WorksheetsKuis Puisi
Total questions: 10
Worksheet time: 10mins
Bacalah puisi berikut!
Diponegoro
Karya: Chairil Anwar
…
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Petang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.
MAJU
Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.
Sekali berarti
Sudah itu mati.
MAJU
…
Perasaan yang tergambar dalam isi kutipan puisi tersebut adalah ….
marah
cemas
gembira
semangat
Makna larik Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali adalah .…
setia terhadap tanah airnya
berani menghadapi musuh
paham kekuatan musuhnya
percaya akan kemampuannya
1. Bacalah kutipan puisi berikut ini dengan teliti!
Diponegoro
Karya: Chairil Anwar
…
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Petang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.
MAJU
Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.
Sekali berarti
Sudah itu mati.
MAJU
…
Amanat isi kutipan puisi tersebut adalah kita harus ….
berani membela tanah air indonesia
setia mendukung tanah air indonesia
bangga dengan jati diri negara indonesia
menjaga perdamaian di negera indonesia
Bacalah kutipan puisi berikut ini dengan teliti!
Situ Gintung
1) Kala itu, riak air bergerumuh
2) …
3) Malam menjelang fajar
4) Datang begitu cepat
5) Beribu orang terbujur kaku
6) Menghadap ilahi tanpa firasat
Larik bermajas personifikasi yang tepat untuk melengkapi larik kedua pada puisi tersebut adalah …
Mengalir sangat deras
Mengusik kesunyian malam
Lewati aliran sungai malam itu
Mengalir tenang di tengah malam
Bacalah kutipan puisi berikut ini dengan teliti!
Berjalan ke barat waktu pagi hari
Waktu berjalan ke barat waktu pagi
Matahari mengikuti di belakang
Aku berjalan mengikuti bayang-bayangku
Sendiri yang memanjang di depan
Pengimajinasian pada puisi tersebut adalah ….
visual
auditif
taktil
penciuman
Hujan Bulan Juni
Karya: Sapardi Djoko Damono
Tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
Kepada pohon berbunga itu
Tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu
Tema dalam puisi tersebut adalah ….
penyesalan
percintaan
kebaikan
penantian
Hujan Bulan Juni
Karya: Sapardi Djoko Damono
Tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
Kepada pohon berbunga itu
Tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu
Kata berlambang dalam puisi tersebut adalah ….
hujan
rintik
jalan
akar
Hujan Bulan Juni
Karya: Sapardi Djoko Damono
Tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
Kepada pohon berbunga itu
Tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu
Makna kata konotasi pohon berbunga adalah ….
kebaikan
ketulusan
kehidupan
keindahan
Hujan Bulan Juni
Karya: Sapardi Djoko Damono
Tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
Kepada pohon berbunga itu
Tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu
Majas yang tampak dalam puisi tersebut adalah ….
hiperbola dan simile
simile dan personifikasi
personifikasi dan repetisi
repetisi dan hiperbola
Bacalah kutipan teks puisi berikut!
Angin semilir membawa udara panas
Daun-daun seperti mengipas-ngipas
Pak tua yang rebah berpeluh keringat
Menghibur yang sedang duduk santai
Membuai dalam imajinasi tentang dunia mimpi
Suasana dalam kutipan teks puisi tersebut adalah ….
ramai
mencekam
menakutkan
damai
