NEW
Font size
WorksheetsManajemen Perkreditan
Total questions: 20
Worksheet time: 10mins
Yang tidak termasuk dalam risiko kredit adalah
Terkonsentrasinya penyaluran kredit pada sektor tertentu
Kenaikan suku bunga
Risiko kurs
Penetapan bunga fixed flat
Berakhirnya penetapan bunga fixed rate dan masuk ke bunga floating khusus kredit KPR
Risiko kredit mengandung komponen probability of default, exposure default dan recovery rate, namun bank memperhatikan risiko risiko lainnya antara lain, kecuali
Risiko Inflasi
Risiko Supplier
Risiko Politik
Risiko Persaingan
Risiko ketidakpastian
Leson Learned dari permasalahan Signature Bank dan Silvergate Bank dalam pembiayaan kredit terkonsentrasi pada
Startup Industry
Crypto Industry
Wholesale Banking
Construction Lending
Property
Bank Pembangunan Daerah (BPD) penyaluran kreditnya didominasi kepada konsumer khususnya ASN, manakah pernyataan yang terbaik sebagai bankers dalam menyikapi kondisi tersebut
Tetap menyalurkan kredit ke konsumer kepada ASN dan atau pegawai PPPK karena menjadi kekuatan dari BPD
Menyalurkan kepada kredit konstruksi yang saat ini sedang berkembang
Mulai diversifikasi penyaluran kredit ke sektor-sektor lainnya khususnya kepada pemain dominan, namun tetap memperhatikan kondisi kualitas kredit perbankan pada sektor tersebut agar tidak terkonsentrasinya penyaluran kredit
Diversifikasi penyaluran kredit ke sektor pertambangan dan penyediaan Makanan dan minuman karena tingkat kredit bermasalahnya (NPL) kecil
Mulai menggarap penyaluran Sektor Industri Pengolahan karena potensi nya di Provinsi Jawa Tengah masih tinggi
Credit Risk Assessment melibatkan memperkirakan kemungkinan kerugian akibat kegagalan peminjam untuk membayar kembali pinjaman atau utang, yang termasuk kedalam element penilaian Credit Risk Asessment adalah
Monitoring Principles
Four Eye's Principle
Evaluasi Debitur (5C & 7P model)
Compliance Principles
One obligor Principles
Dalam prinsip pemberian kredit (5 C principle), Prinsip mana yang menilai kinerja keuangan calon debitur:
Capital
Capacity
Collateral
Condition of Economy
Character
Character calon debitur dapat dilihat dari adalah
Memiliki karyawan yang banyak
Memiliki Watak, Itikad baik, kejujuran dan komitmen yang tinggi
Memiliki banyak Usaha
Banyak Bank dan Lembaga Keuangan yang memberikan pinjaman
Memiliki jaminan yang bernilai tinggi
Dalam menganalisa calon debitur, terdapat 8 langkah yang harus ditempuh oleh petugas kredit, dimana Langkah ke 4 adalah:
Pre Screening
Collecting Data
Analisa Laporan Keuangan
Proyeksi Keuangan
Analisa Risiko
Yang termasuk dalam analisa kuantitatif dalam Aspek Analisa kredit adalah
Capacity dan Capital
Collateral dan Condition of Economy
Capacity dan Condition of Economy
Character dan Capacity
Capital dan Collateral
Sumber informasi yang tepat untuk melakukan verifikasi data calon debitur kontraktor untuk pembelian alat berat Komatsu Escavator PC-200 yang disampaikan debitur, kecuali:
Buyer
User / pengguna
Bowheer / Asosiasi REI
Dealer / showroom Yamaha
Internet
Mengapa laporan keuangan penting bagi kreditur, pilih alasan yang tidak tepat
Sebagai syarat formal dalam menganalisa kebutuhan kredit
Menilai kinerja bisnis perusahaan & kesuksesannya.
Menilai Risiko & Peluang untuk pemberi pinjaman
Mendapatkan wawasan tentang kekuatan dan kelemahan
sebagai ukuran seberapa baik manajemen mengelola usahanya
Neraca merupakan salah satu laporan keuagan yang menentukan posisi tanggal laporan dimana antara aktiva dan pasiva harus seimbang, mana pernyataan yang tepat tentang neraca
Asset = Hutang
Asset = Aktiva -Equity
Aktiva = Current liabilities + equity
Pasiva = Kewajiban + Equity
Pasiva = Asset + Equity
Mana yang termasuk rasio likuiditas, kecuali
Quick Ratio
Cash Ratio
Current Ratio
Net Working Capital
Debt Service Coverage
Jika dari hasil verifikasi mendapatkan data sbb : kas 400.000,- hutang jangka pendek 300.000,- ,piutang 500.000,-, hutang dagang 200.000,- persediaan 600.000,-, hutang jangka panjang 1.000.000, Laba ditahan 200.000,- laba berjalan 100.000, rumah 300.000,-, maka Net Working Capital (NWC) adalah
400
1.000
100
1.300
0
Jika dari hasil verifikasi mendapatkan data sbb : kas 400.000,- hutang jangka pendek 300.000,- ,piutang 500.000,-, hutang dagang 200.000,- persediaan 600.000,-, hutang jangka panjang 1.000.000, Laba ditahan 200.000,- laba berjalan 100.000, rumah 300.000,-, diketahui pula %ROA=%EAT, HPP = 80% maka Current Ratio adalah adalah
3 kali
1 kali
1,5 kali
2 kali
3,2 kali
Jika ada permohonan debitur CV dibidang jasa konstruksi yang datang kepada anda dengan dokumen SPK (clean) senilai Rp.300 juta dimana diketahui pajak PPN 11%, laba 15%, Uang Muka Termijn 20%, dimana ketentuan pembiayaan maksimum adalah 40% setelah dikurangi termijn dan operasional, maka kredit yang dapat diberikan kepada debitur tersebut maksimal dengan nilai ?
64.800.000
100.000.000
210.000.000
240.000.000
162.000.000
Jika dari hasil verifikasi mendapatkan data sbb : kas 400.000,- hutang jangka pendek 300.000,- ,piutang 500.000,-, hutang dagang 200.000,- persediaan 600.000,-, hutang jangka panjang 200.000, modal 200.000, Laba ditahan 400.000,- laba berjalan 700.000, rumah 300.000,-, diketahui pula omset adalah 5.000, HPP 80% dan rencana nya debitur ingin memproyeksikan peningkatan sales nya sebesar 30% dimana dalam hal ini tidak ada rencana penambahan fixed asset, semua dokumen clean dan memenuhi. berapa EAT debitur tersebut?
910
750
860
700
830
Jika dihadapan anda terdapat debitur eksisting Rp.250 juta yang mengajukan tambahan kredit modal kerja sebesar Rp.300 juta sehingga total maksimum kredit debitur ybs menjadi Rp. 550 juta dimana dari hasil perhitungan perputaran modal kerja dengan proyeksi pertumbuhan penjualan 25% menujukkan angka Rp. 475 juta, maka tambahan kredit modal kerja yang dapat diberikan kepada debitur ybs adalah sebesar
300 juta
450 juta
275 juta
475 juta
175 juta
jika ada ASN pasangan suami istri yang mengajukan kredit kepada Saudara dengan metode joint income dimana penghasilan ASN A = 10 juta dan memiliki kewajiban angsuran perbulan Rp.3 juta dan penghasilan ASN B = Rp.5 juta dan tidak memiliki kewajiban dimanapun. dimana angsuran maksimal (DSR) dalam perhitungan kredit yaitu sebesar 70%, maka perhitungan angsuran maksimal yang benar adalah adalah
Rp.6.500.000,-
Rp. 3.500.000,-
Rp.7.000.000,-
Rp. 8.400.000,-
Rp. 7.500.000,-
Perhitungan Kebutuhan Modal Usaha adalah analisa untuk memastikan bahwa kredit yang disalurkan tidak melebihi (Over Financing) sehingga tidak terjadi kewajiban melebihi kemampuan (Over repayment Capacity), melebihi batas waktu pembiayaan (Miss Match Credit Cycle) dan atau penyimpangan penggunaan kredit (side streaming), tehnik perhitungan kebutuhan kredit yang tepat bagi pembelian alat berat adalah
Repayment capasity melalui %-tase dari EAT calon/debitur
Metode perhitungan melalui Cash Flow Financing
Metode perhitungan dengan metode project financing
Dasar perhitungan dari Surat Penawaran dari Agen/Dealer setelah diskon setelah dikurangi Self Financing dan dibandigkan dengan kemampuan debitur
Metode perhitungan melalui Debt Service Coverage (DSC)
