Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Kuis Kamp day-2

Total questions: 10

Worksheet time: 8mins

Name
Class
Date
1.

Dalam artikel “4 Asas dalam berdakwah” Ketika membahas hadist tentang keberangkatan Muadz bin Jabal ra ke Yaman, digarisbawahi juga 4 karakteristik dari seorang mubaligh, yaitu...

a)

keteladanan,

b)

memancing rasa ingin tahu,

c)

kemampuan untuk menjawab rasa ingin tahu,

d)

runtutan dalam cara penyampaian.

e)

Semua benar

2.

dalam artikel “Mereka Yang Merasakan Manisnya Iman”, sabda Nabi Muhammad SAW disebutkan bahwa: Barangsiapa memiliki 3 ciri ini, berarti dia telah merasakan manisnya iman. Ciri-ciri tersebut antara lain: 1. Mencintai Allah dan Rasul-Nya atas segalanya. 2. Mencintai sesuatu hanya karena-Nya. 3. Benci kembali ke kesesatan seperti bencinya ia jika dilempar ke neraka. Jika pada diri seseorang ada tiga ini, maka pemiliknya akan merasakan manisnya iman. Mereka yang merasakan manisnya iman, imannya di atas segalanya, serta memahkotai imannya dengan makrifat. Iman yang tak bersandar pada makrifat selalu mudah ambruk oleh sedikit guncangan.

Pernyataan berikut yang sesuai dengan konsep Manisnya Iman, kecuali ....

a)

Merasakan iman sebagai sesuatu di atas segalanya.

b)

Mampu memahkotai iman dengan makrifat.

c)

Iman yang tak bersandar pada makrifat selalu mudah ambruk oleh sedikit guncangan.

d)

Iman yang kokoh akan mudah runtuh dengan godaan nafsu dunia.

e)

Benar Semua

3.

Efek yang terjadi jika menunaikan shalat dengan penuh kesadaran, dan merasakan bahwa diri kita datang ke hadapan Allah untuk mempertanggungjawabkan hidup kita...   

a)

membantu menata kehidupan kita jadi lebih teratur.

b)

membawa keseimbangan dan keteraturan bagi hati kita yang berantakan.

c)

membangkitkan rasa maknawi kita yang tadinya luluh lantak.

d)

meraih penglihatan, pemikiran, dan pembicaraan yang benar.

e)

Benar semua

4.

Beliau menangis ketika berdiri, duduk, rukuk, demikian juga saat sujud. “Malam ini ayat itu turun. Betapa ruginya mereka yang membaca tetapi tidak mentafakuri ayat tersebut. Betapa ruginya mereka yang membaca tetapi tidak meraih getaran jiwa di dalam dirinya.” Rasul dengan takut dan hormat datang ke hadapan Rabbnya. Beliau berusaha memenuhi adab hamba di depan Tuhannya. Beliau tak lupa posisi dirinya sebagai hamba walau hanya sesaat.

Nilai yang bisa diambil dari hikmah beribadah yang dilakukan Rasulullah SAW. Kepada Allah, kecuali...

a)

Beliau beribadah seperti seharusnya seorang hamba lakukan pada Rabbnya.

b)

seorang manusia saat memenuhi kewajibannya di hadapan Tuhan, tak mungkin ia memikirkan hal lain

c)

datang ke hadapan Tuhan bersama kalbunya, artinya ia berpaling dari hal lain, karena ia sedang terbakar cinta Ilahi

d)

Kalbu di lembah yang satu, sedangkan jasad di lembah lainnya. Apa yang Allah ciptakan utuh, dibaginya jadi dua.

e)

Memposisikan diri sebagaimana sedang berhadapan dengan Ilahi.

5.

Seorang mukmin ketika mendirikan salat ia melupakan keadaan sekelilingnya. Aku tidak mengenal diriku seperti itu. Apakah dia itu aku atau aku itu dia? Apakah dia adalah kamu, ataukah kamu adalah dia? Itulah ambiguitas dan kesamaran dari hakikat ini. Penunaian salat seperti inilah yang akan menemukan makna sejatinya. Menghapuskan diri. Disitu hanya menyendiri bersama Tuhan, mengeluarkan dunia dan segala sesuatunya dari dalam kalbu. Berusaha keras untuk bisa menunaikan salat seperti ini walau hanya sekali.

 

Dalam ungkapan yang dikaitkan tentang Shalat, Baginda Nabi pernah mengatakan ...   

a)

“Salatlah kamu seakan ini salat terakhirmu!”

b)

“Salatlah kamu seakan ini salat pertamamu!”

c)

“Salatlah kamu seakan ini penyucian dosa-dosamu!”

d)

“Salatlah kamu seakan ini kamu tidak pernah shalat”

e)

Salah Semua

6.

Baginda Rasul al Akram S.A.W bersabda: “Fadhilah yang paling utama ialah menyambung kasih kepada orang yang memotong hubungan dengan anda, berbuat baik kepada orang yang tidak berbuat baik kepada anda, dan santun kepada orang yang mencaci maki anda” (HR Ahmad No. 15065), dan dalam riwayat lainnya: “memaafkan mereka yang berbuat zalim kepada anda”.

 

Makna yang dapat diterapkan dari hadits Nabi SAW. Diatas adalah ...  

a)

Menyambung silaturrahmi dengan baik bahkan dengan orang yang membenci kita sekalipun

b)

Tetap berbuat baik kepada orang yang tidak berbuat baik kepada kita

c)

Tetap santun kepada orang yang mencaci maki kita

d)

Memaafkan orang yang berbuat zalim kepada kita

e)

Membalas perbuatan orang yang telah jahat kepada kita

7.

Era Nabi Muhammad adalah era kesabaran dan berlapang dada menghadapi ujian. Era dimana terjadi ribuan kesulitan, era dimana nyawa dipertaruhkan demi hidupnya Islam. Mereka terus bertahan, kesabaran pun melewati batasnya dan berada di atas level yang diperkirakan. Akhirnya, musim semi itu pun tiba, semua lembah Makkah dipenuhi orang-orang yang menggemakan satu kalimat krusial ini. “La ilaha illallah”. Betapa banyak tokoh yang tidak diperkirakan, kemudian luluh hatinya kepada Islam. Kalimat apakah yang digemakan pada peristiwa tersebut?   

a)

“La ilaha illallah”

b)

“Subhanallah”

c)

“Alhamdulillah”

d)

“Allahu Akbar”

e)

Benar Semua

8.

Sebagai umat Islam yang agung, sebagai umat Islam yang mulia, Bangsa Islam yang pernah menjadi pemimpin selama 9 abad, kini tak bisa lepas dari status pengemis. Padahal Allah SWT telah mensyaratkan bahwa kemenangan dan kebahagiaan bergantung pada hubungan kita denganNya. Semoga Allah SWT menganugerahi kita dengan kebangkitan dan kebahagiaan. Kita akan bertawajuh kepada Sang Rabb. Kita akan bertawajuh kepadaNya di waktu malam, dengan doa dan munajat kita bertawajuh kepadaNya. Kita berusaha membuat suara ini didengar Allah SWT dengan memanjatkannya dalam keheningan. Aku betul-betul menekankan pentingnya hal ini. Sebagaimana ditekankan oleh Al Quran dalam surah (QS Insan 76:26) yang bunyinya....

a)

“Dan di sebagian malam, bersujudlah kepadaNya, dan bertasbihlah kepadaNya di bagian malam yang panjang”

b)

“Dan di waktu siang, bekerjalah dengan mengharapkan Ridha Allah”

c)

“Dan di waktu malam, beristirahatlah dengan teduhnya pada bagian malam yang panjang”

d)

“Dan di waktu siang, bersujudlah kepadaNya, dan bertasbihlah kepadaNya di waktu ini yang panjang”

e)

“Dan bekerjalah kamu di malam hari, sebagaimana bekerjanya orang-orang dalam mencari Ridha-Nya”

9.

Said Baru sebagaimana Said Lama, betul-betul menolak, tidak pernah dan tidak akan pernah mau menerima penghormatan kepada dirinya; tidak akan pernah mau mencari perhatian kepada dirinya, serta tidak akan pernah mau mencari popularitas dan kemuliaan. Lewat topeng komite rahasia yang dipegang oleh pihak asing dimana benang-benangnya terhubung pada orang-orang tak beragama, untuk meruntuhkan pengaruh pengabdian kepada iman dan Al Quran, mereka secara terang-terangan menghina dan mencaci-maki Ustaz guna menghapuskan atensi dan perhatian masyarakat kepada pengabdiannya.

 

Hikmah yang dilakukan Ustaz daam pengabdiannya adalah...

a)

Ustaz tidak menginginkan atensi dan perhatian tersebut.

b)

Langkah yang dilakukan Ustaz dalam masa pengabdiannya ini merupakan pelindung dari usaha-usaha anarkis dari pihak luar yang berusaha masuk.

c)

Pengabdian yang dilakukan Uztaz ini merupakan titik pondasi terbesar dari rasa cinta kepada tanah air dan dunia islam.

d)

Menghindari popularitas dan kemuliaan agar senantiasa menjaga rasa ketulusan dan keikhlasan dalam mengabdi.

e)

Benar Semua

10.

Ketika murid-murid Ustaz yang memiliki keluhuran, sifat mukhlis, pandangan tajam, serta kepekaan kalbu ingin menuliskan perasaan-perasaannya terhadap Ustaz, mereka yang tadinya ingin menggunakan kata-kata pujian mendapatkan peringatan keras dari Ustaz. Dikarenakan asas dari aktivitas ini adalah keikhlasan, maka kepekaan Ustaz untuk melarikan diri dari apa yang disebut sebagai ‘racun pembunuh seperti egoisme, akuisme, dan memiliki kedudukan terhormat di bawah tirai kemuliaan dan kebanggaan diri’ sangat penuh dengan arti.

 

Makna dari peristiwa tersebut adalah...

a)

Setan dan jin akan menyerang manusia melalui titik-titik lemah seperti sikap egoisme, akuisme serta kemuliaan dan kebanggaan diri sehingga akan mengotori keikhlasan dan ketulusan dalam jalan pengabdian.

b)

Perlu bagi kita untuk mengetahui bahwasanya titik-titik tersebut adalah titik-titik yang kuat dimana kita harus membuka titik tersebut lebar-lebar untuk popularisme

c)

Setan tidak akan menyuguhkan pembenaran-pembenaran kepada kita dengan bungkus seperti: demi pengabdian yang lebih baik kepada agama, supaya lebih layak, dan lebih kuat pengaruhnya.

d)

Tidak peduli titik-titik lemah manusia sehingga tercipta lumbung empuk dimana setan dari kalangan manusia maupun jin tidak dapat menyerang dan mengeksploitasi kelemahan ini.

e)

Dakwah dalam kedudukan terhormat di mata masyarakat adalah suatu keharusan yang mesti dijalankan