WorksheetsPost Test Manajemen
Total questions: 20
Worksheet time: 20mins
Name
Class
Date
1.
Seorang apoteker dalam melakukan pengelolaan obat di puskesmas, diperoleh data bahwa total stok obat allopurinol di tahun 2020 adalah 7.027 tablet, dan total pemakaian di tahun tersebut 6.383 tablet. Bagaimana kategori tingkat ketersediaan obat allopurinol 100 mg diatas?
a)
Berlebih
b)
Kurang
c)
Aman
d)
Kosong
e)
Cukup
2.
Seorang apoteker ingin melakukan pemesanan untuk sediaan amoksisilin dry syrup. Dimana biaya sekali pesan obat tersebut adalah Rp.4000,- dan biaya penyimpanan dalam setahun sebesar 3%. Setiap tahun, jumlah permintaan obat mencapai 490 botol. Sedangkan harga per unitnya sebesar Rp.8100,-. Apoteker melakukan analisis EOQ untuk menentukan jumlah obat yang harus dipesan. Berapakah jumlah obat dipesan?
a)
127 botol
b)
130 botol
c)
122 botol
d)
125 botol
e)
117 botol
3.
Apoteker di puskesmas sedang mengevaluasi tingkat ketersediaan obat captopril 12,5 mg tahun lalu. Diketahui total stok tahun lalu adalah 3850 tablet dengan pemakaian rata-rata per bulan 320. Berapa bulan tingkat ketersediaan obat tersebut?
a)
12
b)
10
c)
9
d)
11
e)
13
4.
Apoteker di puskesmas sedang mengevaluasi tingkat ketersediaan obat yang ada. Diketahui total stok captopril 25 mg pada tahun yang lalu adalah 100.000 tablet. Total pemakaian obat dalam rentang waktu tersebut adalah 60.000 tablet. Termasuk dalam kategori apakah obat tersebut?
a)
stok aman
b)
stok kosong
c)
stok kurang
d)
stok berlebih
e)
stok mati
5.
Untuk mengantisipasi adanya stok kosong, maka perlu dipersiapkan safety stock. Diketahui penggunaan amoksisilin 750 box per tahun. Ketika akan melakukan re-order ke PBF, waktu tunggu yang diberikan 5 hari karena PBF berada di luar kota. Berapa box safety stock yang anda persiapkan?
a)
10
b)
11
c)
8
d)
7
e)
9
6.
Hasil stock opname sebuah apotek pada akhir tahun 2019 sebesarRp 60.500.000,00. Sepanjang tahun 2020, apotek ini melakukanpembelian obat dan alkes sebesar 700.000.000,00 dan pada akhirtahun 2020, hasil stock opname sebesar Rp 55.500.000,00" Berapa perputaran sediaan apotek tersebut?
a)
17,58x
b)
8,33x
c)
18,69x
d)
12,16x
e)
15,84x
7.
Berdasarkan laporan keuangan per tanggal 31 Desember 2018, pendapatanpenjualan bersihapotek adalah sebesar Rp 250.063.310,00. Beban usaha apotek untuk SDM, biaya operasional dll adalah Rp 205.655.000,00Sedangkan laba bersih setelah pajak apotek ini adalah sebesar Rp 26.465.000,00 Berapa persen net profit margin apotek tersebut?
a)
8.28
b)
10.78
c)
12.7
d)
19.58
e)
11.38
8.
"Instalasi Farmasi Rumah Sakit DD menggunakan Halothane 250cc sejumlah 1200 botol per tahun. Harga per botolnya Rp.900.000,- Rumah Sakit memperkirakan Carrying Cost Interest Rate = 20% dan biaya pemesanan = Rp.50.000,-/order. Apoteker melakukan analisis Economic Order Quantity." Berapa interval waktu yang dibutuhkan untuk sekali pemesanan?
a)
8 hari
b)
4 hari
c)
10 hari
d)
6 hari
e)
12 hari
9.
Apoteker di puskesmas sedang mengevaluasi tingkat ketersediaan allopurinol 300 mg di puskesmas. Apoteker merencanakan akan menyediakan obat tersebut dengan tingkat ketersediaan 12 bulan dengan asumsi jumlah pemakaian obat sama seperti tahun lalu yaitu 3790 tablet. Berapa stok yang harus disediakan tahun depan?
a)
260
b)
5400
c)
4500
d)
1200
e)
3800
10.
Apoteker di klinik pratama sedang melakukan pengendalian persediaan dengan mempertimbangkan stok minimal dan maksimal. Salah satu obat yang dikendalikan adalah simvastatin 10 mg. Diketahui rerata pemakaian obat ini adalah 60 box per bulan, sedangkan leadtime pengiriman dari PBF adalah 2 hari. Agar tidak terjadi kekosongan obat, apoteker menetapkan akan membangun stok pengaman. Berapa box titik reorder point obat tersebut?
a)
120
b)
15
c)
8
d)
30
e)
4
11.
Apoteker di klinik utama sedang melakukan pengendalian persediaan dengan mempertimbangkan stok minimal dan maksimal. Salah satu obat yang dikendalikan adalah valsartan 160 mg. Diketahui rerata pemakaian obat ini adalah 30 box per bulan, sedangkan leadtime pengiriman dari PBF adalah 3 hari. Apotek tidak membangun stok pengaman untuk obat ini. Berapa box titik reorder point obat tersebut?
a)
90
b)
33
c)
6
d)
10
e)
3
12.
Apoteker di pratama sedang melakukan pengendalian persediaan dengan mempertimbangkan stok minimal dan maksimal. Salah satu obat yang dikendalikan adalah amoksisilin dry sirup. Diketahui rerata pemakaian obat ini adalah 120 botol per bulan, sedangkan leadtime pengiriman dari PBF adalah 2 hari. Agar tidak terjadi kekosongan obat, apoteker menetapkan stok pengaman sebesar 10 botol. Berapa botol titik reorder point obat tersebut?
a)
18
b)
10
c)
24
d)
8
e)
6
13.
Apoteker di apotek melakukan stock opname pada akhir tahun 2020. Hasil Stock opname di akhir tahun 2019 sebesar Rp 100.500.000,00. Sepanjang tahun 2020 apotek ini melakukan pembelian obat sebesar 900.500.000,00, dan pada akhir tahun 2020, hasil stock opname yang dilakukan sebesar Rp 85.500.000,00. Berapa kali nilai Turn Over Ratio (TOR) apotek tsb?
a)
8.9
b)
10.5
c)
9.9
d)
10.7
e)
11.7
14.
Hasil stock opname sebuah apotek pada akhir tahun 2019 sebesar Rp 60.500.000,00. Sepanjang tahun 2020, apotek ini melakukan pembelian obat dan alkes sebesar 700.000.000,00 dan pada akhir tahun 2020, hasil stock opname sebesar Rp 55.500.000,00. Berapa perputaran sediaan apotek tersebut?
a)
17,58x
b)
18,69x
c)
8,33x
d)
12,16x
e)
15,84x
15.
. Apoteker di apotek sedang membuat laporan keuangan. Dari data yang ada diketahui omset apotek pada bulan lalu sebesar Rp 100.000.000 dengan margin 15%. Biaya operasional tercatat Rp 10.000.000. Berapa laba bersih apotek tersebut?
a)
10.000.000
b)
3.000.000
c)
5.000.000
d)
2.000.000
e)
15.000.000
16.
Apoteker di klinik utama sedang melakukan pengendalian persediaan dengan mempertimbangkan stok minimal dan maksimal. Salah satu obat yang dikendalikan adalah atorvastatin 20 mg. Diketahui rerata pemakaian obat ini adalah 8 box per bulan, sedangkan leadtime pengiriman dari PBF adalah 7 hari. Periode pemesanan obat ini ditetapkan seminggu sekali. Untuk efisiensi persediaan, apoteker tidak membangun stok pengaman untuk obat ini. Berapa box stok maksimal obat tersebut?
a)
6
b)
10
c)
2
d)
4
e)
8
17.
Apoteker di suatu rumah sakit melakukan pengadaan obat insulin aspart (vial) dengan melakukan pendekatan stok maksimal dan minimalnya. Dengan data lead time adalah 3 hari, penggunaan rata rata per tahunnya adalah 670, dan periode pengadaan setiap 7 hari. Berapakah stok maksimal yang dapat dipesan oleh apoteker? (apotek tidak menerapkan safety stock)
a)
11 vial
b)
24 vial
c)
20 vial
d)
13 vial
e)
19 vial
18.
Apoteker di klinik pratama akan melakukan pemesanan untuk sediaan amoksisilin dry syrup. Biaya sekali pesan obat tersebut adalah Rp.4000,- dan biaya penyimpanan dalam setahun sebesar 3%. Setiap tahun, jumlah permintaan obat mencapai 490 botol. Sedangkan harga per unitnya sebesar Rp.8100,-. Apoteker melakukan analisis EOQ untuk menentukan jumlah obat yang harus dipesan. Berapakah botol jumlah obat yang dipesan?
a)
127
b)
117
c)
122
d)
125
e)
130
19.
Apoteker di suatu rumah sakit A akan melakukan perhitungan ketersediaan obat insulin, pengadaan selama 1 tahun 1500 biji insulin, persediaan awal 30 biji dan persediaan akhir adalah 50 biji." Berapakah penggunaan rata-rata insulin perbulan?
a)
130
b)
135
c)
123
d)
30
e)
50
20.
Apoteker di apotek membeli obat Ventolin inhaler dari PBF seharga 135.000 belum termasuk PPN. Apoteker akan menghitung harga konsumen dengan margin keuntungan 20%. Berapa rupiah harga yang ditetapkan? (PPN = 10%)
a)
148.500
b)
178.200
c)
189.000
d)
162.000
e)
175.500
100 %
