wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

KUIS PPKN KLS IX

Total questions: 10

Worksheet time: 9mins

Name
Class
Date
1.

Tahukah kamu bahwa keberagaman merupakan sebuah hal yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan bangsa Indonesia? Keberagaman yang terjadi di Indonesia merupakan sebuah potensi sekaligus tantangan. Dikatakan sebagai sebuah potensi karena hal tersebut akan membuat bangsa kita menjadi bangsa yang besar dan memiliki kekayaan yang melimpah, baik kekayaan alam maupun kekayaan budaya yang dapat menarik minat wisatawan asing untuk mengunjungi Indonesia. Kebhinekaan bangsa Indonesia juga merupakan sebuah tantangan bahkan ancaman karena mudah membuat penduduk Indonesia berbeda pendapat, mudah tumbuhnya perasaan kedaerahan yang amat sempit yang sewaktu dapat menjadi ledakan yang akan mengancam integrasi nasional atau persatuan bangsa. Ancaman tersebut dapat dicegah dengan mewujudkan harmonisasi dalam keberagaman masyarakat Indonesia. 

Berdasarkan teks diatas, kerjakanlah soal dibawah ini dengan benar

Bagaimana cara mewujudkan harmonisasi dalam keberagaman masyarakat Indonesia

a)

Menumbuhkan perasaan kedaerahan yang sempit

b)

Mudah membuat penduduk Indonesia berbeda pendapat

c)

Ancaman integrasi nasional

d)

Memaknai keberagaman sebagai potensi dan kekayaan bangsa

2.

Yang menjadi kelamahan dari potensi keberagaman alam dan budaya masyarakat Indonesia kecuali adalah .....

a)

Kekayaan alam yang melimpah

b)

Budaya yang relatif banyak

c)

Terwujudnya harmonisasi karena keberagaman

d)

Munculnya ancaman integrasi nasional

3.

Yang menjadi tantangan dari keberagaman masyarakat Indonesia adalah....

a)

Menarik wisatawan datang ke Indonesia

b)

Ancaman integrasi nasional

c)

Penduduk Indonesia yang mudah beda pendapat

d)

Mudah tumbuhnya perasaan kedaerahan

4.

Zaman sudah modern dan perempuan saat ini tidak lagi hanya berkutat dengan pekerjaan domestik di rumah. Perempuan semakin sadar akan haknya dan menyadari dirinya punya kemampuan yang sama dengan laki-laki untuk melakukan banyak hal. Perempuan masa kini mengenyam pendidikan tinggi. Bahkan saat ini, perempuan menjadi ujung tombak perekonomian negara. Misalnya saja seperti di Indonesia, kontribusi terhadap ekonomi banyak disumbang oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) perempuan.

Kontribusi ini, nyatanya masih berbanding terbalik dengan situasi di lapangan. Pandangan sebelah mata bahwa perempuan hanya pintar dalam mengurus keluarga dan tidak berpotensi sukses, acapkali terjadi dan menurunkan mental perempuan danmasih banyak juga perempuan yang terkendala untuk menerima haknya sebagai individu yang bebas. Penyebabnya, tak lain akibat masih adanya stigma dan disriminasi dari masyarakat.

Berikut merupakan lima penyebab sulitnya merealisasikan kesetaraan gender:

1. Budaya Patriarki

Budaya partiarki merupakan warisan turun temurun yang masih diadopsi oleh berbagai negara Asia, termasuk Indonesia. Menurut Wikipedia, budaya patriarki merupakan akar akan munculnya kekerasan yang dialamatkan kepada perempuan.

Salah satu contohnya yaitu tuntutan bagi perempuan untuk mengurus tugas rumah tangga, seperti mencuci pakaian ataupun memasak bagi keluarga. Selain itu, perempuan yang akan menikah kerapkali terpaksa mundur dari pekerjaannya akibat permintaan laki-laki yang tak ingin sang perempuan bekerja di luar rumah.

Meski saat ini Indonesia telah memiliki dasar hukum yang tak mengenal gender, budaya ini tak serta merta menghilang.

2. Pola asuh

Rumah dan orangtua merupakan gerbang pertama akan pentingnya kesadaran dan toleransi antar gender. Pola asuh orangtua yang masih melakukan bias gender dapat terlihat melalui adanya perbedaan tugas dan tanggung jawab bagi anak laki-laki dan perempuan.

Anak perempuan dipandang memegang tanggung jawab penuh akan tugas domestik, sedangkan anak laki-laki hanya diwajibkan untuk membantu mencari uang.

Pola asuh juga melahirkan konsep maskulinitas dan feminim pada kedua gender. Riset YouGov menemukan bahwa sifat kekuatan,ketegasan, dan kecerdasan merupakan sifat laki-laki. Sedangkan sifat perempuan dicerminkan melalui kepekaan, emosional, dan kasih sayang sehingga perempuan merasa tidak pantas untuk tampil tegas, cerdas, dan kuat.

3. Posisi perempuan dalam keluarga

Selain dibebankan oleh tugas domestik, perempuan juga dituntut untuk berperan lebih banyak, mulai dari melahirkan hingga mengurus anak. Norma ini pula yang pada akhirnya memandang bahwa perempuan tidak memerlukan pendidikan yang tinggi. Sebab, perempuan akan kembali ke ranah domestik alias rumah setelah menikah.

Lembaga inisiasi milik pemerintah Australia, Investing In Women melakukan pendataan terhadap peran perempuan dalam keluarga. Hasilnya, norma sosial mengakibatkan perempuan cenderung memandang rendah dirinya melalui anggapan bahwa perempuan hanyalah pencari nafkah sekunder.

4.Keseimbangan antara keluarga dan pekerjaan

Beberapa perempuan yang beruntung mendapatkan pendidikan dan pekerjaan layak, tak sepenuhnya lepas dari beban domestik. Riset YouGov menemukan bahwa 51 persen perempuan Indonesia memiliki status ibu sekaligus perempuan karier.

Waktu kerja yang kurang fleksibel, menciptakan dilema tersendiri bagi perempuan. Akibatnya, banyak perempuan memilih untuk keluar dari pekerjaannya setelah menikah dan memiliki anak.

International Labour Organization (ILO) juga menemukan bahwa perempuan bekerja cenderung kesulitan menemukan fasilitas penitipan anak dengan biaya terjangkau baik di dekat rumah maupun tempat kerja.

5. Pembatasan dalam perusahaan

Penelitian Workplace Gender Equality menemukan bahwa laki-laki masih mendominasi jabatan penting meski berada di lingkungan dengan dominasi perempuan

Di industri secara menyeluruh, jumlah representasi CEO perempuan berkisar di angka 17,1 persen pada 2018. Sementara posisi manajer mencapai angka 30,5 persen. Disamping itu, kurangnya fasilitas publik seperti ruang laktasi dan perbedaan gaji secara umum, turut menjadi bagian disriminasi secara tidak langsung bagi perempuan

Berdasarkan teks, kerjakanlah soal soal dibawah ini

Dibawah ini yang bukantermasuk penyebab sulitnya terealisasi kesetaraan gender adalah

a)

Budaya Patriarki

b)

Pola asuh

c)

Posisi perempuan dalam keluarga

d)

Budaya matriarki

5.

Seorang wanita bekerja di salah satu perusaan ternama di Ibukota, dan telah memiliki karir yang bagus. Namun tidak lama setelah pernikahannya, beliau dipaksa mundur dari pekerjaannya supaya fokus untuk mengurus rumah tangga.

Berdasarkan kasus tersebut, penyebab nya adalah...

a)

Budaya patriarki

b)

Pola asuh

c)

Posisi perempuan dalam keluarga

d)

Pembatasan dalam perusahaan

6.

Perempuan sering dituntut untuk berperan lebih banyak mulai dari melahirkan hingga mengurus anak hal tersebutlah yang membuat pemikiran bahwa perempuan tidak perlu pendidikan yang tinggi. 

Kasus diatas, merupakan salah satu penyebab sulitnya kesetaraan gender yaitu pada

a)

Pola asuh

b)

Budaya patriarki

c)

Keseinbangan antara keluarga dan pekerjaan

d)

Posisi perempuan dalam keluarga

7.

Lingkungan dengan dominasi perempuan tetapi tetap saja laki laki yang mendominasi jabatan penting di perusahaan tersebut, merupakan penyebab sulitnya merealisasikan kesetaraan gender yaitu pada...

a)

Budaya patriarki

b)

Pola asuh

c)

Pembatasan dalam perusahaan

d)

Posisi perempuan dalam keluarga

8.

Beberapa perempuan yang memiliki pendidikan tinggi tidak serta merta bebas dari tugas rumah. Memiliki status ibu sekaligus perempuan karir, namun waktu kerja yang tidak fleksibel sering membuat perempuan dilema akhirnya Resign dari perusahaan tersebu

Hal diatas menunjukkan bahwa masih sulit tersealisasinya kesetaraan gender yaitu pada

a)

Budaya patriarki

b)

Keseimbangan antara keluarga dan pekerjaan

c)

Pembatasan dalam perusahaan

d)

Posisi perempuan dalam keluarga

9.

Penyebab sulitnya terealisasi kesetaraan gender dan pengertian nya yang benar sesuai teks diatas...

a)

Budaya Patriarki

b)

Pola asuh

c)

Posisi perempuan dalam keluarga

10.

Penyebab sulitnya terealisasi kesetaraan gender dengan contoh yang benar

a)

Seorang wanita memilih paksa mundur dari karir nya karena menikah

b)

Seorang wanita yang dilema karena menjadi ibu sekaligus wanita karir

c)

Seorang wanita yang pintar dan berpendidikan tinggi mengajukan diri menjadi manajer tetapi dikalahkan oleh laki laki walaupun laki laki tersebut tidak terlalu pintar