NEW
Font size
WorksheetsSAT kelas 7 /2
Total questions: 40
Worksheet time: 1hrs 22mins
Nira diolah untuk sedekah
Gembira hati tiada terkira
Ibu datang bawa hadiah
Berdasarkan pantun di atas, baris yang merupakan sampiran ….
Gembiara hati tiada tara
Nira diolah untuk sedekah
Pantun yang sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah ....
Tempat tinggal sanak saudara
Mari kita belajar giat
Supaya kelak tidak sengsara
Sedap disantap di kala senja
Riang hati bukan kepalang
Sepeda impian di depan mata
Dibeli ibu di pasar kenari
Senang hati dapat undian
Seperti mimpi siang hari
Beli juga tempoyak durian
Jika kita rajin belajar
Prestasi tinggi mudah diraih
Buah cempedak buah durian
Pergi ke pekan naik sepeda
[…] (1)
[…] (2)
Larik yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah …
(2) Senyum saja sudah ibadah
(2) Menyesal kemudian tiada guna
(2) Diperlukan selalu sikap waspada
(2) Untuk menambah sanak saudara
Pantun yang sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah ...
Pasar modern ada di mall
Ayo kita bergiat belajar
Supaya nilainya maksimal
Tubuhnya tinggi larinya cepat
Riang hati bukan kepalang
Hadiah prestasi akan didapat
Nira diolah untuk sedekah
Gembira hati tiada terkira
Ibu datang bawa hadiah
Banyak orang bertamasya
Mari kita giat belajar
Supaya orang tua bahagia
1).Pohon jati pohon bambu
2).Tumbuh rimbun menjadi pagar
3).Menangis adik di depan . . . .
4).Melihat ibu pergi ke pasar.
Kata yang tepat untuk melengkapi pantun agar bersajak sama dengan larik pertama adalah . . . .
Wahai pemuda kenali dirimu
Ialah perahu tamsil tubuhmu
Tiadalah berapa lama hidupmu
Ke akhirat juga kekal dirimu
Tema syair di atas adalah . . . .
Dengan ibu jangan durhaka
Supaya Tuhan tidak murka
Isi puisi itu menyatakan bahwa ....
sikap durhaka itu tidak baik
setiap ibu mengharapkan anaknya taat pada Tuhan
Tuhan tidak senang pada orang-orang yang menyakiti orang lain
kita harus berbakti pada ibu agar tidak dimurkai Tuhan
Apabila kelakuan baik berbudi
Hidup menjadi indah tak akan merugi
Makna hubungan antarbaris yang terdapat pada gurindam tersebut adalah ….
Hubungan syarat
Hubungan tujuan
Hubungan sebab akibat
Hubungan soal-jawab
Jika kamu terus menunda
Hilanglah sudah kesempatan berharga
Teks di atas tergolong ...
Gurindam
Syair
Pantun kilat
Mantra
Bacalah cerita fabel berikut!
Ulat Yang Sombong
Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah 2 ekor ulat. Yang satu bernama Fintu yang bersifat ramah, rendah hati dan baik. Sedangkan yang satunya bernama Tuvi yang bersifat angkuh dan suka meremehkan binatang lain.
Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.
“Hai Tuvi, bolehkah aku meminta sedikit makananmu?” pinta Fintu.
“Hey, Fintu! Ini makananku dan tetap makananku. Sana cari makanan yang lain!” tolak Tuvi.
“B-baiklah…” Fintu menunduk dan berlalu.
Lain hari, akan ada pesta hutan. Semua binatang diundang. Putha si burung hantu dengan gesitnya membagikan undangan berupa daun itu dimalam hari dan menaruhnya di depan pintu rumah para binatang.
Esok harinya, terdengar sorakan dari para binatang.
“Asyik! Pasti di sana ada banyak makanan! Aku bisa makan sepuasnya!” sorak Cattya si anak kucing.
“Aku juga bisa makan biji-bijian, kan? Oh ya, bagi para ulat kalian tenang saja, aku tak akan memakan kalian, kok!” pekik Chacky si ayam jago.
Fintu hanya tersenyum mendengar pernyataan teman-temannya itu
Namun tiba-tiba…
“Ah, ini hanya pesta kecil! Lihat saja, suatu saat nanti, aku akan membuat pesta yang lebih besar!” Dengan angkuh Tuvi berkata.
“Tuvi! Kau tak boleh begitu!” seru Piku si beruang madu.
“Huh! Biarkan saja!” balas Tuvi sambil pergi.
Beberapa hari kemudian, Tuvi dan Fintu sudah menjadi kepompong. Mereka menjalani hidup sebagai kepompong biasa.
Beberapa minggu kemudian, mereka sudah keluar dari kepompongnya. Tak disangka, sayap Tuvi ternyata berwarna hitam! Sedangkan Fintu malah berwarna-warni.
Tuvi tahu, ini akibat keangkuhannya. Ia sangat menyesal.
Tamat
Watak tokoh /karakter Fintu pada fabel di atas adalah…
rendah hati
sombong
serakah
malas
Bacalah cerita fabel berikut!
Ulat Yang Sombong
Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah 2 ekor ulat. Yang satu bernama Fintu yang bersifat ramah, rendah hati dan baik. Sedangkan yang satunya bernama Tuvi yang bersifat angkuh dan suka meremehkan binatang lain.
Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.
“Hai Tuvi, bolehkah aku meminta sedikit makananmu?” pinta Fintu.
“Hey, Fintu! Ini makananku dan tetap makananku. Sana cari makanan yang lain!” tolak Tuvi.
“B-baiklah…” Fintu menunduk dan berlalu.
Lain hari, akan ada pesta hutan. Semua binatang diundang. Putha si burung hantu dengan gesitnya membagikan undangan berupa daun itu dimalam hari dan menaruhnya di depan pintu rumah para binatang.
Esok harinya, terdengar sorakan dari para binatang.
“Asyik! Pasti di sana ada banyak makanan! Aku bisa makan sepuasnya!” sorak Cattya si anak kucing.
“Aku juga bisa makan biji-bijian, kan? Oh ya, bagi para ulat kalian tenang saja, aku tak akan memakan kalian, kok!” pekik Chacky si ayam jago.
Fintu hanya tersenyum mendengar pernyataan teman-temannya itu
Namun tiba-tiba…
“Ah, ini hanya pesta kecil! Lihat saja, suatu saat nanti, aku akan membuat pesta yang lebih besar!” Dengan angkuh Tuvi berkata.
“Tuvi! Kau tak boleh begitu!” seru Piku si beruang madu.
“Huh! Biarkan saja!” balas Tuvi sambil pergi.
Beberapa hari kemudian, Tuvi dan Fintu sudah menjadi kepompong. Mereka menjalani hidup sebagai kepompong biasa.
Beberapa minggu kemudian, mereka sudah keluar dari kepompongnya. Tak disangka, sayap Tuvi ternyata berwarna hitam! Sedangkan Fintu malah berwarna-warni.
Tuvi tahu, ini akibat keangkuhannya. Ia sangat menyesal.
Kalimat langsung pada teks di atas adalah....
Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah 2 ekor ulat. Yang satu bernama Fintu yang bersifat ramah, rendah hati dan baik.
Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.
“Tuvi! Kau tak boleh begitu!” seru Piku si beruang madu.
Beberapa minggu kemudian, mereka sudah keluar dari kepompongnya.
Berikut ini yang merupakan kalimat seru adalah....
Namun tiba-tiba…
Mereka menjalani hidup sebagai kepompong biasa.
Ia sangat menyesal.
“Asyik! Pasti di sana ada banyak makanan! Aku bisa makan sepuasnya!” sorak Cattya si anak kucing.
Perhatikan cerita fabel berikut dengan saksama!
Lebah dan Semut
Dahulu pada zaman Nabi Sulaiman, hidup banyak sekali lebah. Salah satu di antaranya adalah Dodo. Dodo adalah anak lebah yang telah ditinggal mati ibunya. Waktu itu ibunya meninggal digigit kalajengking. Kini ia hidup sebatang kara. Oleh karena itulah ia memutuskan untuk hidup mengembara. Hingga akhirnya ia tiba di gurun pasir yang luas.
Di tengah gurun itu Dodo merasa haus dan lapar. “Aku harus segera mencari makan dan air, tapi aku harus mencari di mana?” pikir Dodo. Tetapi Dodo tidak mau menyerah. Ia bersikeras mencari makanan dan air. Setelah cukup lama terbang, dari kejauhan Dodo melihat air dan makanan. Namun setelah mendekat, ternyata yang dilihatnya hanyalah hamparan pasir yang luas. Maka dengan kekecewaan, Dodo kembali terbang menyelusuri gurun. Tidak berapa lama kemudian ia bertemu dengan seekor semut yang sedang kesusahan membawa telurnya. Dodo pun mendekati semut itu.
“Hai, semut. Siapakah namamu?”
“Namaku Didi. Namamu siapa?”
“Aku Dodo. Kamu mau jadi sahabatku?” Didi mengangguk senang.
“Baguslah! Kalau begitu mari kita mencari air dan makanan bersama?” Didi kembali mengangguk.
Mereka bergegas pergi untuk mencari makanan. Setelah cukup lama menyusuri gurun, mereka menemukan sebuah mata air yang berair bersih dan segar. Di samping mata air itu terdapat sebatang pohon kurma yang berbuah lebat dan sangat manis. Didi dan Dodo sangat gembira. Mereka segera minum dan makan sepuasnya.
Setelah mereka benar-benar kenyang, mereka segera mencari tempat tinggal. Dua hari kemudian mereka menemukan tempat tinggal yang menurut mereka tepat. Yaitu di sebuah padang rumput yang luas. Mereka tidak akan kekurangan makanan karena di tepi padang rumput itu terdapat banyak pohon buah-buahan dan sebuah mata air yang sangat bersih. Didi dan Dodo hidup dengan rukun. Semakin hari persahabatan mereka semakin erat. Mereka pun hidup dengan aman, tenteram dan bahagia.
Pola pengembangan judul pada cerita fabel tersebut adalah....
judul dikembangkan berdasarkan latar cerita
judul berasal dari nama tokoh
judul dikembangkan berdasarkan sifat tokoh
judul diambil dari tema
Perhatikan kutipan fabel berikut!
Di tengah gurun itu Dodo merasa haus dan lapar. “Aku harus segera mencari makan dan air, tapi aku harus mencari di mana?” pikir Dodo. Tetapi Dodo tidak mau menyerah. Ia bersikeras mencari makanan dan air. Setelah cukup lama terbang, dari kejauhan Dodo melihat air dan makanan. Namun setelah mendekat, ternyata yang dilihatnya hanyalah hamparan pasir yang luas. Maka dengan kekecewaan, Dodo kembali terbang menyelusuri gurun. Tidak berapa lama kemudian ia bertemu dengan seekor semut yang sedang kesusahan membawa telurnya. Dodo pun mendekati semut itu.
“Hai, semut. Siapakah namamu?”
“Namaku Didi. Namamu siapa?”
“Aku Dodo. Kamu mau jadi sahabatku?” Didi mengangguk senang.
“Baguslah! Kalau begitu mari kita mencari air dan makanan bersama?” Didi kembali mengangguk.
Kutipan cerita fabel di atas merupakan struktur fabel bagian….
orientasi
komplikasi
resolusi
koda
Berikut ini kalimat yang menggunakan kata untuk menyatakan hubungan waktu bersamaan adalah....
Setelah itu, kuda itu kembali bersembunyi di dalam semak-semak.
Ketika dia menuju hutan lebat, di tengah jalan kuda itu melihat sesuatu.
Sejak itu Kancil menjadi binatang yang sangat
baik.
Suatu hari Sang Belalang sembah menari di dekat sarang Semut.
Perhatikan kutipan fabel berikut dengan saksama!
Burung Pipit merasa tertekan karena teman-temannya menjauhinya. Teman-temannya dihasut oleh si Jalak kalau makanan yang ia kumpulkan bersama teman-temannya disembunyikan oleh Burung Pipit untuk dimakan sendiri. Padahal Burung Pipit tidak pernah ada niat sedikit pun untuk menyembunyikan dan menghabiskan makanan itu sendrian.
Pola pengembangan komplikasi pada kutipan fabel tersebut adalah....
diawali dengan konflik fisik
diawali dengan konflik batin
diawali dengan perubahan latar dan peristiwa tidak mengenakkan tokoh
diawali dengan deskripsi latar
Bukti kutipan cerita yang menyatakan bahwa kancil memiliki watak licik adalah . . . .
“Sebenarnya aku hanya ingin menyeberang sungai ini, dan aku butuh jembatan untuk lewat. Kalau begitu saya ucapkan terima kasih pada kalian, dan mohon maaf kalau aku mengerjai kalian,”
“Buaya …buaya … ayo keluar … mau daging segar nggak?”
“Wah…. bagus kalian mau keluar, mana yang lain?” kata Kancil kemudian.
“Nah, sekarang aku harus menghitung dulu ada berapa buaya yang datang, ayo kalian para buaya pada baris berjajar hingga ke tepi sungai di sebelah sana,”
Bukti kutipan cerita bahwa Buaya mempunyai watak bodoh adalah ....
“Ada apa Kancil sebenarnya, ayo cepat katakan,” kata buaya.
“Huaahhh… siapa yang teriak-teriak siang-siang begini.. mengganggu tidurku saja.” “Hei Kancil, diam kau.. kalau tidak aku makan nanti kamu.”
“Tanpa berpikir panjang, buaya-buaya itu segera mengambil posisi, berbaris berjajar dari tepi sungai satu ke tepi sungai lainnya, sehingga membentukseperti jembatan"
“Ha!….huaahh… sialan… Kancil nakal, ternyata kita cuma dibohongi. Aws kamu ya.. kalau ketemu lagi saya makan kamu,”
Sekian dulu, pikirkan buat ikut ya. Saya tunggu jawabanmu segera.
Kutipan di atas adalah bagian berdasarkan surat pribadi, yaitu bagian....
Ketua surat
Pembuka surat
Isi surat
Penutup surat
Dengan hormat,
Dalam rangka Ulang Tahun SMPN 5, kami bermaksud mengadakan acara seminar dengan tema "Berprestasi Tanpa Narkoba". Oleh karena itu, kami mohon Bapak berkenan menjadi narasumber. Kegiatan akan dilaksanakan pada
hari, tanggal : Selasa 18 Oktober 2016
pukul : 13.00 WIB
tmpat : Lapangan upacara SMPN 5
[ ... ]
Bagian penutup yang tepat untuk melengkapi surat tersebut adalah ...
Demikian permohonan ini disampaikan. Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.
Demikian undangan ini kami sampaikan. Atas perhatian Bapak kami ucapkan terima kasih.
Demikian informasi ini disampaikan. Atas kehadiran tepat waktu, kami ucapkan terima kasih.
Demikian permohonan ini kami sampaikan. Atas perhatian Bapak, kami ucapkan terima kasih.
Dengan hormat,
Kami mohon izin untuk menggunakan lapangan sebak bola di wilayah Bapak pada
hari : Sabtu
tanggal : 5 November 2021
acara : Pertandingan sepak bola antar sekolah
[ ... ]
Kalimat yang tepat untuk melengkap surat dinas di atas adalah ...
Atas izinnya, diucapkan terima kasih yang tulus.
Atas kerja sama dan izin Bapak, kami ucapkan terima kasih.
Atas izin Saudara, kami ucapkan terima kasih.
Atas izinnya kami ucapkan beribu terima kasih.
OSIS SMP Bangsa akan mengadakan Porseni. Ketua OSIS mengundang pengurus OSIS untuk rapat pembentukan panitia. Rapat tersebut akan dilaksanakan pada Jumat, 18 Maret 2009, pukul 14.00 di ruang OSIS.
Isi surat resmi yang paling sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah ...
Kami mengharapkan kehadiran para pengurus OSIS SMP Bangsa dalam rapat yang akan dilaksanakan pada hari, tanggal : Jumat, 18 Maret 2009, waktu : Pukul 08.00, tempat : Ruang OSIS, acara : Persiapan Lomba
Teman-teman pengurus OSIS SMP Bangsa harap hadir dalam rapat yang akan dilaksanakan pada hari, tanggal : Jumat, 18 Maret 2009, waktu : Pukul 14.00, tempat : Ruang Rapat, acara : Persiapan Bakti Sosial
kami mengharapkan kehadiran pengurus OSIS SMP Bangsa dalam rapat yang akan dilaksanakan pada hari, tanggal : Jumat, 18 Maret 2009, waktu : Pukul 14.00, tempat : Ruang OSIS,
acara : Pembentukan Panitia Porseni
Para pengurus OSIS Bangsa harap hadir dalam rapat yang akan dilaksanakan pada hari, tanggal : Jumat, 18 Maret 2009, waktu : Pukul 13.00, tempat : Ruang Media, acara : Pembagian Kerja
Salah satu keluargamu mendapat musibah kebakaran dan berharap kamu bisa membantunya. Sementara kamu sendiri hidupnya pas-pasan, berbeda dengan temanmu yang serba berkecukupan dan sangat dermawan. Kamu ingin berkirim surat untuk meminta uluran bantuan temanmu.
Surat pribadi yang tepat berdasarkan berdasarkan ilustrasi tersebut adalah ...
Sahabatku sekarang ini aku mendapat musibah kebakaran. Aku berharap dirimu bisa membantukku.
Sahabatku, salah satu keluargaku terkena musibah kebakaran, dan ia minta bantuanku. Kamu tahu kan, aku sendiri hidup pas-pasan. Kalau tidak keberatan kiranya dirimu mau meringankan beban saudaraku.
Sahabat hidupmu serba berkecukupan. Aku minta tolong kepadamu untuk membantu saudaraku yang terkena musibah kebakaran.
Sahabatku yang baik kali ini aku benar-benar butuh bantuanmu. Keluargaku terkan musibah, besar harapanku dirimu bersedia untuk membantu.
Irma baru saja membantu korban bencana kebakaran di kotanya. Kebetulan rumah yang terbakar itu tetangganya sendiri. Ia menceritakan pengalaman tersebut kepada Santi.
Isi surat pribadi yang sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah ...
Irma yang baik, apa kabarmu? Semoga baik-baik ya ... keluargaku juga dalam keadan baik dan sehat semua. Kita patut bersyukur kepada Tuhan.
Santi, sungguh ini pengalaman bagiku. Aku telah turut membantu tetanggaku yang tertimpa musibah kebakaran. Aku berbagi baju dan perlengkapan sekolah, kebetulah anak orang yang rumahnya kebakaran itu adalah teman sekolahku.
Irma, coba saja engkau ada di saat kejadian itu, pasti juga dapat merasakan kebahagiaan seperti yang kurasakan. Aku berhasil dalam ajang kompetisi di sekolahku.
Santi, kuharap engkau tidak lupa dengan janjimu. Liburan sudah kurang satu minggu lagi, rasanya tak sabar aku menunggu kehadiranmu di kampung halamanku. Aku akan ajak kamu berkeliling di desaku tercinta.
Berikut ini yang termasuk dalam kategori buku fiksi adalah....
buku pelajaran
buku resep
buku dongeng
buku petunjuk penggunaan mesin
Buku fiksi merupakan buku yang berisi kisahan atau cerita yang dibuat berdasarkan….
. Kenyataan
Kesuksesan seseorang
Khayalan atau imajinasi pengarang
Ide penulis
Berikut ini yang bukan langkah-langkah meringkas buku adalah …
membaca informasi umum buku, seperti judul, pengarang, penerbit
membaca isi buku
menyusun pokok pikiran atau gagasan setiap paragraf
mengambil gambar dan mengunggah cover buku ke media sosial
Berikut ini yang merupakan penggalan buku nonfiksi adalah …
pada bab III pembaca dapat menemukan berbagai fakta rendahnya kualitas membaca remaja saat ini
novel ini menceritakan kisah detektif yang memiliki kemampuan supranatural
penyajian alur cerita buku ini sangat menarik dan seru cocok untuk anak-anak
cerita ini mengandung nilai moral ketulusan/keikhlasan
“Bagi yang menitipkan sepeda motor harap dikunci.”
Kalimat tersebut tidak efektif, maka perbaikannya adalah …
Sepeda motor harap dikunci
Sepeda motor harap dikunci bagi yang menitipkan
Bagi yang menitipkan harap dikunci
Bagi yang menitipkan sepeda motor kuncilah sepeda motor anda
Sebuah tulisan yang bersifat khayalan berarti....
hal yang diceritakan tidak benar-benar terjadi
hal yang diceritakan mungkin terjadi tapi lebih sering terjadi
hal yang diceritakan suatu saat akan terjadi
hal yang diceritakan pernah terjadi, tetapi tidak untuk saat ini
Masut : Guru, terima kasih atas ilmu yang guru berikan kepadaku. Apalah artinya diriku andai tidak ada guru.
Guru : Masut, Masut! Kamu harus tahu, meskipun kita mempunyai ilmu hanya sedikit, namun tetap harus diberikan kepada orang lain.
(Istri Masut masuk ke ruangan membawa teh hangat).
Istri Masut : Lebih baik kalau ngobrolnya, sambil minum teh hangat (menyodorkan cangkir)
Guru : Bisa saja istri kamu, Ut.
Suasana yang tergambar pada drama tersebut adalah ...
Santai
Seram
Haru
Tegang
Bacalah kutipan drama berikut dengan saksama!
Brilian : Sekarang serahkan hp kalian, kami akan minta uang tebusan!!! (mendorong Dimi masuk)
Dimi : Ka …ka ... kami tidak bawa hp (gugup).
Brilian : Periksa kantongnya!!
Timmy : Siap, bos. (memeriksa kantong)
Markus: Ada gak? Ini tempat apa? (matanya melotot)
Timmy : Ruang menyimpan perkakas bekas (sambil meraba kantong si anak). Ini bos, hpnya (mengeluarkan hp N.95).
Markus : Tanyakan nomor hp orang tuanya! Hubungi untuk minta tebusan!
Timmy : Siap, bos!
Latar kutipan tersebut adalah ...
sekolah
rumah
gudang
kantor polisi
Inu : “Tenang, Jati. Tidak ada apa-apa!
Jati : “Enak saja! Senang ya dapat membuat orang lain menangis.
Inu : “Jati, apakah setiap tangis itu duka?
Jati : “Tetapi, dia jelas tampak menderita!
Inu : “Tampak menderita tidak sama dengan nyata-nyata menderita, kan?
Dikutip dari: Tangis, P. Harianto
Suasana yang tergambar dalam cuplikan drama tersebut adalah…
kekhawatiran
ketakutan
kesedihan
kegembiraan
Dahlan: Kamis malam Jumat. Jumat apa?
Rosana : Malam Jumat Kliwon, Pak! Bukankah hari kelahiran ibu juga jatuh pada hari Jumat Kliwon?
Dahlan : Ya, beutl! Ibumu waktu mau meninggal kurang satu minggu sudah ada tanda-tanda.....nasihat-nasihat berharga. Masa hidupnya banyak meninggalkan kesan teladan. Tetapi....juga ada kelemahannya.
Rosana : Kelamahan? Memang manusia tidak ada yang sempurna
Dahlan : Ya, jangan sampai menurun pada anak cucu. Ibumu dahulu sakit-sakitan karena banyak pikiran. Ikut-ikutan orang jual-beli perhiasan. Barangnya hilang, ibumu gigit jari menanggung hutang. Siapa lagi kalau bukan Bapak yang turun tangan?
Rosana : Bukankah pada diri Bapak juga ada kelemahannya?
Dahlan : Apa? Bapak rasa tidak ada! (Tongkat terjatuh, kemudian dipungut lagi)
Rosana : Maaf, Pak.. ibu bertambah sakit akibat Bapak dahulu sering mabuk judi, bukan? Ros masih ingat barang-barang rumah dilelang. Habis terjual!
Dahlan : Ya...., itu akibat perbuatan ibumu, tahu! (keras). Serakah dan mau menang sendiri. Mudah-mudahan pengalaman pahit, miskin, tidak terulang lagi!
Pesan atau amanat yang terkandung dalam penggalan drama di atas adalah....
sifat serakah dan suka berjudi membuat orang hancur
nasib manusia ditentukan oleh Tuhan
sifat buruk menurun pada anak
anak harus patuh pada orang tua
Waktu itu sudah hampir jam satu. Sekolahsudah usai. Bahwa Yanti belum pulang itulah yang menyebabkan Asdiarti terkejut.
Asdiarti : Kau masih ada di sini, Yanti. Belum pulang?
Yanti : (Tidak menjawab. Ia hanya menggeleng dan terus melanjutkan membaca.)
Penggalan drama tersebut memuat latar....
tempat
waktu
suasana
tempa, waktu, suasana
Satilawati : Pengecut! Sedikit diserang kritik orang, engkau hendak melarikan diri. Untuk menjaga nama supaya jangan merosot. Aku sudah maklum.
Ishak : (Sambil menunjuk ke luar) Pergi daripadaku. Engkau boleh memusuhi aku. Untuk cita-cita aku bersedia mengorbankan segalanya juga cintaku.
Watak tokoh Ishak dalam penggalan drama di atas adalah....
pembual
pemarah
sombong
pemberani
Tina : Hei, semua berhenti! (Sambil menggbrak meja)
Anwar : Tidak usah ikut campur!
Bagian yang ditulis dalam kurung penggalan dialog di atas disebut....
epilog
prolog
kramagung
wawancang
Peristiwa mulai terjadinya permasalahan antartokoh sampai pada puncaknya disebut bagian....dalam alur drama.
komplikasi
klimaks
resolusi
amanat
Ayu : Sudah malam lo Sis, kita harus segera pulang
Siska : Sudahlah Yu, tenang saja toh ini baru jam sembilan lebih sedikit. Jalanan masih ramai
Ayu : Ih, sudah malam begini kok tenang. Kan kita perempuan, masak pulang sampai larut malam. Tidak enak kan dengan tentangga. Nanti mereka mengira kita suka keluyuran malam.
Siska : (Dengan sikap tenang) Sudah, nanti saya antar kamu. Memang repot, kita ini perempuan tidak wajar kalau pulang terlalu malam. Kita pun tidak berani melanggar aturan tidak tertulis di masyarakat kita ini.
Penggalan drama di atas mengandung nilai...
budaya
moral
sosial
pendidikan
Samin : Fred, jangan cepat-cepat bahaya!
Fredi : Alaa, malam begini sepi, tak apa! (Samin menyusul dan menariknya mundur.)
Samin : Kita berhenti dulu!
Fredi : Ah! Lebih cepat sampai ke alamatnya kan lebih baik!
Samin : Ingat yang aku bawa surat penting!
Fredi : Justru itu!
Samin : Pokoknya berhenti, Fred!Aku tidak mau ambil risiko tertangkap Belanda.
Fredi : Baik, Min! Kau yagn pegang komando.
Konflik yang terdapat dalam penggalan drama di atas adalah....
terjadinya pertengkaran antara Sarmin dan Fred
Keinginan berhenti untuk beristirahat
perebutan pemegang komando tugas
kekhawatiran akan keselamatan surat penting
