NEW
Font size
WorksheetsPEMANTAPAN
Total questions: 15
Worksheet time: 30mins
Saat evaluasi program DOTS didapatkan data: cakupan pengobatan klien (100%), kegagalan pengobatan (30%). Saat wawancara sebagian besar keluarga berkata,”kami sudah tidak batuk lagi sehingga obat tidak kami minum.”
Apakah data yang harus dikaji lebih pada kasus?
A. Lama minum obat
B. Cakupan pengobatan
C. Penyebab kegagalan pengobatan
D. Keyakinan klien terhadap pengobatan
E. Penyebab tidak melanjutkan pengobatan
Hasil pengkajian di suatu desa ditemukan data peningkatan 10% kasus baru tuberkulosis 70% keluarga prasejahtera, 60% merasakan adanya gejala penyakit, 50% keluarga bekerja sebagai buruh, dan 50% penderita sulit meluangkan waktu untuk memeriksakan kesehatan.
Apakah diagnosis keperawatan pada kasus tersebut?
A. Perilaku kesehatan cenderung berisiko
B. Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan
C. Kesiapan meningkatkan managemen kesehatan
D. Ketidakefektifan managemen kesehatan
E. Defisiensi kesehatan komunitas
Hasil windshield survey di sebuah desa terpencil didapatkan data 65% penduduk membuang sampah rumah tangga di sungai, 40% warga menyatakan penanganan sampah yang tepat adalah dengan dibakar. Data di puskesmas terdapat 5 % warga mengeluh batuk pilek setiap bulan.
Apakah strategi intervensi pada kasus tersebut?
A. Kemitraan
B. Pendidikan kesehatan
C. Pemberdayaan masyarakat
D. Intervensi profesional
E. Proses kelompok
Di satu desa terjadi wabah diare. Hasil pengkajian didapatkan: 38% keluarga tidak memiliki jamban, 20% buang sampah di sungai, 65% BAB di sungai, dan 45% mandi di sungai. Masyarakat menganggap kebiasaan tersebut adalah hal biasa dan sudah berlangsung turun temurun. Perawat melakukan pendidikan kesehatan tentang pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat.
Apakah indikator evaluasi formatif keberhasilan tindakan pada kasus tersebut?
A. Angka kejadian diare menurun
B. Masyarakat bisa hidup lebih sehat
C. Adanya WC umum tiap RT minimal 1
D. Masyarakat memahami tentang pentingnya BAB di jamban
E. Kepala desa berkomitmen untuk memperbaiki kesehatan lingkungan
Saat kunjungan rumah ditemui anak berusia 1 tahun. Ibunya mengatakan anaknya sering batuk semenjak pindah ke rumah baru beberapa bulan yang lalu. Ibu klien mengatakan anaknya sudah dibawa ke puskesmas dan mendapat obat namun batuknya berulang kembali setelah obat habis.
Apakah Komponen pengkajian yang perlu dilakukan pada kasus tersebut?
A. Fungsi keluarga
B. Sistem respirasi anak
C. Pola komunikasi keluarga
D. Karakteristik tetangga
E. Lingkungan rumah
diare sudah 2 hari dan tampak lemas. Keluarga mengatakan BAB warna kuning, BAB cair, frekuensi lebih dari 5 kali. Keluarga mengatakan anak tidak nafsu makan dan kalau minum sering dimuntahkan, Hasil pengkajian: Turgor kulit kembali sangat lambat, suhu 38 C. Frekuensi nadi 88 x/menit. Klien belum dibawa ke pelayanan kesehatan
Apakah diagnosis keperawatan pada kasus tersebut?
A. Risiko defisit nutrisi
B. Defisiensi kesehatan keluarga
C. Risiko ketidakseimbangan cairan
D. Risiko ketidakseimbangan elektrolit
E. Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan
Dalam kunjungan rumah ditemui seorang pria berusia 35 tahun, mengeluh batuk dalam sebulan terakhir, nafsu makan berkurang, berat badan turun 5 kg dalam 1 bulan dan merasa demam. Hasil observasi didapatkan data: klien membuang ludah sembarangan, tidak ada jendela di kamar tidur, pertukaran udara hanya dari sumber pintu masuk. Keluarga mengatakan klien batuk darah sudah 3 kali dalam seminggu ini dan tidak tahu harus melakukan apa.
Apakah intervensi yang perlu segera dilakukan pada kasus tersebut?
A. Menganjurkan membuat jendela di kamar.
B. Melakukan pemeriksaan fisik.
C. Mengajarkan batuk efektif.
D. Menganjurkan memeriksa dahak BTA
E. Mengajarkan cara membuang ludah yang benar.
Saat kunjungan rumah didapatkan klien perempuan berusia 10 tahun, klien mengatakan sudah 2 hari diare, BAB cair, frekuensi lebih dari 3 kali/ hari mengeluh mual dan muntah saat makan atau minum. Hasil pemeriksan fisik: turgor kulit kembali lambat, suhu 37.5 C, Nadi 100 x/menit, RR: 18x/menit. Klien belum dibawa ke pelayanan kesehatan. Keluarga mengatakan cukup diberi minuman herbal. Perawat memberi penyuluhan dampak diare pada kesehatan.
Apakah evaluasi pada tindakan perawat tersebut?
A. Keluarga dapat menyebutkan makanan yang sehat bagi pertumbuhan
B. Keluarga membawa klien ke pelayanan kesehatan
C. Keluarga dapat menyediakan makanan yang sehat
D. Anggota keluarga pertumbuhan baik
E. Anggota keluarga tidak jajan di luar
Perawat melakukan pengkajian di suatu RW dengan membuat peta lingkungan dan menggambarkan lokasi tempat berkumpulnya warga, fasilitas ibadah, tempat bermain anak, sekolah serta lingkungan yang beresiko menimbulkan masalah kesehatan di masyarakat.
Apakah metode pengkajian dilakukan oleh perawat pada kasus tersebut?
A. Kuesioner
B. Wawancara
C. Studi Literatur
D. Wienshield survey
E. Focus grup discussion
Hasil pengkajian di kelurahan ditemukan data peningkatan 20% kasus baru penyakit menular TBC, 60% merasakan adanya gejala penyakit, 50% keluarga bekerja sebagai buruh, 70% keluarga prasejahtera, serta 50% penderita jarang meluangkan waktu untuk memeriksakan diri di fasilitas kesehatan.
Apakah diagnosis keperawatan pada kasus diatas?
A. Kesiapan meningkatkan managemen kesehatan
B. Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan
C. Ketidakefektifan managemen kesehatan
D. Perilaku kesehatan cenderung beresiko
E. Defsiensi kesehatan komunitas
Suatu kelurahan berada di lingkungan industri yang menghasilkan limbah asap, 20% masyarakat menderita ISPA, 10 % diantaranya adalah anak-anak. Masyarakat mengatakan tidak mau menggunakan masker karena merasa tidak nyaman. Perawat memberikan pendidikan kesehatan tentang pentingnya penggunaan masker.
Apakah strategi intervensi yang dilakukan oleh perawat?
a. Pemberdayaan Masyarakat
b. Promosi Kesehatan
c. Kemitraan
d. advokasi
e. Supervisi
Perawat Puskesmas mengunjungi salah satu keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan post rehabilitasi penyalahgunaan NAPZA. Hasil pengkajian klien mengatakan jarang keluar rumah karena warga masyarakat disekitar tidak mau bergaul dengan klien.
Apakah upaya yang tepat dilakukan oleh perawat?
a. Upaya Promotif
b. Upaya Preventif
c. Upaya Kuratif
d. Upaya Rehabilitative
e. Upaya Resosialitatif
Seorang perawat melakukan kunjungan ke suatu posyandu. Hasil kunjungan; sebagian besar balita menunjukkan tanda-tanda kurang gizi. Pelayanan meja 5 posyandu tampak tidak berfungsi. Penyuluhan terkait gizi untuk para ibu yang datang membawa balita tidak dilakukan oleh kader.
Apakah komponen pengkajian yang dilakukan oleh perawat?
a. Komunikasi
b. Pendidikan
c. Keamanan dan Transportasi
d. Lingkungan Fisik
e. Pelayanan Kesehatan dan Sosial
Hasil kunjungan; bulan Agustus 2020 terjadi kasus DBD pada 10% santri, 7 bulan lalu terjadi kasus yang sama pada 15% santri. Hasil pengamatan terdapat genangan air pada pot-pot dan kaleng bekas minuman dan selokan yang tidak tertutup.
Apakah tindakan prioritas yang dilakukan perawat komunitas?
a. Melakukan P3M
b. Melindungi warga Pesantren dari gigitan nyamuk dengan mengunakan lotion anti nyamuk
c. Bersama sama warga Pesantren membersihkan lingkungan
d. Melakukan fogging terhadap lingkungan Pesantren
e. Memberikan kelambu pada warga Pesantren
Seorang perawat melakukan survey komunitas di suatu kecamatan. Hasil pengkajian terdapat suatu desa yang memiliki kandang ternak yang berdempetan dengan rumah, sampah berserakan di pekarangan rumah dan sungai sebagai sumber air untuk kebutuhan mandi, cuci dan kakus. Apakah faktor determinan yang mempengaruhi kesehatan masayarakat?
a. Faktor Lingkungan
b. Faktor Prilaku
c. Faktor Pelayanan Kesehatan
d. Faktor Genetik
e. Faktor Individual
