Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Persiapan PAS Ganjil

Total questions: 25

Worksheet time: 13mins

Name
Class
Date
1.

Anggrek adalah jenis tanaman hias yang memiliki bunga indah serta keharuman yang khas. Di Indonesia, salah satu jenis anggrek yang sangat terkenal adalah anggrek bulan. Pertumbuhannya sangat pesat di daerah tropis. Hal ini karena jenis anggrek ini tidak tahan terhadap suhu dingin. Anggrek bulan memiliki variasi warna yang beragam antara lain ungu, merah kecokelatan, putih, merah muda, dan kuning.

Gagasan pokok teks tersebut adalah …

a)

Anggrek adalah jenis tanaman hias yang memiliki bunga indah serta keharuman yang khas.

b)

Di Indonesia, salah satu jenis anggrek yang sangat terkenal adalah anggrek bulan.

c)

Pertumbuhannya sangat pesat di daerah tropis.

d)

Hal ini karena jenis anggrek ini tidak tahan terhadap suhu dingin.

e)

Anggrek bulan memiliki variasi warna yang beragam antara lain ungu, merah kecokelatan, putih, merah muda, dan kuning.

2.

(1) Pemikiran sendiri

(2) Pengamatan

(3) Bersifat objektif dan terdapat klasifikasi

(4) Kalimat definisi

Isi teks laporan observasi ditunjukkan pada nomor …

a)

(1), (3), dan (4)

b)

(1), (2), dan (3)

c)

(2), (3), dan (4)

d)

(3), dan (4)

e)

(2), dan (4)

3.

Bencana alam adalah suatu peristiwa alam yang mengakibatkan dampak besar bagi populasi manusia. Bencana alam dapat terjadi di mana pun dan kapan pun, tak terkecuali di Indonesia. Indonesia negara kepulauan yang rawan bencana alam. Itulah sebabnya Indonesia banyak mengalami bencana alam terutama gempa bumi, gunung meletus, banjir, dan tanah longsor.

Dari teks tersebut yang termasuk dalam definisi umum laporan adalah  …

a)

Bencana alam adalah suatu peristiwa alam yang mengakibatkan dampak besar bagi populasi manusia.

b)

Bencana alam dapat terjadi di manapun dan kapan pun, tak terkecuali di Indonesia.

c)

Indonesia negara kepulauan yang rawan bencana alam.

d)

Itulah sebabnya Indonesia banyak mengalami bencana.

e)

Bencana alam di Indonesia, seperti gempa bumi, gunung meletus, banjir, dan tanah longsor.

4.

(1) Empat dari tujuh penambang ditemukan tewas di penambangan intan kampung Ujung Murung, Banjar Baru, Kalimantan Selatan. (2) Korban tertimbun tanah longsor dari bibir tambang. (3) Penambangan tradisional itu runtuh setelah hujan lebat mengguyur kota Banjar Baru. (4) Kegiatan evakuasi korban yang tertimbun longsoran tanah setinggi empat meter itu perlu waktu yang sangat lama karena hanya menggunakan cangkul dan sekop. (5) Keempat korban longsor itu pada hari Jumat dimakamkan di Cempaka dan Sungai Tiung.

Kalimat yang berbentuk opini dalam paragraf tersebut terdapat pada nomor ….

a)

(1)

b)

(2)

c)

(3)

d)

(4)

e)

(5)

5.

Padahal dalam kehidupan bersama, individu perlu diberi kesempatan menampilkan subjektivitasnya sejauh tidak mengganggu hak orang lain. ......., terciptalah masyarakat yang terbuka dan mampu bekerja sama. ......., masyarakat jangan terlalu diatur oleh negara. Apalagi ....... menyentuh kehidupan pribadi, mereka akan sulit belajar untuk menentukan pilihan sendiri serta bertanggung jawab penuh terhadap pilihan tersebut.

Kata hubung (konjungsi) yang tepat digunakan untuk menyatukan paragraf tersebut adalah ......

a)

Selain itu, Lagi pula, hingga

b)

Dengan demikian, Selain itu, hingga

c)

Kemudian, Selain itu, bahkan

d)

Sebenarnya, Dengan demikian, agar

e)

Akan tetapi, Tentu saja, bahwa

6.

Bapak Kepala Sekolah yang saya hormati, Bapak dan Ibu Guru yang saya taati, serta teman-teman yang saya kasihi. Semoga aktivitas kita pada hari ini menjadi amal kebaikan bagi kita semua. Pertama marilah kita menundukkan kepala sebagai wujud rasa syukur kita kepada tuhan Yang Maha Esa yang hingga detik ini masih berkenan memberikan segala nikmat dan karunia-NYA, sehingga kita masih diberikan kesehatan serta umur yang panjang.

Teks tersebut termasuk teks eksposisi berupa …

a)

pidato

b)

perkuliahan

c)

informasi

d)

editorial

e)

opini

7.

Berikut yang tidak termasuk langkah menyusun teks eksposisi adalah …

a)

menentukan topik simpulan

b)

menentukan tujuan

c)

melakukan penelitian

d)

membuat kerangka

e)

membuat kesimpulan

8.

Pertanian merupakan salah satu sektor utama di negeri ini. Akan tetapi, kita masih sering mengimpor beras dari Negara lain. Pada masa ini, kita semua dituntut untuk lebih kreatif lagi, terutama dalam masalah meningkatkan kualitas dan kuantitas ketersediaan bahan pangan seperti beras.

Kalimat utama dalam teks eksposisi tersebut adalah …

a)

Pertanian merupakan salah satu sektor utama di negeri ini.

b)

Kita ternyata masih sering mengimpor beras dari negara lain.

c)

Pada masa ini, kita semua dituntut untuk lebih kreatif.

d)

Kualitas dan kuantitas ketersediaan bahan pangan harus ditingkatkan.

e)

Negeri ini krisis bahan pangan.

9.

Menurut tim ahli Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air, penyebab utama banjir di Jakarta ialah pembangunan kota yang mengabaikan fungsi daerah resapan air dan tampungan air.

Pernyataan di atas merupakan struktur teks eksposisi bagian …

a)

tesis

b)

argumentasi

c)

penegasan ulang

d)

deskripsi

e)

simpulan

10.

(1) Lain benalu lain pula cendana. (2) Kalau benalu dianggap bukan tanaman berharga, lain cerita dengan pohon yang bernama santalun album atau cendana. (3) Kayu berbau harum ini termasuk komoditi yang cukup bernilai tinggi. (4) Harga kayu cendana mahal. (5) Sayangnya, populasinya makin menipis karena para penangkar mengalami kesulitan mengembangkannya. (6) Biji cendana sulit tumbuh. (7) Meski bijinya mudah berkecambah, cendana muda mudah mati.

Kalimat fakta dalam paragraf di atas terdapat pada nomor…

a)

1 dan 3

b)

3 dan 5

c)

4 dan 6

d)

5 dan 6

e)

5 dan 7

11.

Struktur teks biografi adalah sebagai berikut ....

a)

(1) pendapat atau pemikiran tentang tokoh yang akan diceritakan; (2) kejadian penting, berisi rangkaian peristiwa yang disusun secara kronologis; (3) penegasan ulang pendapat, berisi komentar evaluatif atau pernyataan simpulan mengenai rangkaian peristiwa yang telah diceritakan sebelumnya.

b)

(1) pendapat atau pemikiran tentang tokoh yang akan diceritakan; (2) kejadian penting, berisi rangkaian peristiwa yang disusun secara kronologis; (3) reorientasi, berisi komentar evaluatif atau pernyataan simpulan mengenai rangkaian peristiwa yang telah diceritakan sebelumnya.

c)

(1) orientasi atau setting berisi informasi mengenai latar belakang kisah atau peristiwa yang akan diceritakan; (2) kejadian penting, berisi rangkaian peristiwa yang disusun secara kronologis; (3) reorientasi, berisi komentar evaluatif atau pernyataan simpulan mengenai rangkaian peristiwa yang telah diceritakan sebelumnya.

d)

(1) orientasi atau setting berisi informasi mengenai latar belakang kisah atau peristiwa yang akan diceritakan; (2) kejadian penting, berisi rangkaian peristiwa yang disusun secara kronologis; (3) penegasan ulang pendapat, berisi komentar evaluatif atau pernyataan simpulan mengenai rangkaian peristiwa yang telah diceritakan sebelumnya.

e)

(1) orientasi atau setting berisi informasi mengenai latar belakang kisah atau peristiwa yang akan diceritakan; (2) argumentasi, berisi argumen yang disusun secara kronologis; (3) reorientasi, berisi komentar evaluatif atau pernyataan simpulan mengenai rangkaian peristiwa yang telah diceritakan sebelumnya.

12.

B.J. Habibie adalah salah seorang tokoh panutan dan menjadi kebanggaan bagi banyak orang di Indonesia. Beliau adalah presiden ketiga Republik Indonesia. Nama dan gelar lengkapnya Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie. Beliau dilahirkan di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada tanggal 25 Juni 1936. Beliau merupakan anak ke-empat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA.Tuti Marini Puspowardojo. Habibie menikah dengan Hasri Ainun Habibie pada tanggal 12 Mei 1962 dan dikaruniai dua orang putra yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal.

Penggalan tersebut merupakan bagian teks biografi bagian struktur ….

a)

orientasi

b)

kejadian penting

c)

reorientasi

d)

pendapat

e)

penegasan pendapat

13.

Kebrilianan otak mutiara hitam dari Timur Indonesia ini mulai bersinar ketika pada tahun 2001 ia menjuarai lomba Olimpiade Kimia tingkat daerah. Oleh karena prestasinya itu, ia mendapat beasiswa ke Jakarta dari Pemerintah Provinsi Papua. Namun, mamanya melarang putera bungsunya berangkat ke Ibu kota. Prestasi rupanya membutuhkan sedikit kenakalan dan kenekatan. Dengan dibantu kakaknya, Frangky, Oge berangkat diam-diam. Ia baru memberitahu niatnya kepada mama tercinta sesaat sebelum menaiki tangga pesawat. Mamanya menangis selama dua minggu menyadari anaknya pergi meninggalkan tanah Papua.

Penggalan teks biografi tersebut merupakan bagian struktur ….

a)

orientasi

b)

kejadian penting

c)

reorientasi

d)

pendapat 

e)

penegasan pendapat

 

14.

Cara menuliskan karakter unggul tokoh dengan menggambarkan watak tokoh dengan kalimat sederhana merupakan cara membuat deskripsi dengan menggunakan pola penyajian  …

a)

fiktif

b)

langsung

c)

naratif

d)

deskriptif

e)

observasi

15.

Jenderal Besar Soedirman, lahir di Bodas Karangjati, Rembang, Purbalingga, 24 Januari 1916. Beliau merupakan salah seorang tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia. Meski menderita sakit paru-paru yang parah ia tetap bergerilya melawan Belanda. Ia berlatar belakang seorang guru HIS Muhammadiyah di Cilacap dan giat di kepanduan Hizbul Wathan. Ia berpangkat jenderal pada usia 31 tahun.

Hal yang menarik dari penggalan biografi di atas adalah . . . .

a)

seorang guru HIS Muhammadiyah

b)

menjadi jenderal saat usia 31 tahun

c)

pejuang dan pahlawan Muhammadiyah

d)

pemimpin perang gerilya melawan musuh

e)

memiliki semangat besar untuk meraih kemerdekaan Indonesia

 

16.

Andrea Hirata, penulis buku Laskar Pelangi, dilahirkan di sebuah desa cukup terpencil di Pulau Belitung. Tinggal di sebuah desa dengan segala keterbatasan memang cukup memengaruhi pribadi Andrea sedari kecil. Setelah menyelesaikan pendidikan di kampung halamannya, Andrea lantas memberanikan diri untuk merantau ke Jakarta selepas lulus SMA. Kala itu, keinginannya untuk menggapai cita-cita dan melanjutkan ke bangku kuliah menjadi dorongan terbesar untuk hijrah ke Jakarta. Andrea lantas memulai kehidupan barunya di Bogor sebagai penyotir surat di kantor pos Bogor. Atas dasar usaha kerasnya dalam menggapai cita-cita, Andrea berhasil melanjutkan pendidikannya di Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia. Merasakan bangku kuliah merupakan salah satu cita-citanya sejak ia berangkat dari Belitung.

Keteladanan tokoh dalam kutipan tersebut adalah . . . .

a)

Andrea dilahirkan di sebuah desa yang cukup terpelosok.

b)

Sejak kecil Andrea Hirata sudah merantau ke Jakarta.

c)

Karya Andrea sangat terkenal dan sudah banyak difilmkan.

d)

Kerja keras dan optimis meraih pendidikan yang lebih tinggi.

e)

Andrea bangga karena berhasil melanjutkan kuliah di Jakarta.

17.

A.A. Navis nama lengkapnya Ali Akbar Navis lahir di Padang Panjang, Sumatra Barat tanggal 17 November 1924. Ia tamat perguruan IMS di Kayu Taman tahun 1943. Pada masa Jepang Navis bekerja pada pabrik porselen di Padang Panjang, kemudian menjadi guru, tahun 1952 menjadi kepala urusan kesenian perwakilan jawatan kebudayaan Sumatera Tengah.

Pada tahun 1950 ia mulai mengikuti perkembangan kesusastraan secara aktif, mengarang cerita pendek, dan sandiwara radio. Cerita-ceritanya dalam Mimbar Indonesia, Siasat, Kisah, Sastra, dan lain-lain. Ia sebagai pemenang hadiah majalah Kisah pada tahun 1985. Karya-karyanya: Robohnya Surau Kami (1956),  Bianglala (1963), Hujan Panas (1963), Kemarau (1967), semuanya diterbitkan oleh N.V. Nusantara.

Kalimat tanya yang sesuai dengan isi penggalan biografi di atas yaitu …

a)

Apakah Bianglala (1963) merupakan karya A. A. Navis yang paling fenomenal?

b)

Kapan A.A. Navis mulai mengikuti perkembangan kesusastraan secara aktif?

c)

Bagaimana pandangan A.A. Navis terhadap perkembangan kesusastraan Indonesia?

d)

Siapakah yang merobohkan Surau yang didirikan oleh A. A. Navis pada tahun 1956?

e)

Apakah karya-karya A. A. Navis tahun 1956 – 1967 dipublikasikan oleh banyak penerbit?

 

18.

Ketika musim liburan tiba, ia menggunakan waktunya untuk mengikuti ujian dan bekerja. Sehabis masa libur, ia kembali fokus belajar. Gaya hidupnya ini sangat berbeda jika dibandingkan teman-temannya yang memilih menggunakan waktu liburan musim panas untuk bekerja, mencari pengalaman, tanpa mengikuti ujian.

Karakter unggul tokoh pada penggalan di atas disajikan dengan ....

a)

secara langsung

b)

penggambaran dialog tokoh

 

c)

penggambaran lingkungan tokoh

 

d)

tanggapan tokoh lain

 

19.

Perbedaan anekdot dengan cerita lainnya terletak pada….

a)

amanatnya

b)

kelucuannya

c)

   pengarangnya

d)

latarnya

e)

panjang pendek ceritanya

20.

Mitro dibaringkan di bangsal. Waktu itu semua bangsal penuh oleh orang pingsan. Mitro terkejut saat melihat korban banjir yang pingsan di bangsal. Dia kenal semuanya, para rekan seruang saat sidang paripurna. Lebih kaget lagi ketika dia melihat doa yang tertulis di dinding bangsal: “Ya Allah, hanyutkanlah mereka yang tidak ikhlas.” Mitro pingsan!

Makna tersirat dalam anekdot tersebut adalah …

a)

seseorang yang sedang terkena masalah

b)

seseorang yang hanyut di air

c)

banjir melanda dan membuat hanyut

d)

kehidupan yang pahit

e)

keselamatan seseorang

21.

Suatu hari, Budi dalam perjalanan pulang dengan mengendarai sebuah mobil. Saat itu, malam hari dan hujan turun dengan lebat. Sial bagi Budi, lampu depannya padam. Karena tidak ada penerangan yang cukup, Budi mengikuti lampu belakang mobil di depannya. Tiba-tiba, mobil yang diikuti Budi berhenti mendadak, dan mengakibatkan Budi menabrak mobil tersebut.

Budi : “Ini bukan salah saya, salah kamu yang berhenti mendadak!” (sambil menantang)

Sopir : “Itu jelas salahmu!”

Budi : “Kok bisa, jelas-jelas kamu yang berhenti mendadak!” (masih dengan nada menantang)

Sopir : “Kamu kira ini di mana? Di sini kan garasi rumahku.”

 

Tokoh utama pada kutipan anekdot tersebut adalah….….

a)

Budi

b)

Sopir

c)

Seseorang

d)

Orang sial

e)

Mobil

22.

Suatu hari, Budi dalam perjalanan pulang dengan mengendarai sebuah mobil. Saat itu, malam hari dan hujan turun dengan lebat. Sial bagi Budi, lampu depannya padam. Karena tidak ada penerangan yang cukup, Budi mengikuti lampu belakang mobil di depannya. Tiba-tiba, mobil yang diikuti Budi berhenti mendadak, dan mengakibatkan Budi menabrak mobil tersebut.

Budi : “Ini bukan salah saya, salah kamu yang berhenti mendadak!” (sambil menantang)

Sopir : “Itu jelas salahmu!”

Budi : “Kok bisa, jelas-jelas kamu yang berhenti mendadak!” (masih dengan nada menantang)

Sopir : “Kamu kira ini di mana? Di sini kan garasi rumahku.”

Bagian dari cerita yang merupakan latar adalah…

a)

Rumah

b)

Garasi

c)

Tempat parkir umum

d)

Rumah Budi

e)

Jalan raya

23.

Suatu hari, Budi dalam perjalanan pulang dengan mengendarai sebuah mobil. Saat itu, malam hari dan hujan turun dengan lebat. Sial bagi Budi, lampu depannya padam. Karena tidak ada penerangan yang cukup, Budi mengikuti lampu belakang mobil di depannya. Tiba-tiba, mobil yang diikuti Budi berhenti mendadak, dan mengakibatkan Budi menabrak mobil tersebut.

Budi : “Ini bukan salah saya, salah kamu yang berhenti mendadak!” (sambil menantang)

Sopir : “Itu jelas salahmu!”

Budi : “Kok bisa, jelas-jelas kamu yang berhenti mendadak!” (masih dengan nada menantang)

Sopir : “Kamu kira ini di mana? Di sini kan garasi rumahku.”

 

Nilai didik pada kutipan anekdot tersebut adalah …

a)

Emosi harus terkendali saat menghadapi persoalan

b)

Jangan lekas marah kepada orang lain jika belum tahu persoalan yang sebenarnya

c)

Semua orang tidak boleh marah

d)

Seorang sopir yang pemarah

e)

Budi seorang pemarah

24.

Seorang dosen fakultas hukum suatu universitas sedang memberikan kuliah hukum pidana. Suasana kelas biasa-biasa saja. (2) Saat sesi tanya-jawab tiba, Ali bertanya kepada pak dosen.  “Apa kepanjangan KUHP, Pak?” (3) Pak dosen tidak menjawab sendiri, melainkan melemparkannya kepada Ahmad. (4) “Saudara Ahmad, coba dijawab pertanyaan Saudara Ali tadi,” pinta pak dosen. (5) Dengan tegas Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak …!”

 

Struktur isi yang terdapat dalam teks anekdot tersebut adalah ...

a)

abstrak, orientasi, dan krisis

b)

reaksi, abstrak, dan koda

c)

orientasi, krisis, dan reaksi

 

d)

abstrak, koda, dan krisis

e)

reaksi dan koda

 

25.

Seorang dosen fakultas hukum suatu universitas sedang memberikan kuliah hukum pidana. Suasana kelas biasa-biasa saja. (2) Saat sesi tanya-jawab tiba, Ali bertanya kepada pak dosen.  “Apa kepanjangan KUHP, Pak?” (3) Pak dosen tidak menjawab sendiri, melainkan melemparkannya kepada Ahmad. (4) “Saudara Ahmad, coba dijawab pertanyaan Saudara Ali tadi,” pinta pak dosen. (5) Dengan tegas Ahmad menjawab, “Kasih Uang Habis Perkara, Pak …!

Krisis dalam anekdot di atas tergambar dalam kalimat ...

a)

(1)

b)

(2)

c)

(3)

d)

(4)

e)

(5)