WorksheetsUH Teks Cerpen Kelas XI
Total questions: 22
Worksheet time: 50mins
... Sarjo mempersilakan Pak Sukardi beserta anak buahnya untuk masuk ke rumahnya melihat tanaman koleksi Sarjo sekaligus mampir untuk beristirahat. Pak Sukardi kaget melihat koleksi Sarjo. Ternyata Sarjo memiliki bonsai yang lebih banyak daripada koleksi di rumahnya.
"Mas, saya ingin membeli bonsai yang berpot besar itu!"
"Sudah Pak, ambil saja! Saya sudah sejak kecil mengumpulkan ini semua."
(Andi Dwi Handoko, "Bonsai")
Karakter tokoh Sarjo dalam kutipan teks tersebut adalah ....
rajin, pemarah, teliti
ramah, telaten, dermawan
cermat, pelit, perhitungan
ceroboh, malas, kaya
ramah, teliti, pelit
Struktur yang mengarah pada klimaks yang mulai mendapatkan pemecahan sehingga mulai tampak penyelesaian disebut ....
abstrak
komplikasi
evaluasi
orientaasi
koda
Posisi pengarang dalam memandang suatu peristiwa dalam sebuah cerita disebut .....
tema
amanat
alur
penokohan
sudut pandang
Pikiranku langsung terlempar dalam kenangan saat aku kelas enam SD waktu mencium bau obat yang menyengat dalam ruangan ini. Suatu hari sepulang sekolah aku langsung menuju ruang Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit umum karena sakit perut yang membuatku tidak bisa berjalan, hanya bisa mengerang.Semula aku masih bisa menahan rasa takut berada di sekeliling orang yang terbaring di atas kasur tipis beralaskan seprai putih, sampai tiba-tiba segerombolan perawat berpakaian putih mendorong dengan cepat sebuah kasur beroda dan dihentikannya tepat di sebelah kasurku. Di atasnya terbaring pria botak berlumur darah. Dia tidak bergerak sama sekali. Mulutnya menganga, mata terpejam menghadapku. Kata orang yang mengantar, orang di sebelahku ini kecelakaan sepeda motor. (Benjolan, karya Harry Pratama)
Sudut pandang yang digunakan dalam penggalan cerpen di atas adalah ….
orang pertama sebagai tokoh utama
orang pertama sebagai tokoh sampingan
orang ketiga serba tahu
orang pertama serba tahu
orang ketiga terbatas
Unsur intrinsik adalah ....
Unsur yang membangun karya sastra secara lengkap.
Unsur yang membangun karya sastra yang sifatnya opsional
Unsur yang membangun karya sastra dari luar
Unsur yang membangun karya sastra dari dalam.
Unsur yang membangun karya sastra dari dalam dan luar.
Struktur teks cerpen adalah ...
Orientasi - insiden - interpretasi - koda - resolusi
Orientasi - komplikasi - resolusi - resolusi - koda
Abstrak - orientasi - komplikasi - evaluasi - resolusi - koda
Abstrak - orientasi - komplikasi - resolusi - interpretasi
Abstrak - orientasi - komplikasi - resolusi - koda
Nilai-nilai atau pelajaran yang dapat dipetik oleh pembaca dari sebuah teks cerpen terdapat dalam struktur ...
abstrak
komplikasi
Evaluasi
resolusi
Koda
"Memandang bagaimana ruang dan waktu bersekutu, menjelmakan alam itu untuk mataku" majas yang digunakan dalam kutipan tersebut adalah ...
Personifikasi
Metafora
Hiperbola
Sinisme
Ironi
Tadi malam, Hidayat berpikir panjang mengenai hidupnya dan rencana hidupnya. “Tak mungkin aku terus-terusan begini, tidak menentu. Mesti ada sesuatu yang kukerjakan. Mesti ada sesuatu yang lebih produktif daripada yang kulakukan sekarang.Tapi apa? Modal tidak ada,” pikirnya. “Dalam keadaan seperti ini, yang harus kujual ialah jasaku, tenagaku, dan pikiranku.”
Amanat yang terkandung dalam kutipan novel tersebut adalah ….
Setiap orang perlu menjual jasanya, pikirannya, dan tenaganya.
Setiap orang pasti memiliki rencana.
Hidup itu ada kalanya tidak menentu.
Kita tidak boleh menyerah pada keadaan.
Untuk hidup orang harus rajin dan kreatif
Ketika burung-burung telah pulang ke sarangnya, ayah menerima kabar dari seseorang bahwa teman ayah tewas tertembus timah panas. Hal ini amat memalukan sebab ada sepotong suratnya yang berbunyi, “Aku sudah malu padamu, Tuhan, karena aku tidak menjalankan hidupku sebagai manusia yang wajar dan baik seperti yang Engkau firmankan.” Tatkala mentari telah mengintip bumi, ayah bermaksud ikut menggali kubur untuk membenamkan mayat temannya ke dalam bumi ini.
Latar waktu dan suasana kutipan cerpen tersebut adalah ….
malam hari yang hening, menegangkan
pagi dan siang hari, memilukan
malam dan pagi hari, mengenaskan
siang dan sore hari, mencemaskan
malam dan pagi hari, menyeramkan
Bacalah kutipan cerita pendek berikut!
Aku menangis dalam pelukan Uma Dayu malam itu. “Satu orang pergi tidak boleh membuat Ibu Guru Rinda merasa gagal. Masih banyak anak yang menunggu untuk diajar oleh Ibu Guru Rinda. Doakan saja yang terbaik untuk anak-anak itu.” Uma Dayu menepuk-nepuk pipiku sayang. Aku selalu merasa sedang di rumah jika sudah bersama Uma Dayu seperti malam itu.
Hal menarik dari kutipan cerpen tersebut adalah. . .
Tokoh aku menangis dalam pelukan Uma Dayu.
Banyak anak yang menunggu untuk belajar bersama Ibu Rinda.
Uma Dayu sudah dianggap rumah oleh tokoh aku.
Para tokoh suka mengajar anak-anak
Para tokoh bersedih di rumah Uma Dayu
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Aku membaca catatan harian Neka dengan pikiran tersedak. Tak kusangka sahabat baikku ini menyimpan pergolakan batin yang begitu keras di balik diamnya. Sebagai teman satu jurusan di satu sekolah, bahkan teman satu kelasnya, tak sekalipun kudengar ia bercerita tentang pergulatan hasrat pulang melawan takutnya itu.
Dari kutipan yang telah kamu baca, manakah yang merupakan verba aksi?
membaca, menyimpan, dan melawan
membaca, kusangka, dan pergolakan
menyimpan, bercerita, dan sebagai
bahkan, itu, dan melawan
harian, sekalipun, dan bercerita
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Ketika kebosanan mulai menyumbat semua seleranya, ia akhirnya memberanikan diri bicara kepada ayahnya kembali.
“Dengar, Ayah,” katanya. “Aku sudah besar sekarang. Kenapa tidak boleh juga keluar malam? Aku...yah, kadang-kadang ingin ngobrol dengan teman-temanku.”
“Kau bisa ngobrol di sekolah, kan?”
“Ibu guru melarang kami ngobrol di kelas, Ayah,” kata Si Cantik
“Atau sore. Kau kan bisa bertemu dengan teman-temanmu.”
Kutipan cerpen tersebut merupakan bagian. . .
Pengenalan situasi
Pengungkapan peristiwa
Menuju konflik
Puncak konflik
Penyelesaian
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Ketika kebosanan mulai menyumbat semua seleranya, ia akhirnya memberanikan diri bicara kepada ayahnya kembali.
“Dengar, Ayah,” katanya. “Aku sudah besar sekarang. Kenapa tidak boleh juga keluar malam? Aku...yah, kadang-kadang ingin ngobrol dengan teman-temanku.”
“Kau bisa ngobrol di sekolah, kan?”
“Ibu guru melarang kami ngobrol di kelas, Ayah,” kata Si Cantik
“Atau sore. Kau kan bisa bertemu dengan teman-temanmu.”
Kebahasaan cerpen yang ada pada kutipan tersebut yaitu...
Menggunakan keterangan waktu.
Menggunakan verba aksi.
Menggunakan dialog
Menggunakan tidak lebih dari 10.000 kata
Mempunyai latar yang terbatas
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Dua kegagalan yang lalu berakhir ketika aku diterima di jurusan bahasa Indonesia. Kutekuni masa pendidikan tinggi dengan mati-matian. Kendala finansial mendorongku untuk merambah dunia kerja disamping kuliah. Pucuk dicinta ulam tiba. Suatu hari Kak Ica, saudara sepupuku datang untuk menawarkan sebuah kios.
Kata”mati-matian” dalam kutipan cerpen di atas bermakna. . .
Sungguh-sungguh
Senang hati
Sabar
Malas
Pantang menyerah
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Dua minggu setelah kepulangannya ke kampung aku terus di rundung gundah. Aku juga tak terima kenyataan pahit itu harus ditelannya di usia yang masih labil, apalagi anak seorang teman lama. Setiap hari pikiranku terganggu melihat keluarga – yang tinggal hanya beberapa rumah dari gubuk kami – itu murung dan mendung. Aku rasa aku harus berbuat sesuatu, tetapi sesungguhnya aku tidak tahu bagaimana.
Dari kutipan yang telah kamu baca, manakah yang merupakan keterangan waktu?
Dua minggu dan setiap hari
Dua minggu dan kampung
Lama dan sesungguhnya
Bagaimana dan setiap hari
Beberapa dan dua minggu
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Huda sebenarnya ingin melanjutkan ke sekolah lebih tinggi, setelah lulus SMP. Namun, hal itu tidak mungkin dilakukannya karena ketiadaan biaya. Apalagi, dua adiknya juga membutuhkan biaya. Faktor ekonomi membuat Huda harus hidup di jalanan, mengamen. Bermodal gitar tuanya ia menyanyi. Kadang menyanyikan lagu Ebiet G Ade “Camelia”.
Mengapa Huda harus putus sekolah dan lebih memilih untuk mengamen?
Faktor ekonomi keluarga dan adik-adiknya lebih membutuhkan.
Karena Huda adalah anak nakal yang tidak mau sekolah.
Ibu Huda tidak mau membiayai sekolah Huda.
Huda ingin berkerja.
Huda dikeluarkan dari sekolah.
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Hujan belum juga reda sejak sore tadi. Jalanan basah dan sebagiannya menampakkan genangan pekat seperti menandakan begitu kelamnya kehidupan kota ini.
“Ini, pakai jaket,” kata ayahnya. Lelaki itu menyentuh kening Nalea, dan memang terasa hangat. “Sepertinya kamu masuk angin.”
Mereka sedang berteduh di etalase toko. Kemilau basah lampu-lampu jalan, papan reklame, juga sorot mobil dan motor, semua adalah cahaya yang menyelingi udara dingin di sekujur kota.
Kapan kejadian dalam penggalan cerpen tersebut terjadi?
Sore hari
Pagi hari
Malam hari
Siang hari
Pukul 5 sore
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Jika melihatku terbangun, ayah kembali untuk mengusap rambutku dan tersenyum. Dari dalam rumah kudengar ayah mengucapkan salam pada kawan-kawan kerjanya yang telah berdesakan di dalam bak truk. Kawan-kawan kerjanya itu adalah ayah-ayah dari kawan-kawanku. Lalu kudengar gemerincing besi saling beradu, kemudian truk menggerung meninggalkan rumah.
Nilai yang dapat kita ambil dari kutipan cerpen di atas adalah…
Nilai Religius
Nilai Politik
Nilai Sosial
Nilai Kepahlawanan
Nilai Budaya
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Huda memang hanya seorang pengamen yang sehari-harinya menghabiskan hidup di jalanan. Dia mengamen dari rumah ke rumah, dari bus ke bus, dari rumah makan ke rumah makan. Hal itu ia lakukan untuk membantu orang tua dan sekolah adik-adiknya.
Nilai yang dapat kita ambil dari kutipan cerpen di atas adalah…
Niali Sosial
Nilai Politik
Nilai Budaya
Nilai Moral
Nilai Kepahlawanan
Jelaskan bagaimana unsur ekstrinsik dalam hal ini latar belakang penulis, dapat berpengaruh terhadap isi cerpen?
Tulislah contoh kutipan cerpen dengan bahasamu sendiri mengenai penggambaran tokoh secara langsung, melalui tingkah laku tokoh tersebut, dan pikiran tokoh lain mengenai tokoh tersebut !
