wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UTS Administrasi dan Supervisi Pendidikan

Total questions: 25

Worksheet time: 13mins

Name
Class
Date
1.

Supervisi berasal dari dua kata, yaitu “super” dan “vision”, super dapat diartikan kelebihan, orang yang memiliki kelebihan. Sedangkan vision diartikan sebagai pandangan jauh kedepan. Berikut adalah pengertian dari supervisi pendidikan yang tepat adalah:

a)

Supervisi pendidikan adalah supervisi yang berlangsung secara berkala dalam konteks program pelatihan dalam rangka untuk menentukan kebutuhan masyarakat secara luas.

b)

Supervisi juga diartikan sebagai suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para masyarakat dan pegawai lainnya dalam melakukan pekerjaan secara efektif.

c)

Supervisi adalah sebagai bantuan dan bimbingan kepada guru dalam bidang instruksional, belajar, dan kurikulum dalam usahanya untuk mencapai bersama masyarakat.

d)

Supervisi pendidikan adalah kegiatan pembinaan terhadap guru dan staff untuk melakukan pekerjaan yang efektif

2.

Seorang supervisor yang baik memang dituntut mengetahui secara jelas apa yang menjadi tujuan pekerjaannya, karena tanpa mengetahui apa yang menjadi tujuan pekerjaannya sulit baginya untuk mengukur keberhasilan apa yang dilakukannya. Oleh karena itu dikatakan tujuan supervisi pendidikan di sekolah adalah integral dengan tujuan-tujuan pendidikan. Berikut adalah tujuan dari supervisi pendidikan yang tepat:

a)

Supervisi pendidikan adalah untuk memberikan layanan dan bantuan untuk meningkatkan kualitas mengajar guru di kelas yang pada gilirannya untuk meningkatkan kualitas belajar siswa.

b)

Tujuan supervisi pendidikan adalah untuk meningkatkan situasi dan proses belajar mengajar berada dalam kerangka tujuan pendidikan nasional dengan membantu masyarakat untuk lebih memahami mutu, pertumbuhan, dan peranan masyarakat untuk mencapai tujuan masyarakat luas.

c)

Tujuan supervisi pendidikan adalah untuk menurunkan situasi dan proses belajar mengajar berada dalam kerangka tujuan pendidikan nasional dengan membantu para guru dan masyarakat untuk lebih memahami tujuan yang ditetapkan.

d)

Tujuan supervisi pendidikan adalah untuk menghilangkan situasi dan proses belajar mengajar berada dalam kerangka tujuan pendidikan nasional dengan membantu para guru untuk lebih memahami mutu, pertumbuhan, dan peranan masyarakat untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.

3.

Fungsi utama supervisi pendidikan ditujukan pada perbaikan dan peningkatan kualitas pengajaran. Untuk mengidentifikasikan kebutuhan guru, kemudian untuk meningkatkan kemampuannya dan selanjutnya membimbing guru supaya ia benar-benar berusaha menerapkan kemampuannya untuk meningkatkan situasi belajar-mengajar dengan murid-muridnya, diperlukan kegiatan-kegiatan tertentu, cara- cara tertentu yang khusus dan terarah, agar masing-masing tujuan tercapai sebaik-baiknya. Berikut ini fungsi-fungsi supervisi, kecuali;

a)

Menganalisis situasi belajar-mengajar, memberikan pengetahuan kepada setiap anggota, mengintegrasikan tujuan pendidikan dan membantu meningkatkan kemampuan mengajar.

b)

Memperlengkap keinginan tertentu pemimpinan sekolah

c)

Memperluas pengalaman guru-guru

d)

Menstimulasi usaha-usaha sekolah yang kreatif

4.

Terdapat lima fungsi utama supervisi antara lain berperan sebagai inspeksi, penelitian, pelatihan, bimbingan dan penilaian. Yang dimaksud dengan fungsi inspeksi adalah:

a)

Berperan dalam mempelajari keadaan dan kondisi sekolah, dan pada lembaga terkait, maka tugas seorang supervisor antara lain berperan dalam melakukan penelitian mengenai keadaan sekolah secara keseluruhan baik pada guru, siswa, kurikulum tujuan belajar maupun metode mengajar, dan sasaran inspeksi adalah menemukan permasalahan dengan cara melakukan observasi, interview, angket, pertemuan-pertemuan dan daftar isian.

b)

Mencari ialah keluar dari permasalahan yang berhubungan sedang dihadapi, dan penelitian ini dilakukan sesuai dengan prosedur ilmiah, yakni merumuskan masalah yang akan diteliti, mengumpulkan data, mengolah data, dan melakukan analisa guna menarik suatu kesimpulan atas apa yang berkembang dalam menyusun strategi keluar dari permasalahan.

c)

Usaha untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi, dan dalam pelatihan diperkenalkan kepada guru cara-cara baru yang lebih sesuai dalam melaksanakan suatu proses pembelajaran, dan ienis pelatihan yang dapat dipergunakan antara lan melalui demonstrasi mengaijar, workshop, seminar, observasi, individual dan group conference, serta kunjungan supervisi.

d)

Usaha untuk mendorong guru baik secara perorangan maupun kelompok agar mereka mau melakukan berbagai perbaikan dalam menjalankan tugasnya, dan bimbingan sendiri dilakukan dengan membangkitkan kemauan, memberi semangat, mengarahkan dan merangsang untuk melakukan percobaan, serta membantu menerapkan sebuah prosedur mengajar yang baru.

5.

Berikut adalah urutan dari pelaksanaan supervisi pendidikan;

a)

Penilaian-bimbingan dan pengembangan-deteksi kelemahan-pengumpulan data-memperbaiki kelemahan.

b)

Pengumpulan data-penilaian-deteksi dini-memperbaiki data-bimbingan dan penelusuran.

c)

Pengumpulan data- penilaian- deteksi kelemahan- memperbaiki kelemahan- bimbingan dan pengembangan.

d)

Pengumpulan data-penilaian.

6.

Pengawasan (controlling) merupakan proses pengamatan terhadap segala pelaksanaan kegiatan organisasi agar hal semua hal yang dikerjakan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya. Adapun tujuan dari pengawasan adalah:

a)

Peningkatan pengawasan yang berkualitas, pengembangan profesional, meningkatkan motivasi guru untuk mengembangkan kemampuan sendiri dan memiliki perhatian yang sungguh-sungguh terhadap tugas dan tanggung jawabnya.

b)

Peningkatan data kekurangan sekolah dan kepala sekolah

c)

Peningkatan motivasi pengawas itu sendiri

d)

Peningkatan pengawasan yang berkualitas, pengembangan karir.

7.

Tujuan utama monitoring adalah untuk menyajikan informasi tentang pelaksanaan program sebagai umpan balik bagi para pengelola dan pelaksana program. Informasi ini hendaknya dapat menjadi masukan bagi pihak yang berwenang untuk:

a)

Memeriksa kembali kesalahan-kesalahan program.

b)

Memeriksa kembali strategi pelaksanaan program sebagaimana sudah direncanakan setelah membandingkan dengan kenyataan di lapangan, menemukan permasalahan yang berkaitan dengan penyelenggaraan program, mengetahui faktor-faktor pendungkung dan penghambat penyelenggaraan program.

c)

Memeriksa kembali kesalahan-kesalahan program, serta memberikan reward and punishment terhadap keberlangsungan program.

d)

Memeriksa kembali kesalahan-kesalahan program, mengetahui faktor-faktor pembanding yang ada.

8.

Untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan mutu pendidikan, perlu adanya kegiatan pengawasan, monitoring, evaluasi dan supervisi dalam suatu satuan pendidikan. Dengan adanya kegiatan tersebut dapat mengetahui apa yang menjadi hambatan satuan pendidian dalam melaksanakan program pendidikannya, melkukan diagnosa dan mengumpulkan informasi untu mengetahui seberapa jauh tingat eberasilan suatu mutu pendidikan dan dapat menentukan suatu keputusan sampai dengan membuat kebijakan guna mencapai tujuan. Yang dimaksud dengan monitoring adalah;

a)

monitoring atau pemantauan merupakan suatu proses untuk menilai suatu program/proyek dengan cara mengidentifikasi kesalahan kepala sekolah.

b)

monitoring atau pemantauan merupakan suatu proses untuk menilai suatu program/proyek dengan cara mengidentifikasi kesalahan kepala sekolah dan guru.

c)

monitoring atau pemantauan merupakan suatu proses untuk menilai suatu program/proyek dengan cara membandingkan apa yang telah dicapai dengan apa tujuan yang ingin dicapai atau yang telah direncanakan.

d)

monitoring atau pemantauan merupakan suatu proses untuk menilai suatu program/proyek dengan cara mengidentifikasi kesalahan kepala sekolah, guru serta masyarakat pada umumnya.

9.

Supervisi pendidikan sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan itu sendiri. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa supervisi manajerial mempengaruhi kinerja guru. Dalam supervisi manajerial, pengawas memiliki beberapa peran sebagai berikut, mana yang tepat dari peran-peran tersebut?

a)

(1) kolaborator dan provokator dalam proses perencanaan, (2) koordinator dalam pengembangan sekolah, (3) asesor dalam mengidentifikasi kelemahan dan menganalisis potensi sekolah, dan (4) sebagai evaluator dalam hasil pengawasan.

b)

(1) kolaborator dan provokator dalam proses perencanaan, (2) koordinator dalam pengembangan sekolah, (3) asesor dalam mengidentifikasi kelemahan dan menganalisis potensi sekolah, dan (4) sebagai evaluator dalam hasil pengendalian.

c)

(1) kolaborator dan negosiator dalam proses perubahan, (2) koordinator dalam pengemban sekolah, (3) asesor dan provokator dalam mengidentifikasi kelemahan dan menganalisis potensi sekolah, dan (4) sebagai evaluator dalam hasil pengawasan.

d)

(1) kolaborator dan negosiator dalam proses perencanaan, (2) koordinator dalam pengembangan sekolah, (3) asesor dalam mengidentifikasi kelemahan dan menganalisis potensi sekolah, dan (4) sebagai evaluator dalam hasil pengawasan.

10.

Supervisi manajerial adalah supervisi yang berkenaan dengan aspek pengelolaan sekolah, yang terkait langsung dengan perencanaan, koordinasi, pelaksanaan, penilaian, pengembangan kompetensi sumberdaya manusia (SDM) kependidikan dan sumber daya lainnya. Berikut adalah pernyataan yang relevan dengan definisi supervisi menejerial adalah;

a)

Supervisi manajerial berfokus kepada pengamatan pada aspek-aspek pengelolaan dan administrasi sekolah, berfungsi sebagai pendukung (supporting) terlaksananya pembelajaran

b)

Supervisi manajerial berfokus kepada pengalaman pada aspek-aspek pengadaaan dan administrasi sekolah, berfungsi sebagai pendukung (supporting) terlaksananya manajemen

c)

Supervisi manajerial berfokus kepada pengalaman pada aspek-aspek pengelolaan dan administrasi sekolah, berfungsi sebagai pendukung (supporting) terlaksananya pelatihan

d)

Supervisi manajerial berfokus kepada pengamatan pada aspek-aspek pengelolaan dan administrasi masyarakat, berfungsi sebagai pendukung (supporting) terlaksananya pelatihan

11.

Secara umum, teknik dalam supervisi dibedakan menjadi dua, yaitu teknik yang bersifat individual dan teknik yang bersifat kelompok. Teknik supervisi individual adalah pelaksanaan supervisi yang diberikan kepada guru tertentu yang mempunyai masalah khusus dan bersifat perorangan. Sedangkan teknik supervisi yang bersifat kelompok adalah:

a)

Teknik supevisi kelompok adalah adalah satu cara melaksanakan program supervisi yang ditujukan pada kepala sekolah saja.

b)

Teknik supevisi kelompok adalah adalah satu data untuk melaksanakan program supervisi yang ditujukan pada orang-orang tertentu.

c)

Teknik supevisi kelompok adalah adalah satu cara melaksanakan program supervisi yang ditujukan pada dua orang atau lebih.

d)

Teknik supevisi kelompok adalah adalah satu data untuk melaksanakan program sekolah yang ditujukan pada orang-orang tertentu.

12.

Supervisi manajerial berfokus pada pengawasan pengelolaan administrasi sekolah, antara lain (a) manajemen kurikulum dan pembelajaran, (b) kesiswaan, (c) sarana dan prasarana, (d) ketenagaan, (e) keuangan, (f) hubungan sekolah dengan masyarakat, dan (g) layanan khusus. Dalam melakukan supervisi tersebut, pengawas harus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan standar nasional pendidikan yang meliputi delapan komponen, yaitu:

a)

(1) standar isi, (2) standar kompetensi lulusan, (3) standar proses, (4) standar pendidik dan tenaga kependidikan, (5) standar sarana dan prasarana, (6) standar pengelolaan, (7) standar pembiayaan, dan (8) standar penilaian.

b)

(1) standar normal, (2) standar kompetensi lulusan, (3) standar proses, (4) standar pendidik dan tenaga kependidikan, (5) standar sarana dan prasarana, (6) standar pengelolaan, (7) standar pembiayaan, dan (8) standar kualitas.

c)

(1) standar relatif, (2) standar kompetensi lulusan, (3) standar proses, (4) standar pendidik dan tenaga kependidikan, (5) standar sarana dan prasarana, (6) standar pengelolaan, (7) standar pembiayaan, dan (8) standar peninjauan.

d)

(1) standar isi, (2) standar kompetensi lulusan, (3) standar proses komunikasi, (4) standar pendidik dan tenaga kependidikan, (5) standar sarana dan prasarana, (6) standar pengelolaan, (7) standar pembiayaan, dan (8) standar masyarakat.

13.

Dalam keadaan pembelajaraan jarak jauh saat ini, supervisi menjadi hal yang krusial karena masih ada beberapa sekolah yang kurang maksimal dalam rangka menjalankan pembelajaran secara luring karena kendala teknologi/pengatahuan. Dengan begitu, diharapkan para pendidik dan tenaga kependidikan dapat meningkatkan kemampuannya sehingga dapat beradaptasi dengan keadaan pandemi saat ini. Selain itu, dengan adanya wacana sekolah bisa dibuka secara bertahap, supervisi berperan untuk memastikan bahwa pembelajara tatap muka bisa berjalan dengan aman. Berikut adalah pernyataan yang relevan;

a)

Supervisi menghambat di era pandemic dan era pembelajaran jarak jauh

b)

Supervisi berperan dalam proses pembelajaran

c)

Supervisi merupakan modal utama dalam pendidikan menegah

d)

Supervisi berperan dalam proses komunikasi dan pembelajaran jarak jauh

14.

Situasi belajar mengajar pada institusi-institusi pendidikan sekarang ini menggambarkan suatu keadaan yang sangat kompleks. Kekalutan yang ada adalah akibat faktor-faktor obyektif yang saling mempengaruhi sehingga mengakibatkan menurunnya hasil belajar. Oleh karenanya perlu adanya penciptaan situasi yang memungkinkan siswa-siwa dapat belajar dengan baik dan guru-guru dapat membimbing dalam suasana kreatif di mana mereka merasa bertumbuh dalam jabatan mengajar mereka. Bertolak dari urgensi kegiatan supervisi dalam menciptakan situasi yang nyaman dan kreatif bagi guru tersebut, maka supervisi pendidikan bertujuan untuk memperkembangkan situasi belajar mengajar yang lebih baik. Usaha perbaikan belajar mengajar ditujukan pada pencapaian tujuan akhir dari pendidikan yaitu:

a)

Pembentukan pribadi anak didik secara maksimal

b)

Pembentukan pribadi kepala sekolah secara maksimal.

c)

Pembentukan pribadi pengawas secara maksimal

d)

Pembentukan pribadi masyarakat secara maksimal

15.

Selain mengendalikan penyimpangan, kualitas pendidikan juga telah pusat pengawasan sekolah di era modern. Dengan demikian, sistem pengawasan mengambil banyak bentuk mulai dari pendekatan yang ketat dan kontrol hingga pendekatan dukungan yang mungkin termasuk pemantauan berkala, evaluasi, dan penilaian. Pernyataan ini berbicara tentang:

a)

Model system pengawasan

b)

Model system pengawasan guru

c)

Model system pengawasan siswa

d)

Model system pengawasan masyarakat

16.

Suatu proses yang terdiri atas kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengoordinasian, dan pengendalian (pengawasan) disebut dengan

a)

obyek administrasi

b)

fungsi administrasi

c)

Hakikat administrasi

d)

Tujuan Administrasi

17.

Salah satu tugas kepala sekolah yaitu melakukan supervisi pembelajaran. Supervisi pembelajaran kepala sekolah merupakan …

a)

kegaiatan rutin kepala sekolah untuk mengevaluasi kinerja guru

b)

serangkaian kegiatan untuk membantu guru dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan keterampilan mengajar dan kompentensinya

c)

serangkaian kegiatan untuk membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran

d)

Bentuk pengawasan seorang kepala sekolah terhadap hasil belajar siswa dan capaian tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru

18.

Urutan kegiatan yang benar yang dilakukan oleh seorang kepala sekolah dalam melaksanakan Supervisi Akademik adalah ….

a)

menyusun program supervise - menyusun instrument supervise - melaksanakan supervise - membuat rekapitulasi hasil supervise - menyusun tindaklanjut hasil supervise

b)

menentukan objek supervisi-menyusun instrument supervise - melaksanakan supervise - membuat rekapitulasi hasil supervise - menyusun tindaklanjut hasil supervise

c)

menyusun program supervise - mendata guru yang akan disupervisi - melaksanakan supervise - membuat rekapitulasi hasil supervise - menyusun tindaklanjut hasil supervise

d)

menyusun program supervise - menyusun instrument supervise-memahami kebutuhan guru dalam mengembangkan pembelajaran - melaksanakan supervise - membuat rekapitulasi hasil supervise - menyusun tindaklanjut hasil supervise

19.

Jelaskan pengertian peran dan fungsi supervisi pendidikan?

(a)  

20.

Jelaskan Peran Pengawas, Kepala Sekolah dan Guru sebagai supervisor

(a)  

21.

Salah satu tugas kepala sekolah yaitu melakukan supervisi pembelajaran. Supervisi pembelajaran kepala sekolah merupakan ….

a)

kegaiatan rutin kepala sekolah untuk mengevaluasi kinerja guru

b)

serangkaian kegiatan untuk membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran

c)

serangkaian kegiatan untuk membantu guru dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan keterampilan mengajar dan kompentensinya

d)

Bentuk pengawasan seorang kepala sekolah terhadap hasil belajar siswa dan capaian tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru

22.

Pernyataan di bawah ini yang bukan merupakan kompetensi supervisi yang harus dimiliki kepala sekolah berdasarkan Permendiknas nomo2 13 tahun 2007 adalah....

a)

Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

b)

Merencanakan program supervisi

c)

Melaksanakan program supervisi

d)

Melakukan tindak lanjut hasil supervisi

23.

Pernyataan di bawah ini yang merupakan prinsip-prinsip supervisi akademik adalah ....

a)

Praktis, sistematis dan objektif

b)

Realistis, konstruktif, dan kontributif

c)

Kooperatif, kekeluargaan dan demokratis

d)

praktis, realistis, dan demokratis

24.

Ibu Rani adalah guru mata pelajaran pada Sekolah Satu Nusa. Hari ini, kepala sekolah memberikan umpan balik kepada Bu Rani terkait hasil supervisi akademik yang telah dilakukan. Kepala sekolah mengatakan kepada Ibu Rani “Saya menyukai kegiatan praktis yang Ibu Rani lakukan. Siswa benar-benar terlibat dalam kegiatan pembelajaran dengan antusias”. Yang dilakukan oleh kepala sekolah tersebut menunjukkan salah satu langkah umpan balik yang efektif yaitu….

a)

melakukan sendiri refleksi kritis

b)

merencanakan sendiri perbaikan pembelajaran

c)

memberikan penghargaan

d)

mengembangkan tindak lanjut

25.

Beban Kerja Kepala Sekolah sesuai dengan Permendikbud no.6 Tahun 2018 tentang Penugasan

Guru Sebagai Kepala Sekolah, terdiri dari kecuali ….

a)

Tugas Pokok managerial

b)

Melaksanakan Supervisi

c)

Mengembangkan kewirausahaan

d)

Melaksanakan Pengembangan Keprofesian berkelanjutan