NEW
Font size
WorksheetsPTS KELAS XII SEMESTER GENAP 2023
Total questions: 20
Worksheet time: 10mins
Bacalah kutipan berikut!
Sukri membawa pisau belati dipinggangnya. Pisau itu tajam, baru saja diasahnya. Dia tadi mengasah pisau itu dengan hati panas. Malam minggu kemarin, dia datang ke rumah Sumarni, kekasihnya. Mereka sudah lama berkasih-kasihan. Sukri mencintai Sumarni, Sumarni mencintai Sukri.
(Sukri Membawa Pisau Belati, Hamsad Rangkuti)
Sudut pandang yang digunakan pengarang dalam kutipan tersebut adalah...
orang kedua
orang ketiga
orang pertama
orang pertama dan kedua
orang pertama dan ketiga
Bacalah kutipan berikut!
Pak Lurah sangat heran melihat Pak Sastro datang malam itu padanya. "Maafkan, Pak Lurah, tidak usah repot-repot. Setelah pikir-pikir, ada baiknya saya tinggalkan desa ini dulu. Ini kunci-kunci rumah saya. Semua sawah, kebun, penggilingan padi, kerbau, dan sapi, saya titipkan kepada desa ini melalui Pak Lurah. Mohon dirawat baik-baik. Silakan menggunakan hasilnya menurut keperluan. Saya percayakan semuanya kepada Pak Lurah. Ini uang sekadar untuk pengeluaran-pengeluaran semua harta milik saya itu. Selamat tinggal!"
Watak tokoh Pak Sastro diungkapkan pengarang melalui...
penggambaran langsung
perilaku atau perbuatannya
perkataan tokoh itu sendiri
jalan pikirannya
penjelasan dari tokoh lain
Bacalah kutipan berikut!
Pak Lurah sangat heran melihat Pak Sastro datang malam itu padanya. "Maafkan, Pak Lurah, tidak usah repot-repot. Setelah pikir-pikir, ada baiknya saya tinggalkan desa ini dulu. Ini kunci-kunci rumah saya. Semua sawah, kebun, penggilingan padi, kerbau, dan sapi, saya titipkan kepada desa ini melalui Pak Lurah. Mohon dirawat baik-baik. Silakan menggunakan hasilnya menurut keperluan. Saya percayakan semuanya kepada Pak Lurah. Ini uang sekadar untuk pengeluaran-pengeluaran semua harta milik saya itu. Selamat tinggal!"
Unsur intrinsik yang dominan dalam penggalan cerita tersebut adalah...
alur
tema
latar
amanat
penokohan
Bacalah kutipan berikut!
Pak Lurah sangat heran melihat Pak Sastro datang malam itu padanya. "Maafkan, Pak Lurah, tidak usah repot-repot. Setelah pikir-pikir, ada baiknya saya tinggalkan desa ini dulu. Ini kunci-kunci rumah saya. Semua sawah, kebun, penggilingan padi, kerbau, dan sapi, saya titipkan kepada desa ini melalui Pak Lurah. Mohon dirawat baik-baik. Silakan menggunakan hasilnya menurut keperluan. Saya percayakan semuanya kepada Pak Lurah. Ini uang sekadar untuk pengeluaran-pengeluaran semua harta milik saya itu. Selamat tinggal
Dalam kehidupan sehari-hari, tokoh seperti Pak Sastro pada penggalan cerita tersebut biasanya menunjukkan orang yang memiliki watak....
boros
pelit
dermawan
pasrah
nekat
Bacalah kutipan berikut!
Dingin malam terasa menggigit lebih dari biasanya, menusuk merembes lewat pori-pori dinding langsung menembus jubah malamku. Segera perasaanku tergoda untuk meminjam selimut lelaki itu karena kutahu ia tak akan memerlukannya sebentar lagi.
Jenis latar yang tersurat dalam cuplikan di atas adalah...
latar waktu
latar tempat
latar budaya
latar sosial
latar ekonomi
Bacalah kutipan berikut!
Lestari tidak pernah peduli dengan surat-surat itu. Beberapa surat bahkan tidak pernah dibuka karena Lestari tidak ingin membacanya. Beberapa kali Lestari mengirimkan uang kalau surat yang dikirim Menuk sudah terasa amat mengganggunya.
Sifat tokoh Lestari dapat dinyatakan dengan ungkapan...
kecil hati
sempit hati
tinggi hati
jantung hati
besar hati
Bacalah kutipan berikut!
Abu, kuncinya itu kemudian mendatangi si Nenek. Ia memberi tanda apa yang sudah dilihatnya. Marzukoh merasa gembira. Ia segera mengambil roti dan susu ke dalam cangkir. Lalu pergi ke hutan. Karena rambutnya yang panjang dan putih terurai di kepalanya, ranting-ranting menyangkut di rambutnya. Lalu ia pun meletakkan tongkat dan cangkir di tanah dan membetulkan rambutnya.
Dan berjalan lagi sambil memanggil-manggil.
Kebiasaan pada kutipan cerpen di atas yang langka dilakukan masyarakat perdesaan Indonesia adalah...
perempuan memakai tongkat
seorang nenek memelihara kucing
pergi ke hutan dengan rambut terurai
memberi makan berupa roti dan susu kepada kucing
memanggil-manggil kucing sambil membawa tongkat
Bacalah kutipan novel berikut!
Sesungguhnyalah hanya perempuan dikembalikan derajatnya sebagai manusia, barulah keadaan bangsa kita berubah. Jadi, perubahan kedudukan perempuan dalam masyarakat itu bukan semata-mata kepentingan perempuan.
(Layar Terkembang, Sutan Takdir Alisyahbana)
Cuplikan novel tersebut berbicara tentang...
demokrasi
individualisme
emansipasi wanita
kebebasan berpendapat
hak asasi dan kebebasan manusia
Bacalah kutipan berikut!
Baskoro lama membisu di samping kuburan ibunya. Beberapa kenangan masa kecil bersama ibunya bangkit secara perlahan.
Ungkapan sedih dan hening dalam penggalan cerita di atas dinyatakan dengan kata...
Baskoro
membisu
kenangan
ibunya bangkit
secara perlahan
Bacalah kutipan berikut!
Prabawati beberapa hari bersedih karena kepergian suaminya untuk mencari nafkah. Tetapi, sahabat-sahabatnya membujuknya dengan menyuruhnya mencari seorang kekasih. Prabawati menetapkan untuk mencoba berbuat demikian lalu berhiaslah ia. Burung bayan betina mencoba mencegah perbuatan itu dengan memperlihatkan betapa salahnya kelakuan demikian. Tetapi, hasilnya ia hampir dipatahkan lehernya oleh Prabawati. Untunglah ia dapat lari menghindarkannya.
Pesan dari penggalan cerita di atas adalah...
bersabarlah dengan siapa pun
sayangilah binatang peliharaan Anda
jangan turuti bujukan menyesatkan
jadilah seorang suami yang mau bekerja keras
jangan menyakiti pihak yang mau memperingatkan kesalahan kita
Cermatilah kutipan novel berikut!
Hanya beberapa jengkal di luar lingkaran tembok tersaji pemandangan kontras seperti langit dan bumi. Berlebihan jika disebut daerah kumuh, tapi tak keliru jika diumpamakan kota yang dilanda gerhana berkepanjangan sejak era pencerahan revolusi industri.
(Laskar Pelangi, Andrea Hirata)
Kutipan novel tersebut mengandung majas...
ironi
simile
repetisi
metafora
personifikasi
Bacalah kutipan novel berikut!
Suatu pagi, ketika murid-murid sedang bermain-main di halaman sekolah, Kepala Sekolah berkata, "Ini teman baru kalian. Nama keluarganya Takahashi. Dia akan bergabung dengan anak-anak kelas satu."
Anak-anak, termasuk Totto-chan, memandangi Takahashi. Anak itu melepas topinya, membungkuk menghormat, dan berkata malu-malu, "Senang berkenalan dengan kalian."
(Totto-chan: Gadis Cilik di Jendela, Tetsuko Kuroyanagi)
Nilai budaya yang terkandung dalam kutipan novel tersebut adalah...
Kerukunan antarsiswa di sekolah.
Siswa baru menjadi pusat perhatian.
Tradisi membungkukkan badan untuk memberi hormat.
Siswa bermain di halaman sekolah dengan rukun.
Kepala sekolah memperkenalkan murid baru.
Bacalah paragraf berikut dengan saksama!
Kemudian, Pak Balam membuka matanya dan memandang mencari muka Wak Katok. Ketika pandangan mereka bertaut, Pak Balam berkata kepada Wak Katok, "Akuilah dosa-dosamu, Wak Katok, dan sujudlah kehadirat Tuhan. Mintalah ampun kepada Tuhan Yang Maha Penyayang dan Maha Pengampun, akuilah dosa-dosamu, juga supaya kalian dapat selamat keluar dari rimba ini, terjatuh dari bahaya yang dibawa harimau ... biarlah aku yang jadi korban."
(Harimau! Harimau!, Muchtar Lubis)
Nilai agama yang terungkap dalam kutipan tersebut adalah...
menasihati orang-orang yang telah berbuat kejahatan
melakukan tobat dan meminta ampun atas dosa-dosa
meminta ampun kepada Tuhan dengan cara bersujud selalu
mengakui kesalahan dan dosa-dosa yang dilakukan
berbicara dengan membuka mata dan memandang lawan bicara
Bacalah kedua kutipan novel berikut!
Kutipan 1
Seorang pemuda bernama Kacak, yang merasa karena mamaknya adalah kepala desa, mempunyai sifat sombong dan selalu berbuat sekehendak hatinya sehingga kurang disukai oleh orang-orang sekampungnya. Namun, lain halnya dengan Midun, walaupun hanya anak seorang petani miskin, tetapi ia mempunyai pendidikan moral dan agama yang baik sehingga sangat disukai oleh orang-orang di kampungnya.
Kutipan 2
Tuti dan Maria, anak wedana pensiunan, R. Wiriaatmadja, ketika berada di Gedung Akuarium Jakarta bertemu dengan Yusuf, mahasiswa Fakultas Kedokteran. Maria, siswa HBS, seorang yang lincah dan periang. Sebaliknya, Tuti, kakaknya, gadis pemikir yang hanya mempercakapkan hal-hal yang dianggapnya perlu, aktivis organisasi wanita yang dengan gagah memperjuangkan kemajuan kaumnya.
Perbedaan karakteristik kedua kutipan novel tersebut adalah.
Kutipan 1 menggunakan alur maju, Kutipan 2 menggunakan alur mundur
Kutipan 1 mengangkat tema pendidikan, Kutipan 2 mengangkat tema kemiskinan
Kutipan 1 menggambarkan fisik tokoh, Kutipan 2 menggambarkan psikis tokoh
Kutipan 1 menggunakan sudut pandang orang ketiga, Kutipan 2 menggunakan sudut pandang orang pertama
Kutipan 1 menggambarkan latar sosial masyarakat perdesaan, Kutipan 2 menggambarkan latar sosial masyarakat perkotaan
Bacalah penggalan novel berikut!
Di tempat inilah terjadi peristiwa yang menyesatkan. Namun, Monang bertanggung jawab dan akan mengawininya. Dan kenyataannya lain. Ibu Monang telah menjodohkannya dengan gadis Batak pilihan ibunya. Monang sendiri tak kuasa menolaknya. Dia kawin dengan gadis pilihan ibunya. Sementara itu, janin yang dikandung Manen mengalami kelainan, bayi itu akan lahir cacat.
(Raumanen, Mariane Kattopo)
Nilai yang dominan tersirat dalam penggalan novel di atas adalah...
budaya
etika
moral
sosial
agama
Bacalah kutipan berikut!
"Bolehkah aku pergi untuk membuatkan sarden untukmu besok?"
"Jangan. Pergilah main baseball saja. Aku masih kuat mendayung dan Rogelio yang akan menebarkan jala."
"Aku ingin ikut. Kalau boleh ikut ke laut denganmu, aku ingin membantumu dengan cara lain."
"Kau telah mentraktirku," kata lekaki tua itu. "Kau telah dewasa sekarang."
Perbuatan tokoh yang tidak lazim dilakukan dalam masyarakat Indonesia adalah...
pergi laut
menebarkan jala
main baseball
mendayung
mentraktir
Bacalah kutipan berikut!
Untuk pergi bersama-sama ke rimba tempat mereka mengumpulkan damar, mereka harus meninggalkan Kampung Air Jernih, yang terletak di tepi Danau Bantau. Air Jernih terletak di tepi Sungai Air Putih yang bermuara ke danau. Di pinggir muara sungailah terletak kampung mereka. Mereka menuju hutan dengan menyusuri tepi sungai, memudikinya, memasuki hutan, dan mendaki gunung-gunung. Sungai tak dapat dilalui dengan perahu karena penuh dengan batu besar dan karena sungai mengalir dengan derasnya turun dari gunung-gunung.
(Harimau! Harimau!, Mochtar Lubis)
Daya tarik penggalan novel itu terletak pada...
temanya yang unik
alurnya yang mengejutkan
karakter tokoh yang kontroversial
perincian penggambaran latar
penggunaan bahasanya yang mengandung banyak majas
Cermatilah kutipan novel di bawah ini!
Kalian mungkin tak melihatnya. Wajar. Mereka memang tak kasat mata dan sering disebut... hantu. Ya, mereka adalah hantu, jiwa-jiwa penasaran atas kehidupan yang dianggap mereka tidak adil. Kelebihanku dapat melihat mereka adalah anugerah sekaligus kutukanku. Kelebihan ini membawaku ke dalam persahabatan unik dengan lima anak hantu Belanda. Hari- hariku dilewati dengan canda tawa Peter, pertengkaran Hans dan Hendrick-dua sahabat yang sering berkelahi-alunan lirih biola William, dan tak lupa: rengekan si Bungsu Johnsen.
(Danur, Risa Saraswati)
Daya tarik cuplikan tersebut terletak pada...
ketiadaan nama-nama tokoh lain
kekuatan emosi para tokohnya
keyakinan tokoh pada hal yang mustahil
persahabatan dengan hantu yang tidak biasa
keberadaan makhluk-makhluk gaib dalam kehidupan
Cermatilah kutipan novel di bawah ini!
Kalian mungkin tak melihatnya. Wajar. Mereka memang tak kasat mata dan sering disebut... hantu. Ya, mereka adalah hantu, jiwa-jiwa penasaran atas kehidupan yang dianggap mereka tidak adil. Kelebihanku dapat melihat mereka adalah anugerah sekaligus kutukanku. Kelebihan ini membawaku ke dalam persahabatan unik dengan lima anak hantu Belanda. Hari- hariku dilewati dengan canda tawa Peter, pertengkaran Hans dan Hendrick-dua sahabat yang sering berkelahi-alunan lirih biola William, dan tak lupa: rengekan si Bungsu Johnsen.
(Danur, Risa Saraswati)
Kekhasan penggunaan bahasa yang tampak dalam cuplikan cerita tersebut adalah...
kata-katanya bermakna lugas
banyak penggunaan majas
penggunaan sinonim secara berulang-ulang
majas pertentangan digunakan secara
bergantian penggunaan makna yang tidak langsung
Cermatilah kutipan novel di bawah ini!
Kalian mungkin tak melihatnya. Wajar. Mereka memang tak kasat mata dan sering disebut... hantu. Ya, mereka adalah hantu, jiwa-jiwa penasaran atas kehidupan yang dianggap mereka tidak adil. Kelebihanku dapat melihat mereka adalah anugerah sekaligus kutukanku. Kelebihan ini membawaku ke dalam persahabatan unik dengan lima anak hantu Belanda. Hari- hariku dilewati dengan canda tawa Peter, pertengkaran Hans dan Hendrick-dua sahabat yang sering berkelahi-alunan lirih biola William, dan tak lupa: rengekan si Bungsu Johnsen.
(Danur, Risa Saraswati)
Kalimat yang tidak sesuai dengan cerita tersebut adalah ...
Tokoh bersahabat dengan makhluk tak kasat mata.
Tokoh harus memainkan alunan biola untuk memanggil hantu-hantu tersebut.
Salah satu hantu yang menjadi sahabat tokoh bisa memainkan biola.
Tokoh tidak merasa terganggu dengan kehadiran hantu-hantu tersebut.
Tokoh melewatkan hari-harinya dengan kelima hantu yang menjadi sahabatnya.
