wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Isi dan Kebahasaan Novel (Menikmati Novel 2)

Total questions: 15

Worksheet time: 15mins

Name
Class
Date
1.

Penggalan novel :

Serba susah, serba salah. Ini tak kuat, ini tak sanggup. Dan sementara itu pikiran dan semangat selalu dikacaukan dan diharubirukan oleh sesal tak putus, sedih tak berkesudahan. Teringat sawah dan rumah pusaka bapak, yang telah dijual dan dihabiskan! Terkenang kebaikan istri, yang telah meninggalkan dunia karena makan hati oleh perbuatan dan kelakukan diri sendiri. Di mana tinggal kemegahan selama ini.

Akan pelengah-lengah pikiran dan akan pembeli nasi Mak Iyah mau tak mau. Ia pun bekarja juga menganyam topidari pandan seperti pada malam itu.

Akan tetapi perasaannya selalu tergoda, semangatnya senantiasa terganggu!

Isi penggalan novel tersebut mengungkapkan ….

a)

kesengsaraan tokoh menghadapi masa lalu

b)

kebingungan tokoh menghadapi sesuatu

c)

kelesuan tokoh untuk melakukan sesuatu

d)

nostalgia tokoh di masa lampaunya

e)

penyesalan tokoh atas perbuatannya sendiri

2.

Bacalah kutipan teks novel Berikut!

Semuanya seperti musim kering; kemarau datang dan angin gersang menusuk-nusuk. Semuanya seperti musim basah; hujan dan badai adalah nyanyian dalam sedih dan ngilu. Semuanya seperti perih, ketika langit tak menyisakan cerita apa-apa. Semuanya menjadi sepi...

(Nyanyi Sunyi dari Indragiri , Hary B Kori’un)


Gaya bahasa dalam kutipan novel di atas adalah gaya bahasa ... .

a)

antithesis

b)

metafora

c)

personifikasi

d)

hiperbola

e)

metonimia

3.

Bacalah paragraf berikut ini !

Minat investor asing yang tinggi ke negara berkembang bisa dilihat dari transaksi yang terjadi di pasar modal. Dalam tiga tahun terakhir, arus modal asing ke pasar saham dan pasar uang di negara berkembang sangat besar.


6.Makna istilah investor pada paragraf di atas adalah ..

a)

nasabah

b)

pengusaha

c)

penanam modal

d)

penguasa

e)

pemilik

4.

Cermati kutipan berikut!


Tiap-tiap pemuda yang bersekolah di Betawi dalam bertamasya di Danau Singkarak atau Sawahlunto dan singgah ke Solok, belum pernah mereka melampaui sebuah rumah kecil yang amat bersih rupanya. Rumah itu dibeli oleh Ibu Hanafi dan disanalah ia tinggal bersama Rapiah karena perlu menyekolahkan Syafei. Rapiah tidak suka bercerai lagi dengan mertuanya yang sudah dipandangnya sebagai ibu kandungnya, sedangkan Ibu Hanafipun berkata hendak menurutkan orang kedua itu ke mana perginya.


Rapiah tetap menolak hendak dipersuamikan. Ia berkata tak sampai hati akan memberi ayah tiri pada Syafei.


Ibu Hanafi memerlukan benar menyembelih ayam, tiap-tiap kedatangan anak-anak sekolah dari betawi. Pemuda-pemuda itu senang sekali datang berkunjung ke rumah orang yang peramah dan bijaksana itu.


(Salah Asuhan, Abdul Muis)


Hal dalam kutipan yang terkait dengan kehidupan bermasyarakat sekarang ini adalah…

a)

Jika bertamasya ke Danau Singkarak atau Sawahlunto singgah ke rumah sanak saudara di sana.

b)

Hendaklah kita mengunjungi keluarga kita yang ada di daerah.

c)

Suatu Keluarga menyiapkan hidangan yang baik untuk menjamu tamu.

d)

Ibu mertua dan anak menantu perempuan selalu bersama dalam melakukan sesuatu.

e)

Tidak menikah lagi sesudah suami meninggal demi masa depan anak yang dicintai.

5.

Bacalah kutipan novel 9 Matahari karya Adenita berikut ini!

"....orang hebat adalah orang yang bisa bersalaman dengan kesulitan. Jadi kalau kamu semua lagi punya kesulitan, hadapi! Jangan takut... Ibaratnya gini loh, kamu sudah memutuskan untuk menceburkan diri ke sungai maka pilihannya adalah terus berenang untuk sampai ke tepian dan meraih semuanya. Menyerah bukan pilihan untuk hidup. Karena menyerah cuma akan membuat kamu tenggelam di tengah sungai dan mati tanpa diketahui orang."

"Ibarat orang terjatuh, aku harus bangkit dulu dan memastikan kakiku cukup kuat untuk berjalan atau berlari, baru mengulurkan tangan untuk membantu."

"Ikhlas itu nggak pakai tapi, Sayang. Ikhlas berarti kamu menerima segalanya dengan lapang hati kesalahan dalam bentuk apa pun yang sudah pernah terjadi. Biarkan hati kita seluas lautan. Ibarat setitik tinta yang kalau kamu teteskan di segelas air dan bakal bikin airnya hitam, beda dengan kalau kamu teteskan ke laut. Ngerti'kan, Tar? Karena lautan itu luas, dan seperti itulah harusnya hatimu ketika kamu bilang ikhlas, Tari... Sudah tidak ada lagi yang tersisa."


Pandangan yang disampaikan pengarang dalam cuplikan novel tersebut adalah....

a)

Orang hebat adalah orang yang pantang menyerah dan ikhlas menjalani

b)

Orang hebat adalah orang yang tidak takut menghadapi kesulitan

c)

Kesulitan itu harus dihadapi sepanjang bisa dan mampu menjalaninya

d)

Menyerah bukan pilihan yang baik untuk mempertahankan kehidupan

e)

Orang hebat adalah orang yang gampang menyerah dan tidak ikhlas menjalani

6.

Penggalan novel :

Serba susah, serba salah. Ini tak kuat, ini tak sanggup. Dan sementara itu pikiran dan semangat selalu dikacaukan dan diharubirukan oleh sesal tak putus, sedih tak berkesudahan. Teringat sawah dan rumah pusaka bapak, yang telah dijual dan dihabiskan! Terkenang kebaikan istri, yang telah meninggalkan dunia karena makan hati oleh perbuatan dan kelakukan diri sendiri. Di mana tinggal kemegahan selama ini.

Akan pelengah-lengah pikiran dan akan pembeli nasi Mak Iyah mau tak mau. Ia pun bekarja juga menganyam topidari pandan seperti pada malam itu.

Akan tetapi perasaannya selalu tergoda, semangatnya senantiasa terganggu!

Isi penggalan novel tersebut mengungkapkan ….

a)

kesengsaraan tokoh menghadapi masa lalu

b)

kebingungan tokoh menghadapi sesuatu

c)

kelesuan tokoh untuk melakukan sesuatu

d)

nostalgia tokoh di masa lampaunya

e)

penyesalan tokoh atas perbuatannya sendiri

7.

Perhatikan penggalan novel berikut, lalu jawablah pertanyaannya!

Serba susah, serba salah. Ini tak kuat, ini tak sanggup. Dan sementara itu pikiran dan semangat selalu dikacaukan dan diharubirukan oleh sesal tak putus, sedih tak berkesudahan. Teringat sawah dan rumah pusaka bapak, yang telah dijual dan dihabiskan! Terkenang kebaikan istri, yang telah meninggalkan dunia karena makan hati oleh perbuatan dan kelakukan diri sendiri. Di mana tinggal kemegahan selama ini.

Akan pelengah-lengah pikiran dan akan pembeli nasi Mak Iyah mau tak mau. Ia pun bekarja juga menganyam topidari pandan seperti pada malam itu.

Akan tetapi perasaannya selalu tergoda, semangatnya senantiasa terganggu!


Konflik yang tersirat pada penggalan novel tersebut lebih didasarkan pada masalah….

a)

Sosial

b)

Budaya

c)

Kejiwaan

d)

Politik

e)

Lingkungan

8.

Bacalah kedua kutipan teks novel berikut!

Teks 1

Tak susah melukiskan sekolah kami, karena sekolah kami adalah salah satu dari ratusan atau mungkin ribuan sekolah miskin di seantero negeri ini yang jika disenggol sedikit saja oleh kambing yang senewen, bisa rubuh berantakan. Kami memiliki enam kelas kecil-kecil, pagi untuk SD Muhammadiyah dan sore untuk SMP Muhammadiah. Maka kami, sepuluh siswa baru ini bercokol selama sembilan tahun di sekolah yang sama dan kelas-kelas yang sama, bahkan susunan kawan sebangku pun tak berubah selama Sembilan tahun SD dan SMP itu.

(Laskar Pelangi, Andrea Hirata)

Teks 2

Setelah aku diwisuda sebagai sarjana ilmu hukum, aku kemudian memilih pulang ke Rimbo Pematang. Aku membantu mengajar di SMA Rimbo Parit dengan status honorer, sekolah tempatku menyelesaikan sekolah dulu. Aku memegang mata pelajaran Tata Negara dan Sejarah. Seperti ketika sekolah dulu, aku bolak-balik dari rumah ke kota kecamatan tersebut; dari rumah jalan kaki beberapa ratus meter ke dermaga penyeberangan dengan perahu di pinggir sungai, kemudian melanjutkan perjalanan dengan transportasi darat ke Rimbo Parit. Begitu setiap hari pulang-pergi.

(Nyanyi Sunyi dari Indragiri , Hary B Kori’un)

Perbandingan sudut pandang yang digunakan dalam kedua teks di atas adalah ...

a)

Teks 1 menggunakan sudut pandang orang III, teks 2 menggunakan sudut pandang orang I

b)

Teks 1 menggunakan sudut pandang orang I, teks 2 menggunakan sudut pandang orang III

c)

Teks 1 menggunakan sudut pandang orang I, teks 2 menggunakan sudut pandang orang I

d)

Teks 1 menggunakan sudut pandang orang III, teks 2 menggunakan sudut pandang orang III

e)

Teks 1 menggunakan sudut pandang orang III jamak, teks 2 menggunakan sudut pandang orang III tunggal

9.

Bacalah kutipan teks novel Berikut!

Semuanya seperti musim kering; kemarau datang dan angin gersang menusuk-nusuk. Semuanya seperti musim basah; hujan dan badai adalah nyanyian dalam sedih dan ngilu. Semuanya seperti perih, ketika langit tak menyisakan cerita apa-apa. Semuanya menjadi sepi...

(Nyanyi Sunyi dari Indragiri , Hary B Kori’un)


Gaya bahasa dalam kutipan novel di atas adalah gaya bahasa ... .

a)

antithesis

b)

metafora

c)

personifikasi

d)

hiperbola

e)

metonimia

10.

"Tuhan, berikan aku kerendahan hati untuk mengakui bahwa aku punya masa lalu" bisik hatinya. Mata Lestari menerawang. Laju kereta seperti tertahan. Yogyakarta, masih empat jam lagi....

Pesan yang tersirat dalam kutipan cerita tersebut adalah . . .

a)

pentingnya kesadaran akan masa lalu

b)

pentingnya pengakuan atas kehadiran Tuhan

c)

masa lalu lebih baik daripada masa sekarang

d)

setiap orang punya masa lalu yang patut disyukuri

e)

perlunya berdoa dalam setiap kesulitan agar Tuhan dapat menolong

11.

Pesawat kecil itu terangkat, dari jendela kulihat ayahku melambai-lambai dengan sapu tangan yang dulu dipakainya untuk mengikat kakiku pada tuas sepeda forefernya supaya kakiku tak terjerat jari-jari ban. (8) Aku tahu aku akan meridnukan laki-laki pendiam itu, kuliat lambaiannya sampai jauh hingga tak nampak lagi, aku tersedu-sedu.

Pendeskripsian watak tokoh ayah juga seorang pendiam dalam kutipan novel tersebut adalah ...

a)

Dialog antartokoh

b)

Pikiran tokoh

c)

Penjelasan tidak langsung

d)

Tanggapan tokoh lain

e)

Tindakan tokoh

12.

“Lagi orang-orang malam”, kata kartini setengah dalam mulut mengeluh ia serta sambungnya, “korban kapitalisme! Mereka sampai-sampai menjual kehormatannya karena tak sanggup mencari sesuap nasi. Karena masyarakat tak sanggup mencari sesuap nasi. Karena masyarakat terlalu bobrok, tak sanggup memberi pekerjaaan yang halal kepada orang-orang yang malang itu” (mendesis-desis suaranya).

“Cih, masyarakat bobrok kayak begini mana jaminan hidup untuk warganya?”

“Atheis” Karya Achdiet Kartamiharja

Amanah pada penggalan novel tersebut adalah ….

a)

Jangan egois

b)

Jangan menyesali diri

c)

Manusia selalu mempunya tanggung jawab

d)

Jangan mengeluh

e)

Mintalah pertolongan jika perlu

13.

Yang bukan merupakan metode dramatik dalam penggambaran watak tokoh . . . .

a)

melalui pilihan nama

b)

penggambaran fisik tokoh

c)

reaksi antartokoh

d)

melalui cakapan (baik dialog maupun dialog)

e)

analitik

14.

1. Bacalah kutipan novel berikut!

Laskar Pelangi


Atas dasar semua bukti yang ada dan pengkuan Noura, akhirnya mau tidak mau Dewan Hakim memutuskan diriku tidak bersalah dan bebas dari dakwaan apa pun. Takbir dan hamdallah bergemuruh di ruang pengadilan itu dilantunkan oleh semua orang yang membela dan bersimpati padaku. Seketika aku sujud syukur …. Aisha memelukku dengan tangis bahagia tiada terkira.

Tahapan alur pada penggalan novel tersebut adalah …

a)

Pengenalan

b)

pengungkapkan peristiwa

c)

menuju terjadinya konflik

d)

puncak konflik

e)

penyelesaian

15.

1. Bacalah kutipan novel Laskar Pelangi berikut!

Laskar Pelangi

Namun tak lama kemudian antara tidur dan terjaga aku mendengar suara gemericik air seperti jutaan semut berdatangan.

Kutipan kalimat di atas menggunakan majas …

a)

satire

b)

pras prototo

c)

personifikasi

d)

hiperbola

e)

Alegori