NEW
Font size
WorksheetsPUISI
Total questions: 15
Worksheet time: 15mins
Citraan adalah kesan yang dapat kita tangkap (terima) pada kalimat/ baris dalam puisi. Citraan berhubungan dengan indra manusia
bacalah puisi berikut!
ANAK YANG ANGKUH
Betapa dinginnya air sungai
Dinginnya! Dinginnya!
Betapa dinginnya daging duka
Yang membaluti tulang-tulangku
. . . .
Karya W.S. Rendra
Puisi tersebut menimbulkan citraan . . . .
penglihatan
penciuman
perabaan
pendengaran
SURAT DARI IBU
Pergi ke dunia luas anakku sayang
pergi ke hidup bebas
selama angin masih angin buritan
dan matahari pagi menyinari daun-daunan
dalam rimba dan padang hijau
Suasana puisi tersebut adalah . . . .
mengharukan
mengecewakan
menyedihkan
menjengkelkan
Sepuluh November
Saat itu
Api yang membakar dadamu
Mengukuhkan semangat juangmu
Saat ini
Meskipun jasmanimu cacat
Jiwamu, pahlawan
Memihak yang benar
Semangat yang benar
Semangat itu bergemuruh di dada
Di hati para pemuda
Makna kata yang dicetak tebal dalam puisi di atas adalah . . . .
semangat
zat yang panas
suara
perjuangan
Persamaan bunyi baik di awal, di tengah, maupun di akhir baris puisi adalah pengertian dari ....
citraan
rima
tipografi
diksi
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kata bergaris bawah dalam penggalan puisi di atas mengandung imaji . . . .
Pendengaran
Penglihatan
Penciuman
Perasaan
Perhatikan penggalan puisi berikut!
Sajak putih
Karya : Chairil Anwar
Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda
Diksi yang ditumbulkan dari kata “warna pelangi” dalam puisi tersebut adalah....
Gambaran hati seoarang pemuda yang sedang senang
Pada sore hari
Bola matanya yang indah
Indahnya menjalani kehidupan
Kumpulan larik dalam puisi disebut...
baris
bait
rima
imaji
Kau menaruh tas belanjaanmu sangat hati-hati
seperti seorang ayah menaruh anaknya di ayunan.
larik di atas mengandung imaji...
pendengaran
perabaan
penciuman
penglihatan
Mata ibu adalah danau di kaki bukit pada pagi hari.
Makna larik di atas adalah
Mata ibu dalam dan menyejukkan
Mata ibu mengeluarkan air segar
Mata ibu melihat danau di kaki bukit
Ibu memandang danau di pagi hari
Hidupku berjalan seperti siput
Aku ingin berlari
Tapi yang kumampu hanya merangkak
Bait puisi di atas termasuk ke dalam puisi...
Lama
Baru
Prismatis
Diafan
Ampunilah dosa-dosa kami
Beri kami kearifan membaca tanda-tanda
Arti kata kearifan pada larik di atas adalah...
kebaikan
bijaksana
kesopanan
keadilan
Rifa memberikan tempat duduk di kereta untuk ibu yang sedang berbadan dua.
Arti kata berbadan dua adalah...
gemuk
hamil
ibu menyusui
sedang memangku anak
Kalimat di bawah ini yang tidak mengandung majas metafora adalah...
Gedung itu habis dilalap si jago merah
Ricky menjadi tulang punggung di keluarganya karena ayahnya sudah tiada
Lila ditegur guru karena minum menggunakan tangan kiri
Rani banyak disukai teman-teman karena dia sangat rendah hati
Kalimat di bawah ini yang menggunakan majas simile adalah...
Wajah mereka bak pinang dibelah dua
Kedua lengannya memeluk senapan
Sayap-sayap mukjizat terkebar dengan cekatan
Dirahasiakannya rintik rindunya
Tak ada yang lebih bijak
Dari hujan bulan Juni
Dihapusnya jejak-jejak kakinya
Yang ragu-ragu di jalan itu
Taka ada yang lebih arif
Dari hujan bulan Juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan
Diserap akar pohon bunga itu
Berdasarkan puisi di atas, kalimat yang merupakan majas repetisi adalah...
Tak ada yang lebih arif
Tak ada yang lebih bijak
Dari hujan bulan Juni
Diserap akar pohon bunga itu
