wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

SOAL UTBK BAHASA INDONESIA 2

Total questions: 10

Worksheet time: 20mins

Name
Class
Date
1.

Bacalah teks berikut dengan cermat!


Ikan wader umumnya berukuran panjang 10 cm dan berat 10 gram--meski kadang bisa mencapai panjang 17 cm. Wader sudah lama masuk dalam daftar kuliner masyarakat Pulau Jawa. Warga Betawi menyebutnya ikan cere, orang Sunda menyebutnya ikan paray, sedangkan wader umum digunakan di Jawa Tengah dan Timur. Seiring Perkembangan waktu, ikan cere praktis punah dari Perairan Jakarta. Di Jawa Barat, ikan paray sudah tidak terlalu populer. Pasar yang masih cukup kuat ada di Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, dan belakangan di Bali.


Ikan wader ini secara alamiah hidup di parit-parit yang airnya jernih mengalir, di saluran irigasi, di sawah, di sungai kecil-menengah, hingga ke tepian danau atau waduk. Secara alamiah, ikan mungil ini tersebar di mulai dari daratan Asia Tenggara, Filipina, dan di Indonesia ada di air tawar Sumatera, Jawa-Bali, dan Kalimantan. Namun, di Sumatera dan Kalimantan, populasinya terbatas, dan warga setempat menyukai ikan seluang atau ikan bilih yang bentuknya mirip. Seluang dan bilih adalah sepupu ikan wader.


Setelah ditangkap, ikan wader ini dibuang isi perutnya, dibumbui lalu digoreng. Ada pula yang dipepes. Agar awet, ada yang menggorengnya dengan tepung. Rasa yang dihadirkan biasanya gurih asin. Wader bisa disantap begitu saja, karena tulang kepala, sirip, dan durinya menjadi lunak oleh minyak panas. Di meja makan, wader biasanya bukan lauk tunggal. Dalam kuliner Jawa, wader goreng biasa dihidangkan bersama tahu/tempe bacem, sayur atau lalap, dan sambel.


Kini wader di alam sudah jarang, kecuali di daerah-daerah pedalaman. Belakangan, pasar kuliner wader mengandalkan wader budidaya yang ukurannya serta kualitas yang sama serta pasokannya stabil.

(diadaptasi dari https://indonesia.go.id/)


Topik yang mungkin dibahas pada paragraf berikutnya adalah . . .

a)

ciri-ciri wader

b)

budidaya wader

c)

jenis kuliner wader

d)

sebaran hidup wader

e)

cara mengolah wader

2.

Bacalah teks berikut dengan cermat!


Ikan wader umumnya berukuran panjang 10 cm dan berat 10 gram--meski kadang bisa mencapai panjang 17 cm. Wader sudah lama masuk dalam daftar kuliner masyarakat Pulau Jawa. Warga Betawi menyebutnya ikan cere, orang Sunda menyebutnya ikan paray, sedangkan wader umum digunakan di Jawa Tengah dan Timur. Seiring Perkembangan waktu, ikan cere praktis punah dari Perairan Jakarta. Di Jawa Barat, ikan paray sudah tidak terlalu populer. Pasar yang masih cukup kuat ada di Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, dan belakangan di Bali.


Ikan wader ini secara alamiah hidup di parit-parit yang airnya jernih mengalir, di saluran irigasi, di sawah, di sungai kecil-menengah, hingga ke tepian danau atau waduk. Secara alamiah, ikan mungil ini tersebar di mulai dari daratan Asia Tenggara, Filipina, dan di Indonesia ada di air tawar Sumatera, Jawa-Bali, dan Kalimantan. Namun, di Sumatera dan Kalimantan, populasinya terbatas, dan warga setempat menyukai ikan seluang atau ikan bilih yang bentuknya mirip. Seluang dan bilih adalah sepupu ikan wader.


Setelah ditangkap, ikan wader ini dibuang isi perutnya, dibumbui lalu digoreng. Ada pula yang dipepes. Agar awet, ada yang menggorengnya dengan tepung. Rasa yang dihadirkan biasanya gurih asin. Wader bisa disantap begitu saja, karena tulang kepala, sirip, dan durinya menjadi lunak oleh minyak panas. Di meja makan, wader biasanya bukan lauk tunggal. Dalam kuliner Jawa, wader goreng biasa dihidangkan bersama tahu/tempe bacem, sayur atau lalap, dan sambel.


Kini wader di alam sudah jarang, kecuali di daerah-daerah pedalaman. Belakangan, pasar kuliner wader mengandalkan wader budidaya yang ukurannya serta kualitas yang sama serta pasokannya stabil.

(diadaptasi dari https://indonesia.go.id/)


Berdasarkan bacaan di atas, dampak yang sangat mungkin muncul jika kuliner wader hanya mengandalkan tangkapan dari sungai adalah . . .

a)

Wader menjadi punah.

b)

Di sungai-sungai banyak ditebar bibit wader.

c)

Pasokannya tidak stabil dan ukurannya tidak seragam.

d)

Warung kuliner wader adanya di daerah pedalaman saja.

e)

Kuliner wader tak bisa bersaing dengan kuliner gurame dan lele.

3.

Bacalah teks berikut dengan cermat!


Ikan wader umumnya berukuran panjang 10 cm dan berat 10 gram--meski kadang bisa mencapai panjang 17 cm. Wader sudah lama masuk dalam daftar kuliner masyarakat Pulau Jawa. Warga Betawi menyebutnya ikan cere, orang Sunda menyebutnya ikan paray, sedangkan wader umum digunakan di Jawa Tengah dan Timur. Seiring perkembangan waktu, ikan cere praktis punah dari Perairan Jakarta. Di Jawa Barat, ikan paray sudah tidak terlalu populer. Pasar yang masih cukup kuat ada di Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, dan belakangan di Bali.


Ikan wader ini secara alamiah hidup di parit-parit yang airnya jernih mengalir, di saluran irigasi, di sawah, di sungai kecil-menengah, hingga ke tepian danau atau waduk. Secara alamiah, ikan mungil ini tersebar di mulai dari daratan Asia Tenggara, Filipina, dan di Indonesia ada di air tawar Sumatera, Jawa-Bali, dan Kalimantan. Namun, di Sumatera dan Kalimantan, populasinya terbatas, dan warga setempat menyukai ikan seluang atau ikan bilih yang bentuknya mirip. Seluang dan bilih adalah sepupu ikan wader.


Setelah ditangkap, ikan wader ini dibuang isi perutnya, dibumbui lalu digoreng. Ada pula yang dipepes. Agar awet, ada yang menggorengnya dengan tepung. Rasa yang dihadirkan biasanya gurih asin. Wader bisa disantap begitu saja, karena tulang kepala, sirip, dan durinya menjadi lunak oleh minyak panas. Di meja makan, wader biasanya bukan lauk tunggal. Dalam kuliner Jawa, wader goreng biasa dihidangkan bersama tahu/tempe bacem, sayur atau lalap, dan sambel.


Kini wader di alam sudah jarang, kecuali di daerah-daerah pedalaman. Belakangan, pasar kuliner wader mengandalkan wader budidaya yang ukurannya serta kualitas yang sama serta pasokannya stabil.

(diadaptasi dari https://indonesia.go.id/)


Makna pada kalimat ‘Namun, di Sumatera dan Kalimantan, populasinya terbatas, dan warga setempat menyukai ikan seluang atau ikan bilih yang bentuknya mirip’ pada paragraf 3 bacaan di atas sama dengan . . .

a)

Ikan seluang atau bilih mirip ikan wader, sehingga orang Sumatera dan Kalimantan juga suka dengan ikan seluang atau bilih.

b)

Di Sumatera dan Kalimantan, populasi ikan wader tidak sebanyak ikan seluang atau bilih, sehingga masyarakat tidak menyukai ikan wader.

c)

Di Sumatera dan Kalimantan, orang lebih menyukai seluang atau bilih dibandingkan wader, sehingga lambat laun populasi di daerah tersebut akhirnya sedikit.

d)

Tidak seperti di Jawa, ikan wader jarang ditemui di Sumatera dan Kalimantan, sehingga orang di sana lebih suka ikan yang mirip dengan wader yaitu seluang atau bilih.

e)

Ikan seluang atau bilih lebih mudah dibudidayakan sehingga populasinya lebih banyak dibandingkan wader, sehingga orang Sumatera dan Kalimantan lebih suka seluang atau bilih.

4.

Kalimat yang pola dasarnya tidak sama dengan kalimat Mereka menonton sinetron yang berjudul Sangrila adalah kalimat …

a)

Pemerintah harus dapat menyelesaikan proyek yang disita dari koruptor.

b)

Direktorat Jenderal Bea Cukai sedang mengusut kasus ekspor fiktif yang membobolkan uang negara milyaran rupiah.

c)

Bank Pelita hanya memiliki aset Rp100 milyar.

d)

Kemajuan suatu bangsa bergantung pada semangat dan kreativitas generasi mudanya.

5.

Kalimat berikut tidak efektif, kecuali kalimat…

a)

Bantuan telah mengalir dari beberapa negara-negara tetangga.

b)

Banyak orang-orang kampung yang tidak menginginkan kehadirannya.

c)

Setelah mendapatkan penjelasarn dari yang berwenang, para mahasiswa itu menjadi lega.

d)

Semua rumah-rumah yang ada di pinggir rel kerera api akan dibongkar.

6.

Kalimat di bawah ini tidak efektif, kecuali kalimat…

a)

Baik menjadi pengurus juga sebagai anggota koperasi harus mengetahui program pengembangan koperasi.

b)

Baik menjadi pengurus koperasi ataupun sebagai anggota koperasi harus mengetahui program pengembangan koperasi.

c)

Baik menjadi pengurus atau anggota koperasi harus mengetahui program pengembangan koperasi.

d)

Baik menjadi pengurus, maupun sebagai anggota koperasi, kita harus mengetahui progra, pengembangan koperasi.

7.

Struktur kalimat di bawah ini menyalahi kaidah bahasa, kecuali kalimat…

a)

Karena pengembablian kredit macet sehingga peminjaman tidak dapat dilayani lagi.

b)

Pengembalian kredit macet sehingga peminjaman tidak dapat dilayani lagi.

c)

Pengembalian kredit macet, sehingga peminjaman tidak dapat dilayani lagi.

d)

Pengembalian kredit macet, oleh karena itu peminjaman tidak dapat dilayani lagi.

8.

Struktur kalimat di bawah ini menyalahi kaidah bahasa, kecuali kalimat…

a)

Karena pengembablian kredit macet sehingga peminjaman tidak dapat dilayani lagi.

b)

Pengembalian kredit macet sehingga peminjaman tidak dapat dilayani lagi.

c)

Pengembalian kredit macet, sehingga peminjaman tidak dapat dilayani lagi.

d)

Pengembalian kredit macet, oleh karena itu peminjaman tidak dapat dilayani lagi.

9.

Tentukan mana kalimat yang mempunyai keterangan dalam deretan kalimat berikut!

a)

Mereka mempercayakan masa lalunya.

b)

Pejabat itu berdiskusi setelah harga minyak turun.

c)

Semua barang itu mereka temukan juga.

d)

Mereka memerlukan waktu.

10.

Berbagai kasus yang mencoreng wajah perbankan kita akhir-akhir ini sungguh memprihatinkan. Predikat kalimat itu adalah…

a)

berbagai kasus

b)

yang mencoreng

c)

akhir-akhir ini

d)

sungguh memprihatinkan