WorksheetsWork Permit & JSA Quiz
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
1. Berikut adalah beberapa praktik yang melanggar aturan Life saving rules (LSR) No.5 tentang izin kerja, kecuali :
A. Melakukan pekerjaan tanpa izin kerja yang seharusnya atau menandatangani ijin kerja tanpa otoritas dari Perusahaan
B. Melakukan pekerjaan diluar batas waktu yang ditetapkan dalam ijin kerja
C. Melakukan pekerjaan dengan izin kerja atau bekerja didalam lingkup kerja yang disetujui
2. Berikut adalah termasuk pekerjaan high risk, kecuali:
A. Hot Work, Bekerja di ketinggian, Ruang terbatas
B. Audit, pembersihan area kerja (housekeeping)
C. Lifting dengan mobil crane, electrical work, Radiation work, Excavation Work
3. Berikut adalah orang-orang yang berhubungan dengan izin kerja, kecuali:
A. Tamu perusahaan
B. Permit Requester, Permit Approver, Job Controller.
C. Field Approver
4. Karyawan atau kontraktor yang ditugaskan untuk melakukan kontrol pekerjaan disebut:
A. Job Controller
B. Field Approver
C. Permit Approver
5. Area owner/karyawan yang ditugaskan untuk inspeksi dan approve work permit di lapangan sebelum mulai bekerja disebut:
A. Permit Approver
B. Field Approver
C. Permit requester
6. Hazard (bahaya) adalah:
A. Situasi yang mengancam keselamatan tubuh, pikiran, properti kesehatan, lingkungan, atau publik.
B. Kombinasi kemungkinan dan keparahan terjadinya kejadian atau paparan bahaya
C. Perilaku yang tidak aman
7. Risiko (risk) adalah:
A. Kondisi yang tidak aman
B. Kombinasi kemungkinan dan keparahan terjadinya kejadian atau paparan bahaya
C. Sumber yang menyebabkan kecelakaan atau kerugian
8. Job Safety Analisis (JSA) adalah:
A. Metode systematis untuk mengidentifikasi bahaya dan mengendalian bahaya dari satu langkah dasar pekerjaan.
B. Metode untuk memenuhi kebutuhan K3
C. Metode untuk melaporkan pekerjaan
9. Berikut ini yang benar terkait penyusunan JSA adalah:
A. JSA tidak perlu dibuat jika pekerja sudah pernah melakukan pekerjaan tersebut
B. JSA harus disusun berdasarkan langkah dasar dari suatu pekerjaan
C. JSA harus di sampaikan ke manajemen saja
10. Urutan pengendalian risiko yang benar adalah sebagai berikut:
A. Eliminasi-Substitusi-Rekayasa Teknik-Administrasi-APD
B. APD-Administrasi-Rekayasa Teknik-Substitusi-Eliminasi
C. Rekayasa Teknik-APD-Eliminasi-Substitusi-Administrasi
