Font size
WorksheetsTEKS FABEL
Total questions: 50
Worksheet time: 50mins
Cerita yang menceritakan kehidupan hewan yang berperilaku menyerupai kehiduan manusia disebut..
Dongeng
Fabel
Legenda
Foklor
Bacalah dengan saksama penggalan teks cerita fabel berikut!
Ketika ikan yang paling tua mendengar ini, dia gelisah. Dia memanggil ikan-ikan yang lain dan berkata, “Apakah kamu dengar apa yang dikatakan nelayan itu? Kita harus meninggalkan kolam ini. Nelayan itu akan kembali besok dan membunuh kita semua!” Ikan kedua setuju. “Kamu benar”, dia berkata. “Kita harus meninggalkan kolam ini.” Tetapi ikan yang paling muda tertawa. “Kamu cemas tanpa ada alasan”, dia berkata. “Kita telah tinggal di kolam ini semur hidup kita, dan tidak ada nelayan yang datang kesini. Kenapa harus orang-orang itu kembali? Saya tidak akan pergi ke mana-mana keberuntunganku akan menyelamatkan ku.”
Penggalan teks fabel tersebut termasuk struktur teks cerita fabel bagian ….
A. koda
B. resolusi
C. klimaks
D. komplikasi
Setiap kali berkata begitu, maka si Yamyam mencotok-cotok perahu itu. Akhirnya, perahu mereka itu pun bocor dan tenggelam. Si Kepiting dengan tangkasnya menyelam ke dasar laut, sedangkan si Yamyam dengan mudahnya terbang ke darat. Tinggallah si Monmon yang berteriak minta tolong karena tidak bisa berenang.
Berdasarkan struktur teks fabel, bagian fabel tersebut adalah ....
orientasi
komplikasi
klimaks
penyelesaian
(1) Harimau sedang asyik bercermin di sungai sambil membasuh mukanya. (2) "Hmm, gagah juga aku ini, tubuhku kuat berotot, dan warna lorengku sangat indah," kata Harimau dalam hati. (3) Kesombongan Harimau membuatnya suka memerintah dan berbuat semena-mena pada binatang lain yang lebih kecil dan lemah. (4) Si Kancil akhirnya tidak tahan lagi. "Benar-benar keterlaluan si Harimau," kata Kancil menahan marah. "Dia mesti diberi pelajaran! Biar kapok!" (5) Sambil berpikir, di tengah jalan Kancil bertemu dengan Kelinci. (6) Mereka berbincang-bincang tentang tingkah laku Harimau dan mencoba mencari ide bagaimana cara membuat si Harimau kapok.
Tokoh antagonis pada kutipan teks fabel tersebut adalah ....
Harimau
Kancil
Kelinci
Kelinci dan Kancil
Sementara menunggu kedatangan Lutung, tikus-tikus itu menutupi tubuh penyu dengan mereka sendiri. Mereka menari-nari sambil bersyair, "Mari kita ikuti gembira ria... Bersama Sang Lutung yang jenaka, yang berhasil menipu Raja Rimba, yang mengira betul ada penyu, padahal hanya kita yang ada ..." Lutung yang datang bersama harimau sangat heran, di manakah Penyu? Mendengar syair tikus-tikus, harimau pun menjadi marah karena merasa ditipu. "Mana penyu yang kau katakan itu?" Geramnya. Kemudian, Lutung itu diterkam oleh Harimau, dibawa lari ke dalam hutan.
Latar tempat dalam kutipan fabel di atas yang paling tepat adalah ....
di tengah hutan
di laut
di atas karang
di pantai pinggir hutan
Elang kecil tumbuh bersama dengan anak-anak ayam yang menetas bersamaan dengannya. Dia mengikuti apa yang dikerjakan oleh anak-anak ayam tersebut, sambil mengira bahwa dia juga adalah seekor ayam. Dia ikut mencakar-cakar tanah untuk mencari cacing dan serangga. Dia menirukan suara ayam, berkotek-kotek, dan bermain bersama-sama anak ayam. Kadang dia mencoba mengepakkan sayapnya, tetapi sekadar untuk meloncat tidak berapa jauh, seperti yang biasa dilakukan oleh anak-anak ayam yang lain. Hari-hari berlalu, tahun berganti sampai akhirnya elang ini cukup tua, tetapi tetap berperilaku seperti ayam.
Teks tersebut menceritakan tentang ....
elang yang berubah menjadi ayam
elang yang berperilaku seperti ayam
elang yang tidak dapat terbang seperti elang lainnya
asal usul elang yang semula berasal dari ayam
Pernyataan berikut ini yang tepat digunakan pada bagian klimaks dalam sebuah fabel adalah
Cici akhirnya tau ternyata Neneknya dimangsa oleh Si Kucing yang jahat. Ia berniat membalas dendam
Di sebuah rumah manusia, hiduplah Cici Si Cicak bersama dengan neneknya.
Cici Si Cicak yang cerdik selalu membantu neneknya bekerja baik di dalam maupun di luar sarang.
Akhirnya kedua binatang yang saling bermusuhan itu sepakat untuk berdamai dan saling memaafkan.
Bacalah kutipan berikut dengan cermat!
Pada zaman dahulu kala hiduplah keluarga kura-kura yang sangat rukun. Akan tetapi, banyak di sekeliling mereka yang iri dengan keluarga kura-kura. Suatu hari, Bara si Kura-kura ingin pergi mencari makan. Saat di jalan Bara bertemu dengan Rodi si Kuda. “Hei kamu, kura-kura yang lambat sini kamu!” kata Rodi.
Teks tersebut termasuk teks fabel karena ....
A. menceritakan kisah hidup seseorang
B. menceritakan asal-usul terjadinya suatu tempat
C. berisi tentang penggambaran karakter tokoh
D. menggunakan tokoh hewan yang dapat bertingkah seperti manusia
19. Yang termasuk Kalimat tidak langsung pada kalimat-kalimat di bawah ini adalah…..
A. Kanca bertanya kepada Tikus tentang makanannya yang hilang
B. Kanca bertanya kepada tikus, "siapa yang mengambil makanannya?
C. Kanca bertanya kepada tikus, "apakah benar tikus yang mengambil makannnya?
D. Kanca bertanya kepada tikus," apakah dia yang memakan makanan Mangut?
Pada siang hari di akhir musim gugur, satu keluarga semut yang telah bekerja keras sepanjang usim panas untuk mengumpulkan makanan, mengeringkan butiran-butiran gandum yang telah mereka kumpulkan selama musim panas.
Tokoh Semut pada kutipan fabel tersebut memiliki watak ....
suka bersahabat
suka menolong
suka menyindir
suka bekerja keras
12. Perhatikan kutipan fabel berikut!
Merasa dipermainkan, Beruang pun marah dan berkata, “Awas kamu, Cing! Tidak akan kumaafkan! Beruang pun turun dengan menjatuhkan dirinya sambil tetap memeluk pohon. Oleh karena itu, sampai sekarang jika Kucing buang kotoran, ia akan membuat lubang dan menutupnya kembali. Hal itu dilakukan agar kotorannya tidak dimakan Beruang. Sementara itu, Beruang bisa memanjat pohon, tetapi ketika turun ia akan memerosotkan badannya ke bawah.
Karakter tokoh Beruang pada kutipan fabel tersebut adalah
A. Pendendam
B. Pemaaf
C. Penyayang
D. Pemarah
Pernyataan di bawah ini yang merupakan keterangan waktu, kecuali….
Jam alarm Rudi berbunyi sangat nyaring, namun ia masih tetap saja memejamkan matanya karena masih mengantuk.
Saat Serigala tertidur, Ibu Domba merobek perut Serigala dan mengeluarkan anak-anak Kambing yang telah dimakan Serigala jahat itu.
Pak tani membuat jebakan di kebun wortelnya supaya Si Kacil yang suka memakan wortelnya tertangkap.
Rani melirik jam dinding. Ia gelisah adiknya belum pulang.
Sementara menunggu kedatangan Lutung, tikus-tikus itu menutupi tubuh penyu dengan mereka sendiri. Mereka menari-nari sambil bersyair, "Mari kita ikuti gembira ria... Bersama Sang Lutung yang jenaka, yang berhasil menipu Raja Rimba, yang mengira betul ada penyu, padahal hanya kita yang ada ..." Lutung yang datang bersama harimau sangat heran, di manakah Penyu? Mendengar syair tikus-tikus, harimau pun menjadi marah karena merasa ditipu. "Mana penyu yang kau katakan itu?" Geramnya. Kemudian, Lutung itu diterkam oleh Harimau, dibawa lari ke dalam hutan.
Berdasarkan struktur fabel, kutipan teks cerita fabel di atas merupakan bagian ....
orientasi
komplikasi
klimaks
resolusi
Struktur teks fabel yang tepat adalah…
Orientasi, komplikasi, amanat
Orientasi, komplikasi, simpulan, koda
Orientasi, komplikasi, resolusi, koda
Orientasi, argumen pendukung, argumen tidak mendukung, simpulan
10. Perbedaan mendasar antara fabel dan cerpen terletak pada
A. Tokoh
B. Alur
C. Tema
D. Latar
Penulisan kalimat langsung yang benar pada kutipan fabel adalah
“Toloong, tolooong! Aku terjebak di lumpur hidup! Toloong!” Teriak Si Semut.
“Toloong, tolooong! Aku terjebak di lumpur hidup! Toloong!” teriak Si Semut.
“Toloong, tolooong! Aku terjebak di lumpur hidup! Toloong! Teriak Si Semut.”
“Toloong, tolooong! Aku terjebak di lumpur hidup! Toloong! teriak Si Semut.”
Berikut penggunaan keterangan tempat yang tepat adalah
Singa yang kelaparan sedang berburu dari hutan.
Si Kancil pergi di sungai untuk mencari minum.
Rubah berteduh ke bawah pohon yang rindang
Keledai berlari dari ladang menuju tengah hutan.
Kalimat berikut ini yang menggunakan kata sifat adalah
Si Kupu-kupu menolong Si Semut yang terkebak di lumpur hidup.
Ia adalah seekor Burung Hantu yang sombong.
Si Semut menyesali perbuatannya dan mau bertobat.
Serigala mengamuk dan membuatseluruh penghuni hutan ketakutan.
Kalimat yang menyatakan keterangan tempat berikut ini adalah….
Belalang merapikan sarangnya setiap bangun tidur.
Dia menggeliat dan berkedip dari lubang pohon tua.
Burung Hantu Tua melirik ke arah belalang yang tak menghiraukannya.
Belalang melihat pohon tua yang ada di hadapannya.
Di sebuah peternakan, tinggallah dua ekor ayam jantan. Mereka menjadi pejantan untuk semua ayam betina yang ada dipeternakan itu. Akan tetapi, ayam jantan yang satunya selalu bersikap serakah. Dia ingin menjadi satu-satunya yang menguasai daerah itu. Sedangkan ayam jantan yang ke dua bersikap lebih sabar. Walaupun dia sering dihina, dicaci, dan diperlakukan dengan semena-mena oleh ayam jantang yang satunya, dia tak mudah terpancing.
Berdasarkan struktur teks fabel, bagian kutipan fabel tersebut adalah ....
orientasi
klimaks
komplikasi
penyelesaian
(1) "Apa!" teriak sang Semut dengan terkejut, "Tidakkah kamu telah mengumpulkan dan menyiapkan makanan untuk musim dingin yang akan datang ini?" (2) Selama ini apa saja yang kamu lakukan sepanjang musim panas?" (3) "Saya tidak mempunyai waktu untuk mengumpulkan makanan," keluh sang Belalang, "Saya sangat sibuk membuat lagu, dan sebelum saya sadari, musim panas pun telah berlalu." (4) Semut tersebut kemudian mengangkat bahunya karena merasa gusar.
Watak tokoh Belalang yang pemalas ditunjukkan pada nomor ....
(1)
(2)
(3)
(4)
13. Perhatikan kutipan fabel berikut!
Setelah itu, Raja Kera melompat ke seberang sungai, berenang dengan susah payah. Dicarinya seutas akar yang menjulai ke pohon kayu. Ujung akarnya dibawa ke seberang kembali. Maksudnya hendak dibuat jembatan untuk rakyatnya. Tetapi malang, akar itu tidak sampai. Kurang sedikit lagi. Dengan tidak pikir panjang diikatnya kakinya sebelah, kemudian ia bergantung pada batang kayu.
Pesan moral yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah
A. Tidak ada akar anggota badan pun berguna bagi rakyat yang dipimpinnya
B. Melakukan sesuatu harus dengan perhitungan yang matang supaya selamat
C. Seorang pemimpin harus mau membuat jembatan untuk rakyatnya sehingga berhasil
D. Seorang pemimpin harus memikirkan nasib rakyatnya dalam keadaan bahaya sekalipun
Di hutan yang rindang, hidup seekor anak landak yang merasa kesepian. Landi namanya. Landi tidak mempunyai teman karena teman-temannya takut tertusuk duri tajam yang ada di badannya.
Berdasarkan struktur teks fabel, bagian kutipan fabel tersebut adalah ....
orientasi
komplikasi
resolusi
koda
18. Perhatikan kalimat berikut!
1) Dikisahkan pada suatu hari yang cerah ada seekor semut berjalan-jalan di taman.
2) Pada suatu pagi sang semut kembali berjalan ke taman itu. Karena hujan, di mana-mana terdapat genangan lumpur.
3) Si kupu-kupu mengangkat ranting itu dan menurunkannya di tempat yang aman.
4) Kepompong hanya bisa menggantung di ranting itu.
Kalimat yang mengandung kata keterangan waktu dan tempat adalah . . . .
A. 1 dan 2
B. 2 dan 3
C. 1 dan 3
D. 2 dan 4
Pernyataan berikut yang cocok digunakan sebagai akhir cerita adalah….
Burung Hantu Tua menyanjung Belalang dengan pujian.
Akhirnya, Sang Belalang diterkam dan dimakan Si Brung Hantu Tua.
Belalang terhanyut oleh sanjungan Burung Hantu Tua.
Belalang mendengarkan teguran Burung Hantu Tua dengan lapang dada.
Pada siang hari di akhir musim gugur, satu keluarga semut yang telah bekerja keras sepanjang musim panas untuk mengumpulkan makanan, mengeringkan butiran-butiran gandum yang telah mereka kumpulkan selama musim panas. Saat itu, seekor belalang yang kelaparan, dengan sebuah biola di tangannya datang dan memohon dengan sangat agar keluarga semut itu memberikan sedikit makanan untuk dirinya.
Latar waktu pada kutipan teks fabel tersebut adalah ....
siang hari di akhir musim gugur
musim hujan
malam hari di musim panas
musim panas di pagi hari
(1) "Apa!" teriak sang Semut dengan terkejut, "Tidakkah kamu telah mengumpulkan dan menyiapkan makanan untuk musim dingin yang akan datang ini?" (2) Selama ini apa saja yang kamu lakukan sepanjang musim panas?" (3) "Saya tidak mempunyai waktu untuk mengumpulkan makanan," keluh sang Belalang, "Saya sangat sibuk membuat lagu, dan sebelum saya sadari, musim panas pun telah berlalu." (4) Semut tersebut kemudian mengangkat bahunya karena merasa gusar.
Hal yag menyebabkan Semut merasa gusar terhadap Belalang ditunjukkan pada nomor ....
(1)
(2)
(3)
(4)
Menjelang senja, seekor kelelawar mulai keluar dari sarangnya. Sepasang bola matanya menyapu pemandangan di sekitar lembah dan perbukitan.
Dalam teks fabel, pernyataan tersebut sering digunakan pengarang pada tahap ....
orientasi
komplikasi
resolusi
koda
Perbedaan mendasar antara fabel dan cerpen terletak pada….
Tema
Alur
Tokoh
Latar
5. Di hutan, hiduplah seekor singa yang dijuluki si Raja Hutan. Dijuluki demikian karena ia besar dan sangat kuat. Ia menjadi pemimpin seluruh binatang yang ada di hutan tersebut. Jika mengaum, suaranya sangat keras. Menakutkan, dan menggetarkan seluruh isi hutan....
Kalimat yang tepat untuk melengkapi cuplikan fabel tersebut adalah....
A. di sana hidup seekor singa buas.
B. semua binatang ingin melawannya.
C. ia sangat berwibawa.
D. kancil pernah disakitinya.
Perhatikan teks fabel berikut ini dengan cermat untuk menjawab soal !
Burung Hantu dan Belalang
Burung hantu selalu tidur di siang hari. Ia akan bangun setelah matahari terbenam, ketika cahaya merah memudar dari langit. Dia menggeliat dan berkedip dari lubang pohon tua. Sekarang dia berseru, “Hoo hoo hoo” bergema melalui kayu yang rimbun dan ia mulai berburu serangga.
Ia adalah seekor Burung Hantu Tua yang galak, terutama jika ada yang mengganggu saat ia tidur. Suatu sore musim panas yang hangat, saat ia tertidur jauh di dalam lubang pohon tua. Belalang di dekatnya mulai menyanyikan lagu gembira namun sangat menyesakkan telinga. Burung Hantu Tua itu menengok dari lubang pohon yang digunakan sebagai pintu dan jendela.
“Pergi dari sini, Tuan,” katanya kepada Belalang tersebut. “Apakah Anda tidak memiliki sopan santun?” lanjutnya. “Anda setidaknya harus menghormati usia saya dan membiarkan saya tidur dengan tenang!” lanjut Sang Burung Hantu Tua itu.
Akan tetapi, Belalang menjawab dengan kasar bahwa ia juga berhak berada di tempat ini. Lalu ia meneriakkan suara lebih keras dan lagu yang lebih berisik. Burung Hantu yang bijak tahu benar bahwa tak ada gunanya berdebat dengan Belalang keras kepala ini. Selain itu, matanya semakin rabun untuk memungkinkan dirinya menghukum Belalang. Akhirnya, dia melupakan semua kata keras dan kembali berbicara dengan sangat ramah kepada Belalang.
“Tuan Belalang yang baik hati, jika saya harus tetap terjaga, saya akan datang untuk menikmati nyanyian Anda. Namun, saat ini saya memiliki anggur lezat di sini, kiriman dari Olympus. Silakan datang dan rasakan minuman lezat ini bersama saya,” sanjung Burung Hantu Tua.
Belelalang terhanyut oleh kata-kata sanjungan Burung Hantu Tua. Akhirnya, dia melompat ke sarang Burung Hantu Tua. Ketika Belalang cukup dekat dalam jangkauan penglihatan, Burung Hantu Tua itu menerkam dan memakannya.
Watak tokoh Belalang dalam kutipan teks fabel di atas adalah….
Pendendam
Rendah hati
Bijaksana
Keras Kepala
(1) "Apa!" teriak sang Semut dengan terkejut, "Tidakkah kamu telah mengumpulkan dan menyiapkan makanan untuk musim dingin yang akan datang ini?" (2) Selama ini apa saja yang kamu lakukan sepanjang musim panas?" (3) "Saya tidak mempunyai waktu untuk mengumpulkan makanan," keluh sang Belalang, "Saya sangat sibuk membuat lagu, dan sebelum saya sadari, musim panas pun telah berlalu." (4) Semut tersebut kemudian mengangkat bahunya karena merasa gusar.
Berdasarkan struktur teks fabel, kutipan teks fabel di atas merupakan ....
orientasi
komplikasi
klimaks
resolusi
Pertama yang dicalondakan adalah macan tutul, tetapi macan tutul menolak. "Jangan, melihat manusia saja aku sudah lari tunggang langgang," ujarnya. "Kalau begitu Badak saja, kau kan amat kuat," kata binatang lain. "Tidak-tidak, penglihatanku kurang baik, aku telah menabrak pohon berkali-kali."
Berdasarkan struktur teks fabel, bagian kutipan fabel tersebut adalah ....
orientasi
komplikasi
resolusi
koda
17. Di sebuah hutan hiduplah seekor singa yang ganas. Suatu hari sang singa ganas itu membuat peraturan bahwa dia tidak akan berburu binatang hutan. Sebagai gantinya harus ada binatang di sekelilingnya yang suka rela menjadi mangsanya. Pada hari pertama setelah peraturan itu diberlakukan datanglah seekor kelinci. Sambil terengah-engah kelinci itu minta maaf kepada sang singa yang ganas itu. “Maaf sang raja, saya datang terlambat. Ada singa lain yang tadi memburu saya,” kata si kelinci. Kemudian, singa yang ganas itu mengangguk-anggukkan kepala dan langsung menyahut,“ Mana singa yang mengejarmu? Akan kuhabisi dia sekarang juga.” “Ya sang raja, dia ada di dalam sumur itu.” Akhirnya, binatang-binatang itu menjadi lega. Berkat kecerdikan kelinci Sang singa yang ganas itu masuk ke dalam sumur dan tidak ada lagi pemangsa di hutan itu.
Latar cerita fabel di atas adalah ....
A. Di hutan, petang hari, suasana mengharukan
B. Di hutan, siang hari, suasana menyenangkan
C. Di hutan, siang hari, suasana menegangkan
D. Di sumur, siang hari, suasana menegangkan
Berikut ini yang merupakan unsur-unsur intrinsik dari sebuah teks fabel, kecuali…
alur
amanat
latar belakang penulis
tema
Di keheningan malam Kura-kura nampak tidur pulas bersama Katak sahabat baiknya. Sudah dua bulan ini Kura-kura sakit dan sahabatnya dengan setia mendampinginya.
Berdasarkan penggalan cerita fabel diatas variasi latar diungkapkan dengan
Diawali dengan deskripsi latar
Diawali dengan latar dan kegiatan tokoh
Diawali dengan latar masa lalu
Diawali dengan perubahan latar
Akhirnya, Buaya melepas gigitannya dari kaki Kerbau. Mereka pun melakukan reka adegan. Si Buaya kembali ke tempat asal dia tertimpa batang pohon. Kerbau kembali mendorong pohon menimpa Buaya dengan kedua tanduknya. Setelah dirasa si Buaya tak sanggup lagi bergerak dan benar-benar terjebak, si Kancil mengajak Kerbau segera lari meninggalkan tempat itu.
Tokoh antagonis pada kutipan cerita tersebut adalah ....
Buaya
Kerbau
Kancil
Kancil dan Kerbau
Di sebuah hutan hiduplah seekor singa yang ganas. Suatu hari sang singa ganas itu membuat peraturan bahwa dia tidak akan berburu binatang hutan. Sebagai gantinya harus ada binatang di sekelilingnya yang suka rela menjadi mangsanya. Pada hari pertama setelah peraturan itu diberlakukan datanglah seekor kelinci. Sambil terengah- engah kelinci itu minta maaf kepada sang singa yang ganas itu. “Maaf sang raja, saya datang terlambat. Ada singa lain yang tadi memburu saya,” kata si kelinci. Kemudian, singa yang ganas itu mengangguk-anggukkan kepala dan langsung menyahut,“ Mana singa yang mengejarmu? Akan kuhabisi dia sekarang juga.” “Ya sang raja, dia ada di dalam sumur itu.” Akhirnya, binatang-binatang itu menjadi lega. Berkat kecerdikan kelinci Sang singa yang ganas itu masuk ke dalam sumur dan tidak ada lagi pemangsa di hutan itu.
Tokoh dan karakter cerita fabel di atas adalah ....
A. Singa berwatak cerdik, kelinci berwatak serakah
B. Singa berwatak serakah, kelinci berwatak pintar
C. Singa berwatak pintar, kelinci berwatak serakah
D. Singa berwatak serakah, kelinci berwatak cerdik
Para penghuni rimba merasa kurang senang. Keangkuhan si Merak semakin menjadi-jadi. Setiap berjumpa penghuni rimba lainnya, Merak selalu pamer buku-bulunya itu. "Siapa yang bisa menandingi keelokan diriku?" kata Merak berulang kali, tanpa bosan-bosan.
watak tokoh merak adalah....
ramah
sombong
suka menolong
peduli
Bacalah dengan saksama penggalan teks cerita fabel berikut!
Ikan yang cemas dahulu dan bertindak sebelum nelayan datang dan ikan yang tertindak ketika nelayan datang berhasil selamat. Tetapi ikan yang mempercayakan hanya pada keberuntungan dan tidak berbuat apa-apa semuanya mati. Begitu juga pada kehidupan.
Penggalan teks fabel tersebut termasuk struktur teks cerita fabel bagian ….
A. resolusi
B. koda
C. komplikasi
D. orientasi
(1) Harimau sedang asyik bercermin di sungai sambil membasuh mukanya. (2) "Hmm, gagah juga aku ini, tubuhku kuat berotot, dan warna lorengku sangat indah," kata Harimau dalam hati. (3) Kesombongan Harimau membuatnya suka memerintah dan berbuat semena-mena pada binatang lain yang lebih kecil dan lemah. (4) Si Kancil akhirnya tidak tahan lagi. "Benar-benar keterlaluan si Harimau," kata Kancil menahan marah. "Dia mesti diberi pelajaran! Biar kapok!" (5) Sambil berpikir, di tengah jalan Kancil bertemu dengan Kelinci. (6) Mereka berbincang-bincang tentang tingkah laku Harimau dan mencoba mencari ide bagaimana cara membuat si Harimau kapok.
Hal yang menyebabkansi Kancil marah pada Harimau ditunjukkan pada nomor ....
(1) dan (2)
(3)
(4)
(5) dan (6)
Si semut semakin sombong dan terus berkata demikian kepada semua hewan yang ada di hutan. Sampai pada suatu hari, si semut terjebak dalam lumpur. Si semut tidak tahu kalau ia berjalan di atas lumpur hidup yang bisa menarik dan menelannya ke dalam lumpur tersebut. Ia tidak tahu juga kalau akan segera mati.
Kalimat yang mengandung kata sifat pada kutipan fabel di atas adalah …
A. Kalimat pertama
B. Kalimat kedua
C. Kalimat ketiga
D. Kalimat keempat
Meskipun kedua burung itu bersahabat, mereka memilliki tabiat yang sangat berbeda. Merak selalu kelihatan rapi, sedangkan gagak tampak begitu jorok.
Makna kata tabiat pada kutipan fabel tersebut adalah
A. tingkah laku
B. Cara makan
C. Cara berjalan
D. Cara berbusana
Hari-hari berikutnya Landi hanya melamun di tepi sungai. "Ah, andai saja semua duriku ini hilang, aku bisa bebas bermain dengan teman-temanku," kata Landi dalam hati. Landi merasa tidaklah adil hidupnya ini, selalu dijauhi teman-temannya. Ketika sedang asyik dengan lamunannya, muncullah Kuku Kura-kura. "Apa yang sedang kau lamunkan, Landi?" Sapa Kuku mengejutkan. "Ah, tidak ada," jawab Landi malu. "Jika kau mempunyai masalah, aku siap mendengarkannya," kata Kuku.
Berdasarkan struktur teks fabel, bagian kutipan fabel tersebut adalah ....
orientasi
komplikasi
klimaks
penyelesaian
Bacalah dengan saksama penggalan teks cerita fabel berikut!
Ikan tertua meninggalkan kolam tersebut pada sora hari dengan seluruh keluarganya. Ikan kedua melihat nelayan datang di kejauhan pada pagi hari dan meninggalkan kolam tersebut dengan seluruh keluarganya. Ikan ketiga tetap menolak untuk pergi. Nelayan tersebut pun datang dan menangkap semua ikan yang tertinggal di kolam. Keberuntungan ikan ketiga tidak menyelamatkannya, dia juga tertangkap dan dibunuh.
Penggalan teks fabel tersebut termasuk struktur teks cerita fabel bagian ….
A. orientasi
B. komplikasi
C. klimaks
D. resolusi
Bacalah dengan saksama penggalan teks cerita fabel berikut!
Suatu ketika, terdapatlah tiga ikan yang hidup di sebuah kolam. Di suatu sore, beberapa nelayan melewati kolam tersebut dan melihat ikan-ikan itu. “Kolam ini penuh dengan ikan”, mereka berbicara satu sama lain dengan bergairah. “Kita belum pernah memancing di sini sebelumnya. Kita harus datang lagi besok pagi dengan jaring kita dan manangkap ikan-ikan ini!” Kemudian nelayan-nelayan tersebut pergi.
Penggalan teks fabel tersebut termasuk struktur teks cerita fabel bagian ….
A. orientasi
B. komplikasi
C. resolusi
D. koda
Hari-hari berikutnya Landi hanya melamun di tepi sungai. "Ah, andai saja semua duriku ini hilang, aku bisa bebas bermain dengan teman-temanku," kata Landi dalam hati. Landi merasa tidaklah adil hidupnya ini, selalu dijauhi teman-temannya. Ketika sedang asyik dengan lamunannya, muncullah Kuku Kura-kura. "Apa yang sedang kau lamunkan, Lnadi?" Sapa Kuku mengejutkan. "Ah, tidak ada," jawab Landi malu. "Jika kau mempunyai masalah, aku siap mendengarkannya," kata Kuku.
Permasalahan yang diceritakan dalam fabel tersebut adalah ....
landak senang bermain bersama teman-temannya\
landak dijauhi oleh teman-temannya
landak sangat pemalu
kura-kura menjauhi landak
Bacalah kutipan teks berikut!
Paman Belalang
“Hore!” Teriak para serangga ketika melihat kodok-kodok itu pergi. Sambil menari-nari mereka mengangkat tubuh Paman Belalang dan melempar-lemparnya ke udara. Kakek Cacing mengucapkan terima kasih kepada Paman Belalang yang sudah menyelamatkan desa. Semenjak itu, Paman Belalang tidak menjadi pemurung lagi. Ia menyadari dirinya masih berguna walaupun telah kehilangan kakinya. Setiap malam ia pun bergabung dengan para serangga lainya untuk berpesta. Paman Belalang selalu bermain gitar dan bernyanyi riang. Para serangga pun sangat menyukainya. Begitu juga dengan Lodi dan Roro yang sekarang menjadi sahabat paman. Mereka selalu ikut berpetualang dengan Paman Belalang dan perahunya.
Kutipan teks cerita tersebut termasuk ke dalam struktur teks fabel pada bagian
Orientasi
Komplikasi
Klimaks
Resolusi
Perhatikan pernyataan berikut!
Akhirnya, Induk Domba berhasil menyelamatkan anak-anak Domba dari cengkraman Serigala jahat. Serigala itu tewas karena kerakusannya.
Dalam teks fabel, pernyataan tersebut sering digunakan pengarang pada tahap….
Orientasi
Komplikasi
Resolusi
Koda
Ia melayang terjun dari sarang, lalu lenyap. Si pohon melihat ke segala arah mencarinya. Ia tidak menemukan. “Ia telah hilang sejak pukul sembilan tadi”tukas Gagak. Ia sangat cemas. “Sekarang pun masih pukul sembilan,”tukas si Pohon.
Waktu terjadinya cerita itu adalah....
pagi
siang
sore
malam
