NEW
Font size
WorksheetsEVALUASI B. INDONESIA KELAS 10 MATERI HIKAYAT
Total questions: 30
Worksheet time: 30mins
Hikayat berasal dari bahasa Arab, hikayah yang berarti ...
Rekaan
Fiksi
Peristiwa
Tokoh cerita
Kisah atau dongeng
Tema yang dominan dalam sebuah hikayat adalah ...
Moral
Agama
Sosial
Petualangan
Perjalanan
Dalam hikayat terdapat adat istiadat, perkawinan, kematian, cara berpakaian merupakan contoh dari nilai ...
Budaya
Sosial
Agama
Ketuhanan
Moral
Nilai yang berkaitan dengan baik dan buruk dalam hikayat disebut ...
Nilai kemanusiaan
Nilai moral
Nilai agama
Nilai sosial
Nilai budaya
Pengarang membawa pembaca ke dunia khayal atau imajinasi yang serba indah. Pernyataan tersebut merupakan salah satu ciri hikayat yang berarti ...
Magis
Dominan
Anonim
Pralogis
Logis
Tokoh yang dikisahkan dalam hikayat biasanya adalah ...
Masa lampau
Seorang raja
Petualangan
Peperangan
Asal mula suatu daerah
Dalam hikayat biasanya menggunakan majas yang menyebut seseorang berdasarkan ciri atau sifatnya yang menonjol disebut ...
Personifikasi
Metafora
Simile
Antonomasia
Hiperbola
Bacalah kutipan hikayat berikut!
Sebelum raja Hindustan itu disediakala pekerjaannya pergi berburu juga, maka pada suatu hari raja Hindustan itu sedang berburu, lalu bertemu dua ekor ular adapun ular yang betina itu terlalu baik rupanya, maka yang jantan sangat jahat rupanya. Maka pada hati Baginda, "Bukan juga jodohnya ular itu karena yang jantan itu amat jahat rupanya dan yang betina itu elok rupanya.", Maka dihunusnya pedangnya, lalu diparangkan kepala ular jantan itu. Maka ular jantan itu matilah. Maka ular betina itu pun putus ekornya sedikit.
Nilai moral dalam kutipan tersebut yang masih dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah ...
Marah melihat sesuatu yang tidak sesuai dalam pandangannya.
Menghukum yang berperilaku jahat.
Lebih mempercayai ular.
Melakukan perburuan di hutan tanpa mengenal batas.
Jangan berlaku kasar kepada orang yang tidak disukai.
Bacalah kutipan hikayat berikut!
Sebelum raja Hindustan itu disediakala pekerjaannya pergi berburu juga, maka pada suatu hari raja Hindustan itu sedang berburu, lalu bertemu dua ekor ular adapun ular yang betina itu terlalu baik rupanya, maka yang jantan sangat jahat rupanya. Maka pada hati Baginda, "Bukan juga jodohnya ular itu karena yang jantan itu amat jahat rupanya dan yang betina itu elok rupanya.", Maka dihunusnya pedangnya, lalu diparangkan kepala ular jantan itu. Maka ular jantan itu matilah. Maka ular betina itu pun putus ekornya sedikit.
Penggunaan konjungsi urutan waktu pada kutipan hikayat tersebut ditandai dengan konjungsi ...
Sediakala
Sebelum
Maka
Kepada
Yang
Bacalah kutipan hikayat berikut!
Sebelum raja Hindustan itu disediakala pekerjaannya pergi berburu juga, maka pada suatu hari raja Hindustan itu sedang berburu, lalu bertemu dua ekor ular adapun ular yang betina itu terlalu baik rupanya, maka yang jantan sangat jahat rupanya. Maka pada hati Baginda, "Bukan juga jodohnya ular itu karena yang jantan itu amat jahat rupanya dan yang betina itu elok rupanya.", Maka dihunusnya pedangnya, lalu diparangkan kepala ular jantan itu. Maka ular jantan itu matilah. Maka ular betina itu pun putus ekornya sedikit.
Hal yang mustahil dalam kutipan hikayat tersebut adalah ...
Seorang manusia yang menghukum hewan yang jahat.
Seorang manusia membunuh tetapi salah sasaran.
Nilai jahat seekor hewan dari wajahnya.
Pemburu membunuh hewan yang dijumpai di hutan.
Seorang manusia dapat bercakap-cakap dengan hewan.
Bacalah penggalan hikayat berikut dengan saksama!
Maka anakanda yang mulia Baginda yang dua orang itu pun sampailah usia 7 tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fiqih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.
Kata "yang mulia baginda" dalam penggalan hikayat tersebut menggunakan majas ...
Antonomasia
Metafora
Hiperbola
Simile
Personifikasi
Bacalah penggalan hikayat berikut dengan saksama!
Maka anakanda yang mulia Baginda yang dua orang itu pun sampailah usia 7 tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fiqih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.
Kata arkais yang bercetak miring pada penggalan hikayat tersebut memiliki makna ...
Diusir
Diperintah
Diminta
Diizinkan
Dipanggil
Bacalah penggalan hikayat berikut dengan saksama!
Maka anakanda yang mulia Baginda yang dua orang itu pun sampailah usia 7 tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fiqih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.
Nilai yang terkandung dalam penggalan hikayat tersebut adalah ...
Nilai agama
Nilai sosial
Nilai estetika
Nilai edukasi
Nilai budaya
Bacalah kutipan hikayat berikut!
Pada suatu hari, Duryodhana meminta para Pandawa mencari anak panah yang jatuh ke lubuk seekor naga. Dengan perjanjian jika anak panah itu didapati kembali, setengah kerajaan akan diberikan kepada para Pandawa.
Para Pandawa lalu terjun ke dalam lubuk naga itu dan ditelan oleh naga. Para Kurawa semuanya gembira, mereka menyangka para Pandawa sudah mati. Sangkaan para Kurawa itu meleset. Sebenarnya yang mati bukan Pandawa melainkan naga.
Karakteristik melayu klasik yang terdapat pada kutipan tersebut adalah ...
Istana sentris
Kesaktian
Kemustahilan
Struktur bahasa
Dewa-dewi
Bacalah kutipan hikayat berikut!
Pada suatu hari, Duryodhana meminta para Pandawa mencari anak panah yang jatuh ke lubuk seekor naga. Dengan perjanjian jika anak panah itu didapati kembali, setengah kerajaan akan diberikan kepada para Pandawa.
Para Pandawa lalu terjun ke dalam lubuk naga itu dan ditelan oleh naga. Para Kurawa semuanya gembira, mereka menyangka para Pandawa sudah mati. Sangkaan para Kurawa itu meleset. Sebenarnya yang mati bukan Pandawa melainkan naga.
Berdasarkan kutipan hikayat Pandawa tersebut, karakter tokoh Kurawa adalah ...
Licik
Pembohong
Tidak serius
Pengasih
Sombong
Bacalah penggalan hikayat berikut dengan seksama!
Alkisah, ini hikayat orang dahulu kala. Diceritakan orang yang empunya cerita ini kisah pelanduk jenaka pri bijaksana pandai ia berbuat dusta segala binatang di dalam hutan rimba belantara. Demikianlah bunyinya, sekali peristiwa ada seekor pelanduk, maka ia duduk kepada suatu rimba hampir dengan Gunung Indrakila namanya disebut orang dan padang itu pun ... luasnya. Maka, banyaklah pada tempat itu segala binatang margasatwa sekaliannya berhimpun di sana.
Penggalan hikayat tersebut menggunakan sudut pandang ...
Orang pertama
Orang pertama pelaku utama
Orang pertama pelaku sampingan
Orang kedua
Orang ketiga
Bacalah penggalan hikayat berikut dengan seksama!
Alkisah, ini hikayat orang dahulu kala. Diceritakan orang yang empunya cerita ini kisah pelanduk jenaka pri bijaksana pandai ia berbuat dusta segala binatang di dalam hutan rimba belantara. Demikianlah bunyinya, sekali peristiwa ada seekor pelanduk, maka ia duduk kepada suatu rimba hampir dengan Gunung Indrakila namanya disebut orang dan padang itu pun ... luasnya. Maka, banyaklah pada tempat itu segala binatang margasatwa sekaliannya berhimpun di sana.
Latar tempat dari penggalan hikayat tersebut adalah ...
Gunung Indrakila
Padang rumput
Marga satwa
Hutan rimba
Kebun binatang
Bacalah teks hikayat berikut dengan seksama!
Demikianlah bunyinya titah Yang maha mulia: "Bahwa beta minta perbuatkan hikayat pada bendahara peri peristiwa dan peraturan segala raja-raja Melayu dengan adat istiadatnya sekali, supaya diketahui oleh segala anak cucu kita yang kemudian daripada kita, diingatkan syahdan peroleh manfaat daripadanya."
Setelah Fahir, alladzi murakkabun ala jahlin, mendengar demikian Fakhir terkejut diri Fahrir, dan minta Taufik kehadirat Tuhan samiul alam.
Isi kutipan cerita tersebut adalah ...
Raja memerintah kepada rakyatnya untuk membuat sejarah Melayu agar diketahui akan cucunya.
Fahir minta kepada raja untuk dapat mengingatkan anak cucu dengan membuat sejarah Melayu.
Raja minta dibuatkan hikayat tentang peraturan dan adat istiadat raja Melayu agar di kemudian hari diketahui oleh anak cucunya.
Anak cucu kita harus memperoleh manfaat dari perbuatan yang dilakukan para raja Melayu dan tahu adat kerajaan.
Raja memerintah kepada fakir agar anak cucunya meminta Taufik kehadirat Tuhan Samiul alam.
Bacalah teks hikayat berikut dengan seksama!
Demikianlah bunyinya titah Yang maha mulia: "Bahwa beta minta perbuatkan hikayat pada bendahara peri peristiwa dan peraturan segala raja-raja Melayu dengan adat istiadatnya sekali, supaya diketahui oleh segala anak cucu kita yang kemudian daripada kita, diingatkan syahdan peroleh manfaat daripadanya."
Setelah Fahir, alladzi murakkabun ala jahlin, mendengar demikian Fakhir terkejut diri Fahrir, dan minta Taufik kehadirat Tuhan samiul alam.
Nilai moral yang terkandung dalam kutipan hikayat tersebut adalah ...
Raja mewariskan hal-hal yang baik untuk anak cucunya.
Anak cucu meminta Taufik kehadirat Tuhan.
Adat istiadat harus diketahui oleh anak cucu.
Anak itu harus taat pada peraturan rajanya.
Raja mempertahankan adat istiadat yang berlaku.
Perhatikan kutipan hikayat berikut!
Keesokan harinya ketika raja singa hendak makan barulah diketahui bahwa daging itu telah hilang. Maka, ributlah orang mencari, tetapi bagaimana sekalipun dicari, tidak juga bertemu. Ketika itu datanglah menghadap semua yang telah berbuat kejahatan dihadapan mereka raja pun bertanya siapakah yang telah mencuri daging itu. Mendengar pertanyaan itu berpandang-pandanglah mereka seorang memandang yang lain. Kemudian tiba-tiba di antara yang banyak itu seorang bangun dan berkata, "Kita harus berkata benar kepada raja, sekalipun kebenaran itu pahit adanya. Hamba mendengar bahwa daging itu dibawa serigala ke rumahnya."
Dikutip dari: Baidaba, Hikayat Kalilah dan Dimnah
Nilai dalam hikayat tersebut yang sesuai dengan kehidupan saat ini adalah ...
Kebenaran harus disampaikan sekalipun tidak disukai.
Kebenaran harus disampaikan di depan banyak orang.
Kebenaran harus diungkapkan dihadapan orang yang berkuasa.
Kita harus sopan dalam menyampaikan pendapat kepada orang lain.
Kecurigaan kepada orang lain harus selalu dihilangkan.
Hikayat adalah salah satu jenis cerita rakyat yang disajikan dengan menonjolkan unsur penceritaan berciri....
cerita yang dibuat-buat oleh pengarangnya
kepandaian dan kecerdasan tokoh-tokohnya
kesaktian dan keunggulan ceritanya
kemustahilan dan kesaktian tokoh-tokohnya
kemustahilan dan kepandaian tokoh-tokohnya
“Aku hanya menginginkan engkau menangkap angin dan memenjarakannya.” kata Baginda. Majas yang digunakan pada penggalan hikayat di atas adalah...
metafora
antonomasia
simile
alegori
personifikasi
Kata-kata yang jarang digunakan disebut…..
Arkais
Bahasa
Pralogis
Statis
Istana sentris
Majas yang menyebut seseorang berdasarkan ciri atau sifatnya yang menonjol disebut…..
Majas metafora
Majas antonomasia
Majas hiperbola
Majas simile
Majas perbandingan
Kata beroleh, titah, buluh, mahligai, inang, upeti, bejana merupakan contoh dari penggunaan…..
Konjungsi
Kata arkais
Majas
Kata kausal
Kata baku
Bacalah hikayat berikut!
Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.
Amanat yang tersirat dalam kutipan sastra klasik tersebut adalah …
Basmilah jika melihat kejahatan
Jangan menyombongkan diri
Tunjukkanlah jika memiliki suatu kemampuan
Bersyukurlah jika mendapat pertolongan
hendaklah menolong orang yang dalam kesulitan
Istri sang raja sudah meninggal ketika melahirkan anaknya yang bungsu sehingga anak sang raja diasuh oleh inang pengasuh. Putri-putri raja menjadi manja dan nakal. Mereka hanya suka bermain di danau. Mereka tak mau belajar dan juga tak mau membantu ayah mereka.
Ada dua nilai yang terkandung dalam kutipan tersebut, yaitu nilai .…
sosial dan moral.
agama dan moral.
budaya dan sosial
edukasi dan sosial.
edukasi dan moral.
Hal yang membuat teks hikayat tidak diketahui pengarangnya adalah karena teks hikayat ....
berupa cerita rekaan
bertujuan menghibur
merupakan cerita pelipur lara
diceritakan dari mulut ke mulut
hanya berkembang dilingkungan istana
Bacalah penggalan hikayat berikut dengan saksama!
Pengganti Hang Tuah di keraton adalah Hang Jebat. Sesungguhnya, ia menaruh dendam atas keputusan raja yang dijatuhkan kepada sahabatnya, Hang Tuah. Karena setia kepada sahabatnya, ia mengamuk di keraton. Putri-putri dan dayang-dayang diperlakukan kurang sopan sehingga banyak jugalah orang yang mati karena kerisnya, yang diberikan Hang Tuah kepadanya. Tiada seorang pun yang berani mendinginkan sehingga raja sendiri pun terlibat pula dalam kesulitan dan ketakutan.
Dari kutipan cerita di atas kita dapat mengetahui bahwa Hang Jebat berwatak ….
pemberani
baik budi
sombong
setia
kasar
Bacalah penggalan hikayat berikut!
Tuan puteri memandang ke dayang kipas itu. Kesepuluhnya menyembah, lalu mengundurkan diri mengisut ke belakang perlahan-lahan. Bangkitlah Mak Inang, lalu duduk di tepi tilak tujuh bertindih, lalu mengumpulkan bunga melur yang terselit-selit di suara tuan puteri itu.
Nilai yang terdapat pada penggalan tersebut adalah ….
sosial
budaya
moral
agama
pemdidikan
