wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Rakor 24 Nov 2022

Total questions: 10

Worksheet time: 5mins

Name
Class
Date
1.

Pedoman Operasional Tertib  Penyelenggaraan Penunjukan Langsung Permintaan Berulang (Repeat Order) dalam Pengadaan Pekerjaan Konstruksi di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan  Rakyat dituangkan dalam Surat Edaran Menteri Nomor ...

a)

17/SE/M/2022

b)

18/SE/M/2022

c)

19/SE/M/2022

d)

20/SE/M/2022

2.

Kriteria pengadaan pekerjaan konstruksi yang dapat dilakukan penunjukan langsung permintaan berulang (repeat order) meliputi, kecuali

a)

pekerjaan sejenis sesuai subklasifikasi dan lingkup pekerjaan yang sama dengan pekerjaan konstruksi sebelumnya

b)

memiliki kualifikasi dan segmentasi pemaketan yang beda dengan pekerjaan konstruksi sebelumnya

c)

nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) tidak melebihi nilai kontrak akhir pekerjaan konstruksi sebelumnya

d)

memiliki tingkat risiko keselamatan konstruksi yang tidak lebih dari pekerjaan konstruksi sebelumnya

3.

Batasan pekerjaan yang dilakukan dengan metode penunjukan langsung permintaan berulang (repeat order) diberikan kepada penyedia jasa paling banyak . . . sejak Berita Acara Serah Terima Akhir pekerjaan konstruksi sebelumnya 

a)

3 (tiga) kali dalam 3 (tiga) tahun anggaran

b)

2 (dua) kali dalam 3 (tiga) tahun anggaran

c)

2 (dua) kali dalam 2 (dua) tahun anggaran

d)

1 (satu) kali dalam 3 (tiga) tahun anggaran

4.

Kriteria penyedia jasa pekerjaan konstruksi yang dapat ditunjuk sebagai penyedia jasa permintaan berulang (repeat order) meliputi penyedia jasa pekerjaan konstruksi pada pekerjaan konstruksi sebelumnya yang memiliki kinerja berdasarkan penilaian PPK dengan ketentuan, kecuali

a)

baik atau sangat baik untuk pekerjaan konstruksi yang diperuntukan bagi kualifikasi usaha kecil

b)

baik atau sangat baik untuk pekerjaan konstruksi yang diperuntukan bagi kualifikasi usaha menengah

c)

sangat baik untuk pekerjaan konstruksi yang diperuntukan bagi kualifikasi usaha besar 

d)

baik untuk pekerjaan konstruksi yang diperuntukan bagi kualifikasi usaha besar

5.

PPK melakukan penilaian kinerja setelah, kecuali

a)

menerima hasil pekerjaan dari penyedia jasa yang dibuktikan dengan Berita Acara Serah Terima Awal

b)

menghentikan kontrak dan pekerjaan tidak dapat dilanjutkan/diselesaikan

c)

melakukan pemutusan kontrak

d)

menyepakati bersama penyedia jasa untuk pengakhiran pelaksanaan kontrak

6.

Batasan pekerjaan yang dilakukan dengan metode penunjukan langsung permintaan berulang (repeat order) untuk penyedia jasa konsultansi konstruksi yang sama memiliki kriteria sebagai berikut, kecuali:

a)

dapat dilakukan oleh Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) yang berbeda

b)

segmentasi pemaketan sama dengan pekerjaan sebelumnya

c)

paling banyak 2 (dua) kali dalam tahun anggaran yang sama dan/atau tahun berikutnya paling lama 3 (tiga) tahun anggaran sejak pekerjaan sebelumnya

7.

Pedoman Operasional Tertib Penyelenggaraan Penunjukan Langsung Permintaan Berulang (Repeat Order) dalam Pengadaan Jasa Konsultansi Konstruksi di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dituangkan dalam Surat Edaran Menteri Nomor

a)

21/SE/M/2021

b)

20/SE/M/2021

c)

18/SE/M/2021

d)

11/SE/M/2021

8.

Penilaian kinerja penyedia jasa dilaksanakan melalui..

a)

SIKaP

b)

SIMPAN

c)

SIKI

d)

SICAKAP

9.

Kriteria desain berulang pada penunjukan langsung permintaan berulang (repeat orderjasa konsultansi konstruksi memiliki ketentuan teknis

a)

pada pekerjaan konstruksi kompleks 

b)

memiliki standar secara khusus

c)

penyesuaian desainnya hanya dilakukan untuk bagian fondasi/dasar bangunan

10.

Penuangan hasil penilaian kinerja penyedia jasa pekerjaan konstruksi dilakukan berdasarkan aspek, kecuali

a)

kualitas dan kuantitas, dengan indikator kesesuaian keluaran/output diberikan bobot 30%

b)

biaya, dengan indikator kemampuan pengendalian biaya diberikan bobot 20%

c)

waktu, dengan indikator ketepatan diberikan bobot 20%

d)

layanan, dengan indikator komunikasi dan tingkat respons diberikan bobot 20%