WorksheetsKUIS PUISI (ELEMEN MEMBACA)
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
Tersenyum bagai kencana
Mengharum bagai cendana
Dari penggalan puisi tersebut terdapat gaya bahasa . . . .
Hiperbola
Metafora
Litotes
Ironi
Asosiasi
Halaman Tak Terbatas
Bunga yang indah
......
Akan sia-sia belaka
Di vas yang salah
Bungaku tak pernah layu
Merekah sepanjang waktu malah selalu
Larik bermajas yang tepat untuk melengkapi puisi tersebut adalah . . . .
Kumbang singgah di sana
Memiliki duri menusuk
Merebak aroma
Tumbuh di halaman
Berwarna-warna indah
Hanya
Karya, Sapardi Djoko Damono
(1) “Hanya suara burung yang kau dengar
(2) dan tak pernah kaulihat itu
(3) tapi tahu burung itu ada di sana
(4) hanya desir angin yang kaurasa
(5) dan tak pernah kaulihat angin itu
(6) tapi percaya angin itu di sekitarmu
(7) hanya doaku yang bergetar malam ini
(8) dan tak pernah kaulihat siapa aku
(9) tapi yakin aku ada dalam dirimu”
Berdasarkan kutipan puisi di atas, majas hiperbola terdapat pada larik ke . . . .
5
6
7
8
9
Serenada HijauKupacu kudakuKupacu kudaku menujumuBila bulanmenegur salamdan syahdu malambergantung di dahan-dahan.........................
“Bila bulan menegur salam” merupakan majas . . . .
Asosiasi
Personifikasi
Metafora
Paralelisme
Hiperbola
Betapa dinginnya air sungai
Dinginnya!
Dinginnya!
Betapa dinginnya daging duka
Yang membaluti tulang-tulangku
Citraan yang dominan pada puisi tersebut adalah . . . .
Penglihatan
Peraba
Pendengaran
Penciuman
Pengecap
Suasana indah hati bergairah (1)
Dewi malam bersinar terang (2)
Bintang-bintang bertaburan (3)
Sungguh besar keagungan Illahi (4)
Imaji atau citraan perasaan pada puisi tersebut terdapat pada larik ke . . . .
1 dan 4
1 dan 2
2 dan 3
2 dan 4
3 dan 4
Hati yang terbuat dari baja
Tangguh sungguh perkasa
Kata baja dalam baris puisi tersebut bisa melambangkan . . . .
Kerasnya hidup
Sulitnya menjalani hidup
Manusia harus dapat menjalani cobaan hidup
Kekuatan yang sulit di pecahkan
Manusia percaya akan kehadiran Tuhan
Karangan Bunga
Tiga anak kecil
Dalam langkah malu-malu
Datang ke Salemba
Sore itu
"Ini dari kami bertiga
Pita hitam dalam karanganbunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak yang ditembak mati siang tadi."
Amanat dari puisi tersebut adalah . . . .
Perjuangan sekelompok anak kecil yang turut berduka
Segeralah ke Salemba untuk menuntut keadilan
Berjuanglah untuk mempertahankan golongan tertentu
Segala perjuangan bila tidak dilandasi dengan keimanan akan terkalahkan
Hendaklah kita menghargai pengorbanan orang yang membela kebenaran
Aku tak bisa mengulang waktuku
Tapi aku bisa menggenggarnya
Merencanakan hal-hal yang baru
Dari sekarang hingga esokan tiba
Bersama dengan sang waktu
Aku pasti bisa meraih mimpi
Melewati masa-masa sulitku
Dan menari-nari dengan sanang hati
Aku akan menaklukkan waktu
Untuk sebuah cita-cita
Meninggalkan cerita kenangan bersamamu
Menuju kehidupan yang sesungguhnya
Wahai... waktuku, temanilah aku
Berputar mengelilingi roda kesejukan
Memeluk manis masa depanku
Merapaki jalan yang penuh rintangan
Tema dalam puisi di atas adalah . . . .
Mimpi
Cita-cita
Rintangan
Waktu
Perjalanan
Sekolahku Nan Indah
Kupandangi sekolahku yang indah menawan
Lama kupandangi tak terasa
Disitu aku belajar
Disitu aku mendapat ilmu
Banyak guru isinya
Guru yang bermutu
Guru yang memberi ilmu
Untuk bekal murid nanti
Terimakasih sekolah dan Guruku
Kau sangat berjasa kepadaku
Tanpamu ku tak akan tahu tentang dunia ini
Terima kasih sekolahku nan indah
Dari puisi di atas, tema dari puisi tersebut adalah . . . .
Guru
Sekolah
Murid
Ilmu
Pendidikan
