NEW
Font size
Worksheets12. Kebijakan Moneter II
Total questions: 10
Worksheet time: 38mins
di bawah ini yang sesuai dengan definisi ITF adalah:
kerangka kerja kebijakan yang diarahkan cukup untuk mengevaluasi sasaran inflasi sebelumnya
kerangka kerja kebijakan yang diarahakn menurunkan inflasi pada saat kondisi overheating
kerangka kerja kebijakan yang diarahkan untuk mencapai sasaran inflasi ke depan
kerangka kerja kebijakan yang diarahkan untuk mencapai sasaran inflasi saat ini
di bawah ini yang tidak sesuai dengan Flexible ITF adalah:
Flexible ITF muncul karena adanya stabilisasi di sistem keuangan terutama setelah krisis global 2008
Flexible ITF diterapkan sebagai bentuk kekurangan ITF yang hanya fokus pada mandat menjaga inflasi sesuai targetnya
Upgrade menjadi flexible ITF hanya cukup untuk menjaga stabilitas harga
Flexible ITF mengarahkan peran bank sentral menjaga stabilitas harga dan stabilitas perekonomian secara kesluruhan
Penerapan strategi ITF di bawah ini yang tidak sesuai dengan arah kebijakna moneter adalah:
Bank Indonesia cukup melaporkan target inflasi kepada DPR
Bank Indonesia dan pemerintah berkoordinasi menetapkan sasaran inflasi ke depan berdasarkan peraturan menteri keuangan
Bank Indonesia perlu membuat model kebijakan berdasarkan ifnormasi yang ada dalam rangka merumuskan sasaran inflasi dan kebijakan di masa yang kan datang
Selain melaporkan kepada DPR, Bank Indonesia juga perlu menjelaskan kepada publik perihal kondisi terkini dan proyeksi inflasi serta kebijakan yang akna diambil
Cakupan transaparansi ITF yang tidak sesuai adalah:
adanya kejelasan mngenai peran otoritas moneter bersama dengan wewenang dan tujuannya
Perumusan kebijakan bersifat rahasia untuk menjaga keamanan dan stabilitas negara dari gangguan asing
informasi dapat diakses oleh publik baik berupa sasaran dan operasi kebijakan
otoritas moneter menjamin akuntabilitas dan integritas
penyampaian informasi kepada masyarakat secara lansgung sebagai bentuk akintabilitas mencakup hal berikut, kecuali:
penetapan sasaran-sasaran moneter untuk tahun yang akan
datang
evaluasi pelaksanaan kebijakan moneter pada tahun
sebelumnya
rencana kebijakan moneter
penyampaian informasi secara tertutup mengenai kebiajakan moneter supaya menjaga keamanan
Alasan mengenai perlunya melaksanakan bauran kebijakan moneter dengan kebijakan yang tidak sesuai adalah:
Bank Indonesia tidak mampu menegndalikan inflasi dari semua sumber terbentuknya inflasi
sumber terbentuknya inflasi bisa dari penetapan harga pada administred price oleh pemerintah
sisi penawaran menjadi salah satu bagian yang dapat dilakukan adjustment oleh bank sentral dalam mengendalikan inflasi
produksi dan distribusi barang sulit dikendalikan
di bawah ini merupakan fokus dari program pengendalian inflasi, kecuali:
adanya kelancaran distribusi barang ke hampir setiap deerah di Indonesia
harga barang dan jasa mampu dibeli oleh masyarakat sehingga dapat menciptakan stabilitas
kelancaran distribusi di Ibu kota menjadi penetu utama melambungnya harga barang dan jasa
adanya jumlah barang yang cukup untuk meminimalisasi ketersediaan barang dan melambungnya harga
di bawah ini yang sesuai dengan alasan mengenai kebijakan moneter tidak secara lansgung dapat mempengaruhi sasaran inflasi, kecuali:
pada saat risiko perekonomian tinggi, penuruna BI7DRR tidak langsung direspon oleh bank komersial dengan menurunkan suku bunga karena adanya kekahwatiran kondisi pasar
pada saat risiko perekonomian stabil, penuruna BI7DRR dapat langsung direspon oleh bank komersial dengan menaikkan suku bunga pinjaman
pada saat mengalami masalah pemodalan, penurunan BI7DRR tidak secara langsung menambah kredit bank komersial kepada masyarakat
dalam kondisi normal, kenaikan BI7DRR seharusnya dapat menurunkan suku bunga perbankan
pernyataan di bawah ini yang tidak sesuai adalah:
Perubahan suku bunga BI 7DRR juga memengaruhi
perekonomian makro melalui perubahan harga aset, mempengaruhi kekayaan individu, dan selanjutnya mepengaruhi permintaan agregat
peningkatan BI7DRR akan meningkatkan harga obligasi selanjutnya menurunkan kekayaan individu dan permintaan agregat
penurunan kempauan konsumsi dan investasi sebagai akibat penurunan kekayaan yang selanjutnya mempengaruhi penurunan permintaan agregat dapat disebabkan oleh peningkatan suku bunga kebijakan melalui jalur harga aset
peningkatan BI7DRR akan menurunkan harga obligasi selanjutnya menurunkan kekayaan individu dan permintaan agregat
di bawah ini yang sesuai dengan moderasi inflasi melaui jalur ekspektasi, kecuali:
penurunan BI7DRR akan menurunkan ritme perekonomian yang overheating dan memoderasi inflasi
penurunan BI7DRR meningkatkan aktivitas ekonomi dan masyarakat berkespektasi adanya kanikan ifnlasi di masa yang akan datang
ekepketasi inflasi akan meyebabkan pemintaan kenaikan upah yang pada akhirnya dibebankan oleh buruh dalam bentuk kenaiakn harga
kenaikan aktifitas ekonomi sebgaai akibat penurunan suku bunga kebijakan dapat menyebabkan peningkatan ekspektasi inflasi pada akhirnya meningkatkan harga barang
