wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

SASTRA INDONESIA KELAS BAHASA

Total questions: 20

Worksheet time: 37mins

Name
Class
Date
1.

Bacalah dengan cermat kutipan berikut!

Setelah ia menghidupkan api cangklongnya ,orang tua itu meneruskan bicaranya, “Dengarlah nasihatku lagi. Nasihat orang tua yang banyak pengalama ini. Kawini gadis itu  lekas, jangan tunggu lama! Jangan biarkan angin jahat masuk seperti yang kau alami dulu.

“ Memang demikian rencanaku, Pak. “kata anak muda itu.

“ Bagus,bagus. Tapi nasihatku dalam hal ini, jangan kau yang meminang dia ke orang tuanya. Biarkan orang tuanya yang datang  menyampaikan pinangan padamu.”

“ Keluarganya memang sudah datang  kepadaku, Pak,” kata anak muda itu pula.

Orang tua itu bergetar bagai tersengat listrik. Wajahnya merah padam Ia merasa seolah-olah dilampaui begitu saja. Tak percaya ia, kalau Hasibuan akan memutuskan sendiri perkawinan itu, tanmpa berunding dengan dia , tanpa minta nasihatnya. Ia mencoba menguasai diri , lalu berkata “ Tapi aku percaya kau cukup bijaksana bukan ?”

“ Ya, Perkawinan akan dilaksanakan minggu depan.“ Hasibuan berkata tanpa melihat wajah orang tua itu yang pucat pasi , dan badannya gemetar . “Apa nasihat Bapak dalam hal ini?” Wajah orang tua berubah jadi biru. Ia banting pintu kamarnya dari dalam.

                                                                                 Nasihat- Nasihat , Ali Akbar Navis

 Nilai moral yang terkandung dalam kutipan cerpen tersebut adalah ...

a)

Kita  harus  menghargai  nasihat  orang-orang  yang  lebih  tua.

b)

Kita  tidak perlu  mendengarkan nasihat   orang  yang lebih  tua.

c)

Kita  harus  mengabaikan  semua  nasihat  orang yang lebih  tua.

d)

Kita harus selalu menceritakan semua persoalan kepada orang tua.

e)

Kita tidak  perlu  meminta  nasihat  kepada  orang  yang  lebih tua.

2.

Bacalah penggalan  teks berikut dengan cermat!

“Ibu mengenal anak itu?” tanya seorang pengunjung padanya. “Dia baru dilatih. Dulu Galang, kakaknya, juga begitu. Masih takut! Tapi lama-kelamaan, akhirnya jago juga seperti bapaknya,” lanjutnya tanpa menyadari jika dia sedang berhadapan dengan ibu dari anak yang sedang dieksploitasi itu.

“Cukup, Pak! Cukup!” teriak Ainun seperti orang gila.

Dia yakin, telah terjadi sesuatu pada Aimah yang sedang dibonceng dengan tubuh yang diikatkan sarung, menyatu dengan tubuh bapaknya. Di belakang Aimah, Galang berdiri sambil berpegang di pundak bapaknya. Sesekali melambaikan tangan untuk pengunjung. Tentu saja dengan motor yang tetap pawai, melengket di dinding tong bagai reptil.

Galang melihat sosok ibunya berteriak-teriak memanggil Aimah di antara mesin motor yang menderu. Galang langsung membisiki bapaknya. Selintas dia melihat wajah suaminya seperti pencuri yang ketangkap basah dengan barang bukti di tangan. Mungkin merasa bersalah, dia menurunkan motornya ke dasar tong.

Ainun berlari menuruni panggung tong. Tapi saat tiba di pintu tong yang telah terbuka, dia mendapatkan suaminya, panik, mengguncang tubuh Aimah.

“Mengapa dengan Aimah, Pak?”

Suaminya tak pernah menyangka jika akan terjadi sesuatu pada diri Aimah. Tubuh kecil itu tetap kaku. Dingin. Ainun yang menyaksikannya ikut beku. Sayangnya, saat dia siuman, dia tak bisa membawa Aimah pulang. Allah telah duluan membawa Aimah pulang.

 

Unsur ekstrinsik yang ditonjolkan oleh pengarang dalam penggalan cerpen di atas adalah…

a)

Perasaan seorang ibu yang penuh kasih sayang tida batas terhadap semua anak-anaknya walaupun terasa sakit baginya.

b)

Pekerjaan sebagai pengendara motor di tong maut adalah pekerjaan yang sangat berbahaya bahkan bisa merenggut maut.

c)

Ketika kematian datang, manusia tak bisa berbuat apa-apa kecuali hanya meratapi apa yang telah diperbuatnya.

d)

Kemiskinan seringkali membuat orang tua tega mengeksploitasi anak-anaknya yang masih di bawah umur.

e)

Di masyarakat kita banyak suami yang tidak jujur pada istrinya terutama berkaitan dengan hatinya.

3.

Bacalah kutipan novel berikut!

Ketika   engkau   layangkan   pandanganmu   kepada   sosok   lelaki   ini   maka engkau akan merasa senang dan simpati kepadanya. Jiwanya adalah jiwa tentara.  Aku meliha  lelaki ini pertama kalinya pada awal tahun  1414 H. di garis belakang  sedang berkumpul bersama mujahidin di fron  Syarisya. Di fron  itulah terbunuh  seorang  singa Allah Abu Tsabi  Al Mishri – bukan Abu Tsabi  Al Muhajir   Al  Mishri  -. Ketika itu  aku berjumpa beliau dan beliau tidak bisa berbahasa Arab  sedikitpun  ??  akan  tetapi  aku  melihat    di  wajahnya  pancaran  semangat  untuk  menolong  saudara-saudaranya Bosnia. Beliau   berada  di fron  itu  atas  kepemimpinan Al Gonaim. Beliau belajar disana, tadrib disana dan makan di sana.  Beliau mengirimkan makanan ke garis depan kepada mujahidin. Melihat  beliau ketika berada di fron  itu menimbulkan kesenangan dua hal. Yang pertama bahwa  makanan telah beliau  sajikan  dan yang kedua dapat  melihat  wajah beliau yang memancarkan ketaatan dan kita tidak mensucikan seseorang atas Allah.

 

Kisah Perjalanan Para Peminang Bidadari

Karya: Abu Abdullah As Syarqy

 

Kutipan novel di atas merupakan tahapan alur ....

a)

konflik

b)

eksposisi

c)

klimaks

d)

konklusi

e)

peleraian

4.

Berikut adalah ciri-ciri puisi lama

a)

Puisi lama bersifat anonim dan memiliki persajakan yang teratur

b)

Puisi lama menggunakan bahasa yang statis dan isinya tentang kehidupan

c)

Puisi lama sangat terikat oleh aturan dan istana sentris

d)

Tidak terikat oleh aturan dan disampaikan secara lisan

e)

Diwarnai dengan kata-kata indah.

5.

Cermati penggalan novel berikut!

 (1) Tak jauh dari sebelah timur, persia di belakang kami, adalah Mongolia yang tak tersentuh, mengandung marabahaya yang menerbitkan rayuan pertualangan. (2)Ingin rasanya mencoba-coba tantangan yang dihembuskan angin-angin lembabnya yang jahat, tidur di padang sabananya sambil menghalau serigala dengan kayu bakar, atau terhalusinasi hantu-hantu gurunnya yang berumur ribuan tahun.(3) Mongolia, sungguh menggoda. (4) Tapi nanti saja, karena kami harus menemui janji-janji kami. (5) Kami harus ke selatan, terus beringsut ke selatan, menyelesaikan apa yang kami ikrarkan di Paria.

Edensor, Andrea Hirata

Latar tempat yang terdapat dalam penggalan novel adalah ….

a)

(1) dan (2) 

b)

(2) dan (4)

c)

(3) dan (4)

d)

(3) dan (5)

e)

(4) dan (5)

6.

Cermati kalimat-kalimat berikut!

1.      Tapi karena cintaku hanya bercinta dengan angan masa mudaku saja.

2.      Aku memang pernah mencintai pria bernama Raihan.

3.      Sama seperti Chika, aku pun menolak Raihan. Bukan karena aku tak mencintainya.

4.      Tapi cintanya bukan untukku tapi untuk Chika, adikku.

5.      Saat Raihan tahu, cinta Chika bukan untuknya, dia beralih padaku.

6.      Seperti pelarian, Raihan mengejar cintaku.

7.      Ia temanku semasa sekolah di tingkat menengah.

8.      Seperti barang cadangan, Raihan mulai melihatku.

 

Urutan yang tepat agar kalimat-kalimat di atas menjadi paragraf karya sastra prosa dengan  urutan peristiwa adalah ...

a)

(1), (2), (3), (5), (4), (6), (8), dan (7)

b)

(1), (3), (2), (5), (4), (6), (8), dan (7)

c)

(2), (1), (3), (5), (4), (6), (8), dan (7)

d)

(2), (7), (4), (5), (6), (8), (3), dan (1)

e)

(1), (2), (3), (5), (4), (6), (8), dan (7)

7.

Menurut Zamannya Puisi di bedakan menjadi :

a)

Puisi lama

b)

Puisi baru

c)

Puisi Modern

d)

Puisi lama dan Puisi baru

e)

Puisi modern dan Puisi lama

8.

Berikut ini adalah jenis puisi baru, Kecuali...

a)

Balada, ode dan pantun

b)

Himne, gurindam dan Karmina

c)

Karmina, gurindam, dan Pantun

d)

Pantun, Elegi dan Eprigram

e)

Romansa, Ode dan Karmina

9.

Sastrawan pada angkatan Pujangga Baru ?

a)

Armijn Pane

b)

Chairil Anwar

c)

WS. Rendra

d)

Taufiq Ismail

e)

Dewi Lestari

10.

Berikut ini yang termasuk jenis prosa baru adalah..

a)

hikayat

b)

cerita berbingkai

c)

novel

d)

Kisah

e)

Dongeng

11.

Bacalah teks puisi di bawah ini dengan saksama!

MENDATANG-DATANG JUA

Mendatang-datang jua

Kenangan lama lampau

Menghilang muncul jua

Yang dulu sinau silau

 

Membayang rupa jua

Adi kanda lama lalu

Membuat hati jua

Layu lipu rindu-sendu

(A.M. Daeng Myala)

 

Berdasarkan ciri-ciri bentuk dan isinya teks puisi di atas dapat digolongkan ke dalam jenis ....

a)

distikon

b)

terzina

c)

quatrain

d)

quint

e)

sektet

12.

Bacalah penggalan sinopsis novel di bawah ini dengan saksama!

Akhirnya ibu Hanafi ingin menikahkan Hanafi dengan Rapiah. Rapiah adalah sepupu Hanafi, gadis Minangkabau sederhana yang berperangai halus, taat pada tradisi dan adat sukunya. Ibu Hanafi ingin menikahkan Hanafi dengan Rapiah yaitu untuk membalas budi pada ayah Rapiah yaitu Sutan Batuah yang telah membantu membiayai sekolah Hanafi. Tapi Hanafi awalnya tidak mau karena cintanya hanya untuk Corrie saja. Tapi akhirnya dengan bujukan ibunya walaupun terpaksa ia menikah juga dengan Rapiah. Karena Rapiah tidak Hanafi cintai keberadaan Rapiah pun di rumah hanya diperlakukan seperti babu, mungkin Hanafi juga menganggap bahwa Rapiah itu seperti tidak ada apabila banyak temannya orang Belanda yang datang ke rumahnya. Hanafi dan Rapiah dikarunia seorang anak laki-laki yaitu Syafei.

 

Argumentasi yang tepat bahwa novel tersebut termasuk angkatan Balai Pustaka adalah ...

a)

Tokoh-tokoh dalam novel tersebut memiliki kecenderungan untuk menolak adat.

b)

Memiliki nilai moral yang sangat baik untuk dijadikan pegangan hidup.

c)

Novel tersebut dilatarbelakangi dengan adanya budaya kawin paksa.

d)

Mempergunakan bahasa Indonesia yang baik dan mudah dipahami maknanya.

e)

Terdapat banyak sekali kata-kata bermakna kias yang sulit diprediksi maknanya.

13.

Bacalah pernyataan-pernyataan di bawah ini dengan saksama!

a)      Menikahkan anak secara paksa (jodoh dipilihkan orang tua).

b)      Harta merupakan pertimbangan dalam menjodohkan anak.

c)      Poligami (laki-laki dengan istri lebih dari satu).

d)      Budaya makan keluarga selalu dilakukan bersama-sama (lengkap; ayah, ibu, dan anak). Jika ada sesuatu hal yang di luar kebiasaan terjadi, maka anak diperbolehkan makan terlebih dahulu. Sementara istri harus tetap mengunggu suaminya.

e)      Anak harus menurut perintah ibunya.

 

Identifikasi genre sastra yang tepat berdasarkan pernyataan-pernyataan di atas adalah ...

a)

Karya sastra tersebut menunjukkan karakteristik prosa angkatan Pujangga Baru yang dipelopori oleh Sutan Takdir Alisjahbana.

b)

Karya sastra prosa yang berkarakter sesui pernyataan di atas merupakan karya sastra prosa fiksi angkatan zaman Jepang.

c)

Pernyataan tersebut menunjukkan karakteristik karya sastra prosa angkatan Balai Pustaka (tahun 20-an sampai dengan tahun 30-an)

d)

  Pernyatan tersebut mencirikan hasil karya sastra prosa yang sering diterbitkan pada masa sesudah Indonesia merdeka.

e)

Sebagian dari pernyataan tersebut menunjukkan adanya konflik budaya yang terjadi pada masa Kemerdekaan.

14.

Cermati penggalan hikayat berikut!

Tersebutlah perkataan seorang raja yang bernama Indera Bungsu dari Negeri Kobat Syahrial. Setelah beberapa lama di atas kerajaan, tiada juga beroleh putra. Maka pada suatu hari, ia pun menyuruh orang membaca kunut dan sedekah kepada fakir miskin. Hatta beberapa lamanya, Tuan Putri Sitti Kendi pun hamillah dan bersalin dua orang putera laki-laki.

Hikayat Indera Bangsawan

 

Perubahan bentuk hikayat tersebut menjadi bentuk cerpen yang tepat adalah…

a)

Kisah Indera Bungsu yang menarik. Lama ia tak berputra. Oleh karena itu disuruhnya orang-orang bersedekah dan berkunut bagi fakir miskin. Tidak lama kemudian Tuan Putri mengandung dan melahirkan dua orang anak.

b)

  Ini cerita Raja Indera Bungsu dari Negeri Kobat Syahrial. Lama Raja tak memiliki putra. Ia lalu memerintahkan bawahannya untuk membaca kunut dan bersedekah kepada fakir miskin. Tidak lama kemudian Tuan Petri mengandung dan melahirkan dua orang putra.

c)

Alkisah tentang Indera Bungsu dari Negeri Kobat Syahrial. Lama tak memiliki putra. Ia merintahkan membaca kunut dan bersedekah pada fakir miskin. Tak lama di kemudian hari Tuan Putri hamillah dan melahirkan dua orang putra.

d)

Konon kisah Indera Bungsu dari Negeri Kobat. Maka lama istri raja tak memiliki putra. Ia merintahkan bersedekah kepada fakir miskin. Tidak lama setelah itu, Tuan Petri mengandung dan melahirkan putra yang lalu diangkat sebagai putra mahkota.

e)

Indera Bungsu dari Negeri Kobat Syahrial, lama tak memiliki putra mahkota. Ia memerintahkan memberi sedekah kepada fakir miskin. Tak lama kemudian maka hamillah sang putri dan melahirkan dua orang putra.

15.

Bacalah dengan cermat kutipan berikut!

Lasi beku. Jagatnya limbung, berdengung, dan penuh bintang beterbangan. Kesadarannya melayang dan jungkir balik. "Katakan, ada kodok lompat!" ujar Mukri dalam napas megap-megap karena ada beban berat di gendongannya. "Jangan bilang apa pun kecuali ada kodok lompat," ulangnya.

Lasi ternganga tanpa sepotong suara pun keluar dari mulutnya. Bahkan Lasi hanya memutar tubuh dengan mulut tetap ternganga ketika Mukri menyerobot masuk dan menurunkan Darsa ke lincak bambu di ruang tengah. Darsa langsung rebah terkulai dan mengerang panjang. Dan tiba-tiba Lasi tersadar dari kebimbangannya. Lasi hendak menubruk suaminya tetapi Mukri menangkap pundaknya.

"Tenang, Las. Dan awas, jangan bilang apa-apa kecuali, ada kodok lompat!"

Wajah Lasi tergetar menjadi panggung tempat segala rasa naik pentas. Kedua bibirnya bergetar. Air mata cepat keluar. Cuping hidungnya bergerak-gerak cepat. Kedua tangannya mengayun ke sana kemari tanpa kendali. Tenggorokan rasa tersekat sehingga Lasi belum bisa berkata apa pun. Dan ketika Lasi benarbenar

sadar akan apa yang terjadi, tangisnya pecah.

"Innalillahi... ada-kodok-lompat?"

"Ya! Bukan apa-apa, sekadar kodok lompat," jawab Mukri dengan pembawaan tenang. Tetapi Lasi menjerit dan terkulai pingsan. Separuh badannya tersampir di balai-balai dan separuh lagi selonjor di tanah. Darsa kembali mengerang panjang.

Bekisar Merah

Karya: Ahmad Tohari

Nilai budaya pada penggalan novel tersebut adalah ...

a)

   Menahan segala macam derita sebagai bentuk penghormatan budaya setempat.

              

b)

Mengantarkan teman atau saudara yang sedang sakit pulang ke rumah istrinya.

c)

Membantu saudara dekat terutama keluarga harus menjadi prioritas utama

d)

Mengucapkan suatu bentuk ucapan tertentu untuk menghindari bahaya dan petaka.

e)

          Tidak boleh bersuara dan berteriak ketika seorang suami sedang sakit atau pingsan.

16.

Sebutkan dan jelaskan unsur-unsur intrinsik cerpen?

17.

Sebutkan jenis-jenis puisi lama

18.

Buatlah sebuah puisi sederhana sesuai dengan tema yang kamu miliki

19.

Bacalah Teks Cerita Sejarah di bawah ini , kemudian analisislah unsur 5 W + 1 H !

            (Skor : 60)

                                   

                                           Sejarah Bendera Merah Putih

 

Bendera Merah Putih berkibar untuk pertama kali dalam abad XX sebagai lambang kemerdekaan ialah di benua Eropa. Pada tahun 1922 Perhimpuna Indonesia mengibarkan benderah Merah Putih di negeri Belanda dengan kepala banteng di tengah-tengahnya. Tujuan Perhimpunan Indonesia adalah merdeka dan dijadikan semboyan yang juga digunakan untuk nama majalah yang ditrebitkan.

 

Pada tahun 1924 Perhimpunan Indonesia mengeluarkan buku peringatan 1908 – 1923 untuk memperingati usia perkumpulan itu selama 15 tahun di Eropa. Kulit buku peringatan itu bergambar bendera Merah Putih dan kepala banteng.

 

Pada tahun 1927 di kota Bandung lahirlah Partai Nasional Indonesia (PNI) yang juga mempunyai tujuan Indonesia merdeka. PNI mengibarkan bendera Merah Putih dengan kepala banteng.

 

Pada tanggal 28 Oktober 1928 berkibarlah untuk pertama kalinya bendera Merah Putih sebagai bendera kebangsaan yaitu dalam Kongres Indonesia Muda di Jakarta. Sejak itulah berkibarlah bendera kebangsaan Merah Putih di seluruh kepulauan Indonesia.  

20.

Perhatikan Penggalan cerpen berikut untuk soal

“Sebenarnya sangat banyak kejadian ibarat itu  yang terjadi kepadaku, sangat sering. Terkadang saya resah dengan orang-orang yang  tak peduli menutup aurat mereka. Sungguh , gotong royong apa arti jilbab bagi mereka ?

Di dalam kamajuan zaman yang kini banyak tertoreh noda hitam, hendaknya mengenakan jilbab jangan hanya digunakan sebagai penutup ,tatapi jadikanlah jilbab sebagai lambang kasucian dan kepribadian diri seseorang.

 

(Kutipan cerpen “ Apa Arti Jilbab Bagimu”karya : Lamia N S)

Nilai  religius pada kutipan cerpen di atas adalah ...