WorksheetsUAS Patologi Biomolekuler
Total questions: 10
Worksheet time: 30mins
Kerusakan sel dapat mengakibatkan cedera reversibel atau ireversibel. Mediator umum cedera sel termasuk bahan kimia, racun, radikal bebas, dan penurunan pengiriman oksigen oleh darah. Setelah sel diperlakukan dengan bahan kimia tertentu, ribosom berhenti berfungsi. Aktivitas sel mana yang langsung terpengaruh oleh perubahan fungsi ribosom ini?
Transportasi sel
Respirasi aerobik
Ekskresi produk metabolisme
Sintesis protein
Motilitas sel
Sel otot pada atlet sering memiliki lebih banyak mitokondria daripada sel otot pada non-atlet. Berdasarkan pengamatan ini, dapat disimpulkan bahwa sel-sel otot pada atlet memiliki:
Kebutuhan protein sel yang lebih tinggi daripada sel otot non-atlet.
Kebutuhan energi yang lebih besar daripada sel otot non-atlet.
Inti yang mengandung lebih banyak DNA daripada inti dalam sel otot non-atlet.
Bereproduksi lebih jarang daripada sel otot non-atlet.
Bereproduksi lebih sering daripada sel otot non-atlet.
Hampir semua gen terdapat pada kromosom di dalam inti. Akan tetapi beberapa gen ada yang terdapat di dalam mitokondria. Gen pada mitokondria ini ditemukan pada:
snRNA
rRNA
tRNA
mtDNA
siRNA
Penurunan aliran darah (iskemia) menurunkan produksi ATP oleh proses seluler aerobik karena kekurangan oksigen. Hal ini menyebabkan penurunan fosforilasi oksidatif oleh mitokondria. Secara umum sumber fosfat pada reaksi fosforilasi berasal dari molekul:
ADP
GMP
ATP
Adenyl cyclase
cAMP
Proses apakah yang terjadi pada gambar disamping ini?
Translasi
Replikasi
Mutasi
Transkripsi
Rekombinasi
Ada tiga komponen protein utama desmosom di epidermis: cadherin desmosomal, famili armadillo dari protein nukleus dan junctional, dan plakin. Cadherin transmembran terdiri dari sebagian besar asosiasi heterofilik dari desmoglein dan desmocollins. Bagian intraseluler dari cadherin berinteraksi dengan filamen keratin jaringan melalui protein plak desmosomal, terutama desmoplakin, plakoglobin dan plakophilin. Protein desmosom yang berhubungan dengan penyakit immunobullous Phemphigus vulgaris adalah:
Desmoglein
Desmocollins
Desmoplakin
Plakoglobin
Plakophilin
Aneuploidi adalah kondisi abnormal yang disebabkan oleh hilangnya satu kromosom (monosomi) pada suatu pasang kromosom, atau yang disebabkan oleh bertambahnya jumlah kromosom pada suatu pasang kromosom (trisomi). Salah satu contoh trisomi yaitu sindrom Down (trisomi 21). Penyebab terjadinya aneuploidi adalah:
Kelainan kromosom seks
Nondisjunction kromosom pada fase meiosis I atau II
Infeksi pada ibu seperti rubella dan sifilis
Defisiensi iodine, folat, obesitas, atau diabetes mellitus
Sebagian besar diakibatkan oleh mutasi gen
Ribosom adalah tempat di mana sintesis protein berlangsung. Sel memiliki banyak ribosom, dan jumlahnya tergantung pada seberapa aktif sel tersebut dalam mensintesis protein. Ukuran ribosom di dalam sel bervariasi, tergantung pada jenis sel dan faktor-faktor seperti apakah sel sedang beristirahat atau bereplikasi. Perbedaan antara ribosom sel eukariotik dengan prokariotik yang tepat adalah:
Ribosom prokariotik mengandung 4 molekul RNA, sedangkan ribosom eukariotik mengandung 3 molekul RNA.
Ribosom eukariotik lebih besar karena mengandung lebih banyak protein dan lebih banyak RNA
Ribosom eukariotik biasanya 70S
Pada sel eukariotik, ribosom berada dalam bentuk bebas, sedangkan sel prokariotik hanya memiliki bentuk bebas dan terikat
Bakteri Escherichia coli dapat memiliki ribosom sebanyak 10 juta yang merupakan seperempat dari total massa sel
Fosforilasi berperan penting dalam berbagai reaksi biokimia di dalam tubuh makhluk hidup. Salah satu reaksi fosforilasi yang penting adalah pada proses respirasi aerobik. Reaksi fosforilasi oksidatif ini menyebabkan molekul yang mengalami reaksi tersebut lebih berenergi. Apakah yang dimaksud dengan reaksi fosforilasi ini?
Penambahan sulfat pada suatu molekul
Penambahan karbonat pada suatu molekul
Penambahan fosfat pada suatu molekul
Penambahan oksalat pada suatu molekul
Penambahan kalium pada suatu molekul
Protein memiliki peranan penting pada hampir semua proses biologi di dalam tubuh. Molekul ini dapat berupa enzim, hormone, bagian dari struktur suatu sel (membran sel dan sitoskeleton) bahkan penyusun jaringan ikat atau jaringan penunjang. Selain itu, protein merupakan sumber energi, dan memiliki fungsi informatif (reseptor pensinyalan). Unit penyusun suatu protein adalah:
Monosakarida
Trigliserida
Asam amino
Ikatan peptida
Asam lemak
