WorksheetsLatihan PAS-CERPEN
Total questions: 10
Worksheet time: 30mins
Perhatikan cerpen berikut!
“Rumah kita kemasukan pencuri,” sahut Bu Shinta. Dia merasa sulit bernafas tatkala melihat isi lemari berantakan. Uang dan perhiasannya telah lenyap. Juga televisi dan beberapa perlengkapan elektronik yang ada di ruang tengah.
Bu Shinta terduduk lemas tatkala melihat catatan-catatan kecil di atas bantal, “Sekarang kalian tau siapa pengirim karcis itu.”
Tema kutipan cerpen di atas adalah ....
Catatan kecil
Kehilangan uang, perhiasan, dan peralatan elektronik
Pencurian
Pemberian karcis pertunjukan
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Nyonya notaris sudah kesal menunggu Salamah di dekat mobilnya.
“Lama sekali kau! Kami kesal menunggumu, Bik!” hardik nyonya itu.
“Maaf, Nya,” jawab Salamah dengan tersengal-sengal. Peluhnya bercucuran membasahi badan. Alangkah beratnya terigu ini. Terigu yang nanti akan diolah oleh ibu notaris itu jadi kue-kue lezat. Salamah yang menggendong terigunya, dengan tersengal-sengal napasnya, tak akan ikut menikmatinya.
“Ayuh. Taruh di bagasi belakang. seperti keong jalanmu. Kau malas begitu tak usahlah kau bekerja. Pekerjaan apaan. Aku bisa pilih yang muda-muda.”
Watak tokoh nyonya notaris pada kutipan cerpen di atas adalah ...
lemah lembut
keras
sombong
baik hati
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Lalu dengan keberanian yang luar biasa, ditanyakannya berapa harga sandal jepit bekas itu.
“Dua ratus rupiah,” jawab tukang loak dengan acuh tak acuh.
Hatinya semakin teriris. Sedangkan Marni memandang sandal itu dengan mata berkilat-kilat. Alangkah sedihnya hati Salamah.
“Seratus rupiah, Bang,” tawarnya.
Tukang loak itu tak menjawab, cuma menggelengkan kepalanya. Congkaknya orang itu. Salamah tak segera beranjak dari tempatnya.
Watak tokoh tukang loak berdasarkan kutipan cerpen di atas adalah ...
acuh tak acuh
peduli
perhatian
penuh iba
Bacalah kutipan cerpen di bawah ini dengan saksama!
Hari Minggu itu matahari sudah menampakkan seluruh sinarnya. Sesuai dengan rencana malam tadi, aku dan keluarga kecilku bersiap piknik bersama ke Taman Bungkul. Ya, kami tinggal di Surabaya, sebuah kota yang terletak di ujung timur Pulau Jawa. Sebagai sebuah keluarga, sudah kebiasaan bagi kami untuk menghabiskan waktu di akhir pekan bersama-sama.
Kutipan cerpen di atas merupakan bagian ...
orientasi
rangkaian peristiwa
komplikasi
resolusi
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Waktu bangun pagi-pagi, Noerdin merasa badannya kurang enak. Sehari itu ia tidak bekerja dan panasnya sangat tinggi. Malamnya makin bertambah juga panasnya, dan ia pun sudah igau-igauan. Lain tidak yang disebutnya ialah Rukmini juga. Besoknya adalah demamnya agak turun sedikit, tetapi bukan main rindunya hendak bertemu Rukmini. Dengan tidak malu lagi disuruhnya jemput Rukmini hari itu juga.
(Darah Muda, Adinegoro)
Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam kutipan di atas adalah …
orang pertama sebagai tokoh utama
orang kedua
orang ketiga sebagai pengamat
orang ketiga serba tahu
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Ketika berpikir tentang keluarga kami yang berbahagia, Sandra hanya mendapatkan gambaran tentang sebuah rumah yang berantakan. Botol-botol dan kaleng-kaleng minuman yang kosong berantakan di meja, lantai, bahkan sampai ke atas tempat tidur. Tumpahan bir berceceran di atas kasur yang sepreinya terseret entah ke mana. Bantal-bantal tak bersarung. Pintu tak pemah tertutup dan sejumlah manusia yang terus-menerus mendengkur bahkan ketika Sandra pulang dari sekolah.
Nilai yang paling kuat terlihat dalam kutipan cerpen di atas adalah ...
moral
ekonomi
religius
budaya
Dompet mulai berbisik meminta untuk segera diisi.
Kalimat di atas merupakan contoh majas ...
hiperbola
simile
personifikasi
metafora
Arti ungkapan kambing hitam dalam kalimat di bawah ini adalah ...
Setiap terjadi kecurian di kelas, dia selalu menjadi kambing hitam karena perbuatannya beberapa waktu lalu.
orang yang dibanggakan
orang yang disalahkan
orang yang terkenal
orang yang sombong
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Ekspresi Nina pun begitu aneh. Ia seperti ketakutan. Nina benar-benar takut kalau ia akan gagal di ujiannya dua hari kemarin. Dapat nilai C untuk yang kedua kalinya, pasti akan lebih memalukan dari pada sebuah peristiwa memalukan yang menimpanya tiga hari silam.
Dengan tertunduk malu, Nina pun malu ke depan. Ia hanya bisa menundukkan mata sambil terus berzikir, “Jangan C lagi, please...jangan C lagi.”
Suasana yang tergambar pada kutipan cerpen tersebut adalah ....
gembira
gugup
tegang
sedih
Bacalah kutipan cerita berikut dengan saksama!
Suatu hari, karena begitu laparnya, ia makan semua makanan yang ada di meja, termasuk jatah makanan kedua orang tuanya. Sepulang dari ladang, bapaknya yang lapar mendapati meja yang kosong tak ada makanan. Marahlah hatinya, karena tidak bisa menguasai diri, keluarlah kata-katanya yang kasar. "Dasar anak keturunan ikan!" Seketika itu juga, isteri dan anaknya hilang dengan gaib. Ia menyesal atas perbuatannya. Karena ucapannya tersebut, ia telah melanggar janji pada isterinya.
Amanat kutipan cerita tersebut adalah ...
karena nilai setitik akan rusak susu sebelanga
jangan mudah marah agar tidak menyesal
selesaikan segala persoalan dengan bermusyawarah
biasakan hidup sederhana
