wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

PH 3 Hikayat

Total questions: 30

Worksheet time: 2hrs 30mins

Name
Class
Date
1.

Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.

Sumber teks: Kesusastraan Melayu Klasik dengan penyesuaian

Karakteristik hikayat pada penggalan teks tersebut adalah ...

a)

kemustahilan

b)

istanasentris

c)

kesaktian

d)

anonim

e)

bahasa

2.

Bacalah penggalan berikut!

Sebermula ada sebulan selangnya, maka pada suatu hari raja semayam di balairung diadap

oleh segala menteri hulubalang dan rakyat sekalian. Maka barang siapa bercakap mengobati raja itu; jikalau sembuh penyakitnya, diambil raja akan menantu. (Hikayat Patani)

Isi cerita yang diungkapkan dalam kutipan tersebut adalah ….

a)

Di balairung raja berjanji akan mengambil menantu bagi yang dapat menyembuhkan penyakitnya.

b)

Siapa pun yang mengobati raja di balairung akan diambil menantu di hadapan menteri dan hulubalang.

c)

Rasa sakit raja ketika bersemayam di balairung terobati karena raja akan mengambil menantu.

d)

Para menteri dan hulubalang menghadap raja di balairung sambil mengobati raja.

e)

Raja yang bersemayam karena sakit, membuat janji kepada menantunya.

3.

Cermati kutipan hikayat berikut !


"Berapa hari lagi kita bertemu dengan tanah benua Keling?" Maka kata mualim, "Hai panglima kami, sehari semalam lagi berlayar, maka kita bertemu dengan sebuah pulau. Tiga hari tiga malam lagi, maka sampailah ke jajahan benua Keling. Daripada jajahan itu tujuh alam, maka sampailah ke kuala benua Keling." Maka Laksamana pun berdiam dirilah. Maka antara sehari semalam, maka kelihatanlah suatu rupa, seperti gajah kelihatan dari jauh. Maka Laksamana pun bertanya, "Hai mualim, pulau apa namanya itu?" Maka kata mualim itu, "Hai panglima kami, itulah pulau yang bernama Biram Dewa itu. Adapun di pulau itu tiada pernah orang singgah." Oleh: C. Hooykaas, 1952, him. 161, Penyedar Sastera


Nilai kepahlawanan dalam penggalan hikayat tersebut adalah …

a)

Seorang laksamana yang yang terasing sanggup berlayar dari hari ke hari untuk mencari pulau

b)

Seorang laksamana yang gagah perkasa dan suka mengarungi lautan untuk mencari nafkah.

c)

Seorang laksamana yang tangkas yang tidak takut berlayar untuk kepentingan negaranya.

d)

Seorang laksamana yang sabar berlayar dari pulau ke pulau untuk kepentingan dirinya.

e)

Seorang laksamana yang berani berlayar untuk mencari nafkah keluarganya.

4.

Hikayat biasanya tidak diketahui siapa pengarangnya. Hal tersebut berarti hikayat memiliki ciri ….

a)

Anonim

b)

Pralogis

c)

Magis

d)

Tradisional

e)

Lisan

5.

Berikut ini yang bukan merupakan contoh hikayat adalah ...

a)

Sri Rama

b)

Si Miskin

c)

Indera Bangsawan

d)

Laskar Pelangi

e)

Panji Semirang

6.

Kata arkais adalah ....

a)

Kata populer saat ini

b)

Kata baku yang resmi

c)

Kata sulit yang tidak dimengerti

d)

Kata unik yang baru muncul

e)

Kata yang sudah jarang digunakan

7.

Watuwe lalu mengingatkan agar Towjatuwa dan keturunannya tidak membunuh dan memakan daging buaya. Apabila larangan itu dilanggar maka Towjatuwa dan keturunannya akan mati. Sejak saat itu Towjatuwa dan anak keturunannya berjanji untuk melindungi binatang yang berada di sekitar sungai Tami dari para pemburu.

Pesan Moral yang terdapat pada cerita tersebut adalah...

a)

Harusnya orang makan daging

b)

Pentingnya menepati janji

c)

Harus menghormati orang lain

d)

kita harus pandai membahagiakan orang lain

e)

Hendaknya memilih keluarga yang bisa memberikan keturunan

8.

Nilai sosial yang terdapat pada kutipan di bawah adalah....

Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"

a)

Setiap negara memiliki seorang pemimpin yang dipilih rakyat.

b)

Memberi kesempatan berbicara kepada semua yang hadir dalam musyawarah.

c)

Kepemimpinan yang dialihkan kepada perdana menteri oleh raja yang berkuasa.

d)

Orang tua lebih berpengalaman daripada orang muda dalam berbagai hal.

e)

Bermusyawarah untuk memberi kesempatan berbicara kepada yang berwenang.

9.

Amanat yang terkandung dalam kutipan berikut adalah...

Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"

a)

Setiap manusia pasti akan meninggal dunia, sekalipun seorang raja.

b)

Sebaiknya seorang raja memiliki keturunan agar ada yang meneruskan kekuasaannya.

c)

Segala sesuatu harus diputuskan secara musyawarah mufakat.

d)

Dalam sebuah musyawarah hendaknya meminta pendapat semua anggota yang hadir.

e)

Orang yang muda diberi kesempatan menyampaikan gagasannya.

10.

Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.

Kata arkais yang digaris bawah pada penggalan hikayat di atas memiliki makna...

a)

diusir

b)

diminta

c)

diperintah

d)

diizinkan

e)

diharapkan

11.

Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Puteri Kemala Sari sebagai upeti. Kalau tiada demikian, negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. Hatta berapa lamanya Puteri Kemala Sari pun sakit mata, terlalu sangat. Para ahli nujum mengatakan hanya air susu harimau yang beranak mudalah yang dapat menyembuhkan penyakit itu.

Sumber teks: Buku Kesusastraan Melayu Klasik

Kata-kata arkais yang ditemukan pada teks diatas adalah...

a)

upeti dan hatta

b)

upeti, hatta, dan nujum

c)

raja, elok, dan nujum

d)

elok dan nujum

e)

upeti, putri, dan nujum

12.

Salah satu karakteristik hikayat adalah menggunakan alur berbingkai. Yang dimaksud alur berbingkai adalah ...

a)

alur maju

b)

alur mundur

c)

alur yang di dalamnya terdapat cerita yang lain

d)

alur campuran

e)

alur yang membahas tokoh lain

13.

Pengganti Hang Tuah di keraton adalah Hang Jebat. Sesungguhnya, ia menaruh dendam atas keputusan raja yang dijatuhkan kepada sahabatnya, Hang Tuah. Karena setia kepada sahabatnya, ia mengamuk di keraton. Putri-putri dan dayang-dayang diperlakukan kurang sopan sehingga banyak jugalah orang yang mati karena kerisnya, yang diberikan Hang Tuah kepadanya. Tiada seorang pun yang berani mendinginkan sehingga raja sendiri pun terlibat pula dalam kesulitan dan ketakutan.


Dari kutipan cerita di atas kita dapat mengetahui bahwa Hang Jebat berwatak ….

a)

pemberani

b)

baik budi

c)

sombong

d)

setia

e)

kasar

14.

(1) bersifat imajinasi

(2) mengisahkan tentang kerajaan

(3) nama pengarang tidak diketahui

(4) bersifat menyindir

(5) nasihat

Nomor berapakah yang merupakan ciri-ciri hikayat?

a)

1,3,5

b)

2,4,5

c)

1,2,3

d)

1,4,5

15.

Cermatilah kedua kutipan berikut dengan saksama !


Kutipan cerpen

Entah darimana asalnya, tiada seorang warga pun yang tahu. Tiba- tiba saja datang ke kampung kami dengan pakaian tampak lusuh. Kami sempat menganggap dia adalah pengemis yang diutus kitab suci. Dia bertubuh jangkung tetapi terkesan membungkuk, barangkali karena usia. Peci melingkar di kepala. Jenggot lebat mengitari wajah. Tanpa mengenakan kacamata, membuat matanya yang hampa terlihat lebih suram, dia menawarkan pijatan dari rumah ke rumah. Kami melihat mata yang bagai selalu ingin memejam, hanya selapis putih yang terlihat. Kami pun penasaran ingin merasakan pijatannya. Maklum, tak ada tukang pijat di kampung kami, apalagi yang keliling. Biasanya kami saling pijat-memijat dengan istri di rumah masing-masing, itu pun hanya sekadarnya. Kami harus menuju ke dukun pijat di kampung sebelah bila ingin merasakan pijatan yang sungguh-sungguh atau mengurut tangan kaki kami yang terkilir.

Kutipan hikayat


Maka Si Miskin itupun sampailah ke penghadapan itu. Setelah dilihat oleh orang banyak, Si Miskin laki bini dengan rupa kainnya seperti dimamah anjing rupanya. maka orang banyak itupun ramailah ia tertawa seraya mengambil kayu dan batu. (Hikayat Si Miskin)


Pendeskripsian tokoh pada kedua kutipan di atas menunjukkan kalau tokoh tersebut adalah seseorang yang berasal dari….

a)

Kaum bangsawan

b)

Orang kebanyakan

c)

Kerabat kerajaan

d)

Kaum terpelajar

e)

Orang miskin

16.

Cermatilah kedua kutipan berikut dengan saksama !

Kutipan cerpen

Entah darimana asalnya, tiada seorang warga pun yang tahu. Tiba- tiba saja datang ke kampung kami dengan pakaian tampak lusuh. Kami sempat menganggap dia adalah pengemis yang diutus kitab suci. Dia bertubuh jangkung tetapi terkesan membungkuk, barangkali karena usia. Peci melingkar di kepala. Jenggot lebat mengitari wajah. Tanpa mengenakan kacamata, membuat matanya yang hampa terlihat lebih suram, dia menawarkan pijatan dari rumah ke rumah. Kami melihat mata yang bagai selalu ingin memejam, hanya selapis putih yang terlihat. Kami pun penasaran ingin merasakan pijatannya. Maklum, tak ada tukang pijat di kampung kami, apalagi yang keliling. Biasanya kami saling pijat-memijat dengan istri di rumah masing-masing, itu pun hanya sekadarnya. Kami harus menuju ke dukun pijat di kampung sebelah bila ingin merasakan pijatan yang sungguh-sungguh atau mengurut tangan kaki kami yang terkilir.

Kutipan hikayat

Maka Si Miskin itupun sampailah ke penghadapan itu. Setelah dilihat oleh orang banyak, Si Miskin laki bini dengan rupa kainnya seperti dimamah anjing rupanya. Maka orang banyak itupun ramailah ia tertawa seraya mengambil kayu dan batu. (Hikayat Si Miskin)

Nilai yang mendominasi pada kedua kutipan tersebut adalah nilai….

a)

Pendidikan

b)

Sosial

c)

Agama

d)

Budaya

e)

Estetika

17.

Pernyataan yang tidak tepat tentang hikayat, yaitu....

a)

berbentuk prosa

b)

berisi kisah, cerita, dongeng

c)

umumnya mengisahkan kehebatan tokoh

d)

termasuk sastra masa kini

e)

umumnya meengisahkan kesaktian dan mukjizat tokoh

18.

Ayah memberikannya padaku, bukan kepadamu," sahut Puteri Kuning. Mendengarnya, Puteri Hijau menjadi marah. Ia segera mencari saudara-saudaranya dan menghasut mereka. "Kalung itu milikku, namun ia mengambilnya dari saku ayah. Kita harus mengajarnya berbuat baik!" kata Puteri Hijau. Mereka lalu sepakat untuk merampas kalung itu....

Nilai yang dominan pada penggalan hikayat di atas adalah....

a)

nilai sosial

b)

nilai agama

c)

nilai didaktis

d)

nilai estetis

e)

nilai moral

19.

Kesepuluh puteri itu dinamai dengan nama-nama warna. Puteri Sulung bernama Puteri Jambon. Adik-adiknya dinamai Puteri Jingga, Puteri Nila, Puteri Hijau, Puteri Kelabu, Puteri Oranye, Puteri Merah Merona, Puteri Kuning dan 2 puteri lainnya. Baju yang mereka pun berwarna sama dengan nama mereka.

Nilai yang dominan pada penggalan hikayat tersebut adalah....

a)

nilai budaya

b)

nilai sosial

c)

nilai agama

d)

nilai moral

e)

nilai edukasi

20.

Bacalah petikan hikayat berikut dengan saksama!

Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.


Kalimat dalam kutipan tersebut yang menunjukkan ciri-ciri sastra Melayu klasik dilihat dari bahasanya, menggunakan kata....

a)

diam dan tuan

b)

daripadanya dan merebut

c)

raja dan tamasya

d)

rimba dan akal

e)

hamba dan buraksa

21.

Bacalah teks hikayat berikut dengan saksama!

Sebermula ada pun yang berjalan itu pertama Maharaja Dandah, kemudian menjadi saya pikir itu Maharaja Baruang, dan menjadi kepala jalan Maharaja Syahmar dan Raja Perkasa yang menjadi ekor sekali, dan beberapa pula raja-raja sekalian isi rimba itu berjalan dengan segala rakyat tentaranya mengirimkan Tuan Syekh Alim di rimba itu serta dengan tempik soraknya. Adalah lakunya seperti halilintar membelah bumi dari sebab segala raja-raja yang tiada terkira-kira banyaknya itu. Syahdan maka segala isi rimba yang di tanah itu pun berjeritanlah dan tiadalah berketahuan lagi membawa dirinya, ada yang ke dalam lubang tanah ada yang di celah-celah batu adanya.


Melihat isinya, kutipan di atas merupakan bagian … dari keseluruhan alur cerita.

a)

eksposisi (pengenalan)

b)

komplikasi (pertikaian awal)

c)

konflik (pertentangan)

d)

puncak konflik (klimaks)

e)

penyelesaian (falling action)

22.

nilai dalam karya sastra, kecuali...

a)

nilai moral

b)

nilai religi

c)

nilai hukum

d)

nilai budaya

e)

nilai sosial

23.

Setelah tiba di istana, Baginda Raja menyambut Abu Nawas dengan sebuah senyuman. “Akhir-akhir ini aku sering mendapat gangguan perut. Kata tabib pribadiku, aku kena serangan angin.” kata Baginda Raja memulai pembicaraan.

“Ampun Tuanku, apa yang bisa hamba lakukan hingga hamba dipanggil.” tanya Abu Nawas.

“Aku hanya menginginkan engkau menangkap angin dan memenjarakannya.” kata Baginda.


Majas yang digunakan pada penggalan hikayat di atas adalah...

a)

metafora

b)

alegori

c)

antonomasia

d)

personifikasi

e)

simile

24.

Bacalah sepenggal hikayat berikut ini!

Alkisah, ini hikayat orang dahulu kala. Diceritakan orang yang empunya cerita ini kisah pelanduk jenaka peri bijaksana pandai ia berbuat dusta segala binatang di dalam hutan rimba belantara. Demikianlah bunyinya, sekali peristiwa ada seekor pelanduk, maka ia duduk kepada suatu rimba hampir dengan Gunung Indrakila namanya disebut orang dan padang itu pun sangatlah luasnya. Maka, banyaklah pada tempat itu segala binatang margasatwa sekaliannya berhimpun di sana.


Latar tempat dari penggalan hikayat tersebut adalah….

a)

Gunung Indrakila

b)

hutan rimba

c)

padang rumput

d)

margasatwa

e)

kebun binatang

25.

Dalam teks hikayat pada setiap awal kalimat terdapat kata seperti, maka, ketika, laksana, bak, dan bagaikan disebut…..

a)

Penggunaan konjungsi

b)

Penggunaan arkais

c)

Penggunaan majas

d)

Penggunaan anonim

e)

Penggunaan pralogis

26.

Bacalah kutipan hikayat berikut! Kemudian, panglima peringgi berjalan di atas titian menuju dermaga bunga melur kembang cina. Ia berdiri diujung titi menunggu kedatangan gadis cik inam sedangkan raja petukal dan hulubalang yang bertujuh menunggu di geladak kapal dipangkal titi. Raja petukal menunggu gadis cik inam dengan perasaan gelisah.sebentar-sebentar ia memanjang lehernya memendang keujung jalan untuk mebelum.kadang-kadang ia merasa gerah. Ia meminta sebuah kipas dari pengawalnya, lalu berkipas sendiri. ”Jangan lupa tugas masing-masing,” hardik raja petukal mengingatkan hulubang yang bertujuh satu persatu. ”Kalau kalian berbuat bodoh,aku penggal leher kalian.mengerti?” “mengerti,tuanku,” mereka menyahut dengan suara gemetar. Amanat yang terdapat dalam kutipan hikayat tersebut......

a)

Berbicaralah dengan sopan kepada orang lain

b)

Berkatalah jujur kepada pimpin

c)

Jangan melakukan sesuatu seorang diri

d)

Berlakulah adil kepada bawahan

e)

Jangan menunggu sesuatu yang belum pasti

27.

Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"

Isi kutipan tersebut menceritakan tentang...

a)

Masyarakat sedang berduka atas kematian rajanya.

b)

Orang tua diberi hak berbicara dalam setiap pertemuan.

c)

Seorang raja telah meninggal dan tidak memiliki anak.

d)

Para menteri dan orang besar melakukan musyawarah pemilihan raja.

e)

Hak orang berpendapat untuk memecahkan masalah dalam suatu musyawarah.

28.

Urutan struktur teks hikayat yang benar adalah …

a)

orientasi-Komplikasi-

Resolusi

b)

Abstraksi - Orientasi - Komplikasi

c)

Abstraksi - komplikasi-evaluasi

d)

Abstraksi - Resolusi - Komplikasi - Evaluasi - Koda - Komplikasi

e)

Abstraksi - Orientasi - Komplikasi - Koda

29.

Hal yang membuat teks hikayat tidak diketahui pengarangnya adalah karena teks hikayat ....

a)

berupa cerita rekaan

b)

bertujuan menghibur

c)

merupakan cerita pelipur lara

d)

diceritakan dari mulut ke mulut

e)

hanya berkembang di lingkungan istana

30.

Hatta setiap malam, Bibi Zainab yang selalu ingin mendapatkan anak raja itu, dan setiap berpamitan dengan bayan. Maka diberilah ia cerita-cerita hingga sampai 24 kisah dan 24 malam. Burung tersebut bercerita, hingga akhirnyalah Bibi Zainab pun insaf terhadap perbuatannya dan menunggu suaminya Khojan Maimum pulang dari rantauannya.

Kemustahilan yang terdapat pada teks hikayat di atas adalah ....

a)

Burung Bayan bisa bercerita kepada Bibi Zainab.

b)

Seorang suami yang merantau meninggalkan istrinya.

c)

Bibi Zainab yang ingin mendapatkan anak raja.

d)

Bibi Zainab insaf terhadap perbuatannya.