyebab pemanasan global adalah, kecuali
Karbon dioksida
Ozone
Oksigen
Methane
Zat yang paling dominan menyebabkan green house gas effect, adalah
Methane
Karbon dioksida
Ozone
CFC
Aktivitas manusia yang menyebabkan peningkatan green house gas effect, kecuali
Menebang hutan secara sembarangan
Pembukaan lahan untuk industri dan perumahan
Mengkonsumsi produk hewan ternak secara berlebihan
Menggunakan kendaraan umum
Aktivitas manusia yang menyebabkan meningkatnya green house gas effect, adalah
Membuka lahan industri dan perumahan
Reboisasi
Menggunakan tas kantong kertas dalam berbelanja
Menghemat penggunaan air
Apa saja dampak dari pemanasan global? Jawaban lebih dari 1
Mencairnya es dan gletser
Curah hujan tinggi
Terganggunya keseimbangan ekosistem
Cuaca ekstrem
Penyakit menular meningkat
Mana saja yang merupakan Dampak climate change?
Kenaikan suhu air laut
Cuaca ekstrem
Penurunan ketahanan pangan
Ketersediaan air bersih yang melimpah
Berikan contoh sumber pencemar udara alami
Transportasi umum
Industri
Gunung meletus
Banjir
Sebutkan mana saja penyebab terjadinya pemasanan global
Green house gas effect
Polusi udara
Penggunaan zat yang menghasilkan sampah rumah tangga secukupnya
Penggunaan barang atau alat yang menghasilkan sampah plastic
Dibawah ini yang termasuk upaya mitigasi climate change
Menggunakan kantong kertas
Melakukan penanaman hutan kembali
Menggunakan kendaraan bermotor pribadi saat ke kampus
Mengoptimalkan penggunaan ventilasi
Dampak negatif climate change
Perubahan habitat vektor dan rodent
DBD meningkat
Alam menjadi lebih subur
Penyakit menular turun
Apakah simpul 2 dari penyakit leptospirosis?
Urine tikus
Air
Makanan
Udara
Siapakah agent atau simpul 1 dari penyakit cholera
Virus
Parasit
Bakteri
Nyamuk
Dina menyukai kerrang rebus yang dijual oleh TOKO aing. Setelah dilakukan observasi, ternyata kerrang yang dijual toko aing berasal dari laut kenjeran. Dan setelah dilakukan pengujian ternyata timbal dan cadmium tinggi. Termasuk pencemaran apakah yang terjadi di laut kenjeran?
Fisik
Kimia
Biologi
Radioaktif
Pertumbuhan penduduk menurunkan angka cemaran green house gass effect
Benar
Salah
Proses pergerakan zat toksik dalam tubuh, meliputi absorbsi, distribusi, metabolisme, dan ekskresi, dikenal sebagai:
Toksikodinamik
Toksikokinetik
Toksikologi Lingkungan
Farmakologi
Tahap awal masuknya zat toksik dari lingkungan luar ke dalam sirkulasi darah atau jaringan tubuh disebut:
Distribusi
Ekskresi
Absorpsi
Adsorpsi
Organ utama yang berperan penting dalam proses metabolisme atau biotransformasi zat toksik untuk membuatnya lebih mudah diekskresikan adalah:
Ginjal
Paru-paru
Otak
Liver
Perubahan kimiawi pada zat toksik dalam tubuh, yang bertujuan mengubah sifat lipofilik (suka lemak) menjadi hidrofilik (suka air), dikenal sebagai:
Konjugasi
Eliminasi
Deposisi
Biotransformasi
Fase I metabolisme zat toksik umumnya melibatkan reaksi berikut, kecuali:
Oksidasi
Reduksi
Hidrolisis
Konjugasi
Waktu paruh suatu zat toksik adalah waktu yang dibutuhkan agar konsentrasi zat toksik dalam plasma darah berkurang sebesar:
20%
40%
50%
60%
Toksikan yang sangat lipofilik (larut lemak) cenderung memiliki:
Volume Distribusi yang kecil, karena sebagian besar tetap berada dalam plasma darah.
Volume Distribusi yang besar, karena mudah berdifusi dan tersimpan dalam jaringan lemak.
Ekskresi ginjal yang cepat
Ikatan protein plasma yang lemah.
Penghambatan (inhibisi) enzim Sitokrom P450 (CYP450) di hati akan mengakibatkan:
Peningkatan laju eliminasi zat toksik yang dimetabolisme oleh enzim tersebut.
Penurunan konsentrasi zat toksik yang tidak berubah (induk) dalam darah.
Peningkatan konsentrasi zat toksik yang tidak berubah (induk) dalam darah, berpotensi meningkatkan efek toksik.
Peningkatan pembentukan metabolit toksik.
Dampak langsung dari penurunan kadar Dissolved Oxygen (DO) dalam air yang tercemar bahan organik adalah:
Peningkatan kejernihan air.
Peningkatan pH air.
Kematian massal ikan dan biota air.
Peningkatan laju fotosintesis.
Logam berat seperti Merkuri (Hg) dan Timbal (Pb) yang mencemari air dapat menimbulkan efek toksik kronis pada manusia melalui rantai makanan di perairan yang disebut:
Degradasi
Netralisasi
Bioakumulasi
Biomagnifikasi
Toksikodinamik berfokus pada:
Bagaimana tubuh memproses zat toksik (ADME).
Laju eliminasi zat toksik dari plasma darah.
Hubungan antara konsentrasi zat toksik di lokasi target dan efek biologis yang dihasilkan.
Waktu paruh zat toksik dalam tulang.
Respon toksik yang terjadi segera setelah paparan dosis tunggal zat toksik dalam waktu singkat (24 jam) disebut:
Toksisitas Kronis
Toksisitas Akut
Karsinogenisitas
Teratogenisitas
Senyawa yang menyebabkan efek toksik dengan mengikat dan menghambat kerja enzim asetikolinesterase, mengganggu transmisi sinyal saraf, termasuk dalam golongan:
Logam Berat
Senyawa Karsinogenik
Organofosfat (Pestisida)
Racun yang mengikat hemoglobin
Efek toksik yang muncul ketika paparan satu zat toksik secara simultan memperkuat (meningkatkan) efek toksik dari zat toksik lain, menghasilkan respons total yang lebih besar dari jumlah masing-masing efek, disebut:
Aditif
Sinergisme
Potensiasi
Antagonisme
Kasus: Peningkatan intensitas dan durasi gelombang panas (heat waves) di kota-kota besar Indonesia telah menyebabkan peningkatan signifikan kasus heat stroke dan dehidrasi.
Peristiwa ini adalah dampak langsung dari Pemanasan Global terhadap kesehatan lingkungan yang dimediasi oleh perubahan pada variabel:
Kualitas udara
Vektor penyakit
Suhu ekstrem
Ketinggian air laut
Gas Rumah Kaca (GRK) yang memiliki Potensi Pemanasan Global tertinggi (ribuan kali lipat dari CO2) adalah:
Metana
Karbon Dioksida
Dinitrogen Oksida
Hidrofluorokarbon
Mekanisme fisik dasar yang dikenal sebagai Efek Rumah Kaca adalah proses di mana atmosfer bumi:
Memantulkan semua radiasi matahari kembali ke luar angkasa.
Mengubah energi matahari menjadi listrik.
Menyerap panas yang dipancarkan oleh permukaan bumi dan memancarkannya kembali
Melepaskan panas berlebihan ke luar angkasa.
Kasus: Peningkatan suhu rata-rata global menyebabkan zona iklim vektor penyakit seperti nyamuk Aedes aegypti (penyebab Dengue) meluas ke daerah dataran tinggi yang sebelumnya bebas Dengue.
Fenomena ini merupakan dampak Perubahan Iklim terhadap:
Pola migrasi manusia.
Perubahan pola curah hujan.
Distribusi geografis vektor penyakit.
Peningkatan keasaman laut.
Urutan gas penyebab rumah kaca dari yang tertinggi yaitu
CO2, CH4, CFC, SO2
CO2, CH4, SO2, CFC
CH4, CO2, SO2, CFC
CH4, CO2, CFC, SO2
Protokol internasional utama yang bertujuan untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) yang telah berlaku dan diikuti oleh banyak negara adalah:
Protokol Montreal
Perjanjian Paris
Konvensi Basel
Konvensi Stockholm
Sumber utama peningkatan emisi Karbon Dioksida ke atmosfer sejak Revolusi Industri adalah:
Letusan gunung berapi.
Pembakaran bahan bakar fosil
Penggunaan pupuk kimia di pertanian.
Respirasi oleh seluruh biota di bumi.
Sektor kegiatan manusia yang paling banyak menyumbang emisi global, terutama dari pembangkitan listrik dan transportasi, adalah:
Pertanian dan Peternakan.
Industri Energi dan Transportasi.
Perubahan Tata Guna Lahan (Land Use Change).
Pengelolaan Limbah.
Gas Rumah Kaca Metana memiliki Potensi Pemanasan Global (GWP) yang jauh lebih tinggi daripada . Sumber utama emisi antropogenik (akibat manusia) adalah:
Pembakaran hutan.
Kotoran ternak dan proses pencernaan hewan ruminansia (misalnya sapi).
Penggunaan detergen di rumah
Industri semen.
Dinitrogen Oksida adalah GRK kuat yang utama. Emisi gas ini paling banyak dihasilkan dari kegiatan:
Pupuk pertanian.
Pembakaran bahan bakar pesawat jet.
Kebocoran gas alam.
Proses fotosintesis alga.
Peristiwa Deforestasi menyumbang emisi GRK melalui dua mekanisme utama, yaitu pelepasan CO2 dari biomassa yang dibakar/diurai, dan:
Meningkatnya potensi gas H2O di hutan.
Hilangnya fungsi hutan sebagai carbon sink
Peningkatan emisi Metana dari kayu kering.
Peningkatan aktivitas vulkanik.
Tindakan mitigasi yang paling efektif dan mendasar untuk mengurangi emisi Karbon Dioksida dari sektor energi adalah:
Mengganti batu bara dengan penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Angin.
Peningkatan konsumsi bahan bakar fosil.
Peningkatan penggunaan AC Non-HFCs.
Memperbanyak kendaraan pribadi berbahan bakar bensin
Efek Sinergisme dalam toksikodinamik terjadi ketika paparan kombinasi dua zat toksik (A dan B) menghasilkan efek total:
Sama dengan jumlah efek individu (A+B).
Sama dengan efek zat yang paling toksik.
Lebih besar dari jumlah efek individu (A+B).
Lebih kecil dari jumlah efek individu (A+B).
Salah satu strategi mitigasi GRK yang efektif dalam pengelolaan limbah padat adalah dengan mengubah TPA terbuka menjadi TPA yang mampu menangkap gas:
Karbon dioksida
Metana
Nitrogen dioksida
Hidrofluorocarbon
Rute paparan yang paling signifikan bagi masyarakat umum terhadap zat toksik yang terakumulasi di dalam tanah dan air minum, dan berpotensi menyebabkan keracunan, melalui:
Ingesti
Inhalasi
Injeksi
Dermal
Proses pengolahan air minum yang bertujuan utama untuk membunuh mikroorganisme patogen (seperti bakteri, virus, dan protozoa) adalah:
Klorinasi
Filtrasi
Koagulasi
sedimentasi
Penyakit berbasis air (Waterborne Disease) yang disebabkan oleh virus dan mengakibatkan peradangan pada organ hati (liver) yang dapat ditularkan melalui air minum yang tercemar adalah:
TBC
Hepatitis A
AIDS
Hepatitis B
yang termasuk dalam kategori parameter fisik air adalah
Salmonella typi
pH
Kekeruhan
E.coli
