NEW
Font size
WorksheetsDesinta Prihatini, S.Pd.
Total questions: 10
Worksheet time: 20mins
Cermati kutipan puisi berikut!
Kuburlah Dalam-Dalam
….
Pada bukit-bukit yang tengah diruntuhkan aku membaca
Betapa sakit sesuatu yang direnggut dari tempat berada
Seperti sakitnya perut bumi yang digerogoti tanpa henti
….
Dikutip dari : Acep Zamzam Noor, “Kuburlah Dalam-Dalam”
Makna kata digerogoti pada kutipan puisi tersebut adalah
diolah
dikelola
dikeruk
diambil
diperbarui
Cermatilah kedua kutipan berikut dengan saksama!
Kutipan hikayat (1)
Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya. Setelah beberapa lamanya, mereka belajar pula ilmu senjata, ilmu hikmat, dan isyarat tipu peperangan. Maka baginda pun bimbanglah, tidak tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah.
Jikalau baginda pun mencari muslihat; ia menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda yang berkata kepadanya: barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri.
Kutipan cerpen (2)
“Memang ngapain sih Mas, ke Madura segala? Lama lagi!”
“Diajak survei sama salah satu profesor dan kontraktor, untuk perencanaan bangunan besar di
sana, Dik Manis! Sekalian penelitian skripsi Mas.”
"Ah, soal bangunan dan penelitian skripsi. Lalu kenapa Mas Gagah bisa berubah jadi aneh gara-gara hal tersebut?" Pikirku waktu itu.
“Mas ketemu kiai hebat di Madura,” cerita Mas Gagah antusias. “Namanya Kiai Ghufron! Subhanallah, orangnya sangat bersahaja, santri-santrinya luar biasa! Di sana Mas memakai waktu luang Mas untuk mengaji pada beliau. Dan tiba-tiba dunia jadi lebih benderang!” Tambahnya penuh semangat. “Nanti kapan-kapan kita kesanaya, Git."
Pernyataan berikut yang sesuai dengan penggalan hikayat dan cerpen di atas adalah….
Kedua kutipan di atas menggunakan konjungsi di awal kalimat.
Kedua kutipan di atas tidak menggunakan konjungsi di awal kalimat.
Kedua kutipan di atas menggunakan konjungsi di awal dan akhir kalimat.
Kutipan 1 menggunakan konjungsi di awal kalimat sedangkan kutipan 2 tidak menggunakan konjungsi di awal kalimat.
Kutipan 1 menggunakan konjungsi diakhir kalimat sedangkan kutipan 2 menggunakan konjungsi di awal dan akhir kalimat.
Cermatilah kedua kutipan berikut dengan saksama!
Kutipan hikayat (1)
Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya. Setelah beberapa lamanya, mereka belajar pula ilmu senjata, ilmu hikmat, dan isyarat tipu peperangan. Maka baginda pun bimbanglah, tidak tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah.
Jikalau baginda pun mencari muslihat; ia menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda yang berkata kepadanya: barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri.
Kutipan cerpen (2)
“Memang ngapain sih Mas, ke Madura segala? Lama lagi!”
“Diajak survei sama salah satu profesor dan kontraktor, untuk perencanaan bangunan besar di
sana, Dik Manis! Sekalian penelitian skripsi Mas.”
"Ah, soal bangunan dan penelitian skripsi. Lalu kenapa Mas Gagah bisa berubah jadi aneh gara-gara hal tersebut?" Pikirku waktu itu.
“Mas ketemu kiai hebat di Madura,” cerita Mas Gagah antusias. “Namanya Kiai Ghufron! Subhanallah, orangnya sangat bersahaja, santri-santrinya luar biasa! Di sana Mas memakai waktu luang Mas untuk mengaji pada beliau. Dan tiba-tiba dunia jadi lebih benderang!” Tambahnya penuh semangat. “Nanti kapan-kapan kita kesanaya, Git."
Persamaan kedua penggalan di atas dilihat dari temanya adalah….
Pendidikan
Petualangan
Kekuasaan
Pengabdian
Keadilan
Cermatilah kedua kutipan berikut dengan saksama!
Kutipan cerpen
Entah darimana asalnya, tiada seorang warga pun yang tahu. Tiba- tiba saja datang ke kampung kami dengan pakaian tampak lusuh. Kami sempat menganggap dia adalah pengemis yang diutus kitab suci. Dia bertubuh jangkung tetapi terkesan membungkuk, barangkali karena usia. Peci melingkar di kepala. Jenggot lebat mengitari wajah. Tanpa mengenakan kacamata, membuat matanya yang hampa terlihat lebih suram, dia menawarkan pijatan dari rumah ke rumah. Kami melihat mata yang bagai selalu ingin
memejam, hanya selapis putih yang terlihat.
Kami pun penasaran ingin merasakan pijatannya. Maklum, tak ada tukang pijat di kampung kami, apalagi yang keliling. Biasanya kami saling pijat-memijat dengan istri di rumah masing-masing, itu pun hanya sekadarnya. Kami harus menuju ke dukun pijat di kampung sebelah bila ingin merasakan pijatan yang sungguh-sungguh atau mengurut tangan kaki kami yang terkilir.
Kutipan hikayat
Maka Si Miskin itupun sampailah ke penghadapan itu. Setelah dilihat oleh orang banyak, Si Miskin laki bini dengan rupa kainnya seperti dimamah anjing rupanya. Maka orang banyak itupun ramailah ia tertawa seraya mengambil kayu dan batu.
Pendeskripsian tokoh pada kedua kutipan di atas menunjukkan kalau tokoh tersebut adalah seseorang yang berasal dari….
Kaum bangsawan
Kerabat kerajaan
Orang kebanyakan
Orang miskin
Kaum terpelajar
Cermatilah kedua kutipan berikut dengan saksama!
Kutipan cerpen
Entah darimana asalnya, tiada seorang warga pun yang tahu. Tiba- tiba saja datang ke kampung kami dengan pakaian tampak lusuh. Kami sempat menganggap dia adalah pengemis yang diutus kitab suci. Dia bertubuh jangkung tetapi terkesan membungkuk, barangkali karena usia. Peci melingkar di kepala. Jenggot lebat mengitari wajah. Tanpa mengenakan kacamata, membuat matanya yang hampa terlihat lebih suram, dia menawarkan pijatan dari rumah ke rumah. Kami melihat mata yang bagai selalu ingin
memejam, hanya selapis putih yang terlihat.
Kami pun penasaran ingin merasakan pijatannya. Maklum, tak ada tukang pijat di kampung kami, apalagi yang keliling. Biasanya kami saling pijat-memijat dengan istri di rumah masing-masing, itu pun hanya sekadarnya. Kami harus menuju ke dukun pijat di kampung sebelah bila ingin merasakan pijatan yang sungguh-sungguh atau mengurut tangan kaki kami yang terkilir.
Kutipan hikayat
Maka Si Miskin itupun sampailah ke penghadapan itu. Setelah dilihat oleh orang banyak, Si Miskin laki bini dengan rupa kainnya seperti dimamah anjing rupanya. Maka orang banyak itupun ramailah ia tertawa seraya mengambil kayu dan batu.
Nilai yang mendominasi pada kedua kutipan tersebut adalah nilai….
Agama
Sosial
Pendidikan
Budaya
Estetika
Cermatilah kutipan hikayat berikut dengan saksama!
Kutipan hikayat
Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Puteri Kemala Sari sebagai upeti. Kalau tiada demikian, negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. Hatta berapa lamanya Puteri Kemala Sari pun sakit mata, terlalu sangat. (Hikayat Indera Sri Bangsawan)
Pada kutipan hikayat di atas dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahasanya adalah....
Menggunakan banyak majas
Menggunakan kata penghubung di awal kalimat
Menggunakan bahasa yang digunakan sehari-hari
Menggunakan kata arkais di setiap kalimat
Menggunakan kata penghubung di awal kalimat dan kata kalimat
Bacalah kutipan di bawah ini!
Sebermula ada sebulan selangnya, maka pada suatu hari raja semayam di balairung dihadap oleh segala menteri hulubalang dan rakyat sekalian. Maka barang siapa bercakap mengobati raja itu; jikalau sembuh penyakitnya, diambil raja akan menantu. (Hikayat Patani)
Karakteristik yang menggambarkan bahwa naskah tersebut karya sastra melayu klasik adalah….
Istana sentris dan kesaktian
Istana sentris dan struktur kalimat
Struktur kalimat rancu dan kemustahilan
Kemustahilan dan tokohnya binatang
Tokohnya binatang dan kesaktian seseorang
Bacalah kutipan di bawah ini!
Sebermula ada sebulan selangnya, maka pada suatu hari raja semayam di balairung dihadap oleh segala menteri hulubalang dan rakyat sekalian. Maka barang siapa bercakap mengobati raja itu; jikalau sembuh penyakitnya, diambil raja akan menantu. (Hikayat Patani)
Isi cerita yang diungkapkan dalam kutipan tersebut adalah….
Di balairung raja berjanji akan mengambil menantu bagi yang dapat menyembuhkan penyakitnya.
Siapa pun yang mengobati raja di balairung akan diambil menantu di hadapan menteri dan hulubalang.
Raja yang bersemayam karena sakit, membuat janji kepada menantunya.
Para menteri dan hulubalang menghadap raja di balairung sambil mengobati raja.
Rasa sakit raja ketika bersemayam di balairung.
Perhatikan paragraf berikut dengan saksama!
Pada zaman dahulu, ini hikayat orang dahulu kala. Diceritakan orang yang empunya cerita ini kisah pelanduk jenaka dan bijaksana pandai ia berbuat dusta segala binatang di dalam hutan rimba belantara. Demikianlah bunyinya, sekali peristiwa ada seekor pelanduk, maka ia duduk kepada suatu rimba hampir dengan Gunung Indrakila namanya disebut orang dan padang itupun luasnya. Maka, banyaklah pada tempat itu segala binatang marga satwa sekaliannya berhimpun di sana.
Di mana latar tempat dari hikayat tersebut....
hutan tropis
kebun bunga
padang rumput
Gunung Indrakila
hutan rimba
Bacalah kutipan hikayat berikut!
Sebermula ada saudagar di negara Ajam. Khojam Mubarok namanya, terlalu amat kaya, akan tetapi ia tiada beranak. Tak seberapa lama setelah ia berdoa kepada Tuhan, maka saudagar Mubarok pun beranaklah seorang anak laki-laki yang diberi nama Khojan Maimun.
Sebermula termasuk kata arkais yang artinya....
pada mulanya
lalu
dahulu kala
maka
pada akhirnya
