WorksheetsKUALIFIKASI AUDITOR INTERNAL HALAL
Total questions: 20
Worksheet time: 15mins
Audit internal SJPH adalah
Proses yang sistematis, independen, dan terdokumentasi untuk memperoleh bukti audit dan mengevaluasinya secara objektif sesuai ruang lingkup audit
Proses yang sistematis, independen, dan terdokumentasi untuk memperoleh temuan audit dan mengevaluasinya secara objektif sesuai ruang lingkup audit
Proses yang sistematis, independen, dan terdokumentasi untuk memperoleh bukti audit dan mengevaluasinya secara objektif untuk menentukan sejauh mana kriteria audit dipenuhi
Proses yang sistematis, independen, dan terdokumentasi untuk memperoleh temuan audit dan mengevaluasinya secara objektif untuk menentukan sejauh mana kriteria audit dipenuhi
Semua jawaban salah
Kemampuan telusur dan penanganan produk yang tidak memenuhi kriteria halal hanya berlaku untuk produk yang sudah tersertifikasi halal.
BENAR
SALAH
Bahan dengan sertifikat halal yang sudah ED masih boleh digunakan dalam proses produksi produk halal selama tanggal produksi bahan tersebut dalam rentang masa validitas sertifikat halalnya.
BENAR
SALAH
Jika terdapat pengkodean bahan (IT-CODE MATERIAL) maka bahan dengan kode yang sama harus memiliki status kehalalan yang sama dan dapat ditelusuri penggunaannya pada aktivitas kritis.
BENAR
SALAH
Berikut penanganan terhadap Produk yang Tidak Memenuhi Kriteria Halal (TMKH), kecuali?
Produk tidak boleh dijual ke konsumen yang memerlukan produk halal
Produk tidak boleh di-klaim sebagai produk halal
Produk tidak boleh di-rework
Produk boleh di down grade dan dijual ke konsumen yang tidak memerlukan produk halal
Produk harus segera dimusnahkan
Bagaimana cara mengidentifikasi Produk yang Tidak Memenuhi Kriteria Halal (TMKH)?
A. Dapat diidentifikasi melalui pelaksanaan audit internal dan audit pemasok
B. Dapat diidentifikasi dengan dilakukannya pemeriksaan produk rutin
C. Dapat diidentifikasi dengan melakukan pemeriksaan pada catatan produksi
B dan C Benar
A, B dan C Benar
Audit internal halal harus dilakukan minimal 1x dalam setahun, dan hasil audit internal harus disampaikan ke BPJPH/ LPPOM MUI khusus registrasi pengembangan/ perpanjangan.
BENAR
SALAH
Penggunaan alkohol dari industri khamr/bir pada proses produksi produk halal diperbolehkan asalkan kadar alkohol pada produk akhir tidak terdeteksi (0%)
BENAR
SALAH
Hasil audit dari bukti audit yang dikumpulkan untuk dibandingkan dengan kriteria audit yaitu
Bukti Audit
Lingkup Audit
Temuan Audit
Kriteria Audit
Program Audit
Temuan audit, kesimpulan audit dan laporan audit harus benar dan akurat merupakan salah satu prinsip audit, yaitu
Integritas
Independensi
Profesional
Penyampaian yang Objective
Pendekatan berdasarkan Bukti
Bukti audit harus dapat diverifikasi sehingga kesimpulan audit dapat diandalkan merupakan salah satu prinsip audit, yaitu
Integritas
Independensi
Profesional
Penyampaian yang Objective
Pendekatan berdasarkan Bukti
Berikut ini merupakan pernyataan yang benar mengenai Kebijakan Halal, kecuali?
Kebijakan halal harus ditetapkan oleh perusahaan yang mendaftar sertifikasi halal walaupun tidak memiliki pabrik
Kebijakan halal harus disesuaikan dengan bisnis proses dan ruang lingkup serta harus disahkan oleh manajemen
Kebijakan halal harus disosialisasikan ke seluruh pemangku kepentingan termasuk vendor
Sosialisasi kebijakan halal tidak boleh dilakukan melalui email karena tidak efektif
Bukti sosialisasi kebijakan halal harus disimpan dan mudah ditelusuri jika diperlukan
Pernyataan yang salah mengenai Tim Manajemen Halal?
Penunjukan Tim Manajemen Halal harus disertai bukti tertulis dan harus update.
Tugas dan wewenang Tim Manajemen Halal harus dijelaskan secara tertulis.
Penyelia halal harus karyawan tetap dan muslim.
Penyelia halal bukan bagian dari Tim Manajemen Halal.
Tim Manajemen Halal harus memiliki kompetensi dalam penerapan SJPH di setiap bagiannya
Berikut merupakan bahan yang harus memenuhi kriteria asal usul bahan dan memiliki dokumen pendukung halal yang lengkap dan sesuai sebelum digunakan pada produk halal yaitu, kecuali?
Bahan Penolong
API (Active Pharmaceutical Ingredients)
Bahan Tambahan/ Excipient
Bahan Kemas Primer
Bahan Kemas Sekunder
Jika terdapat penggunaan fasilitas bersama (sharing facility) untuk menghasilkan produk yang disertifikasi halal dan produk yang tidak disertifikasi, maka pernyataan yang BENAR adalah?
A. Produk yang diproduksi menggunakan fasilitas bersama tidak dapat disertifikasi halal.
B. Bahan yang digunakan untuk produk yang tidak disertifikasi harus sama dengan produk yang disertifikasi.
C. Bahan yang digunakan untuk produk yang tidak disertifikasi tidak boleh berasal dari babi/turunannya.
A dan B Benar
A, B dan C Benar
Tujuan/sasaran audit halal internal yaitu
Membandingkan kesesuaian antara yang tertulis dalam Manual SJPH, prosedur dan bukti implementasi SJPH dengan kriteria SJPH.
Membandingkan kesesuaian antara yang dikerjakan dengan kriteria SJPH.
Sebagai peluang perbaikan berkelanjutan.
Sebagai bukti evaluasi konsistensi implementasi SJPH di perusahaan.
Semua Benar
Pernyataan yang salah mengenai pelaksanaan audit internal?
Pada sesi penutupan, auditee boleh memberikan sanggahan dan informasi tambahan jika auditee merasa hasil audit tidak sesuai.
Laporan audit berguna untuk auditee dalam menyusun CAPA.
Auditor harus mengkonfirmasi temuan sebelum rapat penutupan.
Pengumpulan bukti audit dapat menggunakan 1 atau lebih metode audit.
Pertemuan pembukaan boleh tidak dilakukan karena auditor dan auditee berasal dari internal perusahaan.
Yang bukan merupakan persiapan audit internal yaitu
Penyusunan Jadwal Audit
Identifikasi Ruang Lingkup Audit
Penyiapan Rencana dan Ceklis Audit
Review Temuan Audit Sebelumnya (Jika Ada)
Pembuatan Laporan Audit
Informasi yang tidak diperlukan dalam rencana audit yaitu
Waktu dan Lokasi Pelaksanaan Audit
Tujuan Audit
Temuan Audit
Metode Audit
Informasi Auditor dan Auditee
Pernyataan yang salah mengenai checklist audit internal halal?
Sebagai alat untuk memandu auditor melakukan audit secara lengkap.
Membantu memelihara fokus dan objektivitas audit.
Dapat berfungsi sebagai catatan audit.
Tidak boleh digabung dengan checklist audit sistem yang lain.
Berguna dalam memastikan konsistensi dari auditor yang berbeda.
