wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

LITERASI SMANITA

Total questions: 10

Worksheet time: 5mins

Name
Class
Date
1.

Alkisah, di sebuah lereng pegunungan ada sebuah desa yang permai. Hampir seluruh penduduk di sana bermata pencaharian sebagai pencari kayu. Mereka memanfaatkan hutan yang ada di sekitar permukiman mereka. Pohon-pohonnya besar dan berdaun lebat. Awalnya mereka hanya mau menebang pohon yang sudah tua, tetapi akhirnya mereka menjadi lupa diri. Para penebang kayu ini sudah tak peduli lagi. Meskipun usia pohonnya masih muda, mereka tetap saja menebangnya.

Suatu ketika Riri dan Nena bermain-main ke bukit. Dua gadis cilik ini ingin mencari bunga dan kupu-kupu di sana. Akan tetapi, alangkah kagetnya kedua gadis cilik ini. Bukit yang dulu mereka kenal, kini sudah berbeda sama sekali. Bukit itu menjadi tandus. Pohon besar nan rimbun sudah sulit sekali mereka temui. Bunga-bunga yang indah telah berubah menjadi alng-alang yang tak terurus. Kupu-kupu telah pergi entah ke mana.

(Dongeng “Petuah Pohon Tua” karya Habib)

Amanat dongeng pada soal di atas adalah . . . .

a)

Janganlah membuang sampah sembarangan

b)

Kita harus menghormati orangtua yang telah melahirkan kita

c)

Janganlah menebang pohon secara membabi buta

d)

Kita harus menjaga lingkungan kita dari segala gangguan

2.

Menurut kamu, jika anak-anak tidak mau menolong bumi, bumi akan menjadi ... .

a)
b)
c)
3.

Simak tiga cuplikan berikut dari Buku Laskar Pelangi, yang ditulis oleh Andrea Hirata. Buku ini mengisahkan tentang anak-anak dari keluarga penambang yang miskin di Pulau Belitong. Mereka sekolah di sebuah sekolah dasar yang gedungnya sudah tidak layak pakai. Di bab satu, Andrea Hirata langsung menyuguhkan konflik yang menarik seputar persoalan pendidikan yang ada di negeri ini.


Teks 1:

“Hari itu adalah hari yang agak penting: hari pertama masuk SD. Di ujung bangku-bangku panjang tadi ada sebuah pintu terbuka. Kosen pintu itu miring karena seluruh bangunan sekolah sudah doyong seolah akan roboh.”

(Sumber: Bab 1, halaman 1, Buku Laskar Pelangi, Andrea Hirata, diterbitkan oleh Penerbitan Bentang, 2008)


Teks 2:

“Aku cemas… karena beban perasaan ayahku menjalar ke sekujur tubuhku…Aku tahu beliau sedang gugup dan aku maklum bahwa tak mudah bagi seorang pria berusia empat puluh tujuh tahun, seorang buruh tambang yang beranak banyak dan bergaji kecil, untuk menyerahkan anak laki-lakinya ke sekolah. Lebih mudah menyerahkannya pada tauke pasar pagi untuk jadi tukang parut atau pada juragan pantai untuk menjadi kuli kopra agar dapat membantu ekonomi keluarga.”

(Sumber: Bab 1, halaman 2, Buku Laskar Pelangi, Andrea Hirata, diterbitkan oleh Penerbitan Bentang, 2008)


Teks 3:

“Keluarga Lintang berasal dari Tanjong Kelumpang, desa nun jauh di pinggir laut. Menuju ke sana harus melewati empat Kawasan pohon nipah, tempat berawa-rawa yang dianggap seram…. Selain itu di sana juga tak jarang buaya sebesar pangkal pohon sagu melintasi jalan. Kampung pesisir itu secara geografis dapat dikatakan sebagai wilayah paling timur di Sumatra, daerah minus nun jauh masuk ke pedalaman Pulau Belitong.”

(Sumber: Bab 2, halaman 11, Buku Laskar Pelangi, Andrea Hirata, diterbitkan oleh Penerbitan Bentang, 2008)


Tentukan benar atau salahnya pernyataan berikut!


· Penduduk pulau Belitung kebanyakan berkebun dan bertanam karet.

· Mata pencaharian penduduk Belitung salah satunya adalah buruh tambang.

· Mata pencaharian keluarga di Belitung salah satunya menjadi kuli kopra.

· Penduduk Pulau Belitung juga banyak yang bekerja sebagai juragan

a)

Salah, Benar, Benar, Salah

b)

Benar, Benar, Benar, Salah

c)

Salah, Benar, Salah, Salah

d)

Salah, Benar, Salah, Benar

4.

Semut dan Belalang

Di tengah hutan, hiduplah seekor semut yang sangat rajin. Setiap hari semut itu selalu bekerja mengumpulkan makanan dan menyimpannya di dalam lumbung. Teriknya matahari dan lebatnya air hujan tidak mengurangi semangat sang Semut untuk mengumpulkan makanan. Dengan bersusah payah, sang semut bekerja keras untuk membawa makanan kemudian dikumpulkan dan disimpan di dalam lumbung rumahnya.

Pada suatu hari ketika sedang bekerja, sang semut bertemu dengan seekor belalang yang sedang asyik barjemur sambil bermalas-malasan.

"Hai, Mut, kamu sedang apa?" tanya belalang.

"Aku sedang mengumpulkan makanan untuk persiapan musim dingin," jawab Semut

"Ah, buat apa kamu melakukannya sekarang. Musim dingin masih lama, lebih baik kita termalas-malasan

dahulu" kata belalang lagi.

Sang semut tidak memedulikan belalang. la tetap bekerja mengumpulkan makanan yang dijumpainya. Demikianlah sepanjang hari sang semut sibuk bekerja, sementara sang belalang bermalas-malasan. Akhirnya musim dingin tiba. Sang semut yang rajin itu duduk dengan nyaman di dalam rumahnya yang hangat, la menikmati makanannya yang berlimpah. Belalang termenung sedih di rumahnya karena tidak memiliki makanan sedikit pun. Saat belalang hampir mati kelaparan, sang Semut datang dan memberinya makanan.

Sejak saat itu, sang belalang rajin bekerja mengumpulkan makanan seperti sang Semut

(Sumber dengan revisi, www.anaknusantara.com)

Pilihlah pernyataan yang Tidak Sesuai pada pernyataan di bawah ini berdasarkan bacaan tersebut!

a)

Belalang duduk dengan nyaman di rumahnya karena persediaan makanannya berlimpah pada saat musim dingin

b)

Semut rajin mengumpulkan makanannya untuk persiapan musim dingin

c)

Semut datang dan memberikan makanannya pada Belalang, karena belalang hampir mati kelaparan pada saat musim dingin

d)

Belalang kelaparan di rumahnya karena tidak mempunyai persediaan makanan yang berlimpah pada saat musim dingin

5.

Anton bersepeda dari rumah pukul 14.30 dan tiba di rumah Arief pukul 16.30. Lama perjalanan yang ditempuh Anton adalah … .

a)

1 jam

b)

2 jam

c)

3 jam

d)

4 jam

6.

Data di bawah ini menunjukkan jumlah pasien di puskesmas Sehat Abadi selama seminggu. Pasien paling banyak datang pada hari ....

a)

Rabu

b)

Kamis

c)

Jum’at

d)

Sabtu

7.

Setelah seharian bekerja, Pak Beno hendak pulang ke rumah. Ia melihat jam dindingnya (gambar di atas). Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan adalah 1 jam 20 menit.

Pada pukul berapakah Pak Beno sampai di rumah?

a)

06.55

b)

05.55

c)

08.45

d)

09.45

8.

Perhatikan wacana dan ilustrasi berikut!


Budi mendapat tugas dari gurunya untuk membuat sebuah kerajinan. Kerajinan yang dibuat harus memiliki tema “Lingkungan Hidup”. Kemudian, Anton mencari ide dengan cara membaca berbagai berita mengenai lingkungan Hidup. Budi pun menemukan berita berikut.


PARAHNYA MASALAH SAMPAH PLASTIK DI INDONESIA


Masalah sampah plastik di Indonesia kembali menjadi sorotan publik. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Jenna R. Jambeck dari University of Georgia, pada tahun 2010, ada 275 juta ton sampah plastik yang dihasilkan di seluruh dunia. Di antara jutaan ton sampah tersebut, sekitar 4,8 hingga 12,7 juta ton terbuang ke laut dan mencemari laut. Di Indonesia, ada sekitar 3,22 juta ton sampah plastik yang tak terkelola dengan baik. Sekitar 0,48 hingga 1,29 juta ton dari sampah plastik tersebut diduga mencemari lautan. Hal itu menjadikan Indonesia sebagai negara dengan jumlah pencemaran sampah plastik ke laut terbesar kedua di dunia. Padahal, jumlah penduduk pesisir Indonesia hampir sama dengan India, yaitu 187 juta jiwa. Namun, tingkat pencemaran plastik ke laut di India hanya sekitar 0,09—0,24 juta ton per tahun dan India menempati urutan ke-12 sebagai negara dengan jumlah pencemaran sampah plastik ke laut terbesar di dunia. Jika dibandingkan dengan India, dimungkinkan bahwa sistem pengelolaan sampah di Indonesia masih belum optimal.


Tak hanya itu, pencemaran plastik di Indonesia pun diperkirakan akan terus meningkat. Hal itu dapat terjadi karena saat ini, industri-industri minuman di Indonesia tumbuh dengan pesat. Padahal, banyak produk minuman yang menggunakan plastik sekali pakai sebagai packaging. Pertumbuhan industri minuman yang sangat pesat tentu saja akan menghasilkan pertumbuhan jumlah sampah plastik yang semakin banyak. Terlebih, saat ini kapasitas pengolahan limbah plastik masih terbilang minim.


(Diadaptasi dari https://www.cnbcindonesia.com/ pada Oktober 2020)


Berdasarkan berita tersebut, untuk mengurangi tingkat pencemaran plastik, peran apa yang dapat kamu lakukan sebagai siswa?

a)

Membuat minuman berkemasan plastik secara pribadi.

b)

Membuat aturan mengenai larangan membuang sampah plastik.

c)

Tidak membuang sampah sembarangan.

d)

Membuang seluruh plastik yang dimiliki agar tidak menjadi sampah.

9.

KUDA LAUT


Kuda laut merupakan hewan laut yang memiliki kepala seperti bentuk kepala kuda dan moncong yang panjang. Ukuran tubuh kuda laut juga bervariasi, bisa mencapai sekitar 35 cm. Meskipun merupakan hewan laut, kuda laut ini buruk dalam berenang. Ia memiliki kecepatan berenang sangat lambat. Ini disebabkan oleh keunikan bentuk tubuhnya yang tegak. Keunikan tubuhnya yang tegak juga membuat ia berenang secara vertikal, bukan horisontal seperti ikan lainnya. Selain keunikan pada tubuhnya, kuda laut juga ternyata memiliki cara berkembang biak yang unik.

Kuda laut betina meletakkan telur-telurnya ke dalam kantung yang terletak di perut kuda laut jantan. Kuda laut jantan juga membawa telur-telur itu ke mana pun ia pergi. Setelah beberapa lama, tibalah waktunya melahirkan. Kuda laut jantan membuka kantung di perutnya, kemudian ratusan bayi kuda laut berhamburan ke laut. Sayangnya, dalam ratusan kelahiran bayi kuda laut, hanya beberapa saja dapat bertahan hidup hingga dewasa dan berkembang biak. Populasi kuda laut terus menurun akibat pemangsa, polusi, perusakan habitat, dan perdagangan secara ilegal.

Pilihlah pernyataan yang sesuai dengan teks!

a)

Kuda laut berkembang biak dengan cara bertelur.

b)

Kuda laut memiliki kemampuan berenang yang buruk.

c)

Kuda laut memiliki bentuk kepala seperti kuda dan moncong yang pipih.

d)

Semua kuda laut memiliki ukuran tubuh yang sama, yaitu sepanjang 35 cm.

e)

Kuda laut jantan membawa telur-telur mereka ke mana saja mereka pergi.

10.

Rumah untuk Lek Tini


Suatu hari penduduk kampung di Gunungkidul dikagetkan dengan musibah kebakaran yang menimpa rumah yang ditinggali oleh keluarga Lek Tini. Tanpa pikir panjang, Lek Tini yang terkejut atas peristiwa itu berupaya lari keluar rumah sambil minta tolong diikuti anggota keluarganya. Kakinya terasa berat untuk digerakkan, tetapi tetap terus berupaya sebisanya. Bahkan, hanya diserat saja hingga akhirnya mencapai pohon asem depan rumah. Badannya menggigil duduk tersimpuh lemas tak berdaya sambil memandangi rumahnya dilalap si Jago Merah tanpa henti. Terbayang olehnya, diri dan keluarganya akan tidur tanpa atap. Masyarakat yang mengetahui peristiwa itu langsung datang dan menyingsingkan lengan baju. Ada yang menyelamatkan benda-benda di rumah yang terbakar, memadamkan api dan ada yang menggalang dana. Dalam waktu singkat terkumpul berbagai sumbangan untuk keluarga Lek Tini. Tidak berhenti sampai di situ saja. Masyarakat bersama pemerintah desa menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap korban kebakaran. Mereka berharap Lek Tini secepatnya mendapat tempat tinggal yang layak dan dapat beraktivitas seperti semula.


Dengan penuh semangat, mereka bergotong royong membangun rumah sementara untuk keluarga Lek Tini. Lebih dari 50 orang berpartisipasi dalam pembangunan rumah yang dimulai sejak pagi hari. Itu sebabnya, pada sore hari, rumah sementara ini telah selesai dibangun dan siap untuk ditinggali oleh keluarga Lek Tini.


Apa faktor pendukung rumah sementara Lek Tini sudah dapat dihuni hanya dalam waktu 12 jam?

a)

Penduduk peduli terhadap semua warga korban kebakaran.

b)

Penduduk bergotong-royong dengan berbagi tugas.

c)

Masyarakat bersama pemerintah desa menggalang dana.

d)

Rumah yang terbakar hanya rumah Lek Tini.

e)

Banyak orang kaya yang bersedia menjadi donatur tetap.