NEW
Font size
WorksheetsSEJ W LAT PH3 Hasil Budaya
Total questions: 75
Worksheet time: 1hrs 15mins
Zaman batu terbagi atas beberapa periode dengan corak kehidupannya yang berbeda-beda dikarenakan setiap zaman manusia mengalami perubahan dalam sistem kehidupannya. Berikut ini periode-periode pada zaman batu, kecuali ...
Paleolithikum
Mesolithikum
Neolithikum
Neozoikum
Megalithikum
Osas dan timnya sedang melakukan kegiatan ekskavasi di Situs Kotta Cina, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan. Mereka berhasil menemukan peralatan-peralatan dari batu yang permukaannya masih sangat kasar. Selain permukaannya yang masih sangat kasar, peralatan-peralatan tersebut juga belum diasah dan masih sangat sederhana. Berdasarkan penelitian tersebut, maka peralatan yang ditemukan oleh tim Osas adalah peralatan yang dipakai pada masa …
Paleolithikum
Mesolithikum
Neolitihikum
Megalithikum
Perundagian
Manusia pada masa Paleolthikum menggantungkan hidupnya pada hasil buruan dan tumbuhan yang berada di sekitar tempatnya tinggal. Mereka mengumpulkan hasil buruannya untuk dikonsumsi apabila tidak ada persediaan makanan saat musim-musim tertentu. Corak kehidupan tersebut dikenal dengan sistem …
Food Producing
Food Gathering
Nomaden
Primus Interpares
Kjokkenmodinger
Karena menggantungkan hidupnya pada alam, manusia pada zaman Paleolthikum harus selalu berpindah untuk mencari tempat-tempat baru untuk ditinggali. Tempat yang mereka pilih pada dasarnya adalah tempat yang terdapat sumber makanan. Kebiasaan tersebut kemudian dikenal dengan istilah …
Food Gathering
Kjokkenmodinger
Nomaden
Primus Interpares
Abris Sous Roche
Karena harus mencari tempat yang memiliki sumber makanan yang cukup, maka wilayah yang ditempati oleh manusia purba pada umumnya adalah kawasan ...
Hutan
Perairan
Pegunungan
Sawah
Huma
Perpindahan manusia pada masa paleolithikum ke satu tempat menuju tempat lain tidak hanya diakibatkan oleh persediaan makanan yang semakin menipis, namun bisa juga diakibatkan oleh kondisi alam, yaitu …
Perubahan iklim dan bencana alam
Musim panen dan musim kerang
Perubahan suhu dan waktu panen
Pasang surut air laut
Bencana alam dan pasang surut air laut
Pada masa paleolithikum, manusia sudah menyadari dirinya sebagai sebuah komunitas. Hal tersebut dikarenakan mereka harus menghadapi kondisi alam dan lingkungan yang menuntut mereka harus saling bekerjasama. Untuk menghadapi kondisi tersebut, maka manusia kemudian membentuk sistem sosial yaitu …
Primus Interpares
Hidup berkelompok 10-15 orang
Menetapkan sistem seleksi alam
Mendirikan tempat-tempat tinggal dari bambu
Membuat sistem kasta
Pada masa paleolithikum, manusia harus menghadapi kondisi alam yang kapan saja dapat mengancam kehidupannya, seperti serangan binatang buas dan situasi iklim yang ekstem (musim dingin). Untuk itu, manusia kemudian berupaya melindungi dirinya tidak hanya dengan menggunakan alat, tetapi juga dengan cara …
Membangun rumah dari bambu/kayu
Membakar hutan
Menemukan api
Menerapkan pembagian tugas untuk berjaga-jaga
Menciptakan alat-alat pemujaan
Berikut ini merupakan kebudayaan pendukung zaman Paleolithikum di Indonesia adalah …
Dongson dan Bacson Hoabinh
Dongson dan Pacitan
Bacson Hoabinh dan Pacitan
Ngandong dan Pacitan
Ngandong dan Dongson
1. Kapak Genggam/Chopper
2. Flakes/alat serpih
3. Alat-alat tulang
4. Mata panah
5. Pebble/Sumatralith
Peralatan yang dihasilkan oleh manusia pada zaman paleolithikum ditunjukkan oleh nomor …
1,2 dan 3
1, 2, dan 4
1, 3, dan 5
2, 3, dan 5
3, 4, dan 5
Pada zaman batu, manusia selalu mengalami perkembangan pengetahuan dan corak kehidupan, berawal dari yang sangat sederhana sampai hal yang bersifat kompleks, salah satunya adalah dalam berburu dan mengumpulkan makanan. Masa berburu dan mengumpulkan makanan yang memasuki tahap tingkat lanjut terjadi pada zaman …
Neolithikum
Mesolithikum
Paleolithikum
Megalithikum
Perundagian
Selain dalam kebiasaan berburu dan mengumpulkan makanan, manusia juga sudah mengalami perubahan dalam hal tempat tinggal. Setelah berpindah-pindah, manusia kemudian mulai memilih tempat yang dirasa cocok untuk ditinggali sementara waktu dan bukan untuk ditinggali dalam jangka waktu yang lama. Corak kehidupan demikian juga dikenal dengan sistem …
Sedenter
Semi Sedenter
Nomaden
Semi Nomaden
Abris Sous Roche
Pada masa mesolithikum, manusia purba sudah memiliki tempat-tempat untuk ditinggali sementara waktu. Namun tempat tersebut bukanlah bangunan dari bambu maupun kayu, melainkan gua-gua yang terletak di lereng-lereng bukit yang cukup tinggi. Tempat tinggal berupa gua-gua tersebut dikenal sebagai …
Kjokkenmodinger
Flakes
Primus Interpares
Abris Sous Roche
Pebble
Meskipun sudah mulai menetap di gua, manusia pada zaman mesolithikum tetap menggantungkan hidupnya pada sumber makanan yang ada di daerah pesisir pantai. Makanan yang biasanya dikonsumsi oleh manusia purba pada masa mesolithikum adalah ...
Kerang dan udang
Udang dan ikan laut
Mamalia laut
Kerang dan Ikan laut
Udang dan ikan laut
Kebiasaan manusia dalam mengumpulkan sampah/sisa makanan sebenarnya bukanlah hal yang baru, sebab kebiasaan tersebut sudah dilakukan oleh manusia masa mesolithikum. Kebiasaan yang mereka lakukan adalah menumpuk sisa makanan mereka hingga membentuk bukit-bukit sampah makanan atau sering juga disebut sebagai sampah dapur. Tumpukan sampah dapur tersebut kemudian dikenal sebagai …
Flakes
Bone Culture
Kjokkenmodinger
Primus Inter Pares
Abris Sous Roche
Manusia pada masa mesolithikum meyakini bahwa ternyata masih terdapat kekuatan lain yang lebih besar di alam ini yang berada di luar kendali mereka, sehingga kekuatan tersebut dirasa perlu dihormati. Tindakan yang dilakukan untuk menghormati kekuatan alam tersebut adalah dengan membuat …
Perhiasan-perhiasan dari perak
Patung-patung
Lukisan-lukisan di dinding gua
Peralatan-peralatan pemujaan
Membuat persembahan dari perak
Adanya lukisan-lukisan di dinding gua menunjukkan bahwa manusia sudah mengenal sistem kepercayaan. Salah satu lukisan yang dapat ditemui seperti di Gua Leang (Sulawesi) adalah Cap Tangan yang tidak lengkap. Lukisan tersebut merupakan penanda …
Berkabung
Lambang kekuatan
Pelindung dari roh
Penjelmaan nenek moyang
Perdukunan
Selain bermakna spiritual, ternyata lukisan-lukisan di dinding dua juga memiliki arti penting dalam kehidupan manusia pada zaman mesolithikum. Makna lain dari lukisan-lukisan tersebut adalah …
Hiasan dinding
Catatan perjalanan
Penghormatan terhadap leluhur
Menunjukkan dukacita atas kehilangan anggotanya
Pelindung roh jahat
Semakin kompleksnya kehidupan pada masa mesolithikum membuat masyarakat semakin menyadari pentingnya pembagian kerja. Sehingga pada masa mesolithikum laki-laki dan perempuan sudah memiliki tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Pada masa mesolithikum, laki-laki bertugas untuk …
Berburu
Mengumpulkan makanan
Menjaga anak-anak
Menjaga api
Memasak
1. Sampung Bone Culture
2. Kebudayaan Toala (Flakes Culture)
3. Sumatralith
4. Dongson
5. Bacson Hoabinh
6. Ngandong dan Pacitan
Kebudayaan pendukung zaman mesolithikum ditunjukkan oleh nomor …
1, 2 dan 3
1, 3 dan 5
2, 3 dan 4
3, 4 dan 5
4, 5 dan 6
1. Flakes dan alat tulang/tanduk
2. Chopper/Kapak Perimbas
3. Sumatralith/kapak sumatera dan lesung batu
4. Tembikar
5. Mata panah dan pisau batu
Peralatan pada masa mesolithikum ditunjukkan oleh nomor …
1, 2 dan 3
1, 3 dan 5
2, 3 dan 4
2, 4 dan 5
3, 4 dan 5
Semakin berkembangnya waktu dan kemampuan manusia, peralatan-peralatan yang dipakai oleh manusia juga semakin mengalami perubahan, Peralatan-peralatan yang sebelumnya masih kasar dan sederhana semakin diperbaharui sehingga menghasilkan peralatan-peralatan yang lebih halus dan diberikan tangkai agar lebih mudah digunakan. Keterangan tersebut sesuai dengan peralatan pada masa …
Perundagian
Neolithikum
Mesolithikum
Megalithikum
Logam
Tidak hanya meninggalkan peralatan yang bersifat kasar, manusia juga mulai meninggalkan kebiasaan mengumpulkan makanan. Manusia pada masa neolithikum mulai memahami bahwa ternyata lingkungan yang mereka tinggali dapat diolah dengan cara ditanami dengan tanaman yang bisa dikonsumsi. Kebiasaan tersebut kemudian dikenal dengan konsep …
Food gathering
Food producing
Primus Interpares
Kjokkenmodinger
Abris Sous Roche
Peradaban manusia pada zaman neolithikum juga semakin berkembang dengan ditinggalkannya tempat tinggal mereka di gua-gua dan mulai membangun rumah-rumah sederhana dari bambu maupun kayu. Mereka sudah menetap karena mereka juga sudah mengolah hasil tanahnya. Corak kehidupan tersebut dikenal dengan konsep …
Nomaden
Semi-nomaden
Sedenter
Semi-sedenter
Abris Sous Roche
Secara sosial, pemahaman masyarakat semakin berkembang mengenai keberadaan mereka sebagai sebuah komunitas yang hidup bersama-sama dan saling membutuhkan. Kesadaran tersebut ditunjukkan dengan mulai diterapkannya sistem …
Gotong royong
Primus inter pares
Local genius
Nomaden
Sedenter
Semakin tingginya pemahaman masyarakat bahwa mereka merupakan sebuah komunitas, maka manusia pada masa neolithikum menyadari bahwa diperlukan sosok yang dapat mengayomi dan mengatur komunitasnya. Mereka kemudian memilih yang paling tua diantara komunitasnya dan dikenal sebagai yang utama diantara yang lainnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa masyarakat sudah mengenal sistem politik yang sangat sederhana. Sistem politik tersebut dikenal dengan konsep …
Nomaden
Primus interpares
Sedenter
Abris sous roche
Kjokkenmodinger
Tidak hanya mengalami perkembangan dalam bidang sosial dan politik, manusia juga mulai menerapkan sistem perekonomian yang sangat sederhana pada masa neolithikum. Sistem perekonomian yang pertama kali dan berkembang pada masa neolithikum adalah …
Etatisme
Kapitalisme
Barter
Perdagangan
Komersialisme
Bentuk kepercayaan manusia juga semakin mengalami perkembangan yang kompleks. Manusia tidak hanya meyakini bahwa masih terdapat kekuatan lain di alam ini yang melampaui kekuatan mereka. Berikut ini bentuk kepercayaan manusia yang berkembang adalah …
Polytheisme, Dinamisma dan Monotheisme
Animisme, Toteisme dan Polytheisme
Animisme, Dinamisme dan Toteisme
Dinamisme, Animisme dan Monotheisme
Animisme, Polytheisme dan Dinamisme
Beberapa peralatan pada masa neolithikum tidak hanya dipergunakan sebagai senjata ataupun peralatan rumah tangga. Beberapa diantaranya digunakan juga sebagai perhiasan maupun barter. Berikut yang merupakan peralatan pada masa neolithikum yang dipakai sebagai alat barter adalah …
Kapak Lonjong
Mata Panah
Obsidian
Chopper
Beliung persegi
Kebudayaan neolithikum menghasilkan kapak lonjong maupun kapak persegi yang ternyata dibawa oleh penduduk dari lembah Yunan. Kapak lonjong merupakan peralatan yang menyebar dari jalur …
Timur
Barat
Utara
Selatan
Barat daya
Berikut yang merupakan manusia pendukung kebudayaan neolithikum adalah …
Deutro Melayu
Proto Melayu
Kaukasoid
Weddoid
Negroid
Pada beberapa daerah di Indonesia, banyak ditemukan sisa-sisa peninggalan zaman batu yang berbentuk besar dan pada umumnya berwujud monumental, baik sebagai tugu maupun kubur ataupun peti. Peninggalan kebudayaan tersebut dikenal sebagai peninggalan zaman …
Mesolithikum
Neolithikum
Megalithikum
Perundagian
Paleolithikum
Kebudayaan Megalithikum dibawa ke Indonesia oleh bangsa Proto Melayu dan Deutro Melayu, sehingga zaman mengalithikum juga dibagi menjadi dua bagian, yakni Megalithikum tua dan Megalithikum muda. Masing-masing menghasilkan kebudayaan yang berbeda. Berikut merupakan kebudayaan yang dihasilkan oleh Megalithikum Tua, yaitu …
Waruga
Sarkofagus
Dolmen
Punden berundak
Peti kubur batu
Berikut yang merupakan keterangan dari gambar tersebut, yaitu …
Menhir, sebagai penanda/peringatan seseorang yang sudah meninggal
Punden Berundak, sebagai bangunan pemujaan
Dolmen, sebagai meja batu tempat sesaji dan pemujaan terhadap roh nenek moyang
Sarkofagus, sebagai peti mati
Arca, menggambarkan nenek moyang dan sebagai media pemujaan
Berikut yang merupakan keterangan dari gambar tersebut yaitu …
Kubur peti batu, sebagai penanda/peringatan seseorang yang sudah meninggal
Punden Berundak, sebagai bangunan pemujaan
Dolmen, sebagai meja batu tempat sesaji dan pemujaan terhadap roh nenek moyang
Sarkofagus, sebagai peti mati
Arca, menggambarkan nenek moyang dan sebagai media pemujaan
Pada masa Megalithikum, terdapat beberapa peti yang terbuat dari batu namun memiliki perbedaan yang cukup mencolok. Peti yang berbentuk seperti palung atau lesung kemudian memiliki tutup diatasnye merupakan …
Sarkofagus
Waruga
Dolmen
Menhir
Arca batu
Sementara itu, peti yang berbentuk lebih kecil dan atapnya berbentuk bubungan rumah serta posisi mayat dibuat dalam kondisi duduk adalah …
Sarkofagus
Waruga
Dolmen
Menhir
Arca batu
Berkembangnya pemikiran dan kemampuan manusia juga berdampak pada kebudayaan-kebudayaan yang dihasilkan. Manusia kemudian mulai mengenal logam dan besi yang membuat manusia mulai meninggalkan peralatan dari batu. Zaman logam dan besi kemudian dikenal juga sebagai zaman …
Perundagian
Pembabakan
Lithikum
Praaksara
Diluvium
Pada masa perundagian, manusia sudah mampu menghasilkan peralatan-peralatan dari logam ataupun besi. Namun, peralatan-peralatan tersebut hanya dapat dihasilkan oleh beberapa orang tertentu saja. Oleh karena itu zaman perundagian dikatakan sebagai ….
Munculnya orang-orang dengan keahlian khusus dalam mengolah logam
Munculnya orang-orang yang mampu menghasilkan gerabah
Munculnya para pedagang besi dari lembah Yunan
Munculnya orang-orang dengan keahlian dalam mengolah tembaga
Kedatangan para ahli pertukangan dari luar Nusantara
Beberapa peralatan pada zaman logam tidak seluruhnya digunakan sebagai senjata maupun peralatan rumah tangga. Beberapa diantaranya juga dipergunakan sebagai perhiasan bahkan sebagai mas kawin. Berikut ini peralatan pada zaman logam yang dipergunakan sebagai mas kawin adalah …
Moko
Nekara
Kapak Corong
Candrasa
Bejana
Peralatan tersebut digunakan sebagai …
Mas kawin
Tempat menyimpan air
Alat untuk memanggil hujan
Tanda kebesaran kepala suku
Penyembahan roh pada saat upacara
Pada masa perundagian, perempuan sudah memiliki tugas yang lebih kompleks dibandingkan pada saat zaman batu. Salah satu tugas perempuan pada masa perundagian adalah …
Sebagai pengrajin gerabah
Penjaga api
Memasak dan menjaga anak
Melakukan perdagangan di pasar
Mengumpulkan makanan
Selain dalam bidang perekonomian dan bidang sosial, manusia juga mengalami perkembangan dalam bidang ilmu pengetahuan. Bukti bahwa manusia pada masa perundagian sudah mengenal ilmu pengetahuan adalah …
Mengenal sistem primus interpares
Mengenal ilmu perbintangan
Mengenal sistem barter
Mengenal sistem gotong royong
Mengenal sistem pembagian kerja
Bangsa pendukung zaman perundagian adalah …
Proto Melayu
Deutro Melayu
Austronesia
Melanosoid
Polynesia
Meskipun pada zaman logam seluruh peralatan manusia sudah didominasi oleh peralatan yang terbuat dari besi, masih terdapat peralatan dari zaman batu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Peralatan tersebut adalah …
Pebble
Sumatralith
Chopper
Gerabah
Flakes
Pembabakan zaman praaksara di Indonesia berdasarkan geologi dibagi ke dalam empat zaman batu. Pembabakan zaman batu yang tepat adalah ….
Paleolitikum, Neolitikum, Mesolitikum, dan Megalitikum
Mesolitikum, Paleolitikum, Neolitikum, dan Megalitikum
Neolitikum, Paleolitikum, Mesolitikum, dan Megalitikum
Megalitikum, Paleolitikum, Mesolitikum, dan Neolitikum
Paleolitikum, Mesolitikum, Neolitikum, dan Megalitikum
Yang menjadi ciri dari kehidupan manusia praaksara pada Zaman Paleolitikum dinjukan oleh nomor ...
1 dan 2
1 dan 3
1 dan 4
2 dan 3
3 dan 4
Masa praaksara dimana alat-alat yang digunakan untuk bertahan hidup masih dikerjakan secara kasar, tidak diasah atau diupam terjadi pada zaman ….
Paleolitikum
Megalitikum
Mesolitikum
Neolitikum
Logam
Pada masa Paleolitikum, kehidupan berburu masih dilakukan secara berkelompok. Tiap kelompok merupakan keluarga kecil dengan pembagian kerja yang jelas. Kaum laki-laki bertugas melakukan perburuan. Kaum wanita yang tidak banyak terlibat dalam kegiatan perburuan lebih banyak berada di sekitar gua-gua tempat tinggal mereka. Pembagian tugas tersebut berdampak pada kemampuan wanita. Wanita pada zaman ini memiliki kesempatan untuk berkembang. Mereka memperluas wawasan mengenai tumbuhan saat ditinggal berburu oleh kaum laki-laki. Para wanita mampu membudidayakan tanaman di sekitar mereka. Dari wacana diatas pembagian kerja pada masyarakat berburu dan meramu didasarkan pada ….
Umur
Keahlian
Kekuasaa
Ketrampilan
Jenis kelamin
Berdasarkan nama tempat penemuannya, hasil Zaman Batu Tua di Indonesia dibagi menjadi dua yaitu ….
Kebudayaan Toala dan Pacitan
Kebudayaan Pacitan dan Ngandong
Kebudayaan Tulang Sampung dan Toala
Kebudayaan Tulang Sampung dan Ngandong
Kebuadayaan Toala dan kapak genggam Sumatera
1) Kapak genggam
2) Kapak lonjong
3) Flakes
4) Kapak persegi
Dari data di atas yang merupakan hasil-hasil budaya masyarakat praaksara Indonesia pada zaman Paleolitikum, ditunjukkan oleh nomor .…
1 dan 2
1 dan 3
1 dan 4
2 dan 3
3 dan 4
1) Sebagian masyarakatnya mulai hidup di gua-gua.
2) Hidup dengan menangkap ikan dan memakan kerang.
3) Adanya kebudayaan kapak genggam Sumatra (pebble).
Kehidupan sosial tersebut merupakan ciri-ciri dari zaman ….
Neolitikum
Mesolitikum
Perundagian
Paleolitikum
Megalitikum
Gua-gua yang digunakan masyarakat praaksara untuk berlindung dari binatang buas, hujan, maupun panas disebut juga dengan …
Pebble
Sumatralith
Kapak perimbas
Abris souce rouce
Kjokkenmoddinger
Gambar di atas merupakan peninggalan manusia pada masa praaksara yang masih ada sampai sekarang di sepanjang pesisir Sumatera Timur atau tepatnya di daerah Kabupaten Aceh Tamiang yang terjadi pada zaman ….
Logam
Neolitikum
Paleolitikum
Mesolitikum
Megalitikum
Kehidupan manusia purba mulai mengenal sistem kepercayaan diperkirakan pada masa berburu dan meramu makanan tingkat lanjut. Kepercayaan mereka pada saat itu diantaranya bersifat animisme yaitu ....
kepercayaan tentang adanya banyak dewa
percaya bahwa keris tertentu memiliki kekuatan gaib
percaya bahwa batu akik tertentu bisa membuat kebal dan kuat
percaya terhadap binatang tertentu yang dianggap suci dan memiliki kekuatan gaib
percaya bahwa di sekitar kehidupan manusia terdapat roh yang memiliki kekuatan gaib
Adanya kepercayaan bahwa hewan tertentu dianggap suci dan dipuja karena memiliki kekuatan supranatural. Hewan-hewan tersebut kadal, babi, ular, harimau dan sebagainya. Pemujaan terhadap binatang yang memiliki kekuatan magis dikenal dengan .…
Atheisme
Animisme
Dinamisme
Totemisme
Monotheisme
Ketika alam menuntut manusia pada masa praaksara mencari makanan dengan mengolahnya sendiri dan menetap dalam satu tempat, akhirnya mereka mulai menanam jenis-jenis tanaman yang semula tumbuh liar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Selain bercocok tanam, mereka juga memiliki teknik berternak hewan yang dimulai dengan menjinakkan hewan yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya seperti anjing, kerbau, ayam dan babi. Dari wacana di atas kehidupan sosial masyarakat praaksara sudah berkembang pada masa .…
Megalitikum
Perundagian
Neolitikum
Mesolitikum
Paleolitikum
1) Kapak persegi
2) Kapak corong
3) Kapak lonjong
4) Kapak genggam
5) Gerabah
Yang merupakan alat-alat yang digunakan oleh manusia purba pada masa Neolitikum adalah ….
1), 2), dan 3)
1), 3), dan 5)
2), 3), dan 4)
2), 4), dan 5)
3), 4), dan 5)
Manusia yang hidup pada zaman Neolitikum mengalami apa yang disebut revolusi neolitik yaitu adanya perubahan cara hidup dari ....
Food gathering ke food producing
Food producing menjadi menetap
Nomaden menjadi semi sedenter
Hunting menjadi food gathering
Food gathering menjadi meramu
Penyebaran hasil kebudayaan ini melalui Jalur Timur yaitu dari Asia (Yunan, China Selatan) ke Jepang, Formosa (Taiwan) Filipina, Minahasa, Maluku, dan Papua. Hasil kebudayaan ini adalah ….
Kapak corong
Kapak persegi
Kapak lonjong
Kapak genggam
Kapak Sumatera
Perbandingan yang benar tentang kehidupan masyarakat pada masa praaksara di bawah ini adalah .…
A
B
C
D
E
Perkembangan kebudayaan pada Zaman Batu Muda sudah sangat maju daripada zaman-zaman sebelumnya. Hal ini disebabkan kedatangan sebuah bangsa yang berasal dari Yunan dan nantinya menjadi pendukung kebudayaan pada zaman ini. Bangsa yang dimaksud adalah ….
Negrito
Weddoid
Proto Melayu
Deutero Melayu
Papua Melanesoid
Pada masa pertengahan akhir masa bercocok tanam dan masa awal perundagian nenek moyang kita setelah mengalami kesejahteraan, hidupnya diorientasikan untuk kepentingan kepercayaan. Hal ini dapat dibuktikan dari benda-benda yang ditinggalkan yaitu berupa ...
kapak perimbas dan pipisan
peninggalan berupa gua-gua
abris sous roche dan ktjokkenmodinger
gua yang dijadikan sebagai tempat tinggal
peninggalan batu besar seperti dolmen dan menhir
Peti jenasah yang berbentuk kubus yang ditutup dengan batu lain yang mirip dengan atap rumah dan banyak ditemukan di Minahasa adalah ….
Punden berundak
Menhir
Dolmen
Waruga
Arca
Hasil budaya Megalitikum yang difungsikan sebagai tempat pemujaan kepada roh nenek moyang dan mampu memberikan sumbangan yang berharga bagi perkembangan kebudayaan di bidang seni bangunan (candi) pada zaman Hindu-Buddha, yaitu ….
Punden berundak
Sarkofagus
Kubur batu
Dolmen
Menhir
Berdasarkan gambar di atas, bangunan ini memiliki fungsi ….
tempat penobatan kepala suku
sarana pemujaan terhadap arwah nenek moyang
tempat menaruh barang-barang pusaka yang berharga
tempat berkumpulnya masyarakat untuk memutuskan masalah bersama
lambang penghormatan kepala suku ketika diangkat menjadi pemimpin
Sebuah peninggalan cagar budaya yang ada di Subak Agung, Banjar Delod Abang, Desa Keramas, Blahbatuh, Gianyar ini ditemukan dalam keadaan utuh. Peninggalan cagar budaya tersebut berfungsi sebagai peti kubur yang terdiri dari 2 (dua) bagian yaitu bagian wadah dan tutup bentuk polos. Arkeolog Universitas Udayana, Wayan Ardika menjelaskan dengan ditemukan benda-benda tersebut membuktikan bahwa Bali ini dulu pernah menjadi pemukiman dan pemakaman bagi manusia purbakala.
Dari wacana di atas hasil kebudayaan yang dimaksud adalah ….
Menhir
Dolmen
Waruga
Sarkofagus
Punden berundak
Gambar di atas adalah salah satu peninggalan pada zaman Megalitikum yang disebut dengan ….
Arca
Dolmen
Waruga
Sarkofagus
Kubur peti batu
Nenek moyang bangsa Indonesia pada zaman perundagian selain memiliki ketrampilan teknik tuang logam, juga telah mengenal ilmu astronomi. Pada masa itu ilmu astronomi dimanfaatkan untuk ….
kegiatan pertanian dan pelayaran
meramalkan kejadian masa depan
menentukan waktu kegiatan ritual
mengumpulkan warga sekitarnya
menentukan hari baik dan buruk
Jenis perahu di atas sampai saat ini masih ditemukan dalam kehidupan masyarakat. Sebenarnya kapal jenis ini sudah muncul pada zaman perundagian yang dikenal dengan nama perahu ….
pinisi
pledang
kora-kora
tongkang
bercadik
Kepandaian mengolah logam perunggu di Indonesia diperoleh dari pengaruh Kebudayaan Dongson yang menyebar sekitar tahun 500 SM, sehingga kebudayaan perunggu di Indonesia dapat pula disebut sebagai kebudayaan Dongson, yang hasil peninggalannya antara lain ….
nekara dan sarkofagus
kapak pendek dan moko
nekara dan kapak persegi
nekara dan kapak corong
kapak corong dan kubur peti batu
Berdasarkan gambar di atas, alat tersebut memiliki fungsi sebagai ….
Tanda kebesaran dan alat upacara
Tanda berkabung dan penguburan
Alat berburu dan meramu
Alat Bertani dan beternak
Alat untuk memanen padi
Setelah kedatangan bangsa Deutro Melayu, kehidupan bangsa Proto Melayu yang tadinya hidup di sekitar aliran sungai dan pantai terdesak ke wilayah pedalaman karena kebudayaannya kalah maju. Berikut ini yang merupakan hasil dari kebudayaan suku bangsa Deutro Melayu adalah ...
mengenal kebudayaan logam dari perunggu
menggunakan batu yang sudah diasah halus
hidupnya sedenter dengan bercocok tanam
menggunakan peralatan hidup dari tulang
mengenal lukisan magis pada dinding gua
Alat ini digunakan sebagai alat keagamaan dan banyak ditemukan di Sumatera dan Madura yaitu ….
Moko
Kapak corong
Arca perunggu
Gendang gelang
Bejana perunggu
Perbandingan yang benar tentang corak kehidupan antara bangsa Proto Melayu dan Deutro Melayu adalah ….
A
B
C
D
E
