wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Manajemen Risiko Ketenagalistrikan

Total questions: 25

Worksheet time: 13mins

Name
Class
Date
1.
Apa definisi risiko menurut ISO 31000 : 2018?
a)

Dampak merugikan dari terjadinya masalah

b)

Dampak dari ketidakpastian terhadap sasaran

c)

Ketidakpastian (uncertainty) kuantitatif

d)
a, b dan c benar
2.

Pemicu risiko adalah :

a)

Human error dan Technical error

b)

Natural error dan Technical error

c)

Human error, Technical error dan Natural error

d)

Natural error dan Human error

3.

Komunikasi dan konsultasi dengan stakeholders dalam proses manajemen risiko adalah penerapan dari prinsip?

a)

Inklusif

b)

Disesuaikan

c)

Terintegrasi

d)

Dinamis

4.

Menurut Perdir PLN No 071/2021 yang disebut sebagai Pemilik Risiko adalah:

a)
Ketua Tim Manajemen Risiko
b)
Risk Officer
c)

Pemilik Sasaran

d)
Risk Champion
5.
Yang tidak termasuk dalam 3 lines of defence terhadap risiko pada organisasi adalah:
a)

Risk Champion

b)
Auditor
c)
Risk Adviser
d)

Risk Appetite

6.

Bahwa data base harus selalu dilengkapi, berintegritas dan tepat waktu, termasuk prinsip:

a)

Disesuaikan

b)

Integrasi

c)

Dinamis

d)

Informasi terbaik yang tersedia

7.

Hal yang tidak tepat mengenai ISO 31010 adalah :

a)

ISO 31010 merupakan standar turunan dari ISO 31000

b)

Teknik2 pada ISO 31010 wajib diterapkan bila hendak menerapkan ISO 31000

c)

ISO 31010 hanya memberikan pedoman sehingga proses asesmen risiko optimal

d)

Teknik2 pada ISO 31010 tersedia untuk setiap tahapan asesmen risiko

8.
Teknik asesmen yang sangat cocok digunakan pada proses identifikasi risiko antara lain :
a)

Brainstorming, Nominal Group Technique, Bow Tie Analysis

b)

Brainstorming, Nominal Group Teknik, Ishikawa Method

c)

Brainstorming, Nominal Group Technique, Ishikawa Method, Fault Tree Analysis

d)

Brainstorming, Delphi, FMEA, HAZOP

9.
Ishikawa method merupakan :
a)
Teknik untuk memperoleh pandangan dari stakeholder dan ahli
b)
Teknik untuk menentukan sumber, penyebab, dan pendorong risiko
c)
Teknik untuk memahami kemungkinan-kejadian dan dampak
d)
Teknik yang menghasilkan ukuran risiko
10.

Para peserta/narasumber diberikan pertanyaan yang sama, berulang beberapa ronde, sampai dirasa cukup untuk mengambil kesimpulan, adalah teknik

a)
Nominal Group Technique
b)
Survey
c)
Delphi
d)
Focus Group Discussion
11.
Peserta dipertemukan, pendapat dikumpulkan tanpa diskusi. Berikutnya diskusi untuk menyepakati daftar, kemudian voting yang terbaik dari daftar. Adalah teknik :
a)
Focus Group Discussion
b)
Delphi
c)
Survey
d)
Nominal Group Technique
12.
Teknik berikut ini menggunakan kata-kata pemandu (guidewords) :
a)

HAZOP dan SWIFT

b)

Brainstorming dan Cheklist

c)

Checklist dan BIA

d)

Scenario Analysis

13.

Teknik asesmen risiko yang umumnya diterapkan pada saat desain instalasi, mengurangi potensi modifikasi peralatan di masa depan adalah:

a)
Event Tree Analysis
b)
Markov Analysis
c)
SWIFT
d)
HAZOP
14.
Teknik visual yang merepresentasikan penyebab risiko, kontrol pencegahan dan kontrol pemulihan dampak adalah :
a)
Fault Tree Analysis
b)
Fishbone
c)
Cause/Consequence Analysis
d)
Bow Tie Analysis
15.

Teknik visual yang memanfaatkan simbol-simbol dan gerbang logika untuk mengidentifikasi penyebab risiko adalah:

a)
Decision Tree Analysis
b)
Fault Tree Analysis
c)
Risk Impact Analysis
d)
Event Tree Analysis
16.

Teknik untuk menganalisis dampak disrupsi dari risiko strategis terhadap keberlangsungan operasi dan merancang langkah-langkah recoverynya disebut :

a)
Structured What if Technique
b)
Bow Tie Analysis
c)
Failure Mode and Effect Analysis
d)
Business Impact Analysis
17.
Teknik-teknik yang dapat digunakan saat pemilihan opsi pengambilan keputusan antara lain :
a)
Fault Tree Analysis, Event Tree Analysis
b)
HACCP, LOPA
c)
Cost Benefit Analysis, Decision Tree Analysis
d)
Checklist, SWIFT
18.

Penentuan signifikansi dari tingkat risiko menggunakan suatu prinsip "yang telah dipraktikkan secara wajar" atau "reasonably practicable" disebut teknik :

a)
ALARP, LMFAO
b)
ALARA, TARP
c)
ALARP, SWIFT
d)
ALARP, SFAIRP
19.
Sebuah perlakuan risiko membutuhkan biaya implementasi Rp500.000.000,- dengan manfaat saving energi sebesar 200.000 kWh. Jika harga jual rata-rata Rp1.000,Rp/kWh, berapa benefit/cost ratio dan apakah layak?
a)
BC Ratio = 40% = Tidak Layak
b)
BC Ratio = 60% = Layak
c)
BC Ratio = 60% = Tidak Layak
d)
BC Ratio = 40% = Layak
20.

Pada pemrosesan deret data sampel sbb: 1,3,4,6,7,15, maka 5 adalah

a)
Mode
b)
Median
c)
Mean
d)
Interquartile Range
21.
Distribusi normal adalah sebaran sekelompok data yang digambarkan secara grafik, dengan asumsi normal. Asumsi normal yang dimaksud adalah di bawah ini, kecuali :
a)
Data kejadiannya kontinu
b)
Umumnya data minimal adalah 30
c)
Standar deviasinya minimal 1
d)
Mean, median dan modes berada di tengah
22.
Bila sebuah proyek investasi awalnya senilai 100 juta, umur proyek (life time) 4 tahun dan total kas keluar sebesar 200 juta. Total kas masuk diproyeksikan 300 juta. Maka ROI proyek tersebut adalah :
a)

2

b)

1

c)

0.5

d)

2/3

23.

Tingkat risiko yang dipetakan pada matriks selera risiko (heat map) adalah :

a)
Risiko Prioritas
b)
Risiko Residu
c)
Risiko Inheren
d)
Risiko Target
24.
Tingkat risiko target adalah tingkat risiko yang :
a)

Diharapkan pada awal penyusunan anggaran tahun depan

b)

Diharapkan setelah dilakukan perlakuan risiko

c)

Masih tersisa setelah dilakukan uji efektivitas kontrol eksisting

d)
a,b,c benar
25.
Mean yang digunakan jika angka-angka dalam deret data memiliki bobot disebut:
a)
Arithmetic mean:
b)
Geometric mean
c)
Weighted mean
d)
Harmonic mean