wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

PUISI # 1

Total questions: 10

Worksheet time: 5mins

Name
Class
Date
1.

Gadis Peminta-Minta

Karya Toto S Bachtiar

 

Setiap kita bertemu, gadis kecil berkaleng kecil Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka Tengadah padaku, pada bulan merah jambu

Tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa Ingin aku ikut, gadis kecil berkaleng kecil Pulang kebawah jembatan yang melulur sosok Hidup dari kehidupan angan-angan yang gemerlapan Gembira dari kemayaan riang Duniamu yang lebih tinggi dari menara katedral Melintas-lintas di atas air kotor, tapi begitu yang kau hafal Jiwa begitu murni, terlalu murni Untuk bias membagi dukaku

Kalau kau mati, gadis kecil berkaleng kecil Bulan di atas itu, tak ada yang punya Dan kotaku, ah kotaku Hidupnya tak punya lagi tanda.

 

1955

Tuhan, Kita Begitu Dekat

Karya Abdul Hadi W. M

 

Tuhan,

Kita begitu dekat

Sebagai api dengan panas

Aku panas dalam apimu

Tuhan,

Kita begitu dekat

Seperti kain dengan kapas

Aku kapas dalam kainmu

Tuhan,

Kita begitu dekat

Seperti angin dan arahnya

Kita begitu dekat

Dalam gelap

Kini aku nyala

Dalam lampu padammu

 

1976

  Tema yang sesuai untuk dua puisi di atas ialah …

a)

Puisi 1 kemanusiaan; puisi 2 ketuhanan

b)

Puisi 1 kritik sosial; puisi 2 kemanusiaan

c)

Puisi 1 ketuhanan; puisi 2 keindahan alam

d)

Puisi 1 patriotisme; puisi 2 kemanusiaan

e)

Puisi 1 kritik sosial; puisi 2 ketuhanan

2.

Gadis Peminta-Minta

Karya Toto S Bachtiar

 

Setiap kita bertemu, gadis kecil berkaleng kecil Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka Tengadah padaku, pada bulan merah jambu

Tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa Ingin aku ikut, gadis kecil berkaleng kecil Pulang kebawah jembatan yang melulur sosok Hidup dari kehidupan angan-angan yang gemerlapan Gembira dari kemayaan riang Duniamu yang lebih tinggi dari menara katedral Melintas-lintas di atas air kotor, tapi begitu yang kau hafal Jiwa begitu murni, terlalu murni Untuk bias membagi dukaku

Kalau kau mati, gadis kecil berkaleng kecil Bulan di atas itu, tak ada yang punya Dan kotaku, ah kotaku Hidupnya tak punya lagi tanda.

 

1955

Suasana yang tergambar melalui puisi di atas adalah …

a)

Sedih

b)

Bahagia

c)

Iba

d)

Marah

e)

Gelisah

3.

Unsur puisi yang dominan pada puisi tersebut ialah …

a)

Tema

b)

Nada

c)

Suasana

d)

Tipografi

e)

Enjabemen

4.

Gadis Peminta-Minta

Karya Toto S Bachtiar

 

Setiap kita bertemu, gadis kecil berkaleng kecil Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka Tengadah padaku, pada bulan merah jambu

Tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa Ingin aku ikut, gadis kecil berkaleng kecil Pulang kebawah jembatan yang melulur sosok Hidup dari kehidupan angan-angan yang gemerlapan Gembira dari kemayaan riang

……..

 

Makna larik “Tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa” pada puisi di atas adalah ..

a)

Kota yang seperti tak berpenghuni

b)

Hilangnya kenyamanan kota

c)

Kota yang ditinggalkan orang karena banyak gadis peminta-minta

d)

Kota yang menghilang tanpa penghuni

e)

Hilangnya kepedulian manusia pada sesama

 

5.

Tuhan, Kita Begitu Dekat

Karya Abdul Hadi W. M

 

Tuhan,

Kita begitu dekat

Sebagai api dengan panas

Aku panas dalam apimu

Tuhan,

Kita begitu dekat

Seperti kain dengan kapas

Aku kapas dalam kainmu

Tuhan,

Kita begitu dekat

Seperti angin dan arahnya

Kita begitu dekat

Dalam gelap

Kini aku nyala

Dalam lampu padammu

 (1976)

Majas yang dominan pada puisi tersebut adalah...

a)

hiperbola dan personifikasi

b)

hiperbola dan metafora

c)

metafora dan personifikasi

d)

metafora dan simile

e)

simile dan hiperbola

6.

Bacalah dengan cermat kalimat-kalimat bermajas berikut ini!

(1)   Dengarkan angin mengusir batang-batang padi

(2)   Sebelum matahari terbenam

(3)   Dengarkan senandung di balik jendela

(4)   Sebelum keadaan sepi

(5)   Rumah kecil, bukalah pintu pagarmu

Berikut ini baris puisi yang bermajas sama ditunjukkan oleh nomor …

a)

1 dan 2

b)

1 dan 3

c)

1 dan 4

d)

1 dan 5

e)

2 dan 4

7.

Pada Suatu Hari Nanti

Karya Sapardi Djoko Damono

 

Pada suatu hari nanti,

Jasadku tak aka nada lagi,

Tapi dalam bait-bait sajak ini,

Kau tak akan kurelakan sendiri.

 

Pada suatu hari nanti,

Suaraku tak terdengar lagi,

Tapi di antara larik-larik sajak ini,

Kau akan tetap kusiasati.

 

Pada suatu hari nanti,

Impianku pun tak dikenal lagi,

Namun di sela-sela huruf sajak ini,

Kau tak akan letih-letihnya kucari.

Amanat yang ingin disampaikan penyair pada puisi tersebut ialah …

a)

Manusia sebaiknya melakukan usaha yang terbaik dalam hidup agar tidak menyesal kemudian hari.

b)

Manusia baiknya tidak menyimpan kemarahan dan dendam pada seseorang sebelum dirinya meninggal.

c)

  Beribadahlah sebab kita tidak tahu kapan tepatnya dan bagaimana caranya ajal akan menjemput.

d)

  Berkaryalah sebab seseorang akan tetap hidup lewat karyanya meskipun telah meninggalkan dunia.

e)

Manusia seharusnya menggunakan waktu sebaik-baiknya selama masih hidup di dunia.

8.

Pemandangan Senjakala

Karya WS Rendra

 

….

Kelelawar-kelelawar raksasa datang dari langit kelabu tua

Bau mesiu di udara, Bau mayat. Bau kotoran kuda

….

 

 Citraan/imaji yang muncul pada baris puisi di atas adalah …

a)

Pendengaran dan Penglihatan

b)

Penglihatan dan penciuman

c)

Pengecapan dan Penglihatan

d)

Penglihatan dan Perabaan

e)

Perasaan dan Penciuman

9.

Di Tengah Jalan

Karya Leon Agusta

 

…..

Sayup-sayup terdengar suara kereta penghabisan

Gerbang-gerbang dikosongkan tinggal muatan kematian

Di tengah jalan terdengar lolongan bersahutan

…..

 Citraan/imaji yang dominan pada baris puisi di atas adalah …

a)

Pendengaran

b)

Penglihatan

c)

Pengecapan

d)

Gerak

e)

Perasaan

10.

SAJAK SUARA

Karya Widji Thukul

 

sesungguhnya suara itu tak bisa diredam

mulut bisa dibungkam

namun siapa mampu menghentikan nyanyian bimbang

dan pertanyaan-pertanyaan dari lidah jiwaku

suara-suara itu tak bisa dipenjarakan

di sana bersemayam kemerdekaan

apabila engkau memaksa diamaku

siapkan untukmu: pemberontakan!

sesungguhnya suara itu bukan perampok

yang ingin merayah hartamu

ia ingin bicara

mengapa kau kokang senjata

dan gemetar ketika suara-suara itu

menuntut keadilan?

………

 

 Kata Engkau/Kau yang dimaksud oleh penyair pada puisi di atas merujuk kepada …

a)

Kekasih yang meninggalkan

b)

Kawan yang berkhianat

c)

Pemimpin yang tidak mau dikritik

d)

  Pejuang kemerdekaan di masa lalu

e)

  Diri penyair sendiri