Font size
WorksheetsLatihan Akhir Biografi-Puisi
Total questions: 11
Worksheet time: 23mins
Soekarno adalah salah satu tokoh nasional Indonesia yang menjadi bapak kemerdekaan Indonesia. Dilahirkan pada tanggal 6 Juni 1901 di Surabaya, Soekarno merupakan anak dari pasangan Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai. Saat kecil, Soekarno dikenal sebagai anak yang pintar dan cerdas dalam belajar.
.
Soekarno memulai pendidikannya di sekolah Nederlandsch Indische Lagere School (NIS) atau Sekolah Rakyat pada masa itu. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikannya ke Hoogere Burger School (HBS) di Surabaya, lalu ke Sekolah Teknik di Bandung. Pada saat belajar di Bandung, Soekarno aktif di berbagai organisasi mahasiswa seperti Jong Java dan Budi Utomo.
Kesimpulan yang tepat berdasarkan kutipan paragraf tersebut adalah...
Riwayat pendidikan tokoh
Latar belakang tokoh
latar belakang dan riwayat pendidikan tokoh
keluarga tokoh
Masa lalu kelam tokoh
Soekarno menjadi presiden pertama Indonesia pada tahun 1945 hingga 1967. Selama menjadi presiden, Soekarno mengalami berbagai konflik di dalam negeri maupun dari luar negeri. Salah satu konflik yang terbesar adalah konfrontasi dengan Malaysia pada tahun 1963, yakni Konfrontasi Borneo. Selain itu, Soekarno juga dikenal sebagai tokoh yang mengusung falsafah politiknya yang disebut dengan Trisakti dan Nasakom.
Makna kata konfrontasi pada kutipan teks tersebut adalah...
perihal berhadap-hadapan langsung
permusuhan
perdamaian
pertemuan
cara menentang musuh atau kesulitan dengan berhadapan langsung dan terang-terangan
(a) sudah meninggal pada 21 Juni 1970, Soekarno masih (b) sebagai bapak kemerdekaan Indonesia dan tokoh nasional yang berperan penting dalam sejarah Indonesia.
Pada tahun 1927, Soekarno bergabung dengan Perserikatan Nasional Indonesia (PNI) dan diangkat sebagai pimpinan PNI Pertama. Sebagai pemimpin dalam PNI, Soekarno (a) untuk kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Belanda. Pada 17 Agustus 1945, Soekarno memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.
Letakkan nama-nama presiden Indonesia dengan tepat!
Setelah menyelesaikan pendidikannya di ELS, Kartini kembali ke Jepara untuk menjalankan peran sebagai wanita Jawa yang diharapkan di kalangan bangsawan. Namun, Kartini memiliki pandangan yang berbeda tentang peran wanita dalam masyarakat. Ia merasa bahwa wanita seharusnya memiliki hak yang sama dengan laki-laki dalam hal pendidikan dan kebebasan untuk mengembangkan potensinya.
.
Kartini memperjuangkan hak-hak wanita melalui tulisan-tulisannya, diantaranya melalui surat-suratnya yang dikirim kepada sahabatnya Rosa Abendanon. Kartini juga memperjuangkan pendidikan untuk wanita melalui pembukaan sebuah sekolah untuk wanita bernama Sekolah Kartini. Namun, Kartini meninggal pada usia muda pada tanggal 17 September 1904, sehingga perjuangan emansipasinya tidak bisa diselesaikan sepenuhnya oleh dirinya sendiri.
Berdasarkan pandangan sosial sang tokoh, apakah ia memiliki visi dan misi dalam membangun masyarakat yang lebih baik?
Kartini memperjuangkan hak-hak wanita melalui tulisan-tulisannya, diantaranya melalui surat-suratnya yang dikirim kepada sahabatnya Rosa Abendanon. Kartini juga memperjuangkan pendidikan untuk wanita melalui pembukaan sebuah sekolah untuk wanita bernama Sekolah Kartini. Namun, Kartini meninggal pada usia muda pada tanggal 17 September 1904, sehingga perjuangan emansipasinya tidak bisa diselesaikan sepenuhnya oleh dirinya sendiri.
Kutipan tersebut termasuk ke dalam struktur biografi bagian ....
Orientasi karena memuat latar belakang tokoh Kartini.
Peristiwa Penting karena Kartini memperjuangkan hak-hak wanita.
Reorientasi karena memuat pesan yang dapat diterima pembaca.
Peristiwa Penting karena memuat rangkaian peristiwa yang dialami tokoh.
Reorientasi karena memuat sudut pandang penulis terhadap tokoh.
Cocokkan informasi berikut sesuai teks biografi Kartini!
Kartini lahir pada tanggal 21 April 1879 di Jepara, Jawa Tengah. Ayah Kartini, Raden Mas Sosroningrat, adalah seorang bangsawan Jepara, sedangkan ibunya, Ma Ngasirah, adalah seorang perempuan dari kalangan rakyat biasa. Untuk mendapatkan pendidikan yang baik, Kartini dititipkan di rumah keluarga Van Deventer di Salatiga. Di sana, Kartini belajar di sekolah ELS, dan berkenalan dengan Sahabatnya Rosa Abendanon.
Setelah menyelesaikan pendidikannya di ELS, Kartini kembali ke Jepara untuk menjalankan peran sebagai wanita Jawa yang diharapkan di kalangan bangsawan. Namun, Kartini memiliki pandangan yang berbeda tentang peran wanita dalam masyarakat. Ia merasa bahwa wanita seharusnya memiliki hak yang sama dengan laki-laki dalam hal pendidikan dan kebebasan untuk mengembangkan potensinya.
Wanita harus memiliki hak yang sama dengan laki-laki
Tanggal lahir Kartini
Jepara
Ayah Kartini
Raden Mas Sosroningrat
rumah keluarga Van Deventer
21 April 1879
Kota kelahiran Kartini
Salatiga
Pandangan Kartini
Kepada Hawa
M. Aan Mansyur
.
aku merelakanmu menjauh,
merelakanmu terjatuh
ke tempat sampah
bagai sepotong apel merah
yang di geligimu pernah
berdarah
.
adakah cinta yang jatuh
kepadamu melebihi cintaku?
lelaki yang engkau cintai itu mati
dan tak membawamu ke makamnya
sementara aku bertahan hidup,
bertahun-tahun sanggup tak mati
oleh rindu–dan menanti di surga
.
hawa, aku masih ular yang setia
mencintaimu sepanjang usia tuhan.
.
Apa makna klausa "mencintaimu sepanjang usia tuhan"?
Kepada Hawa
M. Aan Mansyur
.
aku merelakanmu menjauh,
merelakanmu terjatuh
ke tempat sampah
bagai sepotong apel merah
yang di geligimu pernah
berdarah
.
adakah cinta yang jatuh
kepadamu melebihi cintaku?
lelaki yang engkau cintai itu mati
dan tak membawamu ke makamnya
sementara aku bertahan hidup,
bertahun-tahun sanggup tak mati
oleh rindu–dan menanti di surga
.
hawa, aku masih ular yang setia
mencintaimu sepanjang usia tuhan.
.
Apa arti kata "geligi" pada konteks puisi tersebut?
Kepada Hawa
M. Aan Mansyur
.
aku merelakanmu menjauh,
merelakanmu terjatuh
ke tempat sampah
bagai sepotong apel merah
yang di geligimu pernah
berdarah
.
adakah cinta yang jatuh
kepadamu melebihi cintaku?
lelaki yang engkau cintai itu mati
dan tak membawamu ke makamnya
sementara aku bertahan hidup,
bertahun-tahun sanggup tak mati
oleh rindu–dan menanti di surga
.
hawa, aku masih ular yang setia
mencintaimu sepanjang usia tuhan.
.
Menurut Anda, deskripsikan intonasi pembacaan puisi tersebut yang tepat.
