Worksheets2025 SAT Bahasa Indonesia Kelas 7
Total questions: 40
Worksheet time: 1hrs 20mins
Cermati teks berikut!
Teks 1
Ibu-ibu pergi ke pasar
Membeli kain berwarna merah
Marilah kita giat belajar
Agar masa depan kita cerah
Teks 2
Ketika aku telah lelah
Mengikuti langkah nasib
Yang selalu berjalan
Tanpa rasa sadar
dan arah tujuan
Pernyataan yang tepat tentang kedua puisi tersebut adalah ....
Teks 1
Termasuk puisi rakyat karena terikat oleh jumlah larik dalam tiap baris
Teks 2
Termasuk puisi modern karena tidak terikat oleh jumlah larik dalam tiap baris
Teks 1
Termasuk puisi rakyat karena tidak memperhatikan rima akhir
Teks 2
Termasuk puisi modern karena sangat memperhatikan rima akhir
Teks 1
Termasuk puisi modern karena tidak terikat oleh jumlah larik dalam tiap baris
Teks 2
Termasuk puisi rakyat karena terikat oleh jumlah larik dalam tiap baris
Teks 1
Termasuk puisi modern karena sangat memperhatikan rima akhir
Teks 2
Termasuk puisi rakyat karena tidak memperhatikan rima akhir
Cermati teks berikut!
(1)
Jika kita makan petai
Jangan lupa makan kerupuk
Jika kita ingin pandai
Ranjin-rajinlah membaca buku
(3)
Janganlah engkau berbuat maksiat
Janganlah engkau berbuat jahat
Segeralah engkau bertaubat
Agar selamat dunia akhirat
(2)
Siapa menggemari silang sengketa
Kelaknya pasti berduka cita
(4)
Barang sipa meninggalkan zakat
Tiadalah hartanya yang beroleh berkat
Puisi yang termasuk gurindam ditandai dengan nomor ....
(1) dan (2)
(1) dan (3)
(2) dan (3)
(2) dan (4)
Cermati teks berikut!
(1) Burung dara jatuh dari sarangnya
(2) Ikan lele tak punya sisik
(3) Jika kau tulus mencintainya
(4) Jagalah dia dengan baik
Larik isi pada pantun tersebut ditandai nomor ....
(1) dan (2)
(2) dan (3)
(3) dan (4)
(4) dan (1)
Cermati teks berikut!
Teks 1
Mangga muda jatuh ke tanah
Dimakan semut dan juga kodok
Bagaimana tawa tak pecah
Melihat gigi palsu jatuh ke mangkok
Teks 2
Janganlah engkau berbuat maksiat
Janganlah engkau berbuat jahat
Segeralah engkau bertaubat
Agar selamat dunia akhirat
Perbedaan kedua puisi rakyat tersebut adalah ...
Teks 1
Menggunakan kata-kata lugas
Teks 2
Menggunakan kata-kata kias
Teks 1
Terdapat sampiran dan isi
Teks 2
Hanya terdapat isi
Teks 1
Bersajak A-A-A-A
Teks 2
Bersajak A-B-A-B
Teks 1
Berisi pengetahuan
Teks 2
Berisi nasihat
Cermati teks berikut!
Teks 1
Jika belajar besungguh-sungguh
Keberhasilan akan kau rengkuh
Teks 2
Janganlah engkau berbuat maksiat
Janganlah engkau berbuat jahat
Segeralah engkau bertaubat
Agar selamat dunia akhirat
Persamaan kedua puisi rakyat tersebut adalah keduanya memiliki ....
Sajak berpola A-A-A-A
Empat larik dalam satu bait
Larik yang semuanya merupakan isi
Dua sampiran dalam satu bait
Kata berima pada syair tersebut adalah ....
Lelah, mengikuti, hidup, syahwat
Kian, semakin, berkarat, berat
Jalani, semakin, terawat, hati
Syahwat, berat, terawat, bekarat
Makna kata bergaris bawah pada syair tersebut adalah ....
Tak terkendali
Baik hati
Mudah tersentuh
Menjadi luluh
Cermati teks berikut!
(1) Hari minggu pergi ke pasar
(2) Beli sayur dan juga beras
(3) Tiap hari rajinlah kau belajar
(4) Pastilah kau menjadi cerdas
Pernyataan tepat sesuai dengan struktur makna antarlarik pantun tersebut adalah ....
Larik 1 dan 2 dengan larik 3 dan 4 tidak ada hubungan makna
Larik 1 dan 2 memiliki hubungan pertentangan
Larik 3 dan 4 mengungkapkan sebuah permohonan
Larik 4 dan 1 merupakan kalimat majemuk
Cermati teks berikut!
(1) Hari minggu pergi ke pasar
(2) Beli sayur dan juga beras
(3) Tiap hari rajinlah kau belajar
(4) Pastilah kau menjadi cerdas
Kalimat berisi ajakan pada syair tersebut terdapat pada larik bernomor ....
(1)
(2)
(3)
(4)
Cermati teks berikut!
Orang jahat banyak masalah
Orang baik banyak anugerah
Struktur makna antarlarik gurindam tersebut adalah ....
Kedua larik tidak memiliki hubungan makna
Larik 1 merupakan pengantar menuju larik 2
Kedua larik memiliki hubungan pertentangan
Larik 1 merupakan syarat menuju larik 2
Cermati teks berikut!
(1) Meski sudah uzur, Rahman masih gesit dan cekatan. (2) Aktivitas lelaki ini memang sangat luar bisa. (3) Begitu bangun pagi, ia sudah memikul cangkul menuju sawahnya (4) Ia harus mengayunkan cangkulnya untuk membongkar tanah yang mengeras.
Kalimat yang berisi kata penghubung tujuan ditandai nomor ....
(1)
(2)
(3)
(4)
Cermati teks berikut!
(1) Meski sudah uzur, Rahman masih gesit dan cekatan. (2) Aktivitas lelaki ini memang sangat luar bisa. (3) Begitu bangun pagi, ia sudah memikul cangkul menuju sawahnya (4) Ia harus mengayunkan cangkulnya untuk membongkar tanah yang mengeras.
(1)
(2)
(3)
(4)
Cermati teks berikut!
Pada suatu hari si Rusa berjalan-jalan di pinggir danau. Ia bertemu dengan Kura-kura yang terlihat hanya mondar-mandir saja.
"Kura-kura, apa yang sedang engkau lakukan di sini?" tanya si Rusa.
"Aku sedang mencari sumber penghidupan," jawab si Kura-kura.
"Jangan berlagak engkau, hei Kura-kura! Engkau hanya mondar-mandir saja namun berlagak tengah mencari sumber penghidupan!"
Si Kura-kura berusaha menjelaskan, namun si Rusa tetap marah. Bahkan, si Rusa mengancam akan menginjak tubuh si Kura-kura. Si Kura-kura yang jengkel akhirnya menantang untuk mengadu kekuatan betis kaki.
Si Rusa sangat marah mendengar tantangan si Kura-kura untuk mengadu betis. Ia pun meminta agar si Kura-kura menendang betisnya terlebih dahulu.
"Tendanglah sekeras-kerasnya, semampu yang engkau bisa lakukan!" tantang si Rusa.
"Jika aku menendang betismu, engkau akan jatuh dan tidak bisa membalas menendangku," balas si Kura-kura.
Si Rusa kian marah mendengar ucapan si Kura-kura. Ia pun menendang dengan kaki depannya sekuat-kuatnya.
....
Si kura-kura bersiaga dan mengambil ancang-ancang di tempat tinggi. Ia lalu menggelindingkan tubuhnya. Ketika hampir tiba di dekat tubuh si Rusa, ia pun menaikkan tubuhnya hingga tubuhnya melayang. Si Kura-kura mengincar hidung si rusa. Begitu kerasnya tempurung si kura-kura mengena hingga hidung si Rusa putus.
Alasan yang tepat bahwa teks tersebut termasuk fabel adalah ....
Berlatar tempat perkotaan
Tidak menggunakan kalimat langsung
Tokoh-tokohnya merupakan binatang
Hanya bertujuan menghibur pembaca
Cermati teks berikut!
Pada suatu hari si Rusa berjalan-jalan di pinggir danau. Ia bertemu dengan Kura-kura yang terlihat hanya mondar-mandir saja.
"Kura-kura, apa yang sedang engkau lakukan di sini?" tanya si Rusa.
"Aku sedang mencari sumber penghidupan," jawab si Kura-kura.
"Jangan berlagak engkau, hei Kura-kura! Engkau hanya mondar-mandir saja namun berlagak tengah mencari sumber penghidupan!"
Si Kura-kura berusaha menjelaskan, namun si Rusa tetap marah. Bahkan, si Rusa mengancam akan menginjak tubuh si Kura-kura. Si Kura-kura yang jengkel akhirnya menantang untuk mengadu kekuatan betis kaki.
Si Rusa sangat marah mendengar tantangan si Kura-kura untuk mengadu betis. Ia pun meminta agar si Kura-kura menendang betisnya terlebih dahulu.
"Tendanglah sekeras-kerasnya, semampu yang engkau bisa lakukan!" tantang si Rusa.
"Jika aku menendang betismu, engkau akan jatuh dan tidak bisa membalas menendangku," balas si Kura-kura.
Si Rusa kian marah mendengar ucapan si Kura-kura. Ia pun menendang dengan kaki depannya sekuat-kuatnya.
....
Si kura-kura bersiaga dan mengambil ancang-ancang di tempat tinggi. Ia lalu menggelindingkan tubuhnya. Ketika hampir tiba di dekat tubuh si Rusa, ia pun menaikkan tubuhnya hingga tubuhnya melayang. Si Kura-kura mengincar hidung si rusa. Begitu kerasnya tempurung si kura-kura mengena hingga hidung si Rusa putus.
Peristiwa yang menunjukkan konflik pada kutipan fabel tersebut adalah ....
Si Rusa dan si Kura-kura terlibat pertarungan mengadu betis
Si Rusa marah karena tersinggung dengan jawaban si Kura-kura
Si Kura-kura tidak mau melayani tantangan si Rusa
Si Kura-kura berhasil mematahkan hidung si Rusa
Cermati teks berikut!
Pada suatu hari si Rusa berjalan-jalan di pinggir danau. Ia bertemu dengan Kura-kura yang terlihat hanya mondar-mandir saja.
"Kura-kura, apa yang sedang engkau lakukan di sini?" tanya si Rusa.
"Aku sedang mencari sumber penghidupan," jawab si Kura-kura.
"Jangan berlagak engkau, hei Kura-kura! Engkau hanya mondar-mandir saja namun berlagak tengah mencari sumber penghidupan!"
Si Kura-kura berusaha menjelaskan, namun si Rusa tetap marah. Bahkan, si Rusa mengancam akan menginjak tubuh si Kura-kura. Si Kura-kura yang jengkel akhirnya menantang untuk mengadu kekuatan betis kaki.
Si Rusa sangat marah mendengar tantangan si Kura-kura untuk mengadu betis. Ia pun meminta agar si Kura-kura menendang betisnya terlebih dahulu.
"Tendanglah sekeras-kerasnya, semampu yang engkau bisa lakukan!" tantang si Rusa.
"Jika aku menendang betismu, engkau akan jatuh dan tidak bisa membalas menendangku," balas si Kura-kura.
Si Rusa kian marah mendengar ucapan si Kura-kura. Ia pun menendang dengan kaki depannya sekuat-kuatnya.
....
Si kura-kura bersiaga dan mengambil ancang-ancang di tempat tinggi. Ia lalu menggelindingkan tubuhnya. Ketika hampir tiba di dekat tubuh si Rusa, ia pun menaikkan tubuhnya hingga tubuhnya melayang. Si Kura-kura mengincar hidung si rusa. Begitu kerasnya tempurung si kura-kura mengena hingga hidung si Rusa putus.
Peristiwa yang menunjukkan penyebab terjadi konflik pada kutipan fabel tersebut adalah ....
Si Rusa dan si Kura-kura terlibat pertarungan mengadu betis
Si Rusa marah karena tersinggung dengan jawaban si Kura-kura
Si Kura-kura tidak mau melayani tantangan si Rusa
Si Kura-kura berhasil mematahkan hidung si Rusa
Cermati teks berikut!
Pada suatu hari si Rusa berjalan-jalan di pinggir danau. Ia bertemu dengan Kura-kura yang terlihat hanya mondar-mandir saja.
"Kura-kura, apa yang sedang engkau lakukan di sini?" tanya si Rusa.
"Aku sedang mencari sumber penghidupan," jawab si Kura-kura.
"Jangan berlagak engkau, hei Kura-kura! Engkau hanya mondar-mandir saja namun berlagak tengah mencari sumber penghidupan!"
Si Kura-kura berusaha menjelaskan, namun si Rusa tetap marah. Bahkan, si Rusa mengancam akan menginjak tubuh si Kura-kura. Si Kura-kura yang jengkel akhirnya menantang untuk mengadu kekuatan betis kaki.
Si Rusa sangat marah mendengar tantangan si Kura-kura untuk mengadu betis. Ia pun meminta agar si Kura-kura menendang betisnya terlebih dahulu.
"Tendanglah sekeras-kerasnya, semampu yang engkau bisa lakukan!" tantang si Rusa.
"Jika aku menendang betismu, engkau akan jatuh dan tidak bisa membalas menendangku," balas si Kura-kura.
Si Rusa kian marah mendengar ucapan si Kura-kura. Ia pun menendang dengan kaki depannya sekuat-kuatnya.
....
Si kura-kura bersiaga dan mengambil ancang-ancang di tempat tinggi. Ia lalu menggelindingkan tubuhnya. Ketika hampir tiba di dekat tubuh si Rusa, ia pun menaikkan tubuhnya hingga tubuhnya melayang. Si Kura-kura mengincar hidung si rusa. Begitu kerasnya tempurung si kura-kura mengena hingga hidung si Rusa putus.
Peristiwa yang menunjukkan akibat terjadi konflik pada kutipan fabel tersebut adalah ...
Si Rusa dan si Kura-kura terlibat pertarungan mengadu betis
Si Rusa marah karena tersinggung dengan jawaban si Kura-kura
Si Kura-kura tidak mau melayani tantangan si Rusa
Si Kura-kura berhasil mematahkan hidung si Rusa
Cermati bacaan berikut!
Singa dan Seekor Tikus
(1)
Seekor singa sedang tidur dengan lelap di dalam hutan, dengan kepalanya yang besar bersandar pada telapak kakinya. Seekor tikus kecil secara tidak sengaja berjalan di dekatnya, dan setelah tikus itu sadar bahwa dia berjalan di depan seekor singa yang tertidur, sang Tikus menjadi ketakutan dan berlari dengan cepat, tetapi karena ketakutan, sang Tikus malah berlari di atas hidung sang Singa yang sedang tidur.
(2)
Sang Singa menjadi terbangun dan dengan sangat marah menangkap makhluk kecil itu dengan cakarnya yang sangat besar.
"Ampuni saya!" kata sang Tikus. "Tolong lepaskan saya dan suatu saat nanti saya akan membalas kebaikanmu."
Singa menjadi tertawa dan merasa lucu saat berpikir bahwa seekor tikus kecil akan dapat membantunya. Tetapi dengan baik hati, akhirnya singa tersebut melepaskan tikus kecil itu.
Suatu hari, ketika sang Singa mengintai mangsanya di dalam hutan, sang Singa tertangkap oleh jala yang ditebarkan oleh pemburu. Karena tidak dapat membebaskan dirinya sendiri, sang Singa mengaum dengan marah ke seluruh hutan. Saat itu sang Tikus yang pernah dilepaskannya mendengarkan auman itu dan dengan cepat menuju ke arah di mana sang Singa terjerat pada jala. Sang Tikus kemudian menemukan sang Singa yang meronta-ronta berusaha membebaskan diri dari jala yang menjeratnya.
(3)
Sang Tikus kemudian berlari ke tali besar yang menahan jala tersebut, dia lalu menggigit tali tersebut sampai putus hingga akhirnya sang Singa dapat dibebaskan.
(4)
"Kamu tertawa ketika saya berkata akan membalas perbuatan baikmu," kata sang Tikus. "Sekarang kamu lihat bahwa walaupun kecil, seekor tikus dapat juga menolong seekor singa."
Tahapan komplikasi pada kutipan fabel tersebut ditandai nomor ….
(1)
(2)
(3)
(4)
Cermati bacaan berikut!
Singa dan Seekor Tikus
(1)
Seekor singa sedang tidur dengan lelap di dalam hutan, dengan kepalanya yang besar bersandar pada telapak kakinya. Seekor tikus kecil secara tidak sengaja berjalan di dekatnya, dan setelah tikus itu sadar bahwa dia berjalan di depan seekor singa yang tertidur, sang Tikus menjadi ketakutan dan berlari dengan cepat, tetapi karena ketakutan, sang Tikus malah berlari di atas hidung sang Singa yang sedang tidur.
(2)
Sang Singa menjadi terbangun dan dengan sangat marah menangkap makhluk kecil itu dengan cakarnya yang sangat besar.
"Ampuni saya!" kata sang Tikus. "Tolong lepaskan saya dan suatu saat nanti saya akan membalas kebaikanmu."
Singa menjadi tertawa dan merasa lucu saat berpikir bahwa seekor tikus kecil akan dapat membantunya. Tetapi dengan baik hati, akhirnya singa tersebut melepaskan tikus kecil itu.
Suatu hari, ketika sang Singa mengintai mangsanya di dalam hutan, sang Singa tertangkap oleh jala yang ditebarkan oleh pemburu. Karena tidak dapat membebaskan dirinya sendiri, sang Singa mengaum dengan marah ke seluruh hutan. Saat itu sang Tikus yang pernah dilepaskannya mendengarkan auman itu dan dengan cepat menuju ke arah di mana sang Singa terjerat pada jala. Sang Tikus kemudian menemukan sang Singa yang meronta-ronta berusaha membebaskan diri dari jala yang menjeratnya.
(3)
Sang Tikus kemudian berlari ke tali besar yang menahan jala tersebut, dia lalu menggigit tali tersebut sampai putus hingga akhirnya sang Singa dapat dibebaskan.
(4)
"Kamu tertawa ketika saya berkata akan membalas perbuatan baikmu," kata sang Tikus. "Sekarang kamu lihat bahwa walaupun kecil, seekor tikus dapat juga menolong seekor singa."
Tahapan koda pada kutipan fabel tersebut ditandai nomor....
(1)
(2)
(3)
(4)
Cermati bacaan berikut!
Singa dan Seekor Tikus
(1)
Seekor singa sedang tidur dengan lelap di dalam hutan, dengan kepalanya yang besar bersandar pada telapak kakinya. Seekor tikus kecil secara tidak sengaja berjalan di dekatnya, dan setelah tikus itu sadar bahwa dia berjalan di depan seekor singa yang tertidur, sang Tikus menjadi ketakutan dan berlari dengan cepat, tetapi karena ketakutan, sang Tikus malah berlari di atas hidung sang Singa yang sedang tidur.
(2)
Sang Singa menjadi terbangun dan dengan sangat marah menangkap makhluk kecil itu dengan cakarnya yang sangat besar.
"Ampuni saya!" kata sang Tikus. "Tolong lepaskan saya dan suatu saat nanti saya akan membalas kebaikanmu."
Singa menjadi tertawa dan merasa lucu saat berpikir bahwa seekor tikus kecil akan dapat membantunya. Tetapi dengan baik hati, akhirnya singa tersebut melepaskan tikus kecil itu.
Suatu hari, ketika sang Singa mengintai mangsanya di dalam hutan, sang Singa tertangkap oleh jala yang ditebarkan oleh pemburu. Karena tidak dapat membebaskan dirinya sendiri, sang Singa mengaum dengan marah ke seluruh hutan. Saat itu sang Tikus yang pernah dilepaskannya mendengarkan auman itu dan dengan cepat menuju ke arah di mana sang Singa terjerat pada jala. Sang Tikus kemudian menemukan sang Singa yang meronta-ronta berusaha membebaskan diri dari jala yang menjeratnya.
(3)
Sang Tikus kemudian berlari ke tali besar yang menahan jala tersebut, dia lalu menggigit tali tersebut sampai putus hingga akhirnya sang Singa dapat dibebaskan.
(4)
"Kamu tertawa ketika saya berkata akan membalas perbuatan baikmu," kata sang Tikus. "Sekarang kamu lihat bahwa walaupun kecil, seekor tikus dapat juga menolong seekor singa."
Variasi pengungkapan pada bagian orientasi (pengenalan) pada kutipan fabel tersebut adalah ....
Diawali dengan deskripsi latar waktu
Diawali dengan deskripsi latar masa lalu
Diawali dengan kegiatan tokoh
Diawali dengan deskripsi latar suasana
Cermati bacaan berikut!
Singa dan Seekor Tikus
(1)
Seekor singa sedang tidur dengan lelap di dalam hutan, dengan kepalanya yang besar bersandar pada telapak kakinya. Seekor tikus kecil secara tidak sengaja berjalan di dekatnya, dan setelah tikus itu sadar bahwa dia berjalan di depan seekor singa yang tertidur, sang Tikus menjadi ketakutan dan berlari dengan cepat, tetapi karena ketakutan, sang Tikus malah berlari di atas hidung sang Singa yang sedang tidur.
(2)
Sang Singa menjadi terbangun dan dengan sangat marah menangkap makhluk kecil itu dengan cakarnya yang sangat besar.
"Ampuni saya!" kata sang Tikus. "Tolong lepaskan saya dan suatu saat nanti saya akan membalas kebaikanmu."
Singa menjadi tertawa dan merasa lucu saat berpikir bahwa seekor tikus kecil akan dapat membantunya. Tetapi dengan baik hati, akhirnya singa tersebut melepaskan tikus kecil itu.
Suatu hari, ketika sang Singa mengintai mangsanya di dalam hutan, sang Singa tertangkap oleh jala yang ditebarkan oleh pemburu. Karena tidak dapat membebaskan dirinya sendiri, sang Singa mengaum dengan marah ke seluruh hutan. Saat itu sang Tikus yang pernah dilepaskannya mendengarkan auman itu dan dengan cepat menuju ke arah di mana sang Singa terjerat pada jala. Sang Tikus kemudian menemukan sang Singa yang meronta-ronta berusaha membebaskan diri dari jala yang menjeratnya.
(3)
Sang Tikus kemudian berlari ke tali besar yang menahan jala tersebut, dia lalu menggigit tali tersebut sampai putus hingga akhirnya sang Singa dapat dibebaskan.
(4)
"Kamu tertawa ketika saya berkata akan membalas perbuatan baikmu," kata sang Tikus. "Sekarang kamu lihat bahwa walaupun kecil, seekor tikus dapat juga menolong seekor singa."
Pola pengembangan judul pada kutipan fabel tersebut adalah ....
Judul dikembangkan berdasarkan latar cerita
Judul berasal dari nama tokoh
Judul dikembangkan berdasarkan sifat tokoh
Judul diambil dari tema
Cermati teks berikut!
(1) Sang mentari menampakkan diri dengan senyum terindahnya. Nuri bersama sahabat-sahabatnya bernyanyi riang. (2) Sementara Katak Putihbertepuk tangan dengan ceria. (3) Sudah terkenal di seluruh hutan bahwa siNuri dan si Katak Putih bersahabat karib. (4) Saling menopang dan salingmenolong dalam suka dan duka.
Cuplikan cerita fabel tersebut menunjukkan peristiwa pada siang hari. Kalimat yang berisi latar waktu siang hari ditandai nomor ....
(1)
(2)
(3)
(4)
Teks 1
Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.
“Hai Tuvi, bolehkah aku meminta sedikit makananmu?” pinta Fintu.
“Hey, Fintu! Ini makananku dan tetap makananku. Sana cari makanan yang lain!” tolak Tuvi.
“Baiklah…” Fintu menunduk dan berlalu.
Teks 2
Di musim panas yang hangat dan cerah sedikit menggoda Belalang untuk memainkan biola kesayangan sambil bernyanyi dan menari. Hampir setiap harinya itulah yang dilakukan belalang. Ia tidak terpikir untuk melakukan aktivitas lainnya seperti bekerja atau bersiap untuk mengumpulkan bekal musim dingin.
Perbedaan pengembangan watak tokoh pada kedua cuplikan fabel tersebut adalah watak tokoh diketahui melalui ....
Teks 1
Deskripsi fisik tokoh
Teks 2
Dialog tokoh dengan diri sendiri
Teks 1
Kegiatan tokoh
Teks 2
Deskripsi fisik tokoh
Teks 1
Dialog tokoh dengan diri sendiri
Teks 2
Dialog dengan tokoh lain
Teks 1
Dialog dengan tokoh lain
Teks 2
Kegiatan tokoh
Teks 1
Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.
“Hai Tuvi, bolehkah aku meminta sedikit makananmu?” pinta Fintu.
“Hey, Fintu! Ini makananku dan tetap makananku. Sana cari makanan yang lain!” tolak Tuvi.
“Baiklah…” Fintu menunduk dan berlalu.
Teks 2
Di musim panas yang hangat dan cerah sedikit menggoda Belalang untuk memainkan biola kesayangan sambil bernyanyi dan menari. Hampir setiap harinya itulah yang dilakukan belalang. Ia tidak terpikir untuk melakukan aktivitas lainnya seperti bekerja atau bersiap untuk mengumpulkan bekal musim dingin.
Perbedaan penggunaan bahasa pada kedua cuplikan fabel tersebut adalah ....
Teks 1
Kalimatnya panjang, membingungkan
Teks 2
Kalimatnya singkat, jelas
Teks 1
Menggunakan dialog
Teks 2
Tidak terdapat dialog
Teks 1
Seluruhnya berupa narasi
Teks 2
Tidak menggunakan narasi
Teks 1
Menggunakan ragam bahasa resmi
Teks 2
Menggunakan ragam bahasa percakapan
Cermati teks berikut!
Musim panas yang membuatnya(1) ceria sudah akan berganti(2) ke musim dingin, di mana hujan(3)akan turun dengan lebat(4) disertai suhu udara yang sangat rendah(5)
Kata sifat pada kalimat tersebut ditandai nomor ....
(1) dan (2)
(2) dan (3)
(3) dan (4)
(4) dan (5)
Cermati teks berikut!
(1) Merpati merasa jatah jagungnya lebih sedikit dibandingkan dengan Tekukur. (2) Merpati menganggap pemiliknya sudah tak menyayanginya lagi. (3) “Oh, ternyata pemilikku lebih sayang Tekukur,” keluh Merpati. (4) Didalam kandangnya ia selalu murung.
Kalimat yang berisi kata seru ditandai nomor ....
(1)
(2)
(3)
(4)
Cermati teks berikut!
(1) Merpati merasa jatah jagungnya lebih sedikit dibandingkan dengan Tekukur. (2) Merpati menganggap pemiliknya sudah tak menyayanginya lagi. (3) “Oh, ternyata pemilikku lebih sayang Tekukur,” keluh Merpati. (4) Didalam kandangnya ia selalu murung.
Penulisan kata depan yang yang salah terdapat pada kalimat bernomor....
(1)
(2)
(3)
(4)
Cermati teks berikut!
....
Rencananya, liburan aku akan main ke Indramayu dan berharap kita bisa bermain bersama dengan teman-teman sekelas. Aku juga sudah kangen masakan ibumu, pindang gombyang. Oh ya, sekian dulu surat dariku. Aku sangat berharap balasan darimu. Terima kasih dan sampai jumpa.
....
Teks tersebut termasuk cuplikan surat pribadi karena ....
Berkaitan dengan masalah kedinasan
Berkaitan dengan keperluan yang bersifat resmi
Melibatkan instansi tertentu
Ditulis oleh seseorang atas nama individu
Cermati teks berikut!
Kepada
Yth. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga
Kabupaten Indramayu
Dengan hormat,
Kami beritahukan bahwa dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, SMP Wiralodra menyelenggarakan lomba futsal tingkat SD se-Kabupaten Indramayu. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada
....
Teks tersebut termasuk cuplikan surat dinas karena ....
Berkaitan dengan masalah kedinasan
Berkaitan dengan keperluan yang bersifat pribadi
Menggunakan bahasa yang akrab
Menggunakan bahasa yang akrab
Teks 1
....
Bu, saya sekarang bersekolah di SMA Siliwangi. Saya juga masih mengingat apa yang Ibu katakan dulu saat di sekolah, “Jika kita punya keinginan, kita harus mengejarnya sampai dapat!”. Hal itu terus memotivasi saya sampai sekarang. Dua minggu lagi saya akan mengikuti babak final lomba menulis karya ilmiah yang diadakan oleh Universitas Pajajaran. Untuk itu, saya minta doa Ibu supaya saya bisa memberikan yang terbaik.
Sekali lagi, saya mengucapkan terimakasih atas kerja keras Ibu mengajariku menulis. Berkat itu semua, saya yang dulunya tidak suka menulis, sekarang sangat mencintai dunia itu. Bu, buku tentang teknik menulis yang Ibu berikan sangat membantu dalam mengasah kemampuan saya.
.....Teks 2
....
Aku sangat meridukanmu, Vin. Rindu dengan semua kehidupan dan kebiasaan di desa. Juga sangat rindu dengan teman-teman semua yang ada di sana. Saking kangennya, aku jadi bermimpi bahwa semalam kita bermain bersama. Oh iya, kini aku sudah diterima di SMA Siliwangi. Aku berhasil bersaing dengan ratusan bahkan ribuan pendaftar yang lain, loh. Aku belajar dengan sangat giat untuk itu. Hasilnya, tidaklah sia-sia, aku berhasil diterima di sekolah yang dulu kita bilang sangat bagus itu.
Vin, kamu juga harus belajar dengan sangat giat agar hidupmu diberi kemudahan. Jangan lupa pula untuk berdoa supaya cita-citamu dikabulkan. Kamu harus tetap semangat, ya. Yakinlah, aku senantiasa mendoakanmu dari sini. Aku akan tunggu kamu di sini.
Perbedaan isi kedua cuplikan surat pribadi tersebut adalah ....
Teks 1
Mengungkapkan kerinduan
Teks 2
Mengungkapkan kebahagiaan
Teks 1
Mengungkapkan pesan untuk teman
Teks 2
Mengungkapkan pesan untuk guru
Teks 1
Memberikan nasihat
Teks 2
Menyampaikan informasi
Teks 1
Menyampaikan ucapan terima kasih
Teks 2
Memberikan doa dan semangat
Teks 1
....
Bu, saya sekarang bersekolah di SMA Siliwangi. Saya juga masih mengingat apa yang Ibu katakan dulu saat di sekolah, “Jika kita punya keinginan, kita harus mengejarnya sampai dapat!”. Hal itu terus memotivasi saya sampai sekarang. Dua minggu lagi saya akan mengikuti babak final lomba menulis karya ilmiah yang diadakan oleh Universitas Pajajaran. Untuk itu, saya minta doa Ibu supaya saya bisa memberikan yang terbaik.
Sekali lagi, saya mengucapkan terimakasih atas kerja keras Ibu mengajariku menulis. Berkat itu semua, saya yang dulunya tidak suka menulis, sekarang sangat mencintai dunia itu. Bu, buku tentang teknik menulis yang Ibu berikan sangat membantu dalam mengasah kemampuan saya.
.....
Teks 2
....
Aku sangat meridukanmu, Vin. Rindu dengan semua kehidupan dan kebiasaan di desa. Juga sangat rindu dengan teman-teman semua yang ada di sana. Saking kangennya, aku jadi bermimpi bahwa semalam kita bermain bersama. Oh iya, kini aku sudah diterima di SMA Siliwangi. Aku berhasil bersaing dengan ratusan bahkan ribuan pendaftar yang lain, loh. Aku belajar dengan sangat giat untuk itu. Hasilnya, tidaklah sia-sia, aku berhasil diterima di sekolah yang dulu kita bilang sangat bagus itu.
Vin, kamu juga harus belajar dengan sangat giat agar hidupmu diberi kemudahan. Jangan lupa pula untuk berdoa supaya cita-citamu dikabulkan. Kamu harus tetap semangat, ya. Yakinlah, aku senantiasa mendoakanmu dari sini. Aku akan tunggu kamu di sini.
Persamaan penggunaan bahasa yang digunakan kedua cuplikan surat pribadi tersebut adalah ....
Menggunakan bahasa formal
Terdapat pribahasa
Terdapat kata-kata asing
Menggunakan ungkapan perasaan
Cermati penulisan alamat tujuan surat berikut!
(1)
YTH Ibu Kepala Sekolah SMP Wiralodra
di Indramayu
(2)
yth. Kepala Sekolah SMP Wiralodra
di Indramayu
(3)
Yth Ibu Kepala SMP Wiralodra
di Indramayu
(4)
Yth. Kepala SMP Wiralodra
di Indramayu
Penulisan alamat tujuan surat yang tepat ditandai nomor ....
(1)
(2)
(3)
(4)
Cermati penulisan teks berikut!
(1)
Sehubungan dengan rencana pelaksanaan Pentas Seni SMP Wiralodra 2018, kami mengharap kehadiran Ibu pada
hari, tanggal
: Sabtu, 25 Agustus 2018
Pukul
: 08.00 s.d. 10.00
Tempat
: Aula SMP Wiralodra
acara
: Persiapan Pentas Seni
(2) Sehubungan dengan rencana pelaksanaan Pentas Seni SMP Wiralodra 2018, kami mengharap kehadiran Ibu pada:
hari, tanggal
: Sabtu, 25 Agustus 2018
Pukul
: 08.00 s.d. 10.00
Tempat
: Aula SMP Wiralodra
acara
: Persiapan Pentas Seni
(3) Sehubungan dengan rencana pelaksanaan Pentas Seni SMP Wiralodra 2018, kami mengharap kehadiran Ibu pada
Hari, Tanggal
: Sabtu, 25 Agustus 2018
Pukul
: 08.00 s.d. 10.00
Tempat
: Aula SMP Wiralodra
Acara
: Persiapan Pentas Seni
(4) Sehubungan dengan rencana pelaksanaan Pentas Seni SMP Wiralodra 2018, kami mengharap kehadiran Ibu pada,
Hari, tanggal
: Sabtu, 25 Agustus 2018
Pukul
: 08.00 s.d. 10.00
Tempat
: Aula SMP Wiralodra
Acara
: Persiapan Pentas Seni
Penulisan kalimat rincian yang tepat pada cuplikan surat tersebut ditandai nomor ....
(1)
(2)
(3)
(4)
(1) Akhir tahun ini Nanda tidak bisa pulang, Bu. (2) Hal ini disebabkan ada proyek di Kalimantan. (3) Nanda mohon maaf tidak bisa menemani Ibu pergi berlibur ke rumah nenek di Sukabumi. (4) Tapi, Ibu jangan khawatir. (5) Setelah proyek ini Nanda akan mendapatkan cuti panjang.
Kata keterangan tempat pada cuplikan surat tersebut ditandai nomor ....
(1) dan (2)
(2) dan (3)
(3) dan (4)
(4) dan (5)
(1) Mohon doa Ayah dan Ibu agar aku bisa lulus dengan predikat yang memuaskan.
(2) Bu Vivi, cita-cita saya menjadi pendidik sudah terwujud, yaitu menjadi guru di SMP Wiralodra.
(3) Atas perhatian dan kerja sama Bapak, saya menyampaikan terima kasih.
(4) Sahabatku yang baik, semua yang saya miliki sekarang ini tidak lepas dari bantuan dan doamu.
Kalimat yang berisi kata yang bersinonim ditandai nomor ....
(1)
(2)
(3)
(4)
Penulisan kalimat langsung yang benar pada kutipan fabel adalah...
”Tolong,tolong!Aku terjebak di lumpur hidup!Tolong!”teriak si semut.
“Toloong,tolooong!Aku terjebak di lumpur hidup!Tolong!”teriak si semut
”Toloong,tolooong!Aku terjebak di lumpur hidup!Tolong!”Teriak si semut.”
” Toloong,tolooong!Aku terjebak di lumpur hidup!Tolong!”teriak si semut.”
36. Cermati dialog berikut!
(1) aku dengar ada pertemuan para burung di balai. apa kau tidak ke sana tanya zenk serigala.
(2) tentu saja aku harus ke sana. kenapa pula aku sampai tidak tahu ujar bu mural tanpa rasa curiga.
Tulislah kembali cuplikan tersebut dengan penulisan huruf kapital dan tanda baca yang tepat!
37. Cermati teks berikut!
“Kena kau! Kau tidak bisa lari dariku, Ayam! Ha ha ha ...,” teriak Serigala kegirangan.
“Tunggu! Agar dagingku terasa lebih lezat, sebaiknya kau berdoa terlebih dahulu!” ujar Ayam meyakinkan.
Mendengar ucapan Ayam, Serigala pun menunda keinginannya untuk melahap Ayam.
“Berdoa? Bagaimana caranya? Ayo, cepat beritahu aku!” tanya Serigala.
“Aku pernah melihat manusia yang sedang berdoa. Ketika mereka akan berdoa, mereka biasanya melipat tangannya di dada,” jelas Ayam.
Serigala pun menuruti yang dikatakan Ayam. Serigala segera melipat kedua tangannya di dada.
“Selain melipat kedua tangannya, manusia juga menutup matanya saat berdoa,” lanjut Ayam.
Serigala pun menuruti perkataan Ayam. Dengan semangat, Serigala pun menutup kedua matanya.
Pada saat Serigala melipat kedua tangan dan menutup kedua matanya, dengan sangat cepat Ayam segera terbang dan melarikan diri.
Serigala yang tak menyadari tipuan Ayam segera membuka kedua matanya dan tak sabar untuk segera melahap mangsanya. Namun, ia sangat terkejut dan terbengong-bengong melihat Ayam sudah tak ada lagi di hadapannya.
Jelaskan watak kedua tokoh pada cuplikan fabel tersebut! Berilah alasan/bukti yang mendukung jawabanmu dengan singkat!
38. Cermati cuplikan surat dinas berikut!
Sebutkan empat bagian surat dinas yang telah ditandai pada cuplikan surat tersebut! Jelaskan bagian-bagian tersebut secara singkat!
39. Cermati cuplikan surat pribadi berikut!
Sudah hampir satu tahun kita nggak ketemu. Di sini aku sangat ngerinduin kamu, Dik. Semester ini aku sedang ngerjain skripsi. Doain Kakak, ya.
Carilah empat kata tidak baku pada cuplikan surat pribadi tersebut! Perbaikilah kata-kata tersebut menjadi kata baku!
Bacalah pantun rumpang berikut!
Menjamu tamu memakai ...(1)
Tamu dijamu kue putu
Apa guna berparas ...(2)
Kalau lupa shalat lima waktu
Sebelum pergi jangan lupa makan
Agar hari tidak penuh ...(3)
Terimakasih telah diingatkan
Tak akan lupa waktu ...(4)
Lengkapi bagian rumpang dengan kata yang tepat sehingga menjadi pantun yang padu!
