NEW
Font size
WorksheetsTRY OUT 02
Total questions: 15
Worksheet time: 15mins
Umar bin Khattab dikenal sebagai sosok yang disegani dan ditakuti. Beliau memiliki watak yang keras hingga dijuluki sebagai “Singa Padang Pasir”. Pada masa Abu Bakar Ash-Shiddiq menjadi seorang khalifah, Umar bin Khattab menjadi salah satu penasehatnya, dan setelah Abu Bakar bin Khattab meninggal, Umar bin Khattab ditunjuk untuk menggantikan Abu Bakar Ash-Shiddiq sebagai khalifah kedua dalam sejarah Islam. Berikut ini yang tidak termasuk ciri-ciri kepemimpinan Umar bin Khattab yang terkait dengan kondisi sosial kemasyarakatan adalah ….
Dalam bermusyawarah, Umar bin Khattab meletakkan dirinya sebagai manusia yang sama kedudukannya dengan anggota musyawarah lain.
Kekayaan negara seutuhnya digunakan untuk melayani rakyat, dan membangun benteng dan tembok besar guna melindungi umat muslim.
Menjunjung tinggi kebebasan dengan larangan memperbudak manusia karena pada hakikatnya manusia dilahirkan dalam kondisi bebas merdeka.
Memperluas wilayah Islam, dan menertibkan pemerintah dengan mengeluarkan undang-undang.
Turun tangsung mengatasi masalah yang dihadapi oleh rakyatnya, terutama yang berkaitan dengan kemiskinan
Peristiwa perang Yamamah dalam misi menumpas nabi palsu Musailamah Al-Kadzdzab, banyak sahabat penghafal Al-Qur’an yang gugur dalam peperangan tersebut. Keadaan tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan umat Islam akan habisnya para penghafal Al-Qur’an karena gugur di medan peperangan. Oleh karena itu Umar bin Khathab mengusulkan kepada khalifah Abu Bakar untuk mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur’an yang tertulis di berbagai media seperti pelepah kurma, tulang onta, dan lain-lain yang disimpan oleh para sahabat. Pengumpulan ayat-ayat Al-Qur’an ini termasuk salah satu strategi dalam metode dakwah kholifah Abu Bakar, yaitu ....
Metode Dakwah Bil-Lisan
Metode Dakwah Bil-Yad
Metode Dakwah Bil-Hal
Metode Dakwah Bit-Tadwin
Metode Dakwah Bil-Uswah
Perkembangan perluasan Islam pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab, berlangsung sangat pesat. Umar bin Khattab melanjutkan pengembangan wilayah Islam sejak kemenangan dalam Perang Yarmuk pada masa Abu Bakar Ash-Shiddiq. Berikut ini yang bukan termasuk prestasi Umar bin Khattab dalam perluasan wilayah Islam adalah ….
Menundukkan beberapa kota di pesisir Syiria dan Pelestina, seperti Jaffa, Gizar, Ramla, Typus, Askalon dan Beirut
Memperluas wilayah Islam di Persia, yaitu Kaadisia, Jalula, Madain, dan Nahawand
Mengembangkan kekuasaan Islam di Mesir, termasuk merebut benteng Babil dan Iskandariyah
Menguasai kota Damaskus yang sebelumnya menjadi salah satu pusat kekuatan Romawi di Syria
Mengirim pasukan ke Irak dan Syam dibawah pimpinan Khalid bin Walid
Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut ini!
(1) Perluasan Wilayah kekuasaan Islam, diantaranya Persia, Tabaristan, Azerbaijan dan Armenia
(2) Standarisasi Al-Qur’an dengan menyeragamkan satu macam qiraat
(3) Pengangkatan pejabat negara dari golongan para penguasa dan keluarga pejabat
(4) Pembangunan fisik yaitu membangun bendungan untuk menjaga arus banjir yang besar dan mengatur pembagian air ke kota-kota
(5) Membenahi dan menyusun arsip negara
Kelompok pernyataan yang paling tepat menunjukkan bentuk-bentuk metode dakwah pada masa pemerintahan Usman bin Affan adalah ….
1, 2, 3
2, 3, 4
3, 4, 5
1, 2, 4
1, 2, 5
Ali RA dilahirkan di Mekah, daerah Hejaz, Jazirah Arab, pada tanggal 13 Rajab. Ali dilahirkan 10 tahun sebelum dimulainya kenabian Muhammad, sekitar tahun 599 Masehi. Peristiwa pembunuhan terhadap Khalifah 'Utsman bin Affan mengakibatkan kegentingan di seluruh dunia Islam yang waktu itu sudah membentang sampai ke Persia dan Afrika Utara. Pemberontak yang menguasai Madinah tidak mempunyai pilihan lain selain Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah, waktu itu Ali berusaha menolak, tetapi Zubair bin Awwam dan Talhah bin Ubaidillah memaksa dia, sehingga akhirnya Ali menerima bai'at mereka. Jika dibandingkan kondisi masyarakat Islam pada masa Ali bin Abi Thalib dengan masa Nabi Muhammad SAW maka akan terlihat perbedaaanya. Diantara perbedaan tersebut adalah ….
Rasulullah menjadi pemimpin atas dasar wahyu Allah SWT, sementara Ali bin Abi Thalib menjadi satu-satunya Khalifah yang dibai'at secara massal seluruh umat Islam ketika itu
segala permasalahan pada masa Nabi masih hidup dapat mudah diselesaikan oleh Nabi, begitu pula pada masa Ali bin Abi Thalib
banyak pemberontakan terjadi pada masa Nabi, sedangkan ketika masa Ali tidak terlampau banyak
umat Islam pada masa Nabi lebih mudah disatukan sementara pada masa Ali bin Abi Thalib umat Islam terpecah belah
Rasulullah mampu menjadi teladan bagi seluruh umat Islam, sedangkan Ali bin Abi Thalib hanya bisa menjadi teladan umat Islam kala itu.
Salah satu bentuk capaian pada masa pemerintahan Khalifah Usman bin Affan yaitu penyeragaman mushaf dan qiraat. Usaha ini dilatarbelakangi oleh perselisihan dalam bacaan Al-Qur’an. Menyaksikan perselisihan itu, Hudzaifah bin Yaman melapor kepada Khalifah Usman dan meminta Khalifah untuk menyatukan bacaan Al-Qur’an. Akhirnya, Khalifah memerintahkan penyalinan tersebut sekaligus menyatukan bacaan Al-Qur’an dengan pedoman apabila terjadi perselisihan bacaan antara Zaid bin Tsabit dengan tiga anggota tim penyusun, hendaknya ditulis sesuai lisan Quraisy karena Al-Qur’an itu diturunkan dengan lisan Quraisy. Salinan Al Qur’an kemudian dicetak beberapa mushaf dan dikirim ke Mekah, Kuffah, Bashrah, dan Syam. Khalifah Utsman sendiri memegang satu mushaf yang disebut mushaf al-Imam. Hal tersebut merupakan salah satu prestasi khalifah Usman bin Affan yang memberikan andil besar bagi umat muslim. Hal ini didasarkan karena …
Usman bin Affan adalah salah satu khalifah yang pada masa pemerintahannya mendapatkan banyak pemberontakan
Usman bin Affan menjadi penerus perjuangan Abu Bakar, dan Umar bin Khatab dalam usaha kodifikasi Al Qur’an
Usman bin Affan menjadi pemecah solusi ketegangan umat Islam, dikarenakan terpecah belahnya umat Islam tersebab oleh berbagai perselisihan yang terjadi
Usman bin Affan mampu mencegah perselisihan umat Islam terkait Al Quran di masa selanjutnya, karena Al Qur’an bersifat fundamental bagi sumber agama dan ilmu-ilmu Islam
Usman bin Affan mengirim Al Qur’an ke tempat yang tepat yaitu Mekah, Kuffah, Bashrah, dan Syam, karena keempatnya adalah tempat bersejarah bagi peradaban Islam
Bani Umayyah menerapkan system dalam menata administrasi pemerintahan, yaitu dengan mengembangkan administrasi pemerintahan Khulafaur Rasyidin. Pada masa Umar bin Khattab, telah ada lima bentuk departemen, yaitu Nidham Al Maaly, Nidham Al Harbi, Nidham Ul Idary, Nidham Al Siasi dan Nidham Ul Qadi. Bentuk departemen ini kemudian dikembangkan lagi oleh Muawiyah bin Abi Sufyan dalam bentuk yang lebih luas dan menyeluruh. Namun terdapat kesenjangan dimana lebih banyak orang keturunan Arab yang bisa terlibat dalam pemerintahan, misalnya dalam politik ketentaraan pada masa Umayyah cenderung pada Arab oriented, dimana anggota tentara haruslah terdiri dari orang-orang Arab. Pertentangan suku pun juga semakin menjadi sebab yang memicu kemunduran dinasti ini. Beberapa fakta di bawah ini yang kurang tepat berkaitan dengan kondisi sosial masyarakat Islam pada masa Dinasti Umayyah yaitu ….
Pertentangan antara suku-suku Arab Mudariyah dan Himyariyah
Persaingan antar etnis dan khalifah cenderung kepada salah satu pihak
Inferioritas kaum Islam non Arab yang dijuluki dengan status mawali
Sistem pergantian khalifah yang menekankan garis keturunan dan senioritas
Konflik berkepanjangan antara Muawiyah bin Abu Sufyan dan Ali bin Abi Thalib
Firman Allah dalam surat al- Maidah ayat 44, “Dan barang siapa yang tidak menentukan hukum dengan apa yang telah diturunkan Allah, maka mereka adalah orang-orang kafir.” Dengan landasan ayat Al-Qur’an tersebut, mereka (kaum khawarij) menghukum semua orang yang terlibat dalam tahkim itu telah menjadi orang-orang kafir. Kafir dalam arti telah keluar dari Islam. Orang yang keluar dari Islam dikatakan murtad, dan orang murtad halal darahnya dan wajib dibunuh. Maka dari itu mereka memutuskan untuk membunuh Ali, Muawiyah, Amr bin Ash dan Abu Musa, dan yang berhasil dibunuh hanya Ali. Peristiwa ini termasuk pengembangan ilmu pengetahuan pada masa Bani Umayyah di Damaskus dalam bidang ....
Ilmu Qira'at
Ilmu Tafsir
Ilmu Hadis
Ilmu Nahwu
Ilmu Kalam
Bani Umayyah di Andalusia adalah kekhalifahan Islam yang pernah berkuasa di Semenanjung Iberia dalam rentang waktu antara abad ke-8 sampai abad ke-12. Ada dua faktor utama yang diidentifikasi menjadi sebab masuknya Islam di Andalusia. Pertama, faktor internal, yakni kemauan kuat para penguasa Islam untuk mengembangkan dan membebaskan menjadi wilayah Islam. Andalusia atau Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal termasuk selatan Perancis sekarang) mulai ditaklukkan oleh umat Islam pada masa khalifah Al-Walid bin Abdul Malik yaitu pada tahun 705-715 M. Dalam proses penaklukan Spanyol ini terdapat tiga pahlawan Islam yang dapat dikatakan paling berjasa yaitu ….
Tharif bin Malik, Thariq bin Ziyad, Musa bin Nushair
Thariq bin Ziyad, Musa bin Nushair, Abdul Malik bin Marwan
Muawiyah bin Abi Sufyan, Tharif bin Malik, Thariq bin Ziyad
Musa bin Nushair, Abdullah bin Mas’ud, Khalid bin Walid
Muawiyah bin Abi Sufyan, Musa bin Nushair, Khalid bin Walid
Perkembangan Ilmu Pengetahuan mulai berkembangan pesat pada masa Bani Abbasiyah. Masa Abbasiyah dikenal sebagai era keemasan ilmu pengetahuan dan Agama. Ilmu-ilmu agama berkembang dengan subur dan diiringi oleh kemunculan tokoh-tokoh agama yang berpengaruh sampai sekarang ini. Dalam bidang Ilmu Tafsir juga mengalami perkembangan yang cukup pesat dibanding pada masa Bani Umayyah. Berikut ini yang bukan termasuk perkembangan dalam bidang Ilmu Tafsir adalah …
Penafsiran Al Qur’an berkembang tidak hanya dengan penafsiran makna, tetapi juga penafsiran “Bil al Ma’tsur dan “Bi al-Ra’yi
Penyusunan tafsir dan memisahkan antara Tafsir dengan Hadis
Muncul karya besar tafsir adalah Al-Farra’ yang merupakan karya Tafsir pertama yang disesuaikan dengan sistematika Al-Qur’an
Tafsir berkembang dalam bentuk lisan dari para ulama dan mufassirin
Muncul beberapa tokoh populer dalam Ilmu Tafsir yaitu Imam at-Thabari, Ibnu Katsir, dan As-Suyuthi
Proses pengembangan peradaban yang dibangun Bani Abbasiyah begitu cepat membawa perubahan besar bagi perkembangan peradaban ilmu pengetahuan selanjutnya. Bani Abbasiyah eksis selama 505 tahun dan diperintah oleh 37 khalifah dengan mampu menciptakan peradaban yang menjadi kiblat dunia pada saat itu.
Perhatikan beberapa pernyataan berikut!
(1) Suasana belajar kondusif.
(2) Fasilitas belajar disediakan pemerintah dengan lengkap.
(3) Motivasi belajar menjadi pendorong gairahnya masyarakat untuk belajar.
(4) Masyarakat mendatangi tempat-tempat belajar seperti Kuttab, madrasah, dan perguruan tinggi.
(5) Setiap rakyat diwajibkan untuk belajar di Kuttab maupun Madrasah.
Pernyataan yang kurang tepat menggambarkan kondisi masyarakat pada masa Dinasti Abbasiyah ditunjukkan pada nomor ….
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
Perkembangan islam masa bani abasiyah sekitar abad ke 7–9 H sudah sampai negeri Tiongkok, Afrika, bahkan sampai pada negeri Rusia. Dengan ditemukannya ilmu Astronomi, umat Islam bisa menjual hasil pertaniannya dan kerajinannya ke negeri Tiongkok, Zanzibar, sekaligus mendatangkan hasil karya dari negeri lain untuk dijual di negeri Islam. Ilmu Astronomi pada mulanya dipakai untuk menentukan arah kiblat. Pada perkembangannya ilmu ini dipakai para pedagang, para pelaut dan para tentara untuk menyebarkan agama di luar negeri. Adapun ulama islam yang ahli dalam ilmu astronomi dan wafat tahun 846 M adalah …
Al Khawarizmi
Ibnu Kardabah
Ar Razi
Al Farabi
An-Nazam
Buya Hamka, sebagaiamana tertulis dalam historiografi Indonesia, menjelaskan bahwa Islam masuk ke Indonesia sejak abad pertama Hijriah atau abad ke-7 Masehi yang mendasarkan teori pada berita China dari zaman Tang. Dalam catatan Tionghoa dijelaskan bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-7 M tepatnya di wilayah Sumatera dalam perkembangan perdagangan maritim Kerajaan Sriwijaya dengan dukungan dari mubaligh dan pedagang-pedagang muslim. Pernyataan ini adalah sejarah masuknya islam di indonesia menurut teori ...
Teori Gujarat
Teori Persia
Teori China
Teori India
Teori Arab
Sejak kedatangan Belanda pada akhir abad ke- 16 di Indonesia, Belanda senantiasa menghadapi kenyataan bahwa Islam selalu menjadi penghalang cita-citanya. Sejarah telah membuktikan selama abad ke-19 saja, Kolonial Belanda cukup sibuk menghadapi pemberontakan-pemberontakan yang kebanyakan dilancarkan sebagai “perang sabil” atas nama Islam. Tercatat beberapa pemberontakan yang cukup terkenal yaitu; Perang Paderi, Perang Diponegoro, dan Perang Aceh. Islam dianggap sebagaia ancaman bagi ketentraman Belanda di Indonesia. Sehingga Belanda berusaha untuk menjinakkan sekaligus melumpuhkan Islam sebagai kekuatan politik Indonesia ketika itu dengan berbagai cara, diantaranya adalah ….
Menggencarkan serangan fajar yang ditujukan pada wilayah para tokoh Islam
Menyelenggarakan pendidikan “Indologie” untuk mengkaji ilmu keindonesiaan.
Membuat kebijakan “Islam Politiek” untuk mengelola masalah-masalah Islam di Indonesia.
Menguatkan rezim Belanda dengan menyekolahkan anak-anak keturunan Belanda di sekolah resmi.
Mendukung Pan Islamisme agar terlihat bahwa Belanda pro terhadap Islam.
Agama Islam masuk ke Indonesia berjalan dengan cara damai tanpa paksaan. Pada umumnya agama Islam masuk ke Indonesia dilakukan melalui berbagai cara (jalur). Cara ini juga dianggap sebagai metode dakwah dalam mengenalkan Islam di Indonesia yang dilakukan pada masa itu. Berikut ini yang bukan termasuk metode tersebut adalah ….
Interaksi masyarakat Indonesia dengan berbagai pedagang Muslim dari berbagai wilayah
Perkawinan antara pedangan Muslim dengan penduduk setempat
Banyak ulama/ kyai yang menjadi penasehat spiritual para raja dan bangsawan
Penyebaran agama Islam melalui seni pahat, seni musik, seni sastra, dan wayang
Penyebaran agama Islam melalui misi terselubung oleh para tokoh agama
